Mencoba Lezatnya Bandeng Cabut Duri 79 di Summarecon Bandung

3 menit baca
Syifa Fauziah
Ditulis oleh Syifa Fauziah diterbitkan
Outlet Bandeng cabut Duri Sinpasa Summarecon Bandung (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Syifa Fauziah)
Outlet Bandeng cabut Duri Sinpasa Summarecon Bandung (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Syifa Fauziah)

Kota Bandung, Jawa Barat, terkenal dengan berbagai aneka ragam kuliner di dalamnya. Terdapat kuliner yang menarik dan unik di Pasar Modern Sinpasa Summarecon Bandung, yakni aneka olahan Bandeng Cabut Duri.

Berbagai olahan lezat dan harga terjangkau, Warung Bandeng cabut duri ini menjadi tempat untuk menikmati lezatnya ikan bandeng tanpa repot dan khawatir dengan durinya. Pecinta kuliner disini akan dimanjakan dengan sensasi makan ikan tanpa duri dengan bumbu yang meresap dan sambal yang khas dari Warung Bandeng Cabut Duri Sedap 79.

Lokasi Warung Bandeng Cabut Duri berada di Pasar Sinpasa Summarecon Bandung yang terletak di area food court Dekranasda. Warung Bandeng cabut duri buka pada pukul 08.00 hingga pukul 16.00 WIB. Lokasi yang strategis memudahkan para pecinta kuliner untuk menemukannya, baik warga lokal maupun para wisatawan.

Suasana pasar modern sinpasa yang bersih, tertata rapi dan luas juga menambah rasa kenyamanan saat menikmati aneka hidangan bandeng cabut duri. Warung Bandeng yang terletak di Pasar Sinpasa Summarecon Bandung merupakan cabang dari pusat Warung Bandeng cabut duri yang berada di Jl. Neglasari No 5 Ujungberung Pasanggrahan, kota Bandung.

Meskipun menyajikan hidangan yang lezat dengan rasa yang memanjakan lidah, Warung Bandeng cabut duri tetap mempertahankan harganya yang ramah di kantong.

Para pencinta kuliner bisa memesan paket mulai dari harga Rp.18.000 saja. Sedangkan untuk produk frozen harganya pun cukup kompetitf. Sehingga cocok untuk semua kalangan, baik untuk ibu rumah tangga, keluarga, maupun para wisatawan yang ingin menjadikannya sebagai oleh oleh atau stok di rumah.

Ikan Bandeng Cabut Duri yang diolah berasal dari tambak daerah Indramayu, sehingga citarasa yang ada pada ikan bandeng terasa lebih segar dan tidak memiliki bau lumpur. Ikan bandeng ini di cabut durinya secara manual dengan menggunakan pinset yang dilakukan oleh para ibu ibu istri nelayan sehingga warung bandeng cabut duri secara langsung memberdayakan para perempuan di pesisir pantai indramayu.

Aneka Olahan Bandeng Cabut Duri (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Syifa Fauziah)
Aneka Olahan Bandeng Cabut Duri (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Syifa Fauziah)

Beberapa menu andalan dari Warung Bandeng Cabut Duri adalah bandeng bakar, bandeng asap, bandeng isi atau otak otak bandeng, bandeng goreng rempah, dan bandeng presto.

Semua aneka olahan ikan bandeng tersebut sudah tercabut durinya. Selain menyediakan aneka olahan ikan bandeng cabut duri tersedia juga ayam asap, cakalang asap dan ayam tulang lunak, juga aneka paket nasi tutug oncom dengan pilihan cumi cabai hijau, ayam tulang lunak, dan lain-lain.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Bisakah Jadi Solusi atau malah Tambal Sulam Kemiskinan?

Menariknya, selain bisa makan di tempat, para pecinta kuliner pun tidak perlu khawatir jika ingin memesan melalui jarak jauh, karena sudah tersedia di berbagai applikasi online. Seperti di GrabFood, Go-Food dan ShopeeFood. Para pecinta kuliner juga bisa membawa pulang aneka olahan Bandeng.

Karena Warung Bandeng cabut duri ini menyediakan aneka olahan frozennya yang dapat dijadikan oleh-oleh atau stok makanan di rumah, sehingga para pecinta kuliner dapat menikmati kapanpun. Produk frozen ini dikemas dengan cara di vakum, hal itu membuat produk menjadi higenis, dapat bertahan lama dan tetap segar saat dibawa pulang.

Bandeng bakar, bandeg isi dan bandeng asap (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Syifa Fauziah)
Bandeng bakar, bandeg isi dan bandeng asap (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Syifa Fauziah)

Warung Bandeng Cabut Duri di Pasar Modern Sinpasa Summarecon Bandung adalah tempat yang tepat bagi para penikmat ikan bandeng tanpa duri.

Berkat berbagai varian olahan yang lezat, tempat yang nyaman, harga terjangkau dan produk frozen untuk oleh-oleh, Warung Bandeng cabut duri ini menjadi destinasi kuliner yang dapat dikunjungi di Bandung.

Tak hanya cocok untuk makan di tempat, tetapi juga untuk membawa pulang kelezatan dalam bentuk frozen. Jika Anda sedang berkunjung ke Bandung, jangan lupa mampir yuk ke Warung Bandeng Cabut Duri dan nikmati sensai makan bandeng cabut duri yang praktis dan lezat di lidah. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Syifa Fauziah
Tentang Syifa Fauziah
KPI-21 UMBandung

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Sep 2026, 18:33

Jika Ada Lagi Taman Nasional atau Taman Hutan Raya Baru di Jawa Barat

Menelusuri peluang hadirnya taman nasional atau taman hutan raya (tahura) baru sebagai benteng keanekaragaman hayati, pelindung ekosistem (flora dan fauna) serta oasis hijau masa depan Bumi Pasundan.

Bagas Aji Prakoso saat menjajal Tahura Djuanda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 16:50

Ketika Idealisme Pengabdian Gen-Z Membentur Tembok Kaku Birokrasi

Artikel opini ini membahas paradoks antara idealisme pengabdian ASN Generasi Z dan budaya birokrasi yang masih dianggap kaku.

Tumpukan Berkas. (Sumber: Chat GPT | Foto: AI Chat GPT)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 15:05

Jalur FM: Ketika Suara dari Udara Menjadi Lebih Jernih

Sebelum gelombang FM semakin ramai di Bandung, perubahan serupa lebih dahulu terasa di Jakarta.

Studio Radio OZ Bandung di Jl. Setrasari II No. 14, Bandung. Radio OZ menjadi salah satu stasiun radio di Bandung yang termasuk awal bermigrasi dari jalur AM ke FM. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 14:42

216 Tahun Kota Bandung: Merawat Warisan dan Membangun Masa Depan Gastronomi Berkelanjutan

Lebih dari sekadar destinasi tempat orang mencari tempat makan yang estetis atau makanan lezat, Bandung pada hakikatnya adalah laboratorium budaya.

Kudapan tradisional khas Kota Kembang yang sangat populer antara lain cireng, cilok, seblak, dan telur gulung. (Sumber: Shutterstock | Foto: Hanifah Kurniati)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 12:21

Momentum Mahasiswa Meraih Prestasi

Mahasiswa sering menyalahkan diri dan keadaannya dalam situasi yang sulit. Menurut mahasiswa, bahwa keberadaannya belum tentu berprestasi. 

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat, 1 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 22 Sep 2026, 10:40

Media Lokal Cari Model Bisnis Baru di Local Media Summit 2026

Media lokal tidak lagi hanya dituntut menjadi penerbit berita, tetapi juga dapat berkembang menjadi agensi lokal, pengelola komunitas.

Local Media Summit (LMS) akan kembali hadir di pada 22-23 Oktober 2026 di Hotel Manhattan Jakarta.
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:15

Jika Benzema Datang, Persib Sebenarnya Membeli Apa?

Status bebas transfer Benzema saat ini membuat sebuah pintu terbuka untuk Persib.

Karim Benzema (Sumber: ayobandung.com | Foto: Wikimedia Commons (Lisensi CC) via ayobandung.com)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:00

Urap: Jejak Mahakarya Kuliner Tertua dan Filosofi Kehidupan dalam Sepiring Sayuran Nusantara

Dalam khazanah gastronomi Indonesia, urap bukan sekadar komposisi sayuran dan kelapa parut.

Urap merupakan sajian sayuran tertua di tanah Jawa yang tercatat secara formal dalam literatur sejarah. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:31

Demokrasi yang Berakar: Ketika Politik Bertemu  Budaya dan Kepercayaan

Sebelum seseorang menjatuhkan pilihan politiknya, ada proses komunikasi yang panjang. Sebelum sebuah kekuasaan dianggap sah, ada proses pembentukan makna.

Diah Fatma Sjoraida merupakan Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. (Sumber: Gemini | Foto: Ilustrasi oleh AI)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:01

Urgensi Kota Bandung: Persolan Sampah dan Kemacetan

Sampah dan kemacetan adalah dua persoalan besar yang dihadapi Bandung. Harus diatasi dengan membangun kesadaran bersama, yang akhirnya demi kenyamanan bagi warga Bandung, sebagai rumah bersama.

Pengendara melintas di dekat tumpukan sampah yang menggunung di TPS Jalan Makam Caringin, Kota Bandung, Kamis, 9 April 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 18:17

Imaji Papua Bersilaturahmi dengan Caraka Sundanologi Bandung

Imaji Papua membawa cerita tentang manusia, budaya, dan kehidupan Tanah Papua ke Bandung melalui film dan dialog lintas komunitas.

Caraka Sundanologi bersilaturahmi dengan komunitas Imaji Papua melalui pemutaran film dokumenter sebagai ruang berbagi cerita, budaya, dan pengalaman tentang Papua. (Sumber: Nonon Rachnaya)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 17:20

Bandung dan Terbentuknya Karyawan 'Flourish'

Ketika Pemkot Bandung berhasil memangkas hambatan birokrasi,sektor industri harus siapkan sistem rekrutmen yang presisi.

Bandung dan urgensi karyawan "Flourish" (Sumber: dokpri dengan kreasi chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 16:22

Tugu Proklamasi Cirebon: Jejak Pembacaan Proklamasi 15 Agustus 1945

Sebuah tugu berwarna putih di perempatan Jalan Siliwangi, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, itu menjadi saksi bahwa kemerdekaan Indonesia pernah diproklamirkan sebelum 17 Agustus 1945.

Tugu Proklamasi Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Wahyu)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 15:58

Menimbang Dampak Pajak Otomatis di Tengah Melejitnya Lokapasar Kota Bandung

Proses perpajakan digital menuntut UMKM agar merapikan pembukuan mereka

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan (Kanan). (Sumber: Humas Pemkot Bandung)
Ikon 21 Sep 2026, 15:33

Stasiun Cicalengka, dari Stasiun Bersejarah jadi Tinggal Sejarah

Stasiun Cicalengka berusia lebih dari seabad. Bangunan lamanya telah dibongkar, sementara tinggalan sejarahnya masih tersisa.

Stasiun Cicalengka, Bandung, antara tahun 1900-1920-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 13:41

Akar Historis dan Evolusi Gastronomi Sunda: Meneroka Budaya Pangan Tatar Parahyangan

Gastronomi bukan sekadar urusan pemuasan kebutuhan fisiologis manusia melalui asupan nutrisi, melainkan sebuah disiplin ilmu yang membedah korelasi intrinsik antara makanan dan kebudayaan.

Penjual makanan keliling di Jawa Barat sekitar tahun 1910. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 11:21

Bioskop sebagai Ruang Refleksi Diri

Bioskop di era modern tidak sekedar ajang hiburan tapi ruang refleksi yang membuat nyaman.

Ilustrasi bioskop. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 09:09

Ketika Fikom Harus Mengajarkan Cara Berkomunikasi dengan Mesin

Sekarang mulai terbentuk pola baru komunikasi, yakni manusia berbicara kepada mesin, mesin menghasilkan pesan, mesin memilih pesan, lalu manusia menerima dan menafsirkannya.

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. (Sumber: ayobandung.com | Foto: fikom.unpad.ac.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 17:07

930 Pecatur di Bandung Dapat Wejangan dari Legenda Utut Adianto

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru.

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 16:57

Istilah Bahasa Jawa untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Mengenal istilah lokal Bahasa Jawa untuk menggambarkan kekuatan guncangan gempa bumi, dari Lir hingga Lindhu Kiamat/Jagad Obah. Kaya makna dan kearifan lokal suu bangsa Jawa.

Ilustrasi bangunan yang rusak akibat gempa bumi. (Sumber: Pexels | Foto: Ahmed akacha)