Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Masyarakat Kota Bandung Berharap Wali Kota Tindak Tegas Penanganan Kasus Begal

Nayla Aurelia
Ditulis oleh Nayla Aurelia diterbitkan Kamis 11 Des 2025, 16:32 WIB
Suasana jalan yang sepi pada malam hari di daerah Jalan Inhoftank, Kota Bandung. (Sumber: Nayla Aurelia) (Foto: Nayla Aurelia)

Suasana jalan yang sepi pada malam hari di daerah Jalan Inhoftank, Kota Bandung. (Sumber: Nayla Aurelia) (Foto: Nayla Aurelia)

Pada beberapa tahun terakhir ini masyarakat Kota Bandung tengah mengalami kekhawatiran yang signifikan, disebabkan ada berbagai aksi pembegalan yang terjadi di banyak tempat di Kota Bandung, seperti pada kasus penyerangan geng motor kepada pedagang martabak di Jalan Inhoftank, Kota Bandung.

Biasanya warga merasa aman saat beraktivitas hingga malam hari, namun saat ini banyak warga yang melakukan pembatasan diri disebabkan rasa khawatir  akan menjadi korban kejahatan di jalan raya.

Banyak cerita yang mulai beredar di masyarakat, dimulai dari pengendara yang didekati segerombolan pelaku sampai kejadian pembacokan yang dapat dilihat di media sosial, hal ini menyebabkan masyarakat merasa tidak aman untuk beraktivitas diluar terutama dimalam hari. Permasalahan ini memperlihatkan bahwa fenomena begal tidak hanya sebuah permasalahan media saja, namun pada kenyataannya hal tersebut dapat dialami warga dalam aktivitas sehari-hari.

Kekhawatiran ini juga banyak diluapkan melalui media lokal. Dibeberapa media Wali Kota Bandung yaitu M. Farhan menyatakan bahwa keadaan begal telah berada di tingkat yang sudah tidak dapat dinilai rendah. Beliau meminta bantuan para aparat kepolisian guna menguatkan patrol kemanan dan cepat mengambil tindakan dengan tegas pada kelompok begal yang mempunyai niatan untuk mencuri motor di jalan raya.

Pernyataan ini dinilai sebagai sinyal bahwa lembaga kota mengakui keadaan ini krusial yang sedang menjadi tantangan masyarakatnya. Namun, bagi kelompok besar yang mengalami secara langsung akan merasa berdampak tidak aman saat sedang melakukan aktivitas di jalan raya. Masyarakat menunggu langkah cepat dan tegas yang dapat mengembalikan rasa percaya terhadap keamanan di Kota Bandung.

Keadaan fisik ruang umum menjadi salah satu faktor yang sering dinilai masyarakat terkait meningkatnya resiko begal. Terdapat banyak jalur atau jalan lingkungan di Kota Bandung yang penerangannya masih sedikit, akibatnya menumbuhkan ruang gelap yang besar bagi pelaku kriminal untuk melakukan aksi tanpa terlihat oleh orang lain.

Selain dari faktor fisik, keadaan sosial juga mempunyai peran yang signifikan. Terdapat banyak fenomena kejahatan yang mengikutsertakan pemuda atau remaja yang putus sekolah, minimnya pengawasan keluarga, atau keikutsertaan ke dalam geng motor.

Pada fenomena yang terjadi di Kota Bandung, hal ini sejalan dikarenakan sejumlah kelompok begal yang ditangkap oleh lembaga kepolisian sebelumnya termasuk bagian dari kelompok motor yang aktif menjalankan aksinya pada malam hari. Dengan tidak adanya pembinaan sosial yang memadai, keadaan para remaja akan menjadi faktor kriminalitas secara berkala.

Faktanya pada tindakan yang dilakukan oleh Wali Kota Bandung dalam pelaporan media AyoBandung.id Wali Kota Bandung menyatakan untuk bertekad menghapus julukan Gotham City di Kota Bandung yang diberikan oleh masyarakat dikarenakan maraknya aksi kriminal di Kota Bandung dan dibeberapa media M. Farhan juga menyatakan bahwa ia mendukung tegas pihak kepolisian untuk menindaklanjuti pelaku kriminal. Tetapi masyarakat menilai terdapat perbedaan antara pelaksanaan dan intruksi yang ada di lapangan. Contohnya patroli yang dilakukan tidak merata, petugas pada jam rawan masih minim, serta publikasi lapangan yang kurang melibatkan warga.

Fenomena begal yang ada di Kota Bandung tidak semata-mata menjadi persoalan keamanan saja, namun juga menggambarkan bahwa tata kelola kota wajib diperkuat. Terdapat ancaman kriminalitas yang dapat terjadi saat penggabungan antar lembaga masih dinilai lemah, kesadaran penduduk tidak mengalami peningkatan, dan ruang umum yang dinilai kurang aman. Lembaga daerah wajib memastikan bahwa peraturan keamanan dapat dijalankan secara terstruktur, tidak hanya pada keadaan yang sedang memanas saja, namun juga dalam waktu yang panjang.

M. Farhan juga harus bertindak secara tegas dalam penguatan kolaborasi antara kepolisian, kelurahan, dan kecamatan, supaya patroli tidak dilakukan secara sia-sia, namun benar-benar mengikuti prosedur dan lokasi yang rawan terjadi insiden. Kolaborasi ini dapat berdampak pada masyarakat agar merasa lebih aman.

Selain tindakan yang dilakukan Wali Kota Bandung, diperlukan pencegahan dalam rentang waktu jangka panjang. Dimana beliau perlu melakukan inisiatif guna membentuk sebuah program pemberdayaan pemudia dilevel kelurahan agar para remaja mempunyai pendampingan sosial, kegiatan positif, dan ruang kreatif yang dapat meminimalkan tindakan kriminalitas.

Baca Juga: Pengunjung Mengeluhkan Teras Cihampelas yang Semakin Kumuh

Pemerintah kota juga dapat menciptakan ruang informasi umum yang mudah diakses dan jelas. Sesuai dengan arahan dari Wali Kota Bandung, masyarakat bisa memperoleh perkembangan kasus, nomor darurat, jalur aman, dan update keamanan melalui situs atau aplikasi khusus.

Koordinasi dengan warga pun tidak boleh ditinggalkan. Dikarenakan dengan adanya dukungan dari Wali Kota Bandung, maka pelatihan kemanan mandiri, forum kewaspadaan dini, dan ronda malam dapat dioperasikan lebih teratur. Masyarakat yang terlibat secara langsung dapat merasa mempunyai rasa tanggung jawab bersama dalam memelihara lingkungannya.

Pada akhirnya, saya percaya bahwa dengan adanya kepemimpinan yang tegas dan arahan dari Wali Kota Bandung yaitu M. Farhan, maka kota ini dapat dipulihkan dari banyaknya insiden aksi begal. Keamanan yang menjadi hak seluruh masyarakat Kota Bandung tidak hanya dinilai lebih aman, namun juga sebagai kota yang dibanggakan masyarakat. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nayla Aurelia
Tentang Nayla Aurelia
Telkom University, Digital Public Relations 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Mar 2026, 08:58

Kartu Lebaran dan Suasana Idulfitri di Bandung Era 1990-an

Menjelang Idulfitri pada dekade 1990-an, suasana Kota Bandung tidak hanya dipenuhi aroma kue Lebaran dan kesibukan orang bersiap mudik.

Kartu Lebaran versi ABG. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)