Sekolah Rakyat Bisakah Jadi Solusi atau malah Tambal Sulam Kemiskinan?

4 menit baca
Fathiyah Khairiyah
Ditulis oleh Fathiyah Khairiyah diterbitkan
Ilustrasi | Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama dengan fasilitas lengkap, termasuk laboratorium, fasilitas olahraga, dan sistem pembelajaran berbasis teknologi. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Magang Foto/Algifari Tohaga Abdillah)
Ilustrasi | Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama dengan fasilitas lengkap, termasuk laboratorium, fasilitas olahraga, dan sistem pembelajaran berbasis teknologi. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Magang Foto/Algifari Tohaga Abdillah)

Sekolah Rakyat merupakan program yang dicanangkan pemerintah untuk menjamin pendidikan kalangan ekonomi bawah dengan tujuan menuntaskan kemiskinan. Akankah menjadi angin segar?

Sejumlah media nasional memberitakan, seperti Detik.com (09/2022), liputan6.com(04/2025), dan tirto.id(05/2025), kesulitan ekonomi memang menjadi faktor utama yang menyebabkan anak-anak putus sekolah.

Berdasarkan data, 76% keluarga menyatakan bahwa alasan utama anak mereka putus sekolah adalah karena faktor ekonomi. Dari jumlah tersebut, 67% tidak mampu membayar biaya sekolah, sementara 8,7% harus mencari nafkah.

Selain itu, keterbatasan sumber daya keuangan keluarga dan biaya pendidikan yang masih tinggi meskipun ada kebijakan pendidikan gratis, tetap menjadi kendala bagi banyak orang tua disebabkan rendahnya pendapatan keluarga.

Masalah ini tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga menjadi tantangan bagi negara dalam meningkatkan akses pendidikan yang merata. Pemerintah telah berupaya mengatasi kesenjangan ini melalui program seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP), tetapi kesenjangan antara keluarga miskin dan kaya masih cukup besar.

Program Sekolah Rakyat pertama kali dicetuskan sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk menghapus kemiskinan ekstrem dan meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin. Program ini dirancang untuk mulai beroperasi pada Juli 2025.

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan meresmikan Sekolah Rakyat pada pertengahan Juli 2025. Pemerintah menargetkan 100 sekolah dapat dibuka pada tahun pertama, dengan 65 titik yang sudah siap beroperasi. Program ini merupakan kolaborasi antara berbagai kementerian, termasuk Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan, dan Kementerian Pekerjaan Umum.

Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama dengan fasilitas lengkap, termasuk laboratorium, fasilitas olahraga, dan sistem pembelajaran berbasis teknologi. Pemerintah berharap program ini dapat menjadi solusi untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas.

Program ini hadir sebagai solusi atas masalah keterbatasan akses pendidikan yang masih dialami jutaan anak Indonesia.

Sekolah Rakyat, Menuntaskan Kemiskinan?

“Tujuan utama sekolah rakyat adalah untuk memutus mata rantai kemiskinan. Jika orangtuanya miskin jangan sampai anaknya jadi miskin. Ini harus diputus dengan menyekolahkan mereka," kata Mensos Gus Ipul.

Seolah angin segar, sekolah rakyat seakan-akan hadir sebagai penyelamat untuk menuntaskan kemiskinan dengan menaikkan taraf Pendidikan masyarakat. Namun dalam pelaksanaannya, sekolah rakyat ini dinilai sebagai kebijakan yang perlu dikritisi.

Sekolah rakyat hadir untuk memfasilitasi anak-anak dari kategori desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yaitu kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi paling rentan. Dalam penamaan, sekolah rakyat ini kental dengan gambaran sekolah anak miskin. Hal ini akan membentuk segregasi sosial pada status ekonomi masyarakat. Anak-anak yang bersekolah di sana akan dilabeli dengan anak-anak yang berasal dari ekonomi bawah. Didukung dengan program lain pemerintah, yakni Sekolah Garuda Unggulan yang ditujukan untuk anak-anak berprestasi unggulan. Maka akan terbentuk segmentasi di tengah masyarakat. Jika tujuan program ini untuk pemerataan pendidikan, maka kedua program ini dinilai tidak tepat. Terlebih, dengan program asrama yang diusungnya, maka ini akan menjauhkan rakyat miskin yang bersekolah di sana dengan dunia luar. Selain itu, dengan dikelolanya program ini oleh dinas sosial menambah buramnya tujuan pendidikan untuk sekolah rakyat ini.

Baca Juga: Review Buku Animal Farm karya George Orwell, Kesatiran dalam Novel Binatang

Maka, perlu dipertanyakan apa urgensi pemerintah dalam mencanangkan program tersebut. Jika tujuannya untuk memajukan pendidikan kalangan miskin dan menghapus kemiskinan, maka seyogyanya tidak perlu adanya dikotomi sosial dalam pelaksanaannya.

Selain itu, Penyaluran dana untuk sekolah rakyat dinilai tidak efisien. Dibandingkan dengan membangun kembali sekolah, akan lebih bijak jika anggaran dana digunakan untuk memberikan fasilitas yang lebih baik kepada sekolah-sekolah yang ada. Pemerataan fasilitas, kesejahteraan guru dan subsidi untuk siswa dinilai lebih penting untuk disalurkan.

Pendidikan ialah Kebutuhan Dasar dan Tanggung Jawab Negara

Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Bandung digagas oleh Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai upaya untuk mengatasi persoalan biaya bagi keluarga tidak mampu dan tergolong miskin ekstrem. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Magang Foto/Lukman Hidayat)
Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Bandung digagas oleh Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai upaya untuk mengatasi persoalan biaya bagi keluarga tidak mampu dan tergolong miskin ekstrem. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Magang Foto/Lukman Hidayat)

Selayaknya kesehatan dan keamanan, pendidikan merupakan hal dasar rakyat yang pemenuhannya merupakan tanggung jawab negara tanpa memandang status sosial maupun ekonomi.

Dalam sistem pendidikan yang islami, negara wajib memfasilitasi dan menjamin kebutuhan pendidikan rakyat. Terintegrasi dengan sistem ekonominya yang menyediakan anggaran khusus untuk pendidikan yang dikelola oleh baitul mal dan didapatkan dari pengelolaan sumber daya alam, jizyah, dan kharaj. Bukan dari pajak.

Sistem pendidikan dalam Islam memiliki tujuan untuk membentuk generasi ilmuan yang tujuannya murni untuk berkontribusi untuk kehidupan umat.

Berbeda dengan pendidikan berbau neoliberalisme hari ini, pendidikan diintegrasikan dengan industri dan ekonomi. Kini pendidikan dinilai sebagai status sosial dan memiliki tujuan nilai ekonomi. Hal ini membuat buramnya tujuan pendidikan generasi. Tak heran, jika banyak keluarga yang lebih mementingkan anaknya untuk bekerja yang menghasilkan recehan ekonomi untuk bertahan hidup.

Baca Juga: Nasib Buruh Perempuan di Tengah Ekosistem Kerja yang Segregatif

Beranjak dari sudut pandang yang islami, muncul kekhawatiran jika Sekolah Rakyat hanya jadi solusi tambal sulam ala Kapitalisme untuk mengobati masalah kemiskinan. Tujuannya masih buram. Harus diperjelas realisasinya, karena belum tentu dapat menyelesaikan kemiskinan masyarakat.

Karena masalah kemiskinan adalah masalah yang konkret dan sistemis. Sehingga dalam penyelesaiannya, tidak cukup hanya mengamputasi masalahnya saja, akan tetapi harus dituntaskan dari akarnya, dari sistemnya; dan sistem pendidikan yang didasarkan pada persepsi Islam bisa menjadi solusi dari segala carut marut persoalan yang diciptakan oleh cacatnya sistem kapitalisme. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)