Hujan Deras 'Menyerang' Lagi, Waswas Jalanan Kota Bandung Terendam Kembali

naufal ilham
Ditulis oleh naufal ilham diterbitkan Kamis 22 Jan 2026, 15:25 WIB
Tingginya volume air di jalanan Kota Bandung membuat warga yang berkendara harus berhenti sementara pada Senin sore, 1 Desember 2025. (Sumber: dokumen pribadi | Foto: muhammad naufal ilham)

Tingginya volume air di jalanan Kota Bandung membuat warga yang berkendara harus berhenti sementara pada Senin sore, 1 Desember 2025. (Sumber: dokumen pribadi | Foto: muhammad naufal ilham)

Beberapa wilayah di Kota Bandung harus menghadapi keadaan yang tidak menyenangkan ketika tibanya musim penghujan. Banjir selalu menjadi tantangan, masyarakat Kota Kembang meminta M. Farhan selaku Walikota untuk menata ulang dan memperbaiki sarana prasarana di Jalan Ciwastra, Kecamatan Buah Batu.

Terendamnya jalanan di beberapa daerah kemungkinan diakibatkan oleh sistem drainase atau pembuangan air yang sempit untuk menampung volume air ketika musim penghujan  di Kota Bandung. Kondisi banjir semakin memburuk karena kurangnya pengecekan saluran air, lalu diperparah dengan sedimentasi dan penyempitan saluran akibat penutupan ilegal oleh bangunan.

Masyarakat kerap kali menyaksikan pengerukan di sekitar area jalan, alih alih untuk pembangunan aksi tersebut justru mengakibatkan kemacetan dan jalanan terendam. Ini mengindikasikan bahwa program pemeliharaan dari dinas terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum (DPU), tidak dilakukan secara komprehensif, terstruktur, dan berkelanjutan.

ironisnya anggaran pemerintah tampak lebih mudah dialokasikan untuk kegiatan yang bersifat event atau proyek infrastruktur yang hanya memperindah tampilan beberapa sudut kota. Sementara itu, pembangunan dan perluasan kolam penampung air atau revitalisasi drainase yang M. Farhan janjikan itu tertunda dan tidak diprioritaskan.

Menurut warga, M. Farhan selaku Walikota perlu lebih tegas dan bertindak nyata dalam menegakkan aturan tata ruang. Pembangunan masif untuk resapan air alami perlu dikendalikan serta kelonggaran dalam pemberian IMB (Izin Mendirikan Bangunan) di area sensitif harus lebih dipertimbangkan.

Warga sangat membutuhkan transparansi yang lebih baik mengenai kinerja proyek pengendalian banjir. Sebagaimana janji-janji yang dilontarkan, Pemkot wajib menyediakan data real time mengenai titik drainase yang sudah diperbaiki, alokasi dana spesifik, dan target waktu penyelesaian proyek mitigasi banjir.

Selain itu, Walikota perlu mengadopsi teknologi dan metode mitigasi banjir yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim ekstrem. Inovasi teknis seperti memperbanyak sumur resapan skala besar (drainase vertikal) dan meningkatkan kapasitas sungai melalui normalisasi harus dikejar secara agresif, karena solusi lama tidak akan menyelesaikan masalah baru.

Keterlibatan Warga sebagai Solusi Permanen

Kondisi Jalan Ciwastra yang terendam banjir akibat hujan membuat warga kesulitan berkendara pada Senin sore, 1 Desember 2025. (Sumber: dokumen pribadi | Foto: muhammad naufal ilham)
Kondisi Jalan Ciwastra yang terendam banjir akibat hujan membuat warga kesulitan berkendara pada Senin sore, 1 Desember 2025. (Sumber: dokumen pribadi | Foto: muhammad naufal ilham)

Pengelolaan sampah oleh masyarakat memang menjadi faktor penting, tetapi Pemkot tetap harus memimpin dengan program edukasi yang mengajak dan lebih jelas. Warga adalah rekan kerja bagi pemkot, tanpa adanya program partisipatif yang efektif atau penegakan hukum yang tegas terhadap pembuang sampah sembarangan, maka tentu saja masalah ini akan terus membebani sistem drainase.

Terendamnya jalanan di Kota Bandung saat hujan menunjukkan kegagalan Walikota M. Farhan dalam menangani teknis di lapangan. Sampai detik ini kebijakan yang seharusnya fokus pada ketahanan infrastruktur jangka panjang ternyata tidak terjalankan dan hanya berujung pencitraan.

M. Farhan selaku Walikota diharapkan lebih berani mengambil keputusan drastis yang cepat dan tepat, contohnya langsung mencabut ataupun membatalkan izin pembangunan bagi yang terbukti merusak daerah resapan.

Baca Juga: Hikayat Sarkanjut, Kampung Kecil yang Termasyhur di Priangan

Akibat dari banjir, selain kesulitan para warga juga banyak mengalami kerugian. Tidak adanya pertanggung jawaban dari pemerintah atas aktivitas ekonomi yang tertunda ataupun jaminan keamanan bagi kesehatan mereka.

Tindakan nyata Walikota diperlukan segera, sebelum kerugian yang ditimbulkan menjadi semakin tak terkendali. Selain tentangan  menanggulangi banjir menjadi beban moral bagi M. Farhan untuk mengembalikan fungsi infrastruktur dan memastikan warga aman.

Bandung begitu layak mendapatkan sistem pengelolaan air yang modern, efektif, dan bebas dari ancaman banjir tahunan. M. Farhan selaku Walikota diharapkan dapat berperan dalam mengutamakan pembangunan sarana dan prasarana sebagai bukti utama dari kepemimpinannya. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

naufal ilham
Tentang naufal ilham
mahasiswa telkom university jurusan digital public relation

Berita Terkait

Suara yang Disapu Banjir

Ayo Netizen 07 Jan 2026, 19:47 WIB
Suara yang Disapu Banjir

News Update

Ayo Netizen 15 Feb 2026, 18:35 WIB

Ramadan dan Energi Spiritual bagi Integritas ASN

Ramadan sebagai energi spiritual untuk memperkuat integritas ASN melalui kejujuran, pengendalian diri, dan empati demi pelayanan publik yang mampu.
Ilustrasi ASN. (Sumber: indonesia.go.id)
Bandung 15 Feb 2026, 17:21 WIB

Menjemput Hari Raya di Kota Kembang: Cerita dari Kerumunan Berburu ‘Baju Bedug’

Ada satu pemandangan yang mencuri perhatian di pertengahan Februari ini, yakni kerumunan muslimah yang menyemut demi tradisi berburu "baju bedug" lebih awal.
Gelaran Lozy Big Warehouse Sale Vol. 7 Bandung yang berlangsung pada 14 hingga 16 Februari 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Bandung 15 Feb 2026, 15:33 WIB

Kisah Kembang Tahu Pak Maman Bertahan sejak 1996 di Tengah Zaman yang Terus Berubah

Maman Rahman, seorang pedagang jajanan kembang tahu yang sudah berjualan sejak tahun 1996. Hampir genap 30 tahun lamanya usaha kuliner tradisional itu dirinya jalani.
Maman Rahman, seorang pedagang jajanan kembang tahu yang sudah berjualan sejak tahun 1996. Hampir genap 30 tahun lamanya usaha kuliner tradisional itu dirinya jalani. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 15 Feb 2026, 15:22 WIB

Dari Ngabeubeurang sampai Lilikuran Ramadan di Tatar Sunda

Berikut lima istilah Sunda yang hampir selalu terdengar menjelang, selama, hingga akhir Ramadan.
Berikut lima istilah Sunda yang hampir selalu terdengar menjelang, selama, hingga akhir Ramadan. (Sumber: Ilusrtasi dibuat dengan ChatGPT)
Bandung 15 Feb 2026, 14:45 WIB

Melenggang dari 1989, Begini Cara Nasi Goreng Zebbotz Bertahan hingga Tiga Dekade

Bukan anak kemarin sore merupakan istilah yang tepat untuk menggambarkan kelanggengan usaha nasi goreng Zebbotz.
Bukan anak kemarin sore merupakan istilah yang tepat untuk menggambarkan kelanggengan usaha nasi goreng Zebbotz. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Beranda 15 Feb 2026, 14:27 WIB

Sentra Keramik Kiaracondong Tinggal Bersisa Satu Tungku

Dari sekitar 30 pengrajin yang dahulu memenuhi kawasan ini, kini hanya tersisa satu tungku yang masih aktif menghasilkan panas untuk membakar.
Deretan keramik Haji Oma yang siap untuk dijual. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 15 Feb 2026, 11:40 WIB

Viaduct: Landmark Kota Bandung dan Kisah Cinta Soekarno

Di sekitar daerah tersebut pun ada Jalan yang cukup pendek yang dinamakan Jalan Viaduct. yang menghubungkan Viaduct ke Jalan Braga. 
Viaduct menghubungkan Jalan Suniaraja dengan Jalan Braga. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 15 Feb 2026, 08:49 WIB

Haji Oma: Napas Terakhir Keramik Kiaracondong

Satu per satu rekan dan kerabat Dikdik menyerah. Pabrik-pabrik ditutup, tungku-tungku dipadamkan. Kini, dari sekitar 30 pengrajin yang pernah berjaya, hanya satu yang masih bertahan.
Dikdik Gumilar meneruskan usaha ayahnya sebagai pembuat keramik yang terkenal dengan sebutan Keramik Haji Oma. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 15 Feb 2026, 07:26 WIB

Puasa 2026 di Bandung: Imlek & Cap Go Meh, Rabu Abu & Masa Pra Paskah, Nyepi & Lebaran

Tahun 2026 menjadi tahun yang unik secara religius, spiritual, dan kultural di Indonesia, termasuk di Bandung.
Pasar Cihapit. (Foto: Ayobandung.com/Kavin Faza)
Beranda 14 Feb 2026, 19:20 WIB

Bandung Review Membaca Risiko Cekungan, Gempa, dan Masa Depan Kota

Program ini awalnya digagas di Pustaka Selasar. Namun karena jumlah peserta kerap melebihi kapasitas, diskusi dipindahkan ke ruang yang lebih besar.
Geografiwan kawakan T Bachtiar di Bandung Review #006. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Bandung 14 Feb 2026, 13:19 WIB

Alasan Mengapa Bandung Menjadi Kunci Strategis Bagi Pertumbuhan Industri Purifikasi di Indonesia

Bandung bukan hanya sebagai pasar, melainkan sebagai barometer pertumbuhan industri home appliances berbasis teknologi kesehatan di Jawa Barat.
Bandung bukan hanya sebagai pasar, melainkan sebagai barometer pertumbuhan industri home appliances berbasis teknologi kesehatan di Jawa Barat. (Sumber: Coway)
Beranda 14 Feb 2026, 12:36 WIB

Cekungan Bandung: Catatan tentang Kota Kreatif yang Berdiri di Tengah Ancaman Geologis dan Minimnya Mitigasi

Namun di bawah beton dan aspal, tersimpan endapan lumpur puluhan ribu tahun yang menjadi fondasi kehidupan sekaligus potensi risiko.
Titi Bachtiar, anggota Masyarakat Geografi Nasional Indonesia dan anggota Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 14 Feb 2026, 06:43 WIB

Di Sekitar PLTU, Warga Menanggung Risiko di Balik Pasokan Listrik

Selama batu bara masih menjadi tulang punggung sistem energi nasional, risiko paparan polusi terhadap warga di sekitar PLTU akan terus ada.
Peneliti Trend Asia, Bayu Maulana, menjelaskan bahwa Toxic 20 memetakan PLTU dengan tingkat pencemaran tertinggi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 21:23 WIB

Sebelum Kamu ‘Ngabuburit’, Kenalan Dulu dengan Bahasa Lokal yang Penuh Tradisi

Kata-kata itu bukan sekadar penanda waktu, melainkan penanda kebersamaan.
Masjid Raya Bandung. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 18:32 WIB

Asyik Numpeng

Dari sebakul nasi kuning itulah, Ramadan dimulai, hadir menyapa kaum muslimin.
Ilustrasi Tumpeng, Masakan Khas Indonesia yang Memiliki Banyak Filosofi. (Sumber: Unsplash | Foto: Inna Safa)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 15:55 WIB

Laladon, Endapan Ingatan dari Gempa 1699

Nama geografis Laladon, bertalian erat dengan kejadian gempa bumi besar yang mengambrolkan dinding utara Gunung Salak.
Desa Laladon di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. (Sumber: Citra Satelit Google maps)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 14:03 WIB

Munggahan dan 4 Kata yang Menandai Datangnya Ramadan di Indonesia

Selain munggahan, ada empat kata lainnya yang sering dipakai untuk menyambut bulan Ramadan.
Buah kurma. (Sumber: Unsplash | Foto: Rauf Alvi)
Beranda 13 Feb 2026, 11:09 WIB

Di Balik Toxic 20: Gugatan, Transparansi Data, dan Desakan Transisi Energi yang Lebih Adil

Dampak PLTU tidak hanya dirasakan langsung oleh warga sekitar, tetapi juga secara tidak langsung oleh wilayah lain, termasuk Kota Bandung.
Amplifikasi Isu dan Diskusi Publik Toxic 20 Jawa Barat di Gedung Indonesia Menggugat, 10 Februari 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 13 Feb 2026, 10:02 WIB

Dampak PLTU: Cerita Warga tentang Laut yang Menyempit, Sawah yang Melemah, dan Hutan yang Perlahan Terbuka

Kisah mereka datang dari wilayah berbeda, tetapi memiliki benang merah yang sama: perubahan lingkungan dan rasa cemas yang terus tumbuh.
Ilustrasi PLTU, bagi warga sekitar, cerobong itu adalah penanda perubahan yang tidak mereka minta. (Sumber: Unsplash | Foto: Marek Piwnicki)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 09:39 WIB

Betapa Pentingnya Belajar Menulis Copywriting

Sejak dulu, menulis membantu manusia mengabadikan ide dan mendorong kemajuan ilmu.
Rizki Sanjaya sedang memaparkan materi kepada para peserta Workshop Seni Menulis Copywriting. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Yogi Esa Sukma Nugraha)