'The Way Home' dan Keberanian Melawan Penyesalan

5 menit baca
Giovanni Battista
Ditulis oleh Giovanni Battista diterbitkan
Poster film "The Way Home". (Sumber: IMDB)
Poster film "The Way Home". (Sumber: IMDB)

Dalam hidup, penyesalan sering kali menjadi hantu yang mengikuti langkah kita tanpa suara. Ia muncul dari hal-hal yang tak sempat dilakukan, kata-kata yang tak terucap, atau pilihan yang ternyata salah arah. Tema ini menjadi inti dari drama Tiongkok The Way Home (归棹 / Gui Zhao), yang tayang pada Desember 2024.

Disutradarai oleh Chui Wai Hong, serial ini menampilkan kisah keluarga, persaudaraan, dan perjalanan batin dua pria muda yang mencoba menebus masa lalu mereka. Dalam keheningan dan lirihnya air sungai Xiqiao, drama ini berbicara tentang bagaimana manusia melawan penyesalan, bukan dengan melupakannya, melainkan dengan berani kembali dan menghadapi yang telah hilang.

The Way Home 2024 berfokus pada dua sepupu dari keluarga He di Desa Xiqiao, Lingnan: He Jia Hao (diperankan oleh Mark Ma) dan He Jia Shu (diperankan oleh Zhang Kang Le). Meski mereka tumbuh bersama, sebuah peristiwa di masa lalu membuat hubungan keduanya retak.

Jia Shu kemudian meninggalkan desa selama delapan tahun, meninggalkan Jia Hao dan kenangan yang tak pernah terselesaikan. Ketika Jia Shu akhirnya kembali, mereka harus bekerja sama untuk mengikuti perlombaan perahu naga tradisional sebuah simbol penting dalam budaya Lingnan.

Sekilas, cerita ini tampak sederhana yaitu tentang dua orang yang berdamai setelah bertahun-tahun terpisah. Namun, dibalik alur tersebut, The Way Home 2024 menyimpan lapisan emosional yang dalam. Drama ini bukan sekadar kisah reuni keluarga, tetapi juga perjalanan batin untuk berdamai dengan rasa bersalah, rahasia, dan harapan yang tak pernah padam.

Seperti judulnya, “The Way Home” (dalam bahasa Indonesia “kembali ke rumah”) bukan sekadar pulang secara fisik, tetapi juga pulang secara emosional ke dalam diri sendiri dan ke masa lalu yang belum selesai.

Penyesalan dalam The Way Home 2024 tidak ditampilkan secara dramatis atau berlebihan. Ia hadir dalam keheningan, tatapan mata, dan jarak emosional antara dua karakter utamanya. He Jia Hao digambarkan sebagai anak harapan keluarga yang tenang, cerdas, dan penuh tanggung jawab. Namun dibalik sikapnya yang sempurna, ia menyembunyikan rahasia besar, sesuatu yang membebaninya selama bertahun-tahun.

Sementara itu, He Jia Shu, yang pernah dianggap “aib” keluarga, kembali dengan perasaan campur aduk antara ingin diterima dan takut menghadapi kenyataan. Keduanya menjadi simbol dua cara manusia menghadapi penyesalan. Jia Hao memilih memendam, menutupi luka dengan prestasi dan kepatuhan.

Sedangkan Jia Shu memilih pergi, menjauh agar rasa bersalah tak terus menghantui. Ketika mereka bertemu kembali, keduanya belajar bahwa satu-satunya cara untuk melawan penyesalan adalah dengan keberanian untuk berbicara, mengakui kesalahan, dan membuka diri terhadap kemungkinan rekonsiliasi.

Salah satu dialog yang paling berkesan dalam drama ini adalah ketika Jia Hao akhirnya berkata kepada sepupunya, “Kita saudara. Kalau langit runtuh, kita pikul bersama.” Kalimat sederhana ini mencerminkan inti dari The Way Home 2024 bahwa melawan penyesalan bukan berarti meniadakannya, tetapi menerima bahwa luka masa lalu bisa dipikul bersama, bukan sendirian.

Tradisi, Keluarga, dan Beban Generasi

Selain menjadi drama personal, The Way Home 2024 juga merupakan refleksi sosial tentang tekanan dalam keluarga tradisional Tiongkok. Keluarga He hidup di lingkungan yang sangat menjunjung nilai kehormatan dan harapan generasi tua. Jia Hao, sebagai anak tunggal, memikul beban untuk menjaga nama baik keluarga.

Sementara Jia Shu harus menanggung stigma akibat kesalahan masa lalu. Dalam konteks ini, penyesalan bukan hanya perasaan pribadi, tetapi juga warisan kolektif yang hasil dari sistem nilai yang terlalu kaku terhadap kesempurnaan dan kehormatan.

Melalui konflik keduanya, drama ini memperlihatkan bagaimana budaya bisa menjadi sumber luka sekaligus penyembuhan. Perlombaan perahu naga yang mereka ikuti menjadi metafora bagi perjalanan hidup untuk bisa bergerak maju, semua orang dalam satu perahu harus mendayung bersama. Tidak ada yang bisa berjalan sendiri, dan tidak ada yang bisa menghapus masa lalu tanpa memaafkan.

Visual yang ditampilkan dalam drama ini juga mendukung tema tersebut. Air sungai, perahu yang terbalik, dan langit mendung sering muncul sebagai simbol ketidakseimbangan batin para tokohnya. Namun, pada akhirnya, semua simbol itu berubah menjadi lambang penerimaan bahwa dari air yang tenang pun, seseorang bisa belajar berdamai.

Dari sisi sinematografi, The Way Home 2024 menonjol lewat pengambilan gambar yang tenang dan penuh nuansa. Kamera seringkali berfokus pada detail kecil seperti embun di dedaunan, cahaya matahari sore, atau wajah yang menatap kosong, untuk menekankan perasaan sunyi dan reflektif.

Penggunaan warna lembut dan pencahayaan natural membuat penonton merasa seolah ikut terhanyut dalam suasana pedesaan Lingnan yang damai namun sarat kenangan.

Akting Mark Ma sebagai Jia Hao patut diapresiasi. Ia mampu menampilkan karakter yang kompleks tanpa banyak dialog, hanya dengan ekspresi dan gestur kecil.

Begitu pula dengan Zhang Kang Le yang menghadirkan sosok Jia Shu yang impulsif namun hangat, penuh emosi namun tetap rasional. Keduanya membangun dinamika yang intens, bukan sekadar konflik, tetapi juga kasih sayang yang terselubung di antara rasa bersalah.

Baca Juga: Secuil tentang Psikologi Agama

Foto Pemain dari Keluarga He (Sumber: MyDramaList)
Foto Pemain dari Keluarga He (Sumber: MyDramaList)

The Way Home 2024 mengajarkan bahwa penyesalan adalah bagian dari menjadi manusia. Tak ada kehidupan tanpa kesalahan, dan tak ada kesalahan yang benar-benar hilang. Namun, drama ini menolak pandangan pesimis bahwa penyesalan harus dihindari. Sebaliknya, ia menegaskan bahwa penyesalan adalah tanda bahwa kita pernah peduli, pernah mencintai, dan masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki.

Pesan moralnya jelas : setiap orang punya jalan pulang, seberapa jauh pun ia tersesat. Rumah dalam konteks ini bukan sekadar tempat, tetapi keadaan batin di mana seseorang bisa berdamai dengan masa lalunya. “Melawan penyesalan” berarti berani kembali, meskipun sakit, meskipun terlambat, karena di sanalah proses penyembuhan dimulai.

Sebagai drama bertema keluarga dan rekonsiliasi, The Way Home 2024 mungkin terasa lambat bagi penonton yang terbiasa dengan konflik cepat atau intrik berlapis. Namun disitulah kekuatannya. Drama ini berjalan dengan ritme kehidupan nyata: perlahan, penuh refleksi, dan kadang menyakitkan.

Tidak ada keajaiban besar, hanya keberanian kecil yang terus diulang, keberanian untuk kembali, untuk memaafkan, dan untuk menatap masa depan tanpa menolak masa lalu.

Dalam dunia yang serba cepat dan penuh distraksi, The Way Home 2024 mengingatkan kita bahwa penyesalan bukanlah akhir. Ia bisa menjadi awal dari sesuatu yang baru, asal kita punya keberanian untuk pulang. Karena kadang, jalan pulang bukan tentang tempat, tetapi tentang hati yang berani menerima bahwa semua kesalahan pun bisa menjadi bagian dari perjalanan menuju kedewasaan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Giovanni Battista
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Sep 2026, 18:33

Jika Ada Lagi Taman Nasional atau Taman Hutan Raya Baru di Jawa Barat

Menelusuri peluang hadirnya taman nasional atau taman hutan raya (tahura) baru sebagai benteng keanekaragaman hayati, pelindung ekosistem (flora dan fauna) serta oasis hijau masa depan Bumi Pasundan.

Bagas Aji Prakoso saat menjajal Tahura Djuanda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 16:50

Ketika Idealisme Pengabdian Gen-Z Membentur Tembok Kaku Birokrasi

Artikel opini ini membahas paradoks antara idealisme pengabdian ASN Generasi Z dan budaya birokrasi yang masih dianggap kaku.

Tumpukan Berkas. (Sumber: Chat GPT | Foto: AI Chat GPT)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 15:05

Jalur FM: Ketika Suara dari Udara Menjadi Lebih Jernih

Sebelum gelombang FM semakin ramai di Bandung, perubahan serupa lebih dahulu terasa di Jakarta.

Studio Radio OZ Bandung di Jl. Setrasari II No. 14, Bandung. Radio OZ menjadi salah satu stasiun radio di Bandung yang termasuk awal bermigrasi dari jalur AM ke FM. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 14:42

216 Tahun Kota Bandung: Merawat Warisan dan Membangun Masa Depan Gastronomi Berkelanjutan

Lebih dari sekadar destinasi tempat orang mencari tempat makan yang estetis atau makanan lezat, Bandung pada hakikatnya adalah laboratorium budaya.

Kudapan tradisional khas Kota Kembang yang sangat populer antara lain cireng, cilok, seblak, dan telur gulung. (Sumber: Shutterstock | Foto: Hanifah Kurniati)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 12:21

Momentum Mahasiswa Meraih Prestasi

Mahasiswa sering menyalahkan diri dan keadaannya dalam situasi yang sulit. Menurut mahasiswa, bahwa keberadaannya belum tentu berprestasi. 

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat, 1 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 22 Sep 2026, 10:40

Media Lokal Cari Model Bisnis Baru di Local Media Summit 2026

Media lokal tidak lagi hanya dituntut menjadi penerbit berita, tetapi juga dapat berkembang menjadi agensi lokal, pengelola komunitas.

Local Media Summit (LMS) akan kembali hadir di pada 22-23 Oktober 2026 di Hotel Manhattan Jakarta.
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:15

Jika Benzema Datang, Persib Sebenarnya Membeli Apa?

Status bebas transfer Benzema saat ini membuat sebuah pintu terbuka untuk Persib.

Karim Benzema (Sumber: ayobandung.com | Foto: Wikimedia Commons (Lisensi CC) via ayobandung.com)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:00

Urap: Jejak Mahakarya Kuliner Tertua dan Filosofi Kehidupan dalam Sepiring Sayuran Nusantara

Dalam khazanah gastronomi Indonesia, urap bukan sekadar komposisi sayuran dan kelapa parut.

Urap merupakan sajian sayuran tertua di tanah Jawa yang tercatat secara formal dalam literatur sejarah. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:31

Demokrasi yang Berakar: Ketika Politik Bertemu  Budaya dan Kepercayaan

Sebelum seseorang menjatuhkan pilihan politiknya, ada proses komunikasi yang panjang. Sebelum sebuah kekuasaan dianggap sah, ada proses pembentukan makna.

Diah Fatma Sjoraida merupakan Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. (Sumber: Gemini | Foto: Ilustrasi oleh AI)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:01

Urgensi Kota Bandung: Persolan Sampah dan Kemacetan

Sampah dan kemacetan adalah dua persoalan besar yang dihadapi Bandung. Harus diatasi dengan membangun kesadaran bersama, yang akhirnya demi kenyamanan bagi warga Bandung, sebagai rumah bersama.

Pengendara melintas di dekat tumpukan sampah yang menggunung di TPS Jalan Makam Caringin, Kota Bandung, Kamis, 9 April 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 18:17

Imaji Papua Bersilaturahmi dengan Caraka Sundanologi Bandung

Imaji Papua membawa cerita tentang manusia, budaya, dan kehidupan Tanah Papua ke Bandung melalui film dan dialog lintas komunitas.

Caraka Sundanologi bersilaturahmi dengan komunitas Imaji Papua melalui pemutaran film dokumenter sebagai ruang berbagi cerita, budaya, dan pengalaman tentang Papua. (Sumber: Nonon Rachnaya)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 17:20

Bandung dan Terbentuknya Karyawan 'Flourish'

Ketika Pemkot Bandung berhasil memangkas hambatan birokrasi,sektor industri harus siapkan sistem rekrutmen yang presisi.

Bandung dan urgensi karyawan "Flourish" (Sumber: dokpri dengan kreasi chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 16:22

Tugu Proklamasi Cirebon: Jejak Pembacaan Proklamasi 15 Agustus 1945

Sebuah tugu berwarna putih di perempatan Jalan Siliwangi, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, itu menjadi saksi bahwa kemerdekaan Indonesia pernah diproklamirkan sebelum 17 Agustus 1945.

Tugu Proklamasi Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Wahyu)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 15:58

Menimbang Dampak Pajak Otomatis di Tengah Melejitnya Lokapasar Kota Bandung

Proses perpajakan digital menuntut UMKM agar merapikan pembukuan mereka

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan (Kanan). (Sumber: Humas Pemkot Bandung)
Ikon 21 Sep 2026, 15:33

Stasiun Cicalengka, dari Stasiun Bersejarah jadi Tinggal Sejarah

Stasiun Cicalengka berusia lebih dari seabad. Bangunan lamanya telah dibongkar, sementara tinggalan sejarahnya masih tersisa.

Stasiun Cicalengka, Bandung, antara tahun 1900-1920-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 13:41

Akar Historis dan Evolusi Gastronomi Sunda: Meneroka Budaya Pangan Tatar Parahyangan

Gastronomi bukan sekadar urusan pemuasan kebutuhan fisiologis manusia melalui asupan nutrisi, melainkan sebuah disiplin ilmu yang membedah korelasi intrinsik antara makanan dan kebudayaan.

Penjual makanan keliling di Jawa Barat sekitar tahun 1910. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 11:21

Bioskop sebagai Ruang Refleksi Diri

Bioskop di era modern tidak sekedar ajang hiburan tapi ruang refleksi yang membuat nyaman.

Ilustrasi bioskop. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 09:09

Ketika Fikom Harus Mengajarkan Cara Berkomunikasi dengan Mesin

Sekarang mulai terbentuk pola baru komunikasi, yakni manusia berbicara kepada mesin, mesin menghasilkan pesan, mesin memilih pesan, lalu manusia menerima dan menafsirkannya.

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. (Sumber: ayobandung.com | Foto: fikom.unpad.ac.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 17:07

930 Pecatur di Bandung Dapat Wejangan dari Legenda Utut Adianto

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru.

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 16:57

Istilah Bahasa Jawa untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Mengenal istilah lokal Bahasa Jawa untuk menggambarkan kekuatan guncangan gempa bumi, dari Lir hingga Lindhu Kiamat/Jagad Obah. Kaya makna dan kearifan lokal suu bangsa Jawa.

Ilustrasi bangunan yang rusak akibat gempa bumi. (Sumber: Pexels | Foto: Ahmed akacha)