Kehidupan Remaja yang Terluka, Review Film Cry Me A Sad River

4 menit baca
Agatha Octa Putri Agni
Ditulis oleh Agatha Octa Putri Agni diterbitkan
Film China yang berjudul Cry Me A Sad River. (Sumber: Youtube/Cry Me A Sad River)
Film China yang berjudul Cry Me A Sad River. (Sumber: Youtube/Cry Me A Sad River)

Film China yang berjudul Cry Me A Sad River yang di rilis pada tahun 2018 yang diadaptasi dari novel yang berjudul “Bei Shang Ni Liu Cheng He” karya Guo Jingming.

Film ini disutradarai oleh Luo Luo, Guo Jingming juga turut andil dalam penulisan film tersebut dengan Luo Luo. Film tersebut juga menghadirkan beberapa artis ternama, seperti Ren Min yang dihadirkan sebagai peran utama, Zhao Ying Bo, Xin Yun Lai, Zhang Ruo Nan, Zhu Dan Ni, dan masih banyak lagi.

Kita dapat mengetahui isi film dengan melihat judulnya, yang dapat dikaitkan dengan sesuatu yang menyedihkan.

Film tersebut dapat membuat para penonton ikut serta merasakan kesedihan, kesenangan, atau bahkan ketegangan tersendiri. Banyak hal yang dapat penonton ambil dari film tersebut, film yang berisi tentang perundungan di sekolah, asmara anak sekolah, dan lain sebagainya.

Pada tahun 2020 saya menonton film Cry Me A Sad River di platform daring dan begitu menarik karena poster film yang menonjol. Saya menonton sendirian di teras rumah saudara saya yang waktu itu sedang saya kunjungi, lebih dari itu, di bagian intro pada awal pembukaan film menambah kesan ingin tahu terhadap filmnya.

Baca Juga: Berfilosofi Memangkas Ego, Belajar Menerima Kegagalan seperti PSG

Pada film Cry Me A Sad River, menyoroti adanya kekuatan emosional yang diberikan oleh aktor yang beradu akting, musik latar, serta sinematografi yang membuat penonton ikut merasakan apa yang dirasakan aktor dalam film tersebut. Saat menonton film ini pada menit-menit awal, saya sudah menduga akan merasakan kenyamanan saat menontonnya. Kontras warna pada film ini juga menambah kesan yang lebih rinci pada setiap scenenya.

Film Cry Me A Sad River yang menggambarkan kisah prundungan yang dialami oleh seorang siswi di lingkungan sekolahnya. Pandangan masyarakat luas diharapkan menjadi sebuah harapan untuk edukasi dan sebuah pembelajaran terhadap perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah maupun di lingkungan lainnya.

Setiap siswa maupun siswi memang mempunyai hak untuk melakukan sesuatu, tapi pada teori tersebut bukan berarti semua keinginan melakukan sesuatu menjadi sebuah hak. Jika semua orang mengatakan keinginan sama dengan hak, maka keinginan untuk melakukan perundungan apakah sama dengan hak seseorang untuk melakukan perundungan? tentu itu kesalahan untuk berpikir. Hal ini dapat dicegah dengan mengubah pola pikir yang mewajarkan sebuah kesalahan.

Pada film Cry Me A Sad River, Yi Yao (Min Ren) sebagai aktor utama memang tidak diragukan lagi aktingnya. Pembawaan karakter dari Yi Yao (Min Ren) dan aktor lainnya membuat saya sebagai penonton merasakan kagum yang luar biasa, tidak hanya melalui bibir, gerak tubuh, ekspresi wajah tetapi juga sorot mata yang diberikan juga memberikan nilai tersendiri bagi saya.

Baca Juga: Menjadikan Bandung Kota Sepeda, Realita yang Jauh dari Gambaran

Film ini juga mendapatkan penghargaan, yaitu Best New Actress – Shanghai Film Critics Award 2019, Best Newcomer – Jury Award 2019, Best New Performer – China Film Media Award 2019, jadi tidak heran jika akting Min Ren memang dapat membawa penonton ikut merasakan kesedihan yang mendalam seperti yang dialami Yi Yao.

Yi Yao merupakan seorang remaja dari keluarga miskin yang hidup dalam tekanan di rumah dan sekolahnya. Ia menjadi korban perundungan setelah rahasia tentang penyakit HIV-nya yang dibocorkan oleh teman sekelasnya (Tang Xiomi) secara sengaja karena kecemburuannya terhadap Yi Yao dengan Qi Ming. HIV yang diderita Yi Yao itu ditularkan secara tidak sengaja melalui handuk bekas pelanggan ibunya yang bekerja di jasa pijat plus.

Hubungan antara Yi Yao dengan ibunya juga tidak baik, yaitu dipenuhi dengan pertengkaran dan kurangnya empati. Awalnya Yi Yao sangat terpuruk setelah rahasianya terbongkar dan hubungan dengan ibunya yang tak kunjung membaik, tetapi setelah bertemu dengan Gu Sen Xi, Yi Yao dapat lebih kuat melawan perundungan yang dialaminya. Gu Sen Xi, sosok yang memberikan kekuatan dan semangat hidup.

Namun setelah Yi Yao merasakan kebahagiaan kecil, dia harus dituduh dengan laporan pembunuhan saudara kembar Gu Sen Xi yaitu Gu Sen Xiang  dengan bukti sebuah sms yang tertera pada handphone miliknya dan ia juga ditinggalkan oleh sahabatnya sendiri yaitu Qi Ming. Dan pada akhir film terlihat Yi Yao mencoba mengakhiri hidupnya dengan melompat ke sungai di hadapan teman-temannya, sebelum akhirnya diselamatkan oleh Gu Sen Xi.

Saya mempunyai pendapat jika banyak pembelajaran yang didapat ketika menonton film ini, tidak hanya tentang perundungan, pentingnya peran keluarga, pertemanan, cinta yang tragis, tetapi juga pentingnya dukungan sosial dan diri sendiri dalam menghadapi sebuah masalah. Film ini juga memberikan gambaran tentang dampak psikologis yang dialami setiap manusia, setiap manusia memang diperlukan rasa empati untuk mencegah hal yang tidak benar seperti perundungan.

Film Cry Me A Sad River juga memberikan pelajaran berarti yang mengajarkan keberanian untuk bersuara. Diberikan pernyataan psikologis tentang karakter yang kesepian, kebutuhan atas dukungan emosional (peran keluarga, teman, atau guru), dan pelarian atas permasalahan yang terjadi (seperti percobaan bunuh diri).

Baca Juga: Mencoba Lezatnya Bandeng Cabut Duri 79 di Summarecon Bandung

Menurut saya ending film ini cukup terbuka (open ending), yang membuat saya merekomendasikan film ini. Penonton dapat mengasumsikan Yi Yao masih hidup atau tidaknya setelah kejadian bunuh diri tersebut.

Saya memiliki kesan tersendiri ketika menonton film ini, rasanya ketika menonton untuk kedua kalinya tidak ada rasa bosan bagi saya karena alur serta pembelajaran yang dapat diambil di film ini, saya suka dan menurut saya kategori film ini juga bagus untuk ditonton. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)