Beban Ganda Perempuan dan Isu Fatherless lewat Film 'Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah'

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Poster Film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah (Sumber: Instagram | Rapi Films)
Poster Film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah (Sumber: Instagram | Rapi Films)

4 September 2025 film berjudul "Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah" tayang di bioskop Indonesia.

besutan Rapi Films ini mengangkat tema tentang hilangnya peran laki-laki dalam keluarga juga perjuangan perempuan menjalani peran ganda.

Alur film sedikit lambat namun membawa banyak pesan mendalam tentang dinamika kehidupan.

Di awal penayangan film ini, penonton diajak untuk melihat adegan dari dua sudut pandang yaitu Ibu dan Ayah. Pertama, penonton diperlihatkan bagaimana kondisi ekonomi dari sebuah keluarga yang jauh dari kata sejahtera.

Rumah yang penuh dengan barang perintilan yang minim fungsi, atap yang rapuh karena seringnya bocor saat hujan datang, jumlah kamar yang tidak sebanding dengan anggota keluarga, kehadiran dua keluarga dalam satu rumah, persis yang sering terjadi di Indonesia.

Bagaimana hirup-pikuk kegiatan sehari-hari dalam sebuah keluarga disajikan. Ibu yang sering menjadi fokus perhatian semua anggota keluarga. Ibu ibarat sosok yang tak hanya memberikan kasih dan sayang tapi juga sering menjadi kotak informasi perihal tempat barang-barang setiap anggota keluaga berada.

Sosok Ibu dalam film ini dinarasikan tidak hanya mengerjakan pekerjaan domestik seperti masak, cuci baju atau beres-beres rumah tapi juga berperan secara langsung menjadi kepala keluarga.

Setiap pagi Ibunya mendorong sepedah menuju ruko untuk menjalankan bisnis laundry pakaian. Hasil bisnis digunakan untuk membayar hutang suaminya yang seringkali mabuk-mabukan dan berjudi. Padahal setiap hari tangan ibunya terluka karena sering bersinggungan dengan sabun dan juga penyakit jamur karena kaki seringkali bersinggungan degan air.

Ibu dinarasikan sebagai pahlawan di dalam rumah, terlihat dari scene saat hujan datang sementara atap yang berlubang tak kunjung direnovasi karena uang diambil oleh Ayahnya. Ibu naik menggunakan tangga ke loteng untuk memperbaiki atap yang rusak, ini menjadi poin bahwa Ibu adalah sosok perempuan hebat yang bisa melakukan apapun , sekaligus pekerjaan yang berat.

Isu Fatherless

Ilustrasi orang tua. (Sumber: Pexels/Ekam Juneja)
Ilustrasi orang tua. (Sumber: Pexels/Ekam Juneja)

Berdasarkan data yang diunggah oleh Global Fatherhood Index Report 2021 yang menempatkan Indonesia berada dalam urutan ke tiga sebagai fatherless country. Kehilangan sosok ayah berada dalam dua dimensi, pertama ketiadaan Ayah secara fisik karena meninggal atau bercerai dan kedua secara fisik kehadiran Ayah ada tapi mereka kurang memberikan perhatian dan kasih sayang.

Dari sisi psikologis ketidakhadiran Ayah menghilangkan sisi hubungan sosial, emosional dan komunikasi antara anak dengan Ayahnya. Anak yang kehilangan figur Ayah biasanya memiliki permasalahan dalam perilaku misalnya, melakukan tindak kriminal, cenderung menggunakan obat-obatan, agresif, depresi dan hilangnya rasa kepercayaan diri pada anak.

Sosok Ayah dalam film ini cenderung acuh terhadap keluarga. Pekerjaannya hanya merokok, minum kopi, main ponsel, main slot, dan minum-minuman. Meski Ayah diperlihatkan memiliki pekerjaan sebagai seorang driver ojek tapi dalam faktanya Ayah hanya tidur-tiduran di posko ojek dan enggan menarik penumpang.

Seorang anak perempuan yang kehilangan sosok Ayah membuat dirinya bias dalam memandang sebuah hubungan, contohnya karakter Alin anak kedua yang diperankan oleh Amanda Rawles. Seorang mahasiswa akhir jurusan kedokteran tersebut memiliki seorang pacar yang sudah mapan.

Bagaimana di tengah Alin sedang memperjuangkan beasiswa kuliahnya tapi mendadak terancam diberhentikan karena ada efisiensi, pacarnya tersebut bukan mendukung Alin untuk tetap melanjutkan kuliah. Irfan (Akbar Indian) justru meminta Alin untuk berhenti melanjutkan mimpinya karena ujungnya perempuan akan berakhir di dapur.

Alin mengalami kebingunan antara memilih kehidupan yang nyaman dengan memilih menikah sebagai jalan keluar atau tetap bertahan mencari jalan lain untuk melanjutkan kuliah. Kebimbangan Alin hadir salah satunya karena faktor fatherless, Alin tidak bisa memaksimalkan logika berpikirnya karena selama ini dominan melihat sosok Ibu yang lebih menggunakan emosional.

Meski tidak secara gamblang, lewat film ini penonton diajak untuk berpikir kritis bahwa pernikahan bukan jalan keluar untuk terhindar dari masalah kehidupan. Justru pernikahan adalah ruang kompleksitas yang membutuhkan dua orang dewasa yang bisa secara bijak dalam menganalisis masalah, mengelola emosi juga saling menurunkan egosentris pada diri masing-masing.

Tidak ada batasan menikah di usia muda atau dianggap terlalu tua, yang terpenting kesiapan diri dalam mental, fisik, psikologis, finansial dan kesiapan menerima resiko dari setiap keputusan yang diambil.

Perempuan akan diperlakukan sepeti putri jika bertemu dengan orang yang tepat. Tapi jika bertemu dengan orang yang salah maka hidupnya akan seperti neraka dunia, tiap hari hanya ada kesengsaraan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)