Bandung Sudah Beken, Tinggal Dibikin Keren

4 menit baca
Djoko Subinarto
Ditulis oleh Djoko Subinarto diterbitkan
Salah satu proyek yang berlangsung di kota Bandung, beberapa waktu lalu. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Salah satu proyek yang berlangsung di kota Bandung, beberapa waktu lalu. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

DARI zaman baheula, Bandung sudah punya reputasi sebagai pusat kreativitas. Dari era kolonial sampai sekarang, namanya selalu menggema di telinga banyak orang, baik di dalam negeri maupun di manca negara.

Dari sisi ekonomi kreatif, Bandung punya fesyen, musik, desain, sampai kuliner yang bisa diangkat. Banyak brand lokal lahir dari kota ini. Kalau ekosistem bisnis kreatif diperkuat, Bandung bisa menjadi benchmark nasional, bahkan regional.

Meski begitu, kreativitas memerlukan fondasi kota yang tertata. Persoalan klasik seperti kemacetan, banjir, dan tata kota yang masih semrawut bisa menjadi batu sandungan. Tanpa pembenahan serius terkait fondasi kota, sulit membayangkan ekosistem bisnis kreatif bisa berkembang optimal dan sekaligus menjadikan Bandung benar-benar keren.

Perlu dirawat

Teori Richard Florida tentang creative class menyebutkan bahwa kota akan berkembang pesat jika bisa menarik orang-orang kreatif. Kuncinya yakni ada pada lingkungan yang toleran, teknologi yang mendukung, dan talent yang tumbuh subur. Nah, Bandung sendiri sebenarnya telah punya semua itu, dan tinggal terus dirawat.

Modal toleransi, misalnya, sudah ada. Warga Bandung dikenal someah dan terbuka terhadap perbedaan. Ini adalah aset sosial yang tak ternilai. Namun, di era polarisasi sosial yang kian mengeras, modal itu harus terus dijaga dengan ruang dialog yang hidup, agar keterbukaan tidak terkikis.

Dari sisi teknologi, Bandung pernah digadang-gadang sebagai smart city. Ide ini bagus, tapi penerapannya perlu lebih konsisten. Teknologi seharusnya tidak berhenti pada aplikasi digital, melainkan menyentuh infrastruktur dasar yang membuat hidup warga lebih mudah, mulai dari transportasi yang efisien, layanan publik cepat, hingga sistem pengelolaan lingkungan yang tangguh.

Soal talent, Bandung tak perlu diragukan. Setiap tahun ribuan mahasiswa dari berbagai daerah datang untuk menimba ilmu. Pertanyaan pentingnya adalah: setelah lulus, apakah mereka memilih menetap dan membangun Bandung, atau justru hijrah ke kota lain? Jika talenta muda hanya menjadikan Bandung sebagai batu loncatan, kota ini akan kehilangan energi kreatif jangka panjang.

Perlu pula narasi

Selain modal tersebut, Bandung juga punya kekuatan besar di bidang pariwisata. Kota ini menjadi primadona saat liburan, terutama bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Namun, wisata tidak cukup hanya mengandalkan kuliner dan panorama alam. 

Perlu narasi yang kuat agar orang merasa punya ikatan emosional. Paris membangun narasi cinta, Kyoto dengan tradisi, Seoul dengan kombinasi modernitas dan budaya pop. Nah, Bandung ingin dikenal dengan narasi apa?

Iustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Zulfikar Arifuzzaki)
Iustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Zulfikar Arifuzzaki)

Musik mungkin bisa jadi salah satu jawabannya. Dari era rock n roll hingga gelombang indie pop, Bandung selalu melahirkan musisi-musisi berpengaruh. Namun, narasi tidak boleh berhenti pada romantisme masa lalu. Ia harus ditopang kebijakan nyata agar kota ini benar-benar layak huni.

Coba bayangkan Bandung dengan transportasi publik yang efisien, bebas macet, dan ramah lingkungan. Bukan hanya wisatawan yang merasa nyaman, tetapi juga warga lokal yang beraktivitas sehari-hari. Kota yang keren seharusnya lebih dulu ramah bagi penghuninya, baru kemudian menarik bagi pendatang.

Peran generasi muda

Ruang hijau juga krusial. Bandung sudah lama beken sebagai Kota Kembang. Tapi, belakangan bunga kalah oleh beton. Kalau citra Kota Kembang mau terus dipertahankan, maka perlu ada keberanian untuk memperbanyak taman, kebun kota, dan jalur hijau. Di sinilah generasi muda bisa mengambil peran, bukan hanya sebagai penikmat ruang publik, tetapi juga sebagai penggerak berbagai inisiatif hijau.

Artinya, generasi muda Bandung punya peran besar dalam turut menjadikan kota ini benar-benar keren. Mereka bukan hanya konsumen tren, tetapi juga produsen gagasan. Komunitas seni, musik, literasi, olahraga, hingga gerakan lingkungan adalah motor perubahan.

Pemerintah kota perlu mendengar suara komunitas ini, sebab pendekatan top-down sering gagal karena tidak nyambung dengan realitas anak muda, sementara kolaborasi justru membuka jalan keluar yang segar.

Kekuatan generasi muda inilah yang seharusnya menjadi ruh dari branding kota Bandung. Sebuah kota keren tidak boleh hanya meledak saat festival besar lalu meredup kembali. Branding harus hadir dalam keseharian. Ia terlihat dari vibe yang menyenangkan, ruang publik yang hidup, dan kreativitas yang mengalir tanpa putus.

Seoul mungkin bisa menjadi cermin. Kota ini berhasil menggabungkan tradisi dan modernitas. Bandung pun punya peluang serupa, dengan memadukan tradisi Sunda, warisan kolonial, dan elemen-elemen modernitas. Namun, jebakan komersialisasi berlebihan harus diwaspadai. Jangan sampai Bandung kehilangan jati diri karena yang mengemuka hanya ruang-ruang konsumtif.

Cerita positif menyebar

Pada akhirnya, yang membuat Bandung keren bukan sekadar gedung tinggi atau mural warna-warni, tapi cara warganya hidup, berinteraksi, dan mencipta. Citra keren akan kuat kalau warga sendiri merasa nyaman dan bangga tinggal di kotanya. Dari situlah cerita positif menyebar ke luar.

Jadi, kalau ditanya, "Apakah Bandung sudah beken?" Jawabannya iya. Tapi kalau ditanya, "Apakah Bandung sudah keren?" Jawabannya adalah sedang dalam perjalanan ke sana.

Keren itu bukan hasil instan. Ia proses panjang yang melibatkan kerja bersama. Bandung punya semua modalnya. Tinggal mau atau tidak menjadikannya nyata. Karena kota ini, sejatinya, bukan hanya milik generasi sekarang, tapi juga warisan untuk generasi masa depan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:46

Medsos Mengubah Waktu dan Jarak

Medsos dapat merubah waktu dan jarak dalam penyampaian informasi

Dalam beberapa tahun ini, mengakses media sosial menjadi ritual yang seolah tanpa batas. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)