Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Menikmati Perkedel Ibu Kokom 3 dan Syahdu Alam Cimenyan

5 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan Selasa 16 Sep 2025, 08:29 WIB
Warung Prekedel Ibu Kokom 3 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Warung Prekedel Ibu Kokom 3 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Bandung adalah surga kuliner yang tak pernah habis untuk dijamahi. Beragam kuliner tak hanya memanjakan lidah tapi mampu menajamkan kelima fungsi indera.

Salah satunya adalah Warung Ibu Kokom Cabang ke-3 di Cimenyan, Kabupaten Bandung. Warung ini pertama kali terkenal di jalur trek Tahura (Taman Hutan Raya) Dago. Untuk menikmati kuliner ini pengunjung perlu melakukan trekking sepanjang 4 km.

Namun kali ini untuk menikmati sajian perkedel pengunjung bisa datang menggunakan motor atau mobil. Bahkan bagi yang tidak memiliki kendaraan tempat ini bisa dijangkau menggunakan Go-Jek.

Menuju Warung Ibu Kokom, pengunjung disuguhi pemandangan yang indah dari kawasan Dago. Deretan rumah sederhana hingga megah, deretan warung kopi hingga cafe dengan ambience sejuk mulai dari Cafe D'Pakar, Nokturnal, Asaan kopi hingga Boekit Tjahaya.

Berangkat dari Selasar Sunaryo Art Space menggunakan ojek online dengan jarak 2.9 km. Melewati kawasan Ciburial terdapat jalan sempit yang menanjak, benar-benar butuh keahlian untuk mengendalikan keseimbangan.

Setelah itu jalan kembali datar dan mulai menanjak kembali di kawasan dekat Imago Hills. Driver mengendarai motornya dengan zig-zag saat melintasi kawasan tersebut.

Hanya berselang 3 menit akhirnya saya sampai di Warung Ibu Kokom 3. Puluhan kendaraan motor dan sejumlah mobil terparkir di halaman warung. Warung Ibu Kokom dipenuhi dengan berbagai macam pengunjung mulai dari anak kecil, remaja hingga dewasa.

Di sekitar area warung berwarna biru telor asin terdapat banyak varian makanan ringan mulai dari snack, kerupuk, gorengan, berbagai varian minuman dan beberapa gantung kopi sachet ikut menyemarakan keadaan warung.

Pengunjung bisa memesan dengan cara menuliskannya dalam sebuah kertas yang sudah disediakan. Makanan yang tersaji cukup beragam mulai dari camilan hingga makan berat seperti nasi goreng, nasi ikan asin, ayam goreng dan aneka sambal yang dibuat secara dadakan. Minuman yang tersaji cukup lengkap mulai dari Bandrek, Rosella, kopi, milkshake hingga es cingcau.

Es Cingcau Rosella Warung Perkedel Ibu Kokom 3 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Es Cingcau Rosella Warung Perkedel Ibu Kokom 3 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Menu pertama yang terhidang adalah es cingcau yang memiliki beberapa toping pilihan seperti gula aren, lemon, susu, rosella, susu vanilla. Saya pribadi memilih es cingcau toping rosella karena ingin merasakan rasa baru.

Ternyata pilihan saya tepat, rasa cingcau yang hambar berpadu dengan asam sedikit manis dari rosella. Meskipun es batunya tidak ada karena habis tapi suhu udara sekitar sedikit menambah sensasi dingin secara alami.

Perkedel Ibu Kokom Cimenyan Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Perkedel Ibu Kokom Cimenyan Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Selanjutnya perkedel, menu andalan dan primadona di Warung Ibu Kokom sudah sejak tadi saya tunggu-tunggu. Perkedel yang di buat secara dadakan ini menjadi pilihan cerdas yang dipilih oleh pemilik.

Teksturnya yang masih crunchy di luar dan lembut di dalam yang matang dengan sempurna dan tidak terdapat bau tajam dari adonan kentang basah. Menurut saya perkedel Ibu Kokom dibuat dengan tambahan tepung tapioka (aci) karena teksturnya yang kokoh. Tidak seperti buatan sendiri di rumah yang hasilnya sedikit rapuh dan mudah hancur ketika dipegang oleh tangan.

Perkedel hangat yang dicocol sambal tomat, beuh wuenak tenan. Sambil sedikit melamun memandang hijaunya alam sekitar di depan mata, mencium aroma khas setiap minuman yang disajikan, mengecap setiap makanan yang masuk melalui mulut, mendengar suara alam yaitu tongeret secara bersahutan juga angin yang menerpa wajah ketika mata di buat merem-melek karena autentiknya masakan yang tersaji.

Minuman Jadul Bandrek Kelapa (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Minuman Jadul Bandrek Kelapa (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Minuman penutup yaitu bandrek kelapa menjadi penutup yang sempurna di kala suhu udara makin rendah. Campuran air jahe dan gula aren membantu menghangatkan tubuh. Mengesap bandrek sedikit demi sedikit sambil meresapi aroma yang membawa nostalgia pada minuman khas Bandung yang saat kecil sering ditemui di abang gerobak yang menyediakan makanan kukusan Sunda lainnya.

Ketiga menu yang saya pesan hanya menghabiskan Rp.42.000 saja, cukup worth it untuk rasa yang enak dan bonus pemandangan yang cukup indah. Kekurangannya hanya banyak lalat yang berterbangan. Beberapa kali sering saya temui di tempat makan yang berada di dataran tinggi. Di tempat ini terdapat lilin hanya saja pengunjung harus meminta secara khusus karena tidak disiapkan secara langsung di meja.

Satu lagi kekurangannya tidak disedikan tempat khusus untuk pengunjung yang merokok. Asap rokok yang menghablur ke udara terbawa terbang oleh udara sekitar. Membuat dada sesak dan mengurangi kesejukan udara asri yang sudah diberikan oleh alam.

Menuju pulang saya agak kesulitan menemukan driver ojek online yang bisa terdeteksi oleh aplikasi. Saya memutuskan untuk turun jalan kaki sambil sedikit berolahraga menuju Kamakarsa Garden sekitar 32 menit dengan jarak 2.4 km.

Jika berangkat saya menemukan tanjakan tapi kali ini saya harus melalui turunan. Ancang-ancang kaki harus kuat agar tidak jatuh, beruntungnya saya mengenakan alas kaki yang nyaman dan sesuai. Sebelum kembali melewati Imago Hills ada jalanan yang tertutup pohon dengan vegetasi yang tinggi.

Membuat tempat ini terasa lebih dingin dan sepi. Rasanya seperti masuk ke dunia lain, tentram, menyejukkan sekaligus menakutkan. Tidak direkomendasikan dilewati pagi buta atau sore menjelang malam dengan berjalan kaki sendirian.

Menuju jalan turun saya bertemu dengan sepasang kekasih yang sedang melewati tanjakan sekitar Imago Hills. Sambil tertawa riang dan mengendarai motor secara zig zag tapi sempat terhenti di tengah jalan.

Saya jadi penasaran kenapa semua pengemudi melakukan hal yang sama yaitu mengendarai motor secara zig zag. Saya pikir driver yang membawa motor tadi melakukannya karena iseng. Ternyata setelah saya cari tau di internet ternyata metode ini ada manfaatnya.

Mengendarai secara zig-zag ditanjakan bermanfaat karena akan membuat jalur tanjakan terasa lebih landai. Membantu mempertahankan momentum kendaraan dan menjaga putaran mesin (RPM) tetap stabil. Sehingga memudahkan kendaraan untuk melaju tanpa kehabisan tenaga, terutama pada tanjakan yang curam

Sesederhana apapun perjalanan selalu membuat saya takjub karena begitu banyak ilmu dan pengalaman yang bisa saya pelajari, salah satunya metode kendaraan zig zag tadi.

Menurut saya kadang berjalan kaki membuat kita bisa melambat sebentar dan melihat apa yang terjadi pada sekitar. Kehangatan sebuah keluarga yang duduk di atas tikar sambil menikmati alam yang indah. Seorang anak kecil yang sedang bermain layangan dengan kakeknya.

Sekumpulan warga lokal yang berkumpul di warung sambil berbincang-bincang. Juga perjalanan saya yang terhenti di Kamakarsa Garden, 32 menit yang terasa ringan karena dihabiskan dengan melihat fenomena alam dari masyarakat sekitar. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Beranda 28 Mei 2026, 09:45

Idul Adha 1447 H, PLN NP UP Cirata Tebar Kepedulian lewat Bantuan Hewan Kurban

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan 5 sapi dan 21 kambing kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 09:34

Harga Mahal Sebuah Piala: Saat Euforia Juara Persib Bandung Harus Dibayar dengan Nyawa

Merayakan Persib boleh menggila, tetapi logika dan kemanusiaan jangan sampai ikut mati.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 28 Mei 2026, 00:27

Kelola Belanja Keluarga lewat HP, Ibu Rumah Tangga Perlu Paham Ancaman Digital Perbankan

Era digital yang sudah serba canggih telah memberikan kemudahan untuk pelbagai sektor, termasuk perbankan.

Aplikasi BRImo dari Bank BRI. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 18:04

Wajah Ganda Kota Kembang: Ramah Wisatawan, Menantang bagi Pekerja

Bandung memikat jutaan wisatawan, tetapi pekerjanya menghadapi tekanan biaya hidup.

Kawasan legendaris Braga bukan sekadar jalan, melainkan lembaran sejarah yang hidup, menyatu dengan denyut nadi modernitas kota. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 27 Mei 2026, 15:17

Ketika BUMDes dan BRILink Jadi Duet Andalan untuk Tingkatkan Ekonomi Desa Margamukti

BRILink di Margamukti adalah cermin dari cara berpikir BUMDes Marga Makmur secara keseluruhan.

Agen BRILink BUMDes Marga Makmur, di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 13:19

Ibadah Qurban atau Ibadah Udhiyyah? Yuk Kenali Istilah yang benar dalam Islam

Seringkali terdengar ibadah qurban pada momentum Idul Adha, apa arti sebenarnya?

Hewan udhiyyah di Indonesia adalah sapi, kambing, domba, kerbau (Sumber: Pixeabay | Foto: Paskvi)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 12:31

Menolak Lupa: Surat Samantha untuk Perdamaian Dunia

Kisah seorang anak yang memberi pesan bahwa perdamaian dunia adalah hak mutlak setiap umat manusia

Samantha Smith (Sumber: Kennebec Journal)
Beranda 27 Mei 2026, 10:59

Sambut Idul Adha, PLN Nusantara Power Pastikan PLTA Cirata Beroperasi Prima

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.
Beranda 27 Mei 2026, 10:38

Kalau Tidak Ada Ketupat, Rasanya Bukan Lebaran

Lapak-lapak kecil di Jalan Gurame memperlihatkan satu hal sederhana beberapa tradisi ternyata masih bertahan.

Rio penjual ketupat musiman di Jalan Gurame, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 10:06

Cicaheum Purna, Mampukah Leuwipanjang Menanggung Bebannya?

Pemusatan terminal ke Leuwipanjang patut diapresiasi karena membawa janji modernisasi.

Suasana Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 18:26

Makna Berkurban di Tengah Hidup yang Serba Sulit

Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga refleksi atas berbagai pengorbanan masyarakat yang sering kali tidak terlihat di tengah hidup yang semakin sulit.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 17:05

Melon Premium Margamukti, dari Desa ‘Tanpa Keunikan’ sampai Berhasil Ciptakan Ekosistem Mandiri

BUMDes Marga Makmur menciptakan ‘pasar’. Menciptakan jaringan petani sampai menghubungkan mereka kepada para pembeli.

Hasil budidaya melon premium di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 15:15

Demokratisasi Rasa: Potret Arsitektur Sosial dan Spiritual di Atas Meja Makan Idul Adha

Pesta kuliner yang terjadi selama Idul Adha merupakan manifestasi dari rasa syukur yang mendalam.

Ilustrasi olahan rendang dari daging kurban Idul Adha. (Sumber: Unsplash | Foto: prananta haroun)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 14:04

Duel Klasik Persib vs PSMS di Final Divisi Utama Perserikatan 1985

Final Divisi Utama Perserikatan 1985 antara Persib Bandung melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 23 Februari 1985.

Berdiri dari kiri: Iwan Sunarya, Dede Iskandar, Sobur, Kosasih, Wawan Karnawan,  Ajat Sudrajat. Jongkok: Jafar Sidik, Suryamin, Sukowiyono, Adeng Hudaya dan Robby Darwis. (Sumber: tabloid BOLA edisi Februari 1983 | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 13:00

Wededed ... Ikoniknya para Bobotoh Encib

Selebrasi para bobotoh Persib saat ini yang paling ikonik adalah sepeda motor yang digeber-geber sehingga menghasilkan suara wededed.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 12:12

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Keresahan sebagaian publik yang terjadi pada momentum konvoi juara tim Persib Bandung tahun 2026.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 26 Mei 2026, 11:24

3 Catatan untuk Konvoi Persib di Masa Depan: Sterilisasi Jalur, Keselamatan Bobotoh, dan Masalah Sampah

Konvoi juara Persib menyisakan sejumlah evaluasi, mulai dari sterilisasi jalur, keselamatan Bobotoh saat berdesakan, hingga 112 ton sampah di Kota Bandung.

Pemain dan official Persib Bandung bersama Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 26 Mei 2026, 09:58

Pemandian Air Panas Cimanggu kini hadir dengan wajah baru sebagai Jiwanta Hot Spring di kawasan Ciwidey.

Jiwanta Hot Spring menghadirkan konsep baru pemandian air panas alami dengan fasilitas lebih modern di Ciwidey.

Pemandian Air Panas Cimanggu. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 26 Mei 2026, 09:51

Dupan, Ketika Citarum Menolak Surut

Banjir kembali merendam Sapan Bandung. Luapan Sungai Citarum membuat Dupan terus hidup sebagai langganan genangan warga.

Banjir Citarum di Sapan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 09:29

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026

PT PLN Nusantara Power UP Cirata sukses memborong penghargaan bergengsi TOP CSR Awards 2026 atas komitmen keberlanjutan sosial mereka.

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026