Nelangsa Bojongsoang Setiap Musim Hujan: Siapa Harus Bertanggung Jawab?

2 menit baca
Sabrina Natha Putri Irawan
Ditulis oleh Sabrina Natha Putri Irawan diterbitkan
Kemacetan lalu lintas terjadi di Bojongsoang akibat banjir (04/12/2025). (Sumber: Khalidullah As Syauqi)
Kemacetan lalu lintas terjadi di Bojongsoang akibat banjir (04/12/2025). (Sumber: Khalidullah As Syauqi)

Banjir tahunan yang kembali melanda wilayah Kabupaten Bandung memicu kemacetan parah di Bojongsoang dan Baleendah yang mengganggu rutinitas warga. Fenomena tahunan ini menegaskan bahwa upaya penanganan mobilitas masih belum menyentuh akar persoalan secara menyeluruh.

Arus kendaraan langsung terganggu ketika banjir merendam kawasan Bojongsoang dan memaksa pengendara memadati jalur kecil yang tidak didesain menampung beban lalu lintas besar. Situasi ini menunjukkan bahwa rute alternatif di wilayah tersebut belum berfungsi memadai saat bencana melanda.

Genangan yang meninggi di sekitar Baleendah membuat kendaraan bergerak lambat karena kondisi jalan sulit diprediksi sepanjang musim hujan. Keadaan itu menyebabkan antrian panjang yang menyita waktu ribuan warga setiap pagi dan sore.

Sistem drainase yang tidak terawat menimbulkan penyumbatan cepat sehingga air meluap dan mengganggu mobilitas wilayah selatan Bandung. Kondisi ini memperlihatkan bahwa perlunya pengecekan secara rutin yang selama ini belum dijalankan secara maksimal.

Banjir terjadi di komplek Griya Bandung Asri 1 Bojongsoang. (05/12/2025) (Sumber: Khalidullah As Syauqi)
Banjir terjadi di komplek Griya Bandung Asri 1 Bojongsoang. (05/12/2025) (Sumber: Khalidullah As Syauqi)

Pembangunan permukiman yang tidak sesuai dengan kondisi sekitar membuat tempat resapan air semakin berkurang di beberapa titik yang rawan akan banjir. Situasi tersebut membuat aliran air menjadi parah dan menimbulkan kemacetan yang terus berulang setiap musim hujan datang.

Ketergantungan warga pada satu jalur utama juga membuat resiko kemacetan lalu lintas menjadi parah saat banjir dan menutup akses seluruh wilayah kendaraan. Kondisi ini menciptakan efek yang mana dapat merugikan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat sekitar.

Mobilitas pekerja, pelajar, dan pelaku usaha terganggu karena waktu tempuh meningkat drastis ketika wilayah terdampak banjir mengalami kepadatan ekstrem. Keadaan ini menunjukkan bahwa persoalan banjir bukan hanya soal genangan, tetapi juga soal aksesibilitas harian warga.

Pemerintah daerah perlu memperkuat program normalisasi sungai dan pembersihan drainase agar aliran air tetap lancar saat intensitas hujan meningkat. Upaya tersebut wajib dilakukan sebelum musim hujan agar genangan tidak lagi menghambat pergerakan warga.

Pembangunan kolam retensi baru pada titik strategis dapat membantu menahan limpasan air dan mengurangi risiko banjir tahunan. Infrastruktur demikian penting untuk menjaga kondisi jalan tetap aman dilalui meski curah hujan melonjak.

Penataan ruang berbasis mitigasi bencana harus ditegakkan agar ruang terbuka hijau kembali hadir sebagai penahan limpasan hujan. Kebijakan tersebut dapat menekan potensi banjir yang selama ini memperburuk kemacetan di kawasan padat penduduk.

Baca Juga: Hidup Lebih Bersih, Sungai Lebih Bernyawa

Jalur alternatif perlu dibangun dan ditata dengan serius agar warga tidak lagi terjebak pada satu koridor rawan banjir setiap musim penghujan. Kehadiran rute pendukung akan menjaga kelancaran arus kendaraan meskipun akses utama terganggu.

Pemerintah harus memperluas penggunaan pompa portabel serta sensor peringatan dini agar penanganan banjir dapat dilakukan lebih cepat dan terukur. Pemanfaatan teknologi ini akan membantu mengurangi dampak kemacetan yang biasanya muncul tanpa peringatan jelas.

Kolaborasi warga dan pemerintah perlu diperkuat melalui program edukasi lingkungan dan aksi bersih saluran air yang dilakukan rutin sepanjang tahun. Peran aktif komunitas dapat membantu menurunkan risiko banjir dan menjaga kelancaran mobilitas di kawasan selatan Bandung. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)