Misi Mulia Sekolah Rakyat Justru Menyisakan Duka bagi SLBN A Pajajaran yang Kehilangan Ruang Belajar

4 menit baca
Gilang Fathu Romadhan
Ditulis oleh Gilang Fathu Romadhan diterbitkan
Tulisan SLBN A Pajajaran yang tampak tak terurus. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Tulisan SLBN A Pajajaran yang tampak tak terurus. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)

AYOBANDUNG.ID — Sekolah Rakyat untuk jenjang Menengah Pertama (SRMP) 9 Kota Bandung yang berlokasi di komplek Wyata Guna, Jalan Pajajaran, telah diresmikan pada Senin, 14 Juli 2025, secara serentak. Akan tetapi, SLBN A Pajajaran kehilangan salah satu gedung. Itu karena gedung tersebut dirombak oleh pemerintah demi keberlangsungan Sekolah Rakyat.

Padahal sekolah khusus pelajar disabilitas ini kekurangan ruang kelas sejak lama. Kondisinya diperparah dengan perubahan fungsi satu gedung tersebut. Akibatnya, satu kelas saat ini diisi oleh lebih dari satu rombongan belajar.

Semua bermula ketika Presiden RI Prabowo Subianto menginisiasi program untuk mengentaskan kemiskinan. Dibangunlah Sekolah Rakyat. Lokasi gedungnya berada di lahan milik Kementerian Sosial (Kemensos), salah satunya seperti komplek Wyata Guna.

Berdasarkan laman Kemensos, luas area Wyata Guna sekitar 4,5 hektare dan menjadi panti disabilitas netra. Ada sejumlah fasilitas di sana selain SLBN A Pajajaran, diantaranya ruang konseling, ruang terapi wicara, hingga ruang fisioterapi.

Ketika berkunjung pekan lalu, di sana terdapat lahan yang belum didirikan bangunan. Misalnya seperti di sebelah kiri gerbang utama. Akan tetapi, pembangunan gedung untuk Sekolah Rakyat justru membongkar gedung D SLBN A Pajajaran.

Tim Pengembang Kurikulum yang juga menjabat sebagai PLH Kepala Sekolah SLBN A Pajajaran, Rian Ahmad Gumilar menyebut awalnya sekolah memiliki 4 gedung, yakni gedung A, B, C, dan D. Dua diantaranya dirombak demi sekolah rakyat. 

Ironisnya, pembongkaran gedung dilakukan ketika proses ujian akhir semester tengah berlangsung pada 15 Mei 2025. Imbasnya, sebagian siswa jenjang SMA dipindahkan sementara ke SLBN Cicendo agar bisa mengerjakan ujian.

"Gedung D itu diminta untuk digunakan sekolah rakyat. Sehingga anak-anak yang belajar di gedung D harus direlokasi ke SLB Cicendo," kata dia saat ditemui, Senin, 14 Juli 2025.

Di tahun ajaran baru ini, seluruh siswa SLBN A Pajajaran menimba ilmu di ruangan yang tersisa. Gedung B dan C dimaksimalkan untuk proses belajar-mengajar. Sedangkan gedung A untuk ruangan TU hingga bendahara. "Kita optimalkan gedung yang ada," ucapnya.

Meski berdampak pada kebutuhan ruang kelas, Rian mengaku pihaknya tak keberatan. Sekolah fokus untuk memberikan ilmu kepada para murid kendati dalam satu kelas terdapat beberapa rombel. 

Sebab sebelum Sekolah Rakyat ada, ia menyebut SLBN A Pajajaran memang sudah kekurangan kelas. Namun proses pembelajaran masih berlangsung dengan fasilitas terbatas. 

Kini, dalam satu ruangan kelas, dapat diisi oleh dua atau tiga rombel. Ini dilakukan untuk menambal masalah kekurangan kelas. Namun masalah lainnya menanti, yakni setiap jenis disabilitas memiliki metode pembelajaran yang berbeda. 

Oleh karena itu pihaknya akan memetakan siswa berdasarkan jenis disabilitas. Sehingga dalam satu kelas, walaupun terdapat beberapa rombel, mereka diberikan metode yang sama ketika belajar meski jenjangnya berbeda.

"Ya, harapannya seperti itu. Mau tidak mau sih kondisi seperti itu tetap mengurangi efektifitas, tetapi kita maksimalkan yang ada. Idealnya kalau mengacu ideal, tetap satu ruangan itu, satu rombongan belajar," kata Rian sembari berharap.

Meski berbagi lahan, dua lembaga ini berjalan dengan jalur birokrasi yang berbeda. Tahun ini, SLBN tersebut menerima 26 peserta didik baru dari jenjang TK hingga SMPLB. Total peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) mencapai 114 siswa. Proses orientasi berlangsung bersamaan dengan agenda serupa di sekolah rakyat, namun belum ada gesekan berarti.

Menurut Rian, keberadaan dua institusi dalam satu kompleks tak akan menimbulkan gangguan. Justru, ia membuka kemungkinan kolaborasi untuk membentuk lingkungan yang lebih inklusif.

"Mereka juga harus memahami kondisi anak-anak berkebutuhan khusus. Begitu pun kami harus bisa beradaptasi dengan kehadiran mereka," katanya.

Sekolah Rakyat yang berlokasi di komplek Wyataguna, jalan Pajajaran, ini diisi oleh 30 siswa dan 20 siswi. Puluhan pelajar ini berasal dari keluarga miskin ekstrem sesuai dengan DTSEN. Setelah mengikuti cek kesehatan dan MPLS, para murid akan berpisah dengan orang tuanya. Mereka akan langsung menginap di asrama.

Asrama untuk murid dalam satu kamar dapat diisi oleh lebih dari 5 murid. Adapun ranjang yang digunakan ranjang tingkat. Kamar juga difasilitasi meja belajar, kursi, hingga kipas angin.

Penampakan gedung D SLBN A Pajajaran yang telah direnovasi untuk menunjang fasilitas Sekolah Rakyat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Penampakan gedung D SLBN A Pajajaran yang telah direnovasi untuk menunjang fasilitas Sekolah Rakyat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)

Sementara untuk kelas, pemerintah menyediakan 7 ruangan yang dapat diisi oleh satu rombongan belajar—terdiri dari 25 murid. Selain itu, ada ruangan untuk kelas khusus seperti sains dan bahasa. Total murid di Sekolah Rakyat di Wyata Guna berjumlah 50 orang, dengan rincian 30 pria dan 20 wanita.

"Kurikulum sekolah rakyat sama kaya SMP lainnya. Hanya disini lebihnya adalah ke-asramaan untuk membangun karakter yang unggul. Jadi kebangsaannya ada, karakternya ada," kata Kepala SRMP 9 Kota Bandung, Setia Nugraha, tempo waktu.

Meski tinggal di asrama, murid-murid tak bisa bebas melakukan kegiatan sesuka hatinya. Ada aturan atau kebiasaan yang mesti ditaati. Contohnya seperti bangun lebih awal, tidak boleh membawa hp, tidur tidak diatas jam 9 malam, hingga beribadah.

"Beres sekolah nanti ada kegiatan-kegiatan yang akan mendidik karakter. Jadi karakter mereka nanti akan muncul, akhlak mulia, akhlak kebangsaan," katanya

Pokoknya pribadi yang unggul untuk dipersiapkan di Indonesia di tahun 2045,", lanjutnya.

Setia menyebut kendati tak boleh memainkan gawai, para murid diperbolehkan untuk bertemu dengan orang tuanya. Caranya bisa melalui wali murid. Namun dengan catatan pertemuan itu harus diluar jam belajar.

"Pemerintah memang hendak memuliakan anak-anak yang mulanya rawan. Sekarang pemerintah menyediakan, dimuliakan. Yang dulunya tidak terjangkau, sekarang terjangkau," ujarnya.

Ketika ditanya soal bertetanggaan dengan SLBN A Pajajaran, ia menyebut tidak akan terganggu, baik untuk Sekolah Rakyat ataupun SLBN. 

"Jadi kami dengan SLB di sini adalah tetangga baik. Jadi semuanya di sini, di sentra sini ada. Di sini kan ada rehab, kemudian ada SLB, ada sekolah rakyat sekarang," bebernya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:46

Medsos Mengubah Waktu dan Jarak

Medsos dapat merubah waktu dan jarak dalam penyampaian informasi

Dalam beberapa tahun ini, mengakses media sosial menjadi ritual yang seolah tanpa batas. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)