Hujan Deras 'Menyerang' Lagi, Waswas Jalanan Kota Bandung Terendam Kembali

3 menit baca
naufal ilham
Ditulis oleh naufal ilham diterbitkan
Tingginya volume air di jalanan Kota Bandung membuat warga yang berkendara harus berhenti sementara pada Senin sore, 1 Desember 2025. (Sumber: dokumen pribadi | Foto: muhammad naufal ilham)
Tingginya volume air di jalanan Kota Bandung membuat warga yang berkendara harus berhenti sementara pada Senin sore, 1 Desember 2025. (Sumber: dokumen pribadi | Foto: muhammad naufal ilham)

Beberapa wilayah di Kota Bandung harus menghadapi keadaan yang tidak menyenangkan ketika tibanya musim penghujan. Banjir selalu menjadi tantangan, masyarakat Kota Kembang meminta M. Farhan selaku Walikota untuk menata ulang dan memperbaiki sarana prasarana di Jalan Ciwastra, Kecamatan Buah Batu.

Terendamnya jalanan di beberapa daerah kemungkinan diakibatkan oleh sistem drainase atau pembuangan air yang sempit untuk menampung volume air ketika musim penghujan  di Kota Bandung. Kondisi banjir semakin memburuk karena kurangnya pengecekan saluran air, lalu diperparah dengan sedimentasi dan penyempitan saluran akibat penutupan ilegal oleh bangunan.

Masyarakat kerap kali menyaksikan pengerukan di sekitar area jalan, alih alih untuk pembangunan aksi tersebut justru mengakibatkan kemacetan dan jalanan terendam. Ini mengindikasikan bahwa program pemeliharaan dari dinas terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum (DPU), tidak dilakukan secara komprehensif, terstruktur, dan berkelanjutan.

ironisnya anggaran pemerintah tampak lebih mudah dialokasikan untuk kegiatan yang bersifat event atau proyek infrastruktur yang hanya memperindah tampilan beberapa sudut kota. Sementara itu, pembangunan dan perluasan kolam penampung air atau revitalisasi drainase yang M. Farhan janjikan itu tertunda dan tidak diprioritaskan.

Menurut warga, M. Farhan selaku Walikota perlu lebih tegas dan bertindak nyata dalam menegakkan aturan tata ruang. Pembangunan masif untuk resapan air alami perlu dikendalikan serta kelonggaran dalam pemberian IMB (Izin Mendirikan Bangunan) di area sensitif harus lebih dipertimbangkan.

Warga sangat membutuhkan transparansi yang lebih baik mengenai kinerja proyek pengendalian banjir. Sebagaimana janji-janji yang dilontarkan, Pemkot wajib menyediakan data real time mengenai titik drainase yang sudah diperbaiki, alokasi dana spesifik, dan target waktu penyelesaian proyek mitigasi banjir.

Selain itu, Walikota perlu mengadopsi teknologi dan metode mitigasi banjir yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim ekstrem. Inovasi teknis seperti memperbanyak sumur resapan skala besar (drainase vertikal) dan meningkatkan kapasitas sungai melalui normalisasi harus dikejar secara agresif, karena solusi lama tidak akan menyelesaikan masalah baru.

Keterlibatan Warga sebagai Solusi Permanen

Kondisi Jalan Ciwastra yang terendam banjir akibat hujan membuat warga kesulitan berkendara pada Senin sore, 1 Desember 2025. (Sumber: dokumen pribadi | Foto: muhammad naufal ilham)
Kondisi Jalan Ciwastra yang terendam banjir akibat hujan membuat warga kesulitan berkendara pada Senin sore, 1 Desember 2025. (Sumber: dokumen pribadi | Foto: muhammad naufal ilham)

Pengelolaan sampah oleh masyarakat memang menjadi faktor penting, tetapi Pemkot tetap harus memimpin dengan program edukasi yang mengajak dan lebih jelas. Warga adalah rekan kerja bagi pemkot, tanpa adanya program partisipatif yang efektif atau penegakan hukum yang tegas terhadap pembuang sampah sembarangan, maka tentu saja masalah ini akan terus membebani sistem drainase.

Terendamnya jalanan di Kota Bandung saat hujan menunjukkan kegagalan Walikota M. Farhan dalam menangani teknis di lapangan. Sampai detik ini kebijakan yang seharusnya fokus pada ketahanan infrastruktur jangka panjang ternyata tidak terjalankan dan hanya berujung pencitraan.

M. Farhan selaku Walikota diharapkan lebih berani mengambil keputusan drastis yang cepat dan tepat, contohnya langsung mencabut ataupun membatalkan izin pembangunan bagi yang terbukti merusak daerah resapan.

Baca Juga: Hikayat Sarkanjut, Kampung Kecil yang Termasyhur di Priangan

Akibat dari banjir, selain kesulitan para warga juga banyak mengalami kerugian. Tidak adanya pertanggung jawaban dari pemerintah atas aktivitas ekonomi yang tertunda ataupun jaminan keamanan bagi kesehatan mereka.

Tindakan nyata Walikota diperlukan segera, sebelum kerugian yang ditimbulkan menjadi semakin tak terkendali. Selain tentangan  menanggulangi banjir menjadi beban moral bagi M. Farhan untuk mengembalikan fungsi infrastruktur dan memastikan warga aman.

Bandung begitu layak mendapatkan sistem pengelolaan air yang modern, efektif, dan bebas dari ancaman banjir tahunan. M. Farhan selaku Walikota diharapkan dapat berperan dalam mengutamakan pembangunan sarana dan prasarana sebagai bukti utama dari kepemimpinannya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

naufal ilham
Tentang naufal ilham
mahasiswa telkom university jurusan digital public relation

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Sep 2026, 18:33

Jika Ada Lagi Taman Nasional atau Taman Hutan Raya Baru di Jawa Barat

Menelusuri peluang hadirnya taman nasional atau taman hutan raya (tahura) baru sebagai benteng keanekaragaman hayati, pelindung ekosistem (flora dan fauna) serta oasis hijau masa depan Bumi Pasundan.

Bagas Aji Prakoso saat menjajal Tahura Djuanda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 16:50

Ketika Idealisme Pengabdian Gen-Z Membentur Tembok Kaku Birokrasi

Artikel opini ini membahas paradoks antara idealisme pengabdian ASN Generasi Z dan budaya birokrasi yang masih dianggap kaku.

Tumpukan Berkas. (Sumber: Chat GPT | Foto: AI Chat GPT)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 15:05

Jalur FM: Ketika Suara dari Udara Menjadi Lebih Jernih

Sebelum gelombang FM semakin ramai di Bandung, perubahan serupa lebih dahulu terasa di Jakarta.

Studio Radio OZ Bandung di Jl. Setrasari II No. 14, Bandung. Radio OZ menjadi salah satu stasiun radio di Bandung yang termasuk awal bermigrasi dari jalur AM ke FM. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 14:42

216 Tahun Kota Bandung: Merawat Warisan dan Membangun Masa Depan Gastronomi Berkelanjutan

Lebih dari sekadar destinasi tempat orang mencari tempat makan yang estetis atau makanan lezat, Bandung pada hakikatnya adalah laboratorium budaya.

Kudapan tradisional khas Kota Kembang yang sangat populer antara lain cireng, cilok, seblak, dan telur gulung. (Sumber: Shutterstock | Foto: Hanifah Kurniati)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 12:21

Momentum Mahasiswa Meraih Prestasi

Mahasiswa sering menyalahkan diri dan keadaannya dalam situasi yang sulit. Menurut mahasiswa, bahwa keberadaannya belum tentu berprestasi. 

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat, 1 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 22 Sep 2026, 10:40

Media Lokal Cari Model Bisnis Baru di Local Media Summit 2026

Media lokal tidak lagi hanya dituntut menjadi penerbit berita, tetapi juga dapat berkembang menjadi agensi lokal, pengelola komunitas.

Local Media Summit (LMS) akan kembali hadir di pada 22-23 Oktober 2026 di Hotel Manhattan Jakarta.
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:15

Jika Benzema Datang, Persib Sebenarnya Membeli Apa?

Status bebas transfer Benzema saat ini membuat sebuah pintu terbuka untuk Persib.

Karim Benzema (Sumber: ayobandung.com | Foto: Wikimedia Commons (Lisensi CC) via ayobandung.com)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:00

Urap: Jejak Mahakarya Kuliner Tertua dan Filosofi Kehidupan dalam Sepiring Sayuran Nusantara

Dalam khazanah gastronomi Indonesia, urap bukan sekadar komposisi sayuran dan kelapa parut.

Urap merupakan sajian sayuran tertua di tanah Jawa yang tercatat secara formal dalam literatur sejarah. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:31

Demokrasi yang Berakar: Ketika Politik Bertemu  Budaya dan Kepercayaan

Sebelum seseorang menjatuhkan pilihan politiknya, ada proses komunikasi yang panjang. Sebelum sebuah kekuasaan dianggap sah, ada proses pembentukan makna.

Diah Fatma Sjoraida merupakan Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. (Sumber: Gemini | Foto: Ilustrasi oleh AI)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:01

Urgensi Kota Bandung: Persolan Sampah dan Kemacetan

Sampah dan kemacetan adalah dua persoalan besar yang dihadapi Bandung. Harus diatasi dengan membangun kesadaran bersama, yang akhirnya demi kenyamanan bagi warga Bandung, sebagai rumah bersama.

Pengendara melintas di dekat tumpukan sampah yang menggunung di TPS Jalan Makam Caringin, Kota Bandung, Kamis, 9 April 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 18:17

Imaji Papua Bersilaturahmi dengan Caraka Sundanologi Bandung

Imaji Papua membawa cerita tentang manusia, budaya, dan kehidupan Tanah Papua ke Bandung melalui film dan dialog lintas komunitas.

Caraka Sundanologi bersilaturahmi dengan komunitas Imaji Papua melalui pemutaran film dokumenter sebagai ruang berbagi cerita, budaya, dan pengalaman tentang Papua. (Sumber: Nonon Rachnaya)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 17:20

Bandung dan Terbentuknya Karyawan 'Flourish'

Ketika Pemkot Bandung berhasil memangkas hambatan birokrasi,sektor industri harus siapkan sistem rekrutmen yang presisi.

Bandung dan urgensi karyawan "Flourish" (Sumber: dokpri dengan kreasi chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 16:22

Tugu Proklamasi Cirebon: Jejak Pembacaan Proklamasi 15 Agustus 1945

Sebuah tugu berwarna putih di perempatan Jalan Siliwangi, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, itu menjadi saksi bahwa kemerdekaan Indonesia pernah diproklamirkan sebelum 17 Agustus 1945.

Tugu Proklamasi Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Wahyu)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 15:58

Menimbang Dampak Pajak Otomatis di Tengah Melejitnya Lokapasar Kota Bandung

Proses perpajakan digital menuntut UMKM agar merapikan pembukuan mereka

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan (Kanan). (Sumber: Humas Pemkot Bandung)
Ikon 21 Sep 2026, 15:33

Stasiun Cicalengka, dari Stasiun Bersejarah jadi Tinggal Sejarah

Stasiun Cicalengka berusia lebih dari seabad. Bangunan lamanya telah dibongkar, sementara tinggalan sejarahnya masih tersisa.

Stasiun Cicalengka, Bandung, antara tahun 1900-1920-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 13:41

Akar Historis dan Evolusi Gastronomi Sunda: Meneroka Budaya Pangan Tatar Parahyangan

Gastronomi bukan sekadar urusan pemuasan kebutuhan fisiologis manusia melalui asupan nutrisi, melainkan sebuah disiplin ilmu yang membedah korelasi intrinsik antara makanan dan kebudayaan.

Penjual makanan keliling di Jawa Barat sekitar tahun 1910. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 11:21

Bioskop sebagai Ruang Refleksi Diri

Bioskop di era modern tidak sekedar ajang hiburan tapi ruang refleksi yang membuat nyaman.

Ilustrasi bioskop. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 09:09

Ketika Fikom Harus Mengajarkan Cara Berkomunikasi dengan Mesin

Sekarang mulai terbentuk pola baru komunikasi, yakni manusia berbicara kepada mesin, mesin menghasilkan pesan, mesin memilih pesan, lalu manusia menerima dan menafsirkannya.

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. (Sumber: ayobandung.com | Foto: fikom.unpad.ac.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 17:07

930 Pecatur di Bandung Dapat Wejangan dari Legenda Utut Adianto

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru.

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 16:57

Istilah Bahasa Jawa untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Mengenal istilah lokal Bahasa Jawa untuk menggambarkan kekuatan guncangan gempa bumi, dari Lir hingga Lindhu Kiamat/Jagad Obah. Kaya makna dan kearifan lokal suu bangsa Jawa.

Ilustrasi bangunan yang rusak akibat gempa bumi. (Sumber: Pexels | Foto: Ahmed akacha)