Dari 2 Siluman sampai Sekarang, Perkembangan Film Horror di Indonesia

3 menit baca
Adinda Putri
Ditulis oleh Adinda Putri diterbitkan
Berbagai Genre Film Horror Indonesia. (Sumber: Kolase Poster Film)
Berbagai Genre Film Horror Indonesia. (Sumber: Kolase Poster Film)

Film merupakan sebuah media komunikasi massa, bertujuan untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat dengan cara yang menghibur. 

Dikutip dalam sebuah jurnal, film adalah media audio visual yang menggabungkan kedua unsur yaitu naratif atau yang berhubungan dengan tema, dan sinematik atau sebuah alur dan jalan cerita yang dihadirkan dalam film (Shadrina, et al. 2023). 

Dalam beberapa tahun terakhir, film horror merupakan salah satu genre film yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Namun, apakah kamu tahu bagaimana perkembangan film horror di Indonesia? Berikut simak penjelasannya! 

Dikutip dalam sebuah jurnal, masyarakat Indonesia memiliki budaya mistik yang sangat kental, khususnya budaya Jawa. Dalam hal ini, masyarakat meyakini adanya makhluk halus seperti hantu atau kekuatan gaib dan cerita mistik (Lutfi, M. 2013).

Budaya mistik tersebut menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Sebuah mitos yang berkembang memberikan rasa kepercayaan pada masyarakat atas peristiwa nyata yang terjadi. Sehingga, hal tersebut menjadi sebuah peluang pasar bagi produser dan sutradara film. 

Film Horror Pertama Indonesia

Poster film "Doea Siloeman Oeler Poeti en Item". (Sumber: Wikimedia Commons)
Poster film "Doea Siloeman Oeler Poeti en Item". (Sumber: Wikimedia Commons)

Film horor pertama Indonesia diproduksi pada tahun 1934 oleh The Teng Cun yang berjudul Two Snake Siluman Black and White (Doea Siloeman Oeler Poeti en Item). Kesuksesan dalam film disebabkan oleh penggunaan teknik fotografi yang menakjubkan, seperti benda yang bisa terbang, orang berubah menjadi siluman hewan dan menghilang. Kemudian, dari situ perkembangan film horror di Indonesia mulai bermunculan di bioskop keliling, dan di televisi. 

Pada tahun 1941, muncul kembali film horror dengan menghadirkan tema yang berbeda, yaitu Tengkorak Hidup. Film yang diproduksi oleh Action Film dan disutradarai oleh Tan Tjoei Hock ini diproduksi pada bulan Oktober 1941. Film ini sukses menjadi film yang banyak diminati oleh penonton. 

Pada tahun 1960-an, film horror menjadi pilihan utama bagi industri film di berbagai belahan dunia, salah satunya di negara Indonesia. Film Lisa (1971) disutradai oleh M. Sharieffudin A yang menjadi titik balik kelahiran kembali film horror Indonesia. Film Lisa mengisahkan tentang seorang ibu tiri yang ingin menguasai kekayaan sang suami yang telah meninggal dengan mencoba membunuh anak tirinya, Lisa.  

Meski sempat mengalami penurunan jumlah penonton, film horror Indonesia kembali melonjak dengan meraih keuntungan besar-besaran dengan film Beranak dalam Kubur yang menghasilkan Rp72 juta selama penayangan filmnya. Kemudian, tahun 1972 hingga 1980 terdapat 22 judul film horor yang diproduksi dan ditayangkan, serta pada tahun 1981 hingga 1991 terdapat 84 judul film horor, yang 16 diantaranya dibintangi oleh Suzanna. 

Suzzanna yang dijuluki sebagai The Queen of Indonesian Horror atau Ratu Film Horor Indonesia merupakan bintang film horor yang aktif di dunia perfilman pada tahun 1950 hingga 1990-an. Berikut 5 daftar film horror terbaik suzanna:

  1. Sundel Bolong (1981)

  2. Telaga Angker (1984)

  3. Malam Jumat Kliwon (1986)

  4. Malam Satu Suro (1988)

  5. Titisan Dewi Ular (1990)

Film Horror di Era 2000-an

Film Pengabdi Setan (2017) karya Joko Anwar dan KKN di Desa Penari (2022) (Sumber: tabloidbintang.com)
Film Pengabdi Setan (2017) karya Joko Anwar dan KKN di Desa Penari (2022) (Sumber: tabloidbintang.com)

Pada era 2000-an, film horror Indonesia didominasi oleh alur cerita yang menantang hantu, maupun uji nyali di tempat yang “angker”. Alur cerita tersebut mampu menarik perhatian banyak penonton dan menjadi awal cerita hantu lokal yang selalu menjadi tokoh utama dalam film di era 2000-an. Beberapa film horror tersebut antara lain: Jelangkung (2001), Pocong (2006), Suster Ngesot (2007). 

Sejak tahun 2017 hingga sekarang, film horor semakin diminati secara luas oleh masyarakat, seperti Pengabdi Setan (2017) karya Joko Anwar dan KKN di Desa Penari (2022) yang menjadi bentuk film horror terbaik di Indonesia. (*)

Daftar Pustaka 

  • Devvy, Y., Intan, T., & Krisdinanto, N. (2020). Desakralisasi film horor Indonesia dalam kajian reception analysis. Desakralisasi film horror Indonesia dalam kajian reception analysis, 4(1), 1-19.

  • Lutfi, M. (2013). Perkembangan film horor Indonesia tahun 1981-1991. Avatara, 1(1).

  • Shadrina, A. N., Zaim, S. R., & Arimurti, F. (2023). Manajemen produksi film pendek keling: dari pra produksi, produksi dan pasca produksi. Jurnal Audiens, 4(2), 320-330.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Adinda Putri
Tentang Adinda Putri
Saya adalah mahasiswi Ilmu Komunikasi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 22 Jun 2026, 16:55

Wisata Tembok Ratapan Solo, Destinasi Viral Satire Digital

Fenomena Tembok Ratapan Solo bermula dari satire di Google Maps dan berkembang menjadi arus kunjungan publik ke rumah Jokowi di Solo.

Tembok Ratapan Solo
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 16:49

Cantik yang Mengkhianati: Ketika Aksesori Menjadi Ancaman

Risiko ganda logam saat MRI: luka bakar arus radiofrekuensi dan distorsi gambar pemindaian.

Lepuhan pada kulit pasien akibat arus induksi saat pemindaian MRI. (Foto: Radiology Business)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 16:15

Ketaatan Pengelolaan Risiko Kebakaran

Peran dinas damkar perlu transformasi sehingga paradigmanya berubah dari peran pemadam menjadi fungsi yang proaktif mencegah kebakaran. 

Ilustrasi kebakaran pabrik di daerah Cipadung, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Fira Nursyabani)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 15:29

Ekspedisi Karees : Menelusuri Jejak Rel Kereta yang Hilang dari Peta (Part 1)

Beberapa hari yang lalu, saya mencoba menelusuri kembali sisa-sisa rel Karees, memotret kondisinya hari ini, dan merangkai kembali memori kejayaan halteu ini di masa lampau. Yuk, ikut saya blusukan!

Harta karun pertama yang saya temukan! Menyembul di antara tanah di sebelah kiri jalan, membuktikan sejarah menolak terkubur. (Sumber: Pribadi | Foto: Pribadi)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 15:13

Copy-Paste Birokrasi: Ketika Sistem Digital Belum Benar-Benar Digital

Saat sistem digital tidak saling terhubung, beban administratif tidak hilang, ia hanya berpindah wujud dari kertas ke layar.

Ilustrasi ekosistem digital yang melingkupi kehidupan modern (Sumber: Pexels | Foto: Pixabay)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 13:36

Menelusuri Art Deco: Setitik Eropa di Kota Kembang

Melihat kembali bagaimana arsitektur Art Deco di Kota Bandung bermunculan hingga akhirnya dijadikan sebagai bangunan cagar budaya.

Kondisi Gedung Bank DENIS (sekarang digunakan oleh Bank Jawa Barat) pada tahun 2015. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Rochelimit)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 12:25

Penggunaan Wewangian dari Zaman Mesir sampai Sekarang

Perkembangan singkat wewangian dari awal mula ketenarannya di Mesir sampai sekarang.

Pajangan botol parfum berwarna-warni. (Sumber: pexels.com | Foto: Hồng Quang)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 11:30

'Don’t Buy This Jacket' Kampanye Jujur atau Strategi Manipulasi Persepsi?

Membedah paradoks kampanye "Don’t Buy This Jacket" Patagonia:

Penulis sedang menelaah konsep iklan 'Don't Buy This Jacket'.
Wisata & Kuliner 22 Jun 2026, 11:27

Wisata Gratis di Surabaya: Jelajah Taman Bungkul Ikon Kota yang Selalu Ramai

Taman Bungkul menjadi salah satu destinasi wisata gratis paling populer di Surabaya dengan fasilitas lengkap dan suasana nyaman sepanjang hari.

Taman Bungkul Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 09:56

Indonesia dalam Angka

Algoritma Statistik memang sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, tetapi bukan berarti angka itu disusun hanya demi kepuasan publik. Sehingga fakta yang terjadi hanya sebatas retorika

Ilustrasi angka dalam kalkulator. (Sumber: Pexels | Foto: Yan Krukau)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 09:06

Penggunaan Kendaraan Listrik Dikebut, Tapi Listriknya Sering Padam

Di tengah percepatan adopsi kendaraan listrik melalui berbagai insentif, pemadaman listrik yang masih sering terjadi memunculkan pertanyaan: seberapa siap sistem energi Indonesia?

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf terkait pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa (20/6/2026). (Sumber: Instagram/@pln_id)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 08:58

Ada Apa dengan Tanjakan Emen?

Jalan tanjakan Emen yang berada di Subang tepatnya di Ciater, terkenal dengan misteri seringnya terjadi kecelakaan.

Kondisi sekarang jalan tanjakan Emen. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Haerul Nurjaman)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 18:02

Peran Media Relations dalam Membangun Citra Kolaborasi Brand di Industri Olahraga

Memahami identitas kolaborasi sebagai perpaduan antara motorsport, inovasi, dan gaya hidup modern.

Gambar dari akun Instagram resmi Puma
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 17:37

Merawat Jejak Maung Bandung Melalui Koleksi dr. Dimas Kurnia Hidayat

Merawat Jejak Maung Bandung Melalui Koleksi dr. Dimas Kurnia Hidayat

Dimas Kurnia Hidayat, kolektor memorabilia Persib Bandung. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 15:26

Bandung Poek, Warga Menjerit, dan Kenangan Menyala

Cibiru Bandung boleh poek untuk dua, tiga, empat, lima jam. Tetapi selama kebersamaan masih hidup, selalu ada cahaya yang tidak pernah padam bila kita rawat dan pupuk bersama.

Ilustrasi Bandung Mati Listrik Bergilir (Sumber: Pixabay)
Wisata & Kuliner 21 Jun 2026, 13:04

5 Kuliner Semarang Pilihan yang Wajib Dicoba Wisatawan

Dari lumpia khas Pecinan hingga tahu gimbal dan nasi ayam malam hari, inilah rekomendasi kuliner Semarang yang wajib masuk daftar perjalanan Anda.

Kuliner Tahu Gimbal. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 12:17

Jembatan Cirahong, Warisan Belanda dengan Akses Lantai Ganda

Jembatan Cirahong, warisan dari Belanda yang memiliki dua jalur akses. Berfungsi sebagai rel kereta dan jalan bagi warga.

Jembatan Cirahong masa sekarang. (Sumber: Dokumen Pribadi)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:48

Meraih Impian dari Sekolah Terbaik

Menentukan sekolah terbaik pun harus dianggap sebagai langkah yang menentukan impian murid baru terwujud.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:36

Risiko Kecil dari USG yang Berlebihan

Pentingnya membatasi frekuensi USG kehamilan sesuai indikasi medis guna mencegah potensi risiko efek termal dan paparan ultrasonik berlebihan pada janin.

Ilustrasi pemeriksaan USG kandungan pada ibu hamil. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:32

Tidak Hanya Judol, Blind Box Juga Dapat Memicu Kecanduan

Blind box justru mendorong perilaku konsumtif dan impulsif pada konsumen Generasi Z.

Ilustrasi blind box. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)