Banjir Datang, Mahasiswa Tetap Mengejar Tugas

3 menit baca
Melli Cinta Cristina Hutajulu
Ditulis oleh Melli Cinta Cristina Hutajulu diterbitkan
Cuplikan video TikTok salah seorang Mahasiswa Telkom University yang tinggal di kawasan Sukabirus. (Sumber: TikTok)
Cuplikan video TikTok salah seorang Mahasiswa Telkom University yang tinggal di kawasan Sukabirus. (Sumber: TikTok)

Genangan air yang meresahkan warga di kawasan Sukabirus, terutama mahasiswa Telkom University, terjadi akibat hujan yang turun tanpa henti. Kondisi ini tidak hanya merendam sebagian lingkungan kos, tetapi juga mengganggu aktivitas perjalanan di sekitar kampus. Mahasiswa pun berada dalam dilema antara tetap melanjutkan kewajiban perkuliahan atau mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan kesehatan di tengah lingkungan yang memaksa mereka untuk tetap bertahan.

Berdasarkan keterangan salah satu mahasiswi yang tinggal di sekitar Sukabirus, genangan air mulai dirasakan sejak awal Desember. Lucia, mahasiswi Ilmu Komunikasi Telkom University yang menetap di kawasan Griya Alifa, mengatakan banjir terjadi sekitar tanggal 4 hingga 7 Desember ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut tanpa jeda selama beberapa hari.

“Banjirnya muncul saat hujan deras, biasanya kalau hujan berhenti airnya baru surut,” ujar Lucia.

Sementara itu, Inayah menyebut genangan air membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga hari untuk benar-benar surut setiap kali hujan lebat turun. Kondisi ini membuat banjir tidak hanya terjadi sekali, melainkan berulang dalam rentang beberapa hari.

Luapan air yang perlahan bertambah tinggi menjadi penyebab utama terjadinya banjir di kawasan Sukabirus. Saluran drainase yang sempit membuat parah dikarenakan debit air yang meningkat dikala hujan yang terus saja deras saat itu. Di beberapa titik, ketinggian air mencapai lutut hingga hampir mencapai seukuran paha orang dewasa. Anindita, Mahasiswi Imu Komunikasi Telkom University, mengungkapkan bahwa dampak dari banjir tersebut cukup parah

“Barang-barang sampai berhamburan ke mana-mana karena banjirnya hampir sepaha,” ujarnya.

Tidak hanya genangan air, banjir juga berdampak pada pasokan listrik di sekitar permukiman. Inayah menyebut aliran listrik di lingkungan tempat tinggalnya sempat dipadamkan sementara hingga 13 jam demi alasan keamanan, meskipun area kosnya tidak ikut terendam banjir.

Banjir yang terjadi tidak hanya berdampak pada kondisi lingkungan, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap aktivitas perkuliahan, terutama bagi mahasiswa Telkom University. Akses jalan yang tergenang air membuat jalur alternatif tidak dapat digunakan, sehingga kendaraan harus melewati satu jalur yang sama dan menyebabkan kemacetan cukup parah. Inayah menyebut kondisi tersebut membuat perjalanan menuju kampus menjadi lebih padat dari biasanya.

Selain kendala mobilitas, banjir juga memengaruhi waktu belajar mahasiswa. Anindita mengaku fokusnya sering terpecah karena harus terus waspada terhadap kemungkinan banjir susulan yang dapat terjadi kapan saja, sehingga waktu mengerjakan tugas kuliah menjadi terbatas. Di sisi lain, Lucia mengantisipasi pemadaman listrik dengan mengisi daya ponsel dan laptop sebelum kembali ke kost, agar aktivitas perkuliahan tetap dapat berjalan meski listrik padam sewaktu-waktu.

Di tengah kondisi banjir yang menyulitkan, solidaritas justru terlihat tumbuh di lingkungan sekitar Sukabirus. Inayah menceritakan bahwa warga dan mahasiswa sempat berjaga pada malam hari untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan.

Sementara itu, Anindita bersama teman-teman satu kost saling membantu membersihkan lumpur sisa banjir agar lingkungan kembali layak ditempati. Bentuk kepedulian juga datang dari hal-hal sederhana, seperti yang dirasakan Lucia ketika mahasiswa saling berbagi lilin karena kost-an mereka mengalami pemadaman listrik. Kebersamaan tersebut menjadi cara mahasiswa bertahan dan saling menguatkan di tengah keterbatasan akibat banjir.

Baca Juga: Di Malam yang Tidak Pernah Sama, Pasar Lilin Astana Anyar Tetap Ada

Meski genangan perlahan menghilang, rasa cemas belum sepenuhnya pergi setiap kali hujan kembali turun di Sukabirus. Bagi mahasiswa, suara hujan kini bukan sekadar tanda cuaca, tetapi alarm akan kemungkinan listrik padam dan air yang datang tanpa peringatan. Harapan pun muncul dari pengalaman ini. Anindita berharap sistem drainase di kawasan Sukabirus dapat dibenahi agar banjir tidak lagi menjadi rutinitas musiman.

Lucia menekankan pentingnya kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan dan memperbaiki kondisi selokan. Sementara Inayah melihat banjir sebagai cerminan kelalaian manusia yang masih kerap mengabaikan dampak dari sampah dan pengelolaan lingkungan. Di tengah segala keterbatasan, banjir ini meninggalkan satu pelajaran penting ketahanan mahasiswa bukan alasan untuk membiarkan persoalan lingkungan terus berulang. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 06 Nov 2026, 20:45

Potensi Desa yang Tak Ada di Peta Digital

Strategi publikasi digital potensi desa menggunakan peta digital.

Wisatawan menaiki wahana Kereta Dangdeur Van Java di Ciherang, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Mitra 06 Nov 2026, 20:30

Angola Jajaki Kerja Sama Pasokan Pupuk dan Investasi dengan Pupuk Kujang

Pemerintah Angola menjajaki peluang kerja sama di sektor pupuk dan pertanian dengan PT Pupuk Kujang Cikampek.

Direktur Utama Pupuk Kujang, Panji Winanteya Ruky saat menyambut Dubes Angola untuk Indonesia, Florencio Mariano da Conceciao e Almeida. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 06 Nov 2026, 19:56

Cikasungka, Semula Belantara Habitat Areuy Kasungka

Banyaknya toponim Cikasungka menandakan bahwa pada awalnya areuy kasungka tersebar dengan sangat baik di hutan hujan tropis pegunungan di Jawa Barat dan di Banten.

Bunga, buah, areuy kasungka. (Sumber: tropical.theferns.info)
Mayantara 06 Nov 2026, 19:05

Suara Kritis Masyarakat Jejaring

Ketika persoalan perempuan menjadi percakapan publik di ruang digital.

Ilustrasi pengguna media sosial. (Sumber: Pexels | Foto: MART PRODUCTION)
Seni Budaya 06 Nov 2026, 18:56

Wayang Dari Panggung Rakyat Hingga Diakui Dunia

Dunia mungkin menyebutnya Puppet, akan tetapi bagi masyarakat Indonesia kesenian ini bukan hanya berupa boneka atau bentuk yang menyerupai manusia. Masyarakat di Nusantara mengenalnya dengan sebutan w

Ilustrasi Wayang di Indonesia (Foto: AI)
Ayo Netizen 06 Nov 2026, 17:12

Semoga Abadi dalam Gejolak Api Neraka

Jika kritikan secara halus tak jua di dengar maka biarkan bait-bait yang menusuk relung dan jiwa yang terlontar.

Jika kritik secara halus tak di dengar maka biarkan gejolak api dalam jiwa yang berbicara. (Sumber: Pexels)
Ayo Netizen 06 Nov 2026, 14:21

Duh! Bandung Kian Gemerlap tapi Sebagian Warganya Malah Turun Kelas

Kita perlu memastikan apakah segala fasilitas yang tersedia di Kota Bandung juga memperbesar ruang hidup segenap warganya.

Jembatan Pasupati, salah satu ikon Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Danny)
Ayo Netizen 06 Nov 2026, 10:22

Jangan Sepelekan Buah Sukun

Saat ini pohon Sukun di Kota Bandung sedang berbuah sementara pohon-pohonnya tersebar dan berada di pinggir jalan, raya,, di tempat-tempat umum dan perkantoran.

Buah sukun. (Sumber: Pexels | Foto: Quang Nguyen Vinh)
Ayo Netizen 06 Nov 2026, 08:49

Ngopi Tahun 1980-an

Banyak warung kopi sederhana yang menjadi tempat mangkal untuk menikmati secangkir kopi tubruk di Kota Bandung pada dekade tahun 1980-an.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 20:21

Potensi Hutan Babakan Siliwangi Bandung sebagai Destinasi Wisata

Bandung menjadi salah satu kota yang masih memiliki hutan kota. Hutan Babakan Siliwangi Bandung berpotensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata, selain penyeimbang udara bersih dari polusi.

Hutan Kota Babakan Siliwangi, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 20:09

Karhutla dan Kabut Asap Menjadi Berita Utama Surat Kabar Daerah-Nasional hingga Internasional

Besarnya perhatian terhadap bencana ekologis tercermin dari pemberitaan berbagai surat kabar daerah, nasional, hingga internasional.

Sejumlah surat kabar daerah yang menyoroti peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Kalimantan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 19:08

Dari Papua ke Jawa Barat: Karhutla dan Peran Warga Bandung

Dari karhutla Papua hingga kejadian di Bandung, mari jaga lingkungan lewat 4 langkah sederhana pencegahan kebakaran di sekitar rumah.

Ilustrasi kebakaran hutan di Papua. (Sumber: AI Generator | Foto: Ilustrasi AI)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 18:23

Hanya Sepekan: Asap Karhutla Kembali Penuhi Langit Palangkaraya

Baru saja genap sepekan langit Palangka Raya bersih karena sudah turun hujan. Namun kabar baik tersebut tidak berlangsung lama setelah pembakaran hutan kembali terjadi.

Asap Karhutla kembali penuhi langit Palangkaraya. (Sumber: Instagram| info.kalteng)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 17:25

10 Netizen Terpilih Oktober 2026: Menangkap Isu Hujan, Bencana, dan Wajah Kota Bandung

10 penulis terbaik Ayo Netizen Oktober 2026 diumumkan. Dari isu hujan dan bencana hingga wajah kota Bandung, total hadiah Rp1,5 juta.

Banjir yang menggenangi Jalan Raya Pluto, Margahayu, Kota Bandung, Rabu 14 Mei 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 16:45

Apakah Buku Fisik Mulai Menjadi Bagian dari Masa Lalu?

Analisis kebiasaan membaca digital mahasiswa Indonesia beserta tiga keterbatasan data yang perlu dicermati sebelum menyimpulkan nasib buku cetak.

Contoh buku fisik berjudul Pride and Prejudice karya Jane Austen. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Dila Ananda Pratama)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 13:57

Menemukan Manisnya Ketan Susu Bang Zul, Hidden Gem Kuliner di Ujung Berung

Ketan Susu Bang Zul, salah satu hidden gem kuliner di Ujung Berung, Bandung. Sajian ketan susu dengan beragam topping, menawarkan perpaduan rasa manis, gurih, dan tekstur yang menggugah selera.

Ketan Susu Bang Zul. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 12:24

Éling ka Wiwitan, Sadar ka Wekasan: Membangun Bandung Tangguh Bencana

Kota tangguh bencana tidak dibangun ketika bencana datang, melainkan jauh sebelumnya melalui kesadaran mengenali risiko dan keberanian melakukan mitigasi.

Pembangunan kota harus dimulai dengan kesadaran bersama terhadap risiko bencana. (Sumber: pexels | Foto: alfian light)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 11:11

Lagu ‘Halo-Halo Bandung’ Kala Persib Tandang di Negeri Orang

Tanpa harus merencanakan sebuah pertunjukan kebudayaan, para bobotoh Persib membawa salah satu simbol sejarah Bandung ke hadapan publik internasional.

Pemain Persib merayakan kemenangan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 07:57

Aksi Kamisan Bandung & Jatinangor: Merawat Welas Asih dari Jalanan

Di tengah rezim yang sewenang-wenang, Aksi Kamisan Bandung & Jatinangor kembali menyatukan suara korban yang diabaikan dan menjaga nyala welas asih sebagai napas panjang perlawanan di jalanan.

Aksi Kamisan Bandung & Jatinangor di Braga, 29 Agustus 2026 (Foto: Iqa Kinanti Nandakasih)
Mitra 04 Nov 2026, 20:29

Dari 475 Pendaftar, 35 Jurnalis Terpilih Raih Beasiswa S2 BRI Fellowship Journalism 2026

BRI resmi mengukuhkan 35 jurnalis sebagai penerima beasiswa pascasarjana lewat Inaugurasi BRI Fellowship Journalism 2026.

BRI resmi mengukuhkan 35 jurnalis sebagai penerima beasiswa pascasarjana lewat Inaugurasi BRI Fellowship Journalism 2026. (Sumber: Dok. BRI)