Bercengkrama dengan Indahnya Alam di Teras Brandweer Cafe

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Suasana Teras Brandweer saat Hujan, Minggu, 01 Juni 2025 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Suasana Teras Brandweer saat Hujan, Minggu, 01 Juni 2025 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Ditengah problematik kehidupan setiap manusia pasti memiliki titik stres. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Nia Azzizunnisa dengan judul “ Kontak dengan Alam Sebagai Media Peminimalisir Mengatasi Stres Ringan” menyatakan bahwa

“Dalam tingkat ringan, stres justru dapat meningkatkan kegairahan hidup dalam melawan tantangan, tetapi bila stres semakin meningkat pada tingkat yang semakin berat, dapat menimbulkan ketegangan syaraf dan berdampak pada penderitaan tidak hanya fisik tapi juga jiwa (batin) kita. Hasil penelitian ditemukan yaitu kontak dengan alam mampu meminimalisir stres ringan bagi sebagian orang. Aktivitas di alam seperti, mendaki gunung, berkemah atau sekadar berjalan-jalan ke hutan dipercaya memiliki efek terapeutik yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan mental”.

Melihat penelitian tersebut maka rehat sejenak dari rutinitas yang membuat semrawut mesti dilakukan sesekali.

Kali ini penulis menyambangi sebuah cafe dengan konsep alam. Teras Brandweer yang terletak di Komplek Katumiri, Jl. Cihanjuang, Mentari Pagi No.7, Cihanjuang, Kec. Parongpong, Kab. Bandung Barat, Jawa Barat. Cafe ini saat weekday akan buka pada jam 11:00-21:00 sementara saat weekend buka lebih pagi pada jam 08:00-22:00. Saat mengunjungi kafe ini penulis mencoba eksplor menggunakan angkutan kota dari terminal Leuwi Panjang. Lokasi cafe ini cukup mudah dijangkau bagi pengunjung yang tidak memiliki kendaraan pribadi.

Pertama bisa menggunakan angkot jurusan Cimahi- Leuwi Panjang hingga perempatan Cihanjuang dan tarif ongkosnya sekitar 7-8 ribu tergantung supir. Setelah turun disebrang jalan ada angkutan umum jurusan Parongpong - Cihanjuang berwarna ungu. Butuh sekitar 17 menit untuk sampai perumahan Ktumiri dengan ongkos kisaran 10-12 ribu. Meski cukup lama tapi jangan risau karena keindahan alam dan kesegaran udara yang jauh dari polusi selama perjalanan akan sangat mengobati.

Begitu turun di depan komplek Katumiri pengunjung bisa memesan ojek atau cukup berjalan kaki selama 6 menit dengan jarak tempuh 450 meter. Penulis menyarankan jalan kaki, meski sedikit menanjak tapi udara yang berada di komplek tersebut semakin segar menembus indera penciuman. Memasuki lokasi cafe rasanya hati semakin damai. Bagi pengunjung yang membawa kendaraan pribadi tidak usah risau karena sudah ada lahan yang disediakan untuk parkir dengan biaya 4 ribu rupiah.

Pintu Masuk Teras Brandweer Cafe, Minggu, 01 Juni 2025 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Pintu Masuk Teras Brandweer Cafe, Minggu, 01 Juni 2025 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Pintu depan yang dihiasi dengan ornamen kayu dan pohon bambu menambah vibes alam yang begitu alami. Begitu masuk, pengunjung bisa melihat menu makanan lewat scan barcode yang kemudian bisa langsung dipesan melalui kasir. Penulis memesan satu porsi tahu lada garam (20K), Pizza Frutaria (50K), Ice Americano (19K) dan Fruit Garden Tea (15K). Setelah memesan, pengunjung bisa memilih tempat duduk di area indoor dekat dengan area kasir. Ada satu spot yang menarik dengan kursi kayu yang mengarah ke jendela luar dengan pohon rindang dengan vibes hutan.

Sementara di area out door banyak pilihan, ada meja yang disusun modern, ada meja yang terbuat dari batu-bata dengan landscape pemandangan indah di depan mata dan ada juga spot yang cocok untuk para introvet setelah ruang billiard. Fasilitas ini bisa digunakan secara gratis oleh pengunjung. Selain itu di cafe ini juga tersedia live musik yang tentunya makin membuat pengunjung betah berlama-lama di sini.

Baca Juga: 6 Tulisan Orisinal Terbaik Mei 2025, Total Hadiah Rp1,5 Juta untuk Netizen Aktif Berkontribusi

Makanan yang disediakan di cafe ini cukup enak untuk dinikmati. Satu porsi tahu lada garam rasanya kurang cukup jika dimakan sambil membaca. Rasanya gurih, pedas dan crunchy di mulut.  Pizza yang disediakan dari rasa yang asin hingga manis juga sangat cocok untuk dipesan saat cuaca dan angin semakin sejuk.

Fruit Garden Tea yang terbuat dari rimpang dan rempah kering yang kemudian dicampur dengan air panas membuat rasa dan aroma semakin tajam namun menenangkan. Bagi yang suka kopi juga bisa mencoba Ice Americano yang memiliki manfaat meningkatkan fokus dan energi serta rendah kalori yang cocok bagi pengunjung yang sedang melaksanakan program diet.

View Outdoor Teras Brandweer Cafe. Minggu, 01 Juni 2025 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
View Outdoor Teras Brandweer Cafe. Minggu, 01 Juni 2025 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Duduk melamun sambil melihat landscape Kabupaten Bandung Barat rasanya merilis rasa penat yang lama terkungkung dalam diri. Hijaunya pohon, birunya langit, semilirnya angin, nyaringnya suara serangga, beragamnya jenis hewan kecil yang sudah tidak ditemui lagi di perkotaan semakin membuat penulis terkagum-kagum dibuatnya.

Semoga keindahan alam yang ada di seluruh Indonesia bisa tetap lestari hingga generasi selanjutnya bisa menikmati dan memanfaatkannya dengan baik. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)