Masyarakat Kota Bandung Berharap Wali Kota Tindak Tegas Penanganan Kasus Begal

4 menit baca
Nayla Aurelia
Ditulis oleh Nayla Aurelia diterbitkan
Suasana jalan yang sepi pada malam hari di daerah Jalan Inhoftank, Kota Bandung. (Sumber: Nayla Aurelia) (Foto: Nayla Aurelia)
Suasana jalan yang sepi pada malam hari di daerah Jalan Inhoftank, Kota Bandung. (Sumber: Nayla Aurelia) (Foto: Nayla Aurelia)

Pada beberapa tahun terakhir ini masyarakat Kota Bandung tengah mengalami kekhawatiran yang signifikan, disebabkan ada berbagai aksi pembegalan yang terjadi di banyak tempat di Kota Bandung, seperti pada kasus penyerangan geng motor kepada pedagang martabak di Jalan Inhoftank, Kota Bandung.

Biasanya warga merasa aman saat beraktivitas hingga malam hari, namun saat ini banyak warga yang melakukan pembatasan diri disebabkan rasa khawatir  akan menjadi korban kejahatan di jalan raya.

Banyak cerita yang mulai beredar di masyarakat, dimulai dari pengendara yang didekati segerombolan pelaku sampai kejadian pembacokan yang dapat dilihat di media sosial, hal ini menyebabkan masyarakat merasa tidak aman untuk beraktivitas diluar terutama dimalam hari. Permasalahan ini memperlihatkan bahwa fenomena begal tidak hanya sebuah permasalahan media saja, namun pada kenyataannya hal tersebut dapat dialami warga dalam aktivitas sehari-hari.

Kekhawatiran ini juga banyak diluapkan melalui media lokal. Dibeberapa media Wali Kota Bandung yaitu M. Farhan menyatakan bahwa keadaan begal telah berada di tingkat yang sudah tidak dapat dinilai rendah. Beliau meminta bantuan para aparat kepolisian guna menguatkan patrol kemanan dan cepat mengambil tindakan dengan tegas pada kelompok begal yang mempunyai niatan untuk mencuri motor di jalan raya.

Pernyataan ini dinilai sebagai sinyal bahwa lembaga kota mengakui keadaan ini krusial yang sedang menjadi tantangan masyarakatnya. Namun, bagi kelompok besar yang mengalami secara langsung akan merasa berdampak tidak aman saat sedang melakukan aktivitas di jalan raya. Masyarakat menunggu langkah cepat dan tegas yang dapat mengembalikan rasa percaya terhadap keamanan di Kota Bandung.

Keadaan fisik ruang umum menjadi salah satu faktor yang sering dinilai masyarakat terkait meningkatnya resiko begal. Terdapat banyak jalur atau jalan lingkungan di Kota Bandung yang penerangannya masih sedikit, akibatnya menumbuhkan ruang gelap yang besar bagi pelaku kriminal untuk melakukan aksi tanpa terlihat oleh orang lain.

Selain dari faktor fisik, keadaan sosial juga mempunyai peran yang signifikan. Terdapat banyak fenomena kejahatan yang mengikutsertakan pemuda atau remaja yang putus sekolah, minimnya pengawasan keluarga, atau keikutsertaan ke dalam geng motor.

Pada fenomena yang terjadi di Kota Bandung, hal ini sejalan dikarenakan sejumlah kelompok begal yang ditangkap oleh lembaga kepolisian sebelumnya termasuk bagian dari kelompok motor yang aktif menjalankan aksinya pada malam hari. Dengan tidak adanya pembinaan sosial yang memadai, keadaan para remaja akan menjadi faktor kriminalitas secara berkala.

Faktanya pada tindakan yang dilakukan oleh Wali Kota Bandung dalam pelaporan media AyoBandung.id Wali Kota Bandung menyatakan untuk bertekad menghapus julukan Gotham City di Kota Bandung yang diberikan oleh masyarakat dikarenakan maraknya aksi kriminal di Kota Bandung dan dibeberapa media M. Farhan juga menyatakan bahwa ia mendukung tegas pihak kepolisian untuk menindaklanjuti pelaku kriminal. Tetapi masyarakat menilai terdapat perbedaan antara pelaksanaan dan intruksi yang ada di lapangan. Contohnya patroli yang dilakukan tidak merata, petugas pada jam rawan masih minim, serta publikasi lapangan yang kurang melibatkan warga.

Fenomena begal yang ada di Kota Bandung tidak semata-mata menjadi persoalan keamanan saja, namun juga menggambarkan bahwa tata kelola kota wajib diperkuat. Terdapat ancaman kriminalitas yang dapat terjadi saat penggabungan antar lembaga masih dinilai lemah, kesadaran penduduk tidak mengalami peningkatan, dan ruang umum yang dinilai kurang aman. Lembaga daerah wajib memastikan bahwa peraturan keamanan dapat dijalankan secara terstruktur, tidak hanya pada keadaan yang sedang memanas saja, namun juga dalam waktu yang panjang.

M. Farhan juga harus bertindak secara tegas dalam penguatan kolaborasi antara kepolisian, kelurahan, dan kecamatan, supaya patroli tidak dilakukan secara sia-sia, namun benar-benar mengikuti prosedur dan lokasi yang rawan terjadi insiden. Kolaborasi ini dapat berdampak pada masyarakat agar merasa lebih aman.

Selain tindakan yang dilakukan Wali Kota Bandung, diperlukan pencegahan dalam rentang waktu jangka panjang. Dimana beliau perlu melakukan inisiatif guna membentuk sebuah program pemberdayaan pemudia dilevel kelurahan agar para remaja mempunyai pendampingan sosial, kegiatan positif, dan ruang kreatif yang dapat meminimalkan tindakan kriminalitas.

Baca Juga: Pengunjung Mengeluhkan Teras Cihampelas yang Semakin Kumuh

Pemerintah kota juga dapat menciptakan ruang informasi umum yang mudah diakses dan jelas. Sesuai dengan arahan dari Wali Kota Bandung, masyarakat bisa memperoleh perkembangan kasus, nomor darurat, jalur aman, dan update keamanan melalui situs atau aplikasi khusus.

Koordinasi dengan warga pun tidak boleh ditinggalkan. Dikarenakan dengan adanya dukungan dari Wali Kota Bandung, maka pelatihan kemanan mandiri, forum kewaspadaan dini, dan ronda malam dapat dioperasikan lebih teratur. Masyarakat yang terlibat secara langsung dapat merasa mempunyai rasa tanggung jawab bersama dalam memelihara lingkungannya.

Pada akhirnya, saya percaya bahwa dengan adanya kepemimpinan yang tegas dan arahan dari Wali Kota Bandung yaitu M. Farhan, maka kota ini dapat dipulihkan dari banyaknya insiden aksi begal. Keamanan yang menjadi hak seluruh masyarakat Kota Bandung tidak hanya dinilai lebih aman, namun juga sebagai kota yang dibanggakan masyarakat. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nayla Aurelia
Tentang Nayla Aurelia
Telkom University, Digital Public Relations 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 18:29

Kemerdekaan bagi Sastra

Sastra adalah salah satu ruang terakhir bagi tempat kejujuran yang masih berani bicara. Tapi apakah kehidupan bagi pelakunya sudah layak atau tenggelam dalam lautan merdeka itu sendiri?

Ilustrasi buku sastra. (Sumber: Pexels | Foto: Alexandra Krainyukhova)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 17:10

10 Netizen Terpilih Juli 2026, Menangkap Isu Begal hingga Jalur Maut

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Juli 2026.

Pengguna jalan melintas di dekat satu tombol darurat (panic button) yang dipasang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 26 November 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!
Wisata & Kuliner 03 Agu 2026, 18:19

Situ Lengkong Panjalu, Tempat Wisata Estetik dan Bersejarah di Ciamis

Panduan wisata Situ Lengkong Panjalu Ciamis lengkap: sejarah Kerajaan Panjalu, Nusa Gede, Museum Bumi Alit, tradisi Nyangku, tiket masuk, dan rute.

Situ Lengkong Panjalu, Ciamis.