Saya Tak Punya Walikota Bandung

2 menit baca
Matdon
Ditulis oleh Matdon diterbitkan
Muhammad Farhan, Walikota Bandung. (Sumber: Pemkot Bandung)
Muhammad Farhan, Walikota Bandung. (Sumber: Pemkot Bandung)

Sebagai warga Kota Bandung, tentu memiliki harapan pada walikotanya, tak peduli ia artis atau bukan, yang penting wajah kota nampak cantik dilihat dari berbagai aspek

Bagi sebagian warga mungkin kepemimpinan Muhammad Farhan sudah bagus, bagi sebagian lain belum, karena berbagai macam keinginan yang berbeda

Saya misalnya, merasa Walikota Bandung dari tahun ke tahun belum merasakan perubahan yang sangat berarti, karena saya sudah bergulat lebih dari 30 tahun di dunia sastra dan mengurus komunitas sastra selama 17 tahun, tentu saja belum merasakan kemajuan di bidang ini. Padahal walikota Sudah berganti-ganti.

Tunggu dulu, saya melihat status Facebook akun Herry Dim, salah seorang seniman rupa senior Kota Bandung. Kang Herry Dim menulis, sejumlah perenung, sastrawan, pemusik, penari, pekerja teater, mahasiswa, dosen, perupa, aktivis lingkungan berkumpul tiga hari mengkhidmati betapa bernilainya Jakob Sumardjo, bagi Bandung dan pada umumnya khazanah kecendekiaan kebudayaan Sunda (baca: lebih luasnya lagi Nusantara), di sebuah gedung yang salah satu didingnya bertuliskan "Walikota Bandung".

Tapi sama sekali tanpa kehadiran walikotanya. Seperti biasa, dalihnya adalah kesibukan. Tapi sekaligus membuktikan dia tak sanggup memilih apa dan mana yang penting di antara sederet kesibukannya. Maklum, Muhammad Farhan kiranya bagian dari produk kebudayaan Kitsch, anak kebudayaan populer, bagian dari industri politik yang kisruh, pelaksana 'lips service' seperti umumnya petinggi-petinggi kita.

Dari status ini, jelas ketidak puasan tidak muncul dari diri saya saja, banyak sekali seniman/budayawan yang belum merasakan kinerja Walikota Bandung, bahkan ada yang menyebut, walikota sekarang hanya fokus pada hal-hal seremonial.

Wali kota Bandung, Muhammad Farhan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)
Wali kota Bandung, Muhammad Farhan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)

Saya sendiri belum pernah melihat adanya festival sastra di kota berbudaya ini, berkali kali saya dan Ahda Imran (penyair) mencoba melakukan upaya ke arah menghidupkan sastra, tapi selalu mentok di pintu kekuasaan.

Selama 17 tahun mengurus sastra di Majelis Sastra Bandung (MSB) baru sekali saja menggelar acara lomba baca puisi tingkat kota, itupun tidak ada dukungan dari pemerintah kota, kota yang ramai ini sepi dari ruh kultural.

Pernah mencoba menghampiri Farhan via "Tim Top"nya yang notabe masih orang-orang walikota sebelumnya, agar Farhan mau terbuka hati untuk sastra, tapi sejak Juni hingga September ini, tidak ada jawaban sama sekali, padahal sudah berkali kali ditanyakan.

Apalagi soal sampah, banjir, parkir. bayangkan, volume sampah di Kota Bandung lebih dari 1.600 ton/hari, Jumlah itu lebih banyak ketimbang tahun 2024, sekitar 1.300 ton per hari.

Banjir masih terjadi, parkir masih acak-acakan, meskipun Pemkot Bandung mengklaim tengah menyiapkan lahan untuk pembangunan incenerator untuk sampah.

Kembali ke kehidupan sastra, mahluk yang secara ekonomi tidak membutuhkan dana besar, cukup kata "Kemon" dari walikota lalu guyub, tidak hanya guyub dengan musik saja. Sebab saya masih memiliki keyakinan, bahwa Kota Bandung akan tercerabut budaya nya jika tidak diperhatikan soal musik, olahraga dan sastra.

Musik sudah diperhatikan, olahraga mungkin sudah, tinggal sastra. "Pak Wali, kumaha atuh ieu teh...". Cag!! (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)