Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Menikmati Kuliner dengan View Sawah di Cimaung

Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan Rabu 27 Agu 2025, 20:00 WIB
Menikmati Kuliner View Sawah (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Menikmati Kuliner View Sawah (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Tiga Puluh menit dari kabupaten Bandung terdapat sebuah kafe dengan pemandangan asri. Sawah-sawah hijau luas sepanjang mata memandang. Lalu tiba-tiba bisa menguning ketika masa panen akan datang. Gemercik air terdengar di tengah sepi, saat sepanjang aliran sungai bernama Cisangkuy memancarkan keeksotisannya.

La Cabin Cafe & Resto, merupakan sebuah kafe dengan pemandangan alam yang masih asri. Berlokasi di Jl. Babakan Cianjur Rt.02 Rw.03, Malasari, Kec. Cimaung, Kab. Bandung Jawa Barat.

Sepanjang perjalanan menuju lokasi ini akan melewati pemukiman warga, pesawahan juga beberapa pohon yang menjulang cukup tinggi. Akses jalan sebagian besar sudah terbuat dari aspal, meski masih ada beberapa berlubang dan tak kunjung mendapat perbaikan.

Di pintu masuk terdapat gapura mirip dengan ornamen khas Ubud Bali. Di tengah terdapat ruangan kaca untuk pemesanan. Berdampingan dengan undakan panggung kecil yang sepertinya digunakan untuk live musik.

Ada beberapa spot yang bisa dipilih saat berkunjung kemari. Lantai dua dengan ornamen kayu yang cocok untuk private dan acara keluarga. Sementara pada bagian bawah terdapat meja dengan konsep lesehan beralaskan rumput sintesis.

Sambil menunggu makanan berat, saya memesan tempe mendoan dengan sambal kecap dan potongan cabe rawit. Ditemani segarnya es kuwut khas bali. Tiga puluh menit kemudian satu piring Nasi Goreng La Cabin dengan bumbu segar dari cikur juga rasa gurih dari bumbu rahasia cukup memanjakan lidah.

Sambil sesekali memandang hijaunya sawah, membuat diri merenung dan mensyukuri kehidupan yang diberikan sampai detik ini. Ditutup dengan dessert manis ala La Cabin bernama "La Cabin Coconute, berisi beberapa potongan buah segar dan manis, varian rasa dari ice cream juga dipercantik dengan sprinkle berwarna-warni.

Pemandangan Sungai Cisangkuy dari Bawah Jembatan Jagabaya (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Pemandangan Sungai Cisangkuy dari Bawah Jembatan Jagabaya (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Makan di sini cukup menyenangkan, suasana yang tenang, alunan musik yang membuat rileks dan pemandangan yang begitu memanjakan mata.

Sayangnya ketika makan terdapat cukup banyak lalat yang beterbangan. Kondisi ini cukup mengganggu karena makan terasa buru-buru. Mungkin kedepannya kafe bisa menyediakan lilin di tengah meja hidangan untuk meminimalisir jumlah lalat yang ada.

Serunya berkunjung ke La Cabin adalah bisa menyapa warga sekitar yang sedang bertani. Melihat anak-anak kecil yang bermain air disekitaran sungai, rasanya seperti pulang ke kampung halaman.

Berada di bawah jembatan tak kalah seru, rasanya seperti nonton film Si Bolang (Si Bocah Petualang). Bisa blusukan tapi bukan ke gorong-gorong seperti para birokrat.

Blusukan kali ini cukup sederhana, hanya ingin menyapa rerumputan kering di pinggir jalan yang membawa akses menuju pinggir sungai. Bukan untuk mencari atensi warga sekitar tapi murni hanya ingin menikmati alam yang sudah disuguhkan oleh Tuhan.

Jembatan Gantung Jagabaya Cimaung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Jembatan Gantung Jagabaya Cimaung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Mengambil sebuah pose di Jembatan Jagabaya menjadi sebuah kenangan yang patut untuk di coba. Jembatan ini dibuat untuk menghubungkan Desa Jagabaya dengan Desa Mulyasari.

Berdasarkan informasi dari warga setempat jembatan ini sangat berguna sebagai aksesibilitas masyarakat untuk menuju lahan pertanian, sekolah, pesantren dan kegiatan muamalah berupa komoditas sayuran antar desa. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 17:21

Menata Arah Pendidikan Tinggi Keagamaan di Era Serba Cepat

Pepen Supendi, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)