Dari Kekacauan Menjadi Dunia Penuh Emosional, Review Film Everything Everywhere All at Once

4 menit baca
Michael Kurniawan
Ditulis oleh Michael Kurniawan diterbitkan
Adegan film Everything Everywhere All at Once. (Sumber: primevideo.com/-/id/detail/Everything-Everywhere-All-At-Once)
Adegan film Everything Everywhere All at Once. (Sumber: primevideo.com/-/id/detail/Everything-Everywhere-All-At-Once)

Bagaimana rasanya menonton film yang di satu detik membuatmu tertawa, di detik berikutnya membuatmu menangis, dan di detik selanjutnya membuatmu bingung, tapi tetap membuatmu merasa terpukau?

Itulah pengalaman menonton Everything Everywhere All At Once (2022), film karya duo sutradara Daniel Kwan dan Daniel Scheinert yang berhasil mengubah definisi “film multiverse” menjadi sesuatu yang personal, emosional, dan gila dalam arti terbaiknya.

Di tengah film-film superhero dengan aksi yang heroik serta spektakuler yang semakin mendominasi, muncul sebuah film yang justru mengandalkan kekacauan untuk bercerita.

Everything Everywhere All At Once (2022), karya dua sutradara eksentrik Daniel Kwan dan Daniel Scheinert (dikenal sebagai The Daniels) menjadi salah satu film dengan konsep yang bisa dibilang cukup berani, emosional, dan penuh imajinasi dalam sejarah film modern. Film ini membawa penonton ke perjalanan multiverse yang tidak hanya penuh warna, tetapi juga diisi dengan makna mengenai kehidupan, cinta, dan eksistensi manusia.

Dibuka dengan kisah yang ringan dimana Evelyn Wang yang merupakan seorang ibu imigran asal Tionghoa yang menjalani kehidupan penuh tekanan dan konflik. Usaha laundry-nya terancam bangkrut, pernikahannya terasa hambar, dan hubungannya dengan sang anak semakin renggang.

Namun dalam satu hari yang kacau, Evelyn terseret ke dalam petualangan lintas semesta yang menjadi tempat dimana ia bisa menjadi berbagai versi dirinya, dari bintang film kungfu hingga seorang koki bertangan sosis. Di antara pertempuran dan absurditas tersebut, Evelyn justru menemukan satu hal yang ia cari selama ini “makna dari kehidupannya yang berantakan”.

Salah satu keunikan film ini justru terletak pada bagaimana The Daniels yang menyulap kekacauan visual yang disajikan menjadi penuh bahasa emosional. Everything Everywhere All At Once (2022) secara kasat mata terlihat hanya seperti ledakan warna dan potongan scene yang berpindah dengan cepat. Dalam satu menit, penonton bisa dibawa menjelajah melintasi puluhan dunia seperti dunia kungfu, dunia dimana manusia menjadi baru, hingga dunia yang menunjukan manusia memiliki jari seperti sosis.

Namun, dibalik kegilaan itu, setiap perjalanan tersebut disertai dengan fungsi emosional yang jelas. Gaya visual yang ekstrem justru menjadi cara sutradara menggambarkan kebingungan dan tekanan hidup di era modern dimana dunia sekarang yang serba cepat, penuh ekspektasi, dan sulit diatur.

Baca Juga: Bandung dan Paradoks Keberlanjutan: Antara Data, Fakta, dan Kesadaran Warga

Selain kegilaan tersebut, yang menjadi menarik dan menjadi perhatian adalah seluruh efek visual yang spektakuler itu dikerjaan bukan oleh studio besar, melainkan oleh tim kecil yang beranggotakan hanya 5 orang. The Daniels memutuskan untuk tidak hanya mengandalkan CGI yang berlebihan, melainkan permainan warna, ritme, dan simbolisme.

Dalam film, setiap dunia yang dikunjungi oleh Evelyn pasti memiliki ciri khas tersendiri. Dengan pendekatan tersebut, EEAAO (2022) tidak hanya menampilkan multiverse secara fisik ataupun latar, tetapi juga menggambarkan multiverse sebagai emosi manusia mulai dari kemarahan, kelelahan, hingga penerimaan.

Film ini juga memanfaatkan konsep multiverse dengan baik, bukan hanya sebagai pelengkap alur, tetapi menjadi bagian dari metafora dalam cerita. Evelyn hidup dibanyak versi dirinya, tetapi di setiap dunia ia merasa tidak pernah cukup dan selalu mencari versi yang “lebih baik”, hingga akhirnya Evelyn dan Joy (anaknya) menyadari bahwa kebahagiaan tidak ditemukan di dunia lain, melainkan di kehidupan yang mereka jalani sekarang.

Di sinilah muncul pesan yang paling menyentuh dari film ini, Waymond, sang suami yang lembut dan penuh empati, menyimpulkan seluruh filosofi film dalam satu kalimat sederhana: “The only thing I know is that we have to be kind.

Baca Juga: Ayah yang Hilang, Sistem yang Salah: Menelisik Fenomena Fatherless

Kelebihan film ini juga terletak pada kemampuannya memadukan berbagai genre tanpa kehilangan arah. Ia adalah film aksi, komedi, drama keluarga, sekaligus refleksi spiritual. Dalam satu adegan, penonton bisa tertawa melihat pertarungan konyol dengan sabuk pinggang, lalu di adegan berikutnya menangis melihat pelukan ibu dan anak yang penuh penyesalan.

Semua elemen ini berpadu dalam ritme yang tampak liar, namun selalu diarahkan menuju satu tujuan yaitu menggugah empati. Bahkan momen paling absurd sekalipun , seperti adegan batu diam di tepi tebing yang berhasil menjadi refleksi hening tentang keheningan dan penerimaan diri.

Siapa sangka film yang awalnya ditolak banyak studio karena dianggap “terlalu aneh” justru meraih tujuh penghargaan Oscar pada 2023, termasuk kategori Best Picture, Best Director, dan Best Actress untuk Michelle Yeoh. Keberhasilan ini bukan hanya kemenangan bagi para pembuat film indie, tapi juga pembuktian bahwa penonton masa kini haus akan cerita yang autentik dan berani mengambil resiko.

Everything Everywhere All At Once tidak berusaha menjadi film yang rapi, melainkan film yang hidup dengan penuh kebingungan, emosi, dan cinta, seperti kehidupan itu sendiri.

Pada akhirnya, EEAAO (2022) adalah film yang merayakan kekacauan. Ia mengajarkan bahwa bahkan di dunia yang serba tidak pasti, masih ada ruang untuk cinta, empati, dan kebaikan kecil. Dalam salah satu adegan paling indah, Evelyn berkata kepada Waymond, “In another life, I would have really liked just doing laundry and taxes with you.

Kalimat sederhana ini menutup film dengan pesan yang lembut: bahwa di antara semua kemungkinan semesta, yang paling berharga adalah kehidupan yang kita jalani bersama orang yang kita cintai dengan segala kekacauannya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Michael Kurniawan
Saya adalah Mahasiswa Ilmu Komunikasi dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 07 Agu 2026, 20:15

Narasi Adiboga Sunda dalam Panggung Gastrodiplomasi Handrawina Adiboga Nusantara

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia.

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia. (Sumber: Kementrian Luar Negeri)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 18:24

Wujudkan Tipe Rumah SOHO Idaman Keluarga di Bandung

Rumah tipe SOHO multi fungsi, untuk tempat tinggal keluarga sekaligus tempat usaha.

Ilustrasi tipe rumah SOHO idaman warga Bandung (Sumber: dikreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 16:50

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (Bagian 2)

Warga Bandung bahu-membahu untuk mempersiapkan kemerdekaan, mereka dengan penuh suka cita dan dada yang menggebu-gebu mempersiapkan segalanya dengan seksama dan hati-hati.

Pasukan Pembela Tanah Air (PETA). (Sumber: 360doc)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:52

Nomor Proklamasi: Ketika Majalah Selecta Menyambut Hari Kemerdekaan RI 1969

Di sampul depan Majalah Selecta Nomor 413, terbit 17 Agustus 1969 terpampang sederhana namun penuh makna: "Nomor Proklamasi".

Sampul depan Majalah Selecta Edisi Khusus Proklamasi, terbit 17 Agustus 1969, menampilkan aktris Alice Iskak sebagai model sampul. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:23

Melacak Jejak Gastronomi Jawa dalam Kokki Bitja (1854): Identitas, Karakteristik, dan Kontinuitas

Buku Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854 merupakan salah satu artefak sejarah kuliner tertua dan paling signifikan di Hindia Belanda.

Buku "Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854". (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 07 Agu 2026, 15:20

Jelajah Sungai Cigerendong, Surga Tersembunyi di Dusun Cukanggaleuh Pangandaran

Jelajahi Sungai Cigerendong di Desa Parakanmanggu dengan air jernih berwarna toska, pepohonan rindang, dan suasana yang masih alami.

Sungai Cigerendong Pangandaran. (Sumber: TikTok @cigerendongpangandaran)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 13:53

Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan

Apakah masyarakat kita memang masih menonton film di bioskop dengan cara yang sama seperti sebelumnya?

Ilustrasi Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan. (Sumber: Mochamad Arbani)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 11:58

Cipatat dan Krisis Kesehatan yang Tak Terlihat

Negara wajib memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak dibangun di atas kesehatan dan penderitaan masyarakat. 

Beberapa truk bayawak pengangkut batu kapur terparkir di wilayah Cipatat Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ananda)
Ikon 07 Agu 2026, 11:15

Alun-alun Kota Cimahi, Pusat Pertemuan antara Warga dengan Ojol

Alun-alun Kota Cimahi menjadi pusat aktivitas warga, tempat bersantai, berolahraga, hingga titik berkumpul para driver ojol.

Rindang, strategis, dan nyaman, Alun-alun Kota Cimahi menjadi ruang publik sekaligus titik berkumpul para driver ojol setiap hari. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 08:40

Saat Pohon Tumbang dan Rasa Aman Dipertaruhkan

Bandung sedang menghadapi ujian besar. Ujian yang menuntut respons yang tegas, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) melakukan pemangkasan sejumlah pohon di ruas jalan Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 20:09

Menyambut Hari Kemerdekaan 2026, Deretan Ide Tulisan dari Semangat Kemerdekaan hingga Dinamika Kota Bandung

Tema tulisan tetap tidak dibatasi. Selama relevan dengan isu yang berkembang, setiap penulis bebas menentukan sudut pandang yang ingin diangkat.

Warga Kampung Pengkolan Pasang Bendera Merah Putih Sepanjang 540 Meter pada tahun 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 18:33

Rahasia Komunikasi Digital yang Bikin Sebuah Merek Kecantikan Mudah Diingat

Menganalisis komunikasi iklan melalui website resmi dan media sosial Instagram yang menunjukkan adanya upaya perusahaan dalam membangun komunikasi yang saling terhubung.

Ilustrasi komunikasi digital merek kecantikan.
Wisata & Kuliner 06 Agu 2026, 18:07

Jelajah Gunung Salak Bogor: Pendakian, Kawah Ratu, Harga Tiket, dan Cara Booking Online

Panduan lengkap Gunung Salak mulai jalur pendakian, Kawah Ratu, harga tiket, booking online, hingga cara menuju kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Gunung Salak Bogor. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 16:17

Berita Yudha: Potret Sejarah dari Lembaran Surat Kabar Lawas

Kini, setelah 56 tahun berlalu, Berita Yudha tetap memiliki daya tarik yang kuat sebagai sumber sejarah.

Surat kabar Berita Yudha, salah satu harian berpengaruh pada era Orde Baru yang diterbitkan oleh TNI Angkatan Darat. (Sumber: Koleksi: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 06 Agu 2026, 15:59

Curug Panetean Tasikmalaya, Surga Tersembunyi dengan Leuwi Jernih

Temukan pesona Curug Panetean yang terkenal dengan kolam batu alami, air sejernih kaca, dan pengalaman berendam di tengah alam.

Curug Panetean Tasikmalaya. (Sumber: Instagram @r_dony26)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 15:27

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (bagian 1)

Hal-hal yang jarang diketahui khalayak menjelang proklamasi kemerdekaan pada 1945 di Kota Bandung.

Menjelang masa agresi militer di Bandung 1945- 1946. (Sumber: Album Perjuangan Kemerdekaan 1945-1950)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 14:43

Pabrik Boleh Berpindah, tetapi Kehidupan Buruh Tidak Semudah Itu Dipindahkan

Kala terjadi PHK, opsi untuk beralih profesi tidak selalu terbuka luas. Ini membuat ketergantungan pada industri garmen semakin kuat, sekaligus mempersempit ruang negosiasi buruh.

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 06 Agu 2026, 11:40

Jelajah Cigondewah, Pusat Perdagangan Kain Kerakyatan di Bandung

Cigondewah menjadi pusat kain di Bandung sejak 1980-an. Ketahui sejarah, daya tarik, dan perkembangan bisnis tekstilnya.

Cigondewah Bandung, pusat belanja kain eceran hingga grosir yang legendaris. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 11:26

Mahalnya Ongkos Kemerdekaan

Negeri kita memiliki sejarah yang wajib diproklamirkan tidak hanya di bulan kemerdekaan. Sejatinya mesti dijaga dan dirawat dengan sangat baik di pikiran bukan sekadar di buku pelajaran.

Beragam bendera merah putih yang dijual para pedagang selama bulan Agustus. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 08:33

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 2): Kesegaran Tradisi dan Kekayaan Cita Rasa

Berikut adalah 5 hidangan berikutnya dari daftar 10 kuliner Jawa Barat terbaik versi Taste Atlas.

Karedok (salad sunda) di Indonesia. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)