Euforia Persib dan Dampaknya Terhadap Lalu Lintas, Menilik Teori Ilmiah

3 menit baca
Fadhil Rahman Nurdin Siswarno
Ditulis oleh Fadhil Rahman Nurdin Siswarno diterbitkan
Konvoi Persib Bandung Juara Liga 1 tahun 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Magang Foto/Lukman Hidayat)
Konvoi Persib Bandung Juara Liga 1 tahun 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Magang Foto/Lukman Hidayat)

Kemenangan Persib Bandung pada musim 2024/2025 menjadi tonggak sejarah yang legendaris dalam perjalanan klub sepak bola kebanggaan Jawa Barat ini.

Minggu, 25 Mei 2025, Kota Bandung dipenuhi euforia luar biasa setelah Persib Bandung berhasil meraih gelar juara Liga 1 2024/2025. Perayaan kemenangan ini tidak hanya berlangsung di stadion, tetapi juga merambah ke jalan-jalan utama kota yang dibuat semarak oleh para bobotoh.

Ribuan bobotoh memenuhi pusat kota, termasuk Gedung Sate, Jalan Diponegoro, dan Flyover Pasupati. Mereka merayakan dengan konvoi kendaraan, nyanyian, dan kobaran flare.

Kepadatan lalu lintas terjadi mulai pada Sabtu, 24 Mei 2025 pukul 20.30 WIB hingga tengah malam, dengan sejumlah ruas jalan mengalami kemacetan total.

Kemacetan parah terjadi di seputaran Gedung Sate, Jalan Diponegoro, dan Flyover Pasupati. Kendaraan terhenti total, dan sejumlah titik di kota mengalami penutupan sementara untuk mengatur arus lalu lintas.

Selain itu, terdapat laporan mengenai kerusakan kendaraan milik warga akibat tindakan oknum bobotoh yang merayakan kemenangan secara berlebihan.

Pihak kepolisian menyiapkan 350 personel untuk mengantisipasi kepadatan dan menjaga keamanan selama perayaan. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk tetap sabar dan menjaga ketertiban umum selama berlangsungnya perayaan.

Euforia kemenangan Persib Bandung pada 25 Mei 2025 menciptakan suasana meriah di Kota Bandung. Namun, dampak dari perayaan tersebut juga menimbulkan kemacetan dan beberapa insiden yang perlu menjadi perhatian bersama.

Seperti yang diungkapkan oleh akun instagram @prfmnews pada Sabtu malam 24 Mei 2025 bahwa ada seorang bobotoh yang terjatuh di Flyover Pasupati, yang mana korban yang duduk di pembatas jalan Pasupati, lalu terjatuh.

Jika di analisa lebih lanjut, beberapa kasus yang terjadi pada saat konvoi atau arak-arakan berlangsung dapat dipicu oleh tidak kondusifnya area yang menjadi pusat perkumpulan para supporter. dalam hal ini, banyak hal bisa saja terjadi dan dapat memicu kerusuhan di tengah kerumunan.

Beberapa teori menjelaskan pemicu kerusuhan di keramaian, termasuk teori deindividualisasi, teori penularan (contagion theory), teori konvergensi, dan teori submergensi.

Teori-teori ini menjelaskan bagaimana individu dalam kerumunan dapat kehilangan kontrol diri, mudah dipengaruhi oleh emosi massa, dan terlibat dalam perilaku tidak rasional dan destruktif. 

Berikut penjelasan lebih detail tentang masing-masing teori:

Teori Deindividualisasi:

Teori ini menyatakan bahwa dalam kerumunan, individu merasa anonim dan kehilangan rasa tanggung jawab pribadi. Hal ini membuat mereka lebih mudah terlibat dalam tindakan yang tidak akan mereka lakukan sendiri di luar kerumunan. 

Teori Penularan (Contagion Theory):

Teori ini menjelaskan bagaimana emosi dan perilaku di kerumunan dapat menular secara cepat dari satu orang ke orang lain. Dalam kerumunan yang cenderung menuju kerusuhan, individu cenderung mengalami frustasi, konflik, dan ketegangan, sehingga mudah terpicu untuk melakukan tindakan yang tidak sesuai norma, seperti pengeroyokan. 

Konvoi Persib Bandung Juara Liga 1. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Magang Foto/Lukman Hidayat)
Konvoi Persib Bandung Juara Liga 1. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Magang Foto/Lukman Hidayat)

Teori Konvergensi:

Teori ini menjelaskan bagaimana orang-orang dengan kecenderungan dan tujuan yang sama berkumpul dalam satu lokasi dan membentuk sebuah kelompok yang lebih kuat dan berpotensi melakukan tindakan bersama. Dalam konteks kerusuhan, teori ini dapat menjelaskan bagaimana orang-orang yang memiliki rasa frustrasi atau kemarahan yang sama berkumpul dan kemudian bertindak bersama-sama. 

Teori Submergensi:

Teori ini menjelaskan bahwa kerumunan itu sendiri memiliki dampak psikologis yang penting pada perilaku individu. Individu dalam kerumunan dapat merasa terasing, tidak terkontrol, dan cenderung mengikuti arus tindakan massa. 

Jika meninjau beberapa teori penyebab kerusuhan tersebut, maka dapat disimpulkan sejumlah kasus yang terjadi di tengah euforia tersebut dipicu oleh keadaan sekitar yang kurang kondusif yang mempengaruhi psikologis individu di tengah kerumunan.

Selain itu perasaan yang tidak dapat dikontrol juga dapat menjadi penyebab adanya masalah lain yang dapat memicu kerusuhan dan pertikaian.

Kemenangan Persib menjadi prestasi yang membanggakan bagi seluruh warga Jawa Barat. Banyak momen yang akan terus Bobotoh nantikan agar dapat terus menjadi sahabat setia Persib, serta banyak prestasi yang akan terus kami nantikan di kemudian hari.

Namun beberapa kejadian yang kurang mengenakan yang terjadi dapat menjadi bekal dan pelajaran bersama, agar dapat lebih baik di kemudian hari. berbagai permasalahan yang terjadi seperti dampak kemacetan, kecelakaan, bahkan kericuhan, dapat menjadi bekal untuk kita pelajari kembali, bahwa kemenangan dapat kita rayakan dengan tertib dan lebih aman lagi supaya semua pihak bisa berekspresi dengan bahagia tanpa ada yang terluka. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)