Kasian, Kota Bandung Tak Punya Gedung Festival Film

Matdon
Ditulis oleh Matdon diterbitkan Selasa 16 Sep 2025, 15:00 WIB
Kota Bandung tak punya Gedung Festival Film. (Sumber: Pexels/Tima Miroshnichenko)

Kota Bandung tak punya Gedung Festival Film. (Sumber: Pexels/Tima Miroshnichenko)

Kota Bandung merupakan kota seni, tapi sudah berganti walikota sekian kali, ternyata kota Bandung tidak punya gedung refresentatif untuk sebuah festival film.

Paling tidak itu yang dinyatakan Agus Safari, salah seorang ketua pengamat film Indonesia dari Forum Film Bandung (FFB). Hari ini, Selasa 16 September 2025 saat mengumumkan nominasi Festival Film Bandung.

Walikota Bandung, M.Farhan yang selebritis itu, tidak ingin membangun gedung film baru karena fokus pemerintahannya adalah memperbaiki infrastruktur dan sarana prasarana publik yang ada, serta memelihara dan melestarikan bangunan bersejarah, terutama yang bergaya art deco.

Farhan hanya fokus pada perbaikan dan pemeliharaan bangunan yang sudah ada sebagai aset pariwisata. Selama lima tahun jabatannya ke depan ia tidak niat sedikit pun membangun gedung monumental baru selama masa jabatannya. Lebih fokus pada

Pelestarian Bangunan Bersejarah peninggalan Belanda sebagai potensi wisata, merawat serta memperbaikinya.

Ini nyaris sama dengan walikota sebelumnya, fokus pada penataan kota melalui berbagai proyek infrastruktur dan inovasi digital, lalu ia merasa berhasil menata kawasan Cisangkuy, penciptaan Taman Film dan Taman Lansia, Taman Dilan, Taman Hutan Kota, dan Teras Cihampelas, dan bangunan bangunan yang sia sia seperti mesin parkir, ruang tunggu bis kota dll

Dalam abstraksi tesis Albyanka Romero Himawan dari Universitas Pendidikan Indonesia dituliskan, bahwa Kota Bandung dikenal sebagai kota kreatif dengan membangun Konsep Taman, namun eksistensinya bertahan tahun 2015-2017 saat diselenggara setelah itu, tak ada lagi aktivitas, akhirnya, penayangan dan diskusi film di Kota Bandung cenderung dilakukan di kafe atau gedung-gedung lainnya.

Taman Film ditinggalkan oleh komunitas sineas sebagai venue kegiatan karena fasilitas audio visual yang kurang mumpuni. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: /Magangfoto/Reynaldi Hasian Simamora)
Taman Film ditinggalkan oleh komunitas sineas sebagai venue kegiatan karena fasilitas audio visual yang kurang mumpuni. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: /Magangfoto/Reynaldi Hasian Simamora)

Taman Film Kota Bandung saat ini mengalami kerusakan fasilitas. Taman Film ditinggalkan oleh komunitas sineas sebagai venue kegiatan karena fasilitas audio visual yang kurang mumpuni, birokrasi yang cukup rumit, serta sarana dan prasarana yang kurang memadai.

Saat ini, tidak ada pihak yang mengaktivasi kegiatan program perfilman di Taman Film Kota Bandung.

Kota Bandung memang memiliki gedung bersejarah, yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan, katakan Gedung Indonesia Menggugat, YPK, Rumentang Siang (meskipun itu milik provinsi buka kota Bandung), tapi betapa rumitnya meminjam gedung Indonesia Menggugat, bahkan untuk diskusi sastra saja harus membuat proposal seperti proposal minta uang, dan tugas Gubernur Jawa Barat belum menyentuh itu, padahal kita punya gubernur yang katanya Nyeni.

Itu juga belum dimanfaatkan oleh walikota Bandung, padahal meski milik Pemprov bisa dimanfaatkan oleh kota karena berada di kota Bandung. Almarhum Kang Ibing pernah mengatakan, Bandung téh siga gadis cantik yang belum mandi.

Jadi, saya téh tetep wéh, asa teu boga walikota. Cag! (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Matdon
Tentang Matdon
Penulis, penyair. 12 buku sastra telah ditulis.tinggal di bandung

Berita Terkait

News Update

Bandung 26 Feb 2026, 17:06

Bukan Sekadar Ngonten, Ini Cara UMKM Ubah Akun Sosmed Jadi Akun Promosi

Dalam cakupan dunia digital yang serba bisa dilihat melalui layar saja, persaingan muncul dan dibentuk secara organik, serta tidak hanya berfokus pada unggahan biasa saja.

Pembicara Workshop Pelatihan UMKM bertajuk Produksi Konten Media Sosial dan AI: “Ngonten Pintar, Usaha Lancar," yakni Creative Manager, Bibo Bani yang membawakan materi tentang optimalisasi media sosial. (Sumber: Ayobandung)
Bandung 26 Feb 2026, 15:52

UMKM dan Humas BUMN Antusias Ikuti Workshop Produksi Konten Medsos dan AI oleh Ayo Bandung

Tak hanya untuk UMKM, wokshop ini pun cocok bagi humas instansi, lembaga, corporasi, konten kreator pemula, dan umum yang ingin belajar lebih jauh memproduksi konten.

Workshop produksi konten media sosial dan pemanfaatan artificial intelligence (AI) yang digelar AyoBandung.id dan AyoBiz di Kantor Ayo Bandung, Jalan Terusan Halimun, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 26 Feb 2026, 15:04

Ramadhan, Kemacetan, dan Ujian Tata Kelola Kota Bandung

Menyoroti kemacetan Bandung saat Ramadhan.

Kemacetan di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Rabu 31 Juli 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Ayo Netizen 26 Feb 2026, 13:18

Warungcontong, Warung yang Nasinya Dibungkus Daun Pisang Berbentuk Contong

Nama geografis yang memakai kata contong, sangat langka di Jawa Barat.

Kampung Warungcontong diberi batas garis putus-putus, Taman Contong (A), dan dugaan letak Warung nasi contong (B). (Sumber: Google maps, diberi keterangan oleh T. Bachtiar)
Ayo Netizen 26 Feb 2026, 11:04

8 Istilah Sunda yang Jadi Aktivitas Rutin di Bulan Puasa

Beberapa istilah Sunda berikut bukan sekadar kata, tapi gambaran aktivitas seru yang juga bernilai ibadah.

Warga menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit) di Masjid Raya Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, Kamis 6 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Feb 2026, 09:39

Ngabuburit di Museum Pos Indonesia: Menunggu Senja di Lorong Sejarah 

Suasana ngabuburit bisa terasa lebih bermakna dengan berkunjung ke Museum Pos Indonesia di Bandung.

Gedung Museum Pos Indonesia Jl Cilaki No.73 Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 26 Feb 2026, 07:00

Tantangan Kelurahan Sukapura Kawal Balita dari Risiko Stunting

Data Kelurahan Sukapura Tahun 2025 menunjukkan jumlah anak berisiko stunting menurun dari 83 anak pada 2024 menjadi 53 anak pada 2025.

Kader kesehatan di Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong memberikan imunisasi untuk anak. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 25 Feb 2026, 20:40

Satgas PASTI Hentikan AMG Pantheon dan MBAStack, Waspada Penipuan Investasi yang Mencatut Nama Perusahaan Global!

Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) kembali mengambil langkah tegas dalam melindungi masyarakat dari jeratan investasi bodong yang semakin canggih.

Ilustrasi ancaman penipuan investasi ilegal. (Sumber: Freepik)
Bandung 25 Feb 2026, 19:54

Strategi OJK Jawa Barat Perkuat Literasi Keuangan Syariah dan Tangkal Investasi Ilegal Lewat GERAK Syariah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat mendorong Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) Syariah untuk berperan aktif menyukseskan kampanye nasional Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat mendorong Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) Syariah untuk berperan aktif menyukseskan kampanye nasional Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah).
Ayo Netizen 25 Feb 2026, 18:42

Bahasa Sunda dalam Ritme Ramadan

Bahasa Sunda menyimpan jejak pengalaman kolektif itu melalui kata-kata berawalan “nga-”.

Warga menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit) di Masjid Raya Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, Kamis 6 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 25 Feb 2026, 17:03

Kisah Lius Menjaga Nyala Pukis Beng-beng: Warisan Ayah Sejak 1989 yang Bertahan di Tengah Modernitas Bandung

Cetakan besi, adonan pukis, hingga topping coklat, keju, maupun pandan merupakan pemandangan sehari-hari yang dilihat oleh Lius (40), pemilik usaha Kue Pukis Beng-beng di ruas Jalan Cibadak.

Kue Pukis Beng-beng di ruas Jalan Cibadak, Kota Bandung. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 25 Feb 2026, 15:00

Ketika Lema Arab Menjadi Milik Indonesia: Perjalanan Kosakata Ramadan

Mayoritas kosakata khas Ramadan yang digunakan masyarakat Indonesia berasal dari bahasa Arab dan telah mengalami penyesuaian.

Seorang warga Bandung sedang membaca Alquran. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 25 Feb 2026, 13:33

Di Balik Kilau Manusia Silver: Lendir Hitam dari Hidung, Kulit Memerah, dan Panas yang Harus Ditahan

Teguh mengatakan bahwa setiap kali kehujanan, dari hidungnya kerap keluar lendir berwarna hitam. Ia juga mengaku penglihatannya menjadi buram ketika matanya kemasukan cat.

Erwin melumuri badanya mengggunakan tinta sablon plastik berbahan kimia yang dicampur minyak goreng. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 25 Feb 2026, 11:18

Rumah untuk Siapa: Potret Pembiayaan Perumahan di Tengah Rekor Pertumbuhan

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 mencatat bahwa backlog perumahan nasional mencapai 9,9 juta unit.

Salah satu komplek perumahan bersubsidi di Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 25 Feb 2026, 10:24

Bukan Sekadar Bangun Pagi, 5 Tradisi Sahur Penuh Cinta

Ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Tradisi, iya. Cari amal, iya. Hiburan juga iya. Tapi yang paling terasa itu silaturahmi. Karena di luar Ramadan jarang sekali bisa kumpul seramai ini.

Tradisi membangunkan sahur di kota dan pedesaan. (Sumber: Instagram | Foto: @sekeloaselatann)
Beranda 25 Feb 2026, 06:39

Makhluk Kecil Ini Ungkap Kondisi Sebenarnya Air Sungai di Teras Cikapundung

Penelitian terbaru di Teras Sungai Cikapundung menunjukkan bahwa kualitas air di hulu sungai Bandung kini berada dalam status tercemar sedang akibat limbah domestik dan aktivitas peternakan

Petugas bersama masyarakat melakukan bersih-bersih Teras Cikapundung, Kota Bandung, Kamis 16 Mei 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 24 Feb 2026, 18:47

Di Simpul Kredit dan Hunian: Transformasi Pembiayaan Perumahan dalam Lanskap Stabilitas Perbankan

Di simpul antara kebijakan makro dan kebutuhan rumah tangga, pembiayaan perumahan berdiri sebagai jembatan.

Warga beraktivitas di salah satu komplek perumahan bersubsidi di Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Beranda 24 Feb 2026, 15:31

Ramadan di Masjid Lautze 2: Saling Berbagi dan Tak Pernah Bertanya Latar Belakang

Pengemis, pengemudi ojek online, pekerja harian, musafir, hingga warga sekitar yang sekadar ingin mampir, duduk dalam barisan yang sama. Tak ada kursi khusus, tak ada sekat sosial.

Suasana ramadan di Masjid Lauetze 2 di Jalan Tamblong, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 15:01

Miskin di Ruang yang Rusak: Menggugat Politik Kemiskinan Ekologis di Indonesia

Mengkritik politik kemiskinan ekologis: warga miskin hidup di ruang rusak, sementara bansos hanya jadi solusi tambal sulam struktural.

Gundukan sampah. (Sumber: Pexels | Foto: Mumtahina Tanni)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 13:37

Ramadan yang Bukan Sekadar Fasting dalam Bahasa Inggris

Untuk memahami Ramadan di Indonesia, seseorang tidak cukup hanya memahami konsep fasting.

Umat Muslim beribadah di Bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Annas Arfnahri)