Melihat Kemegahan Gunung-gemunung dari Puncak Telomoyo

4 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Citra satelit memperlihatkan jalan yang berkelok-kelok menuju puncak gunung. Di sisi timur terlihat cekungan, itulah kawah Gunung Telomoyo. (Sumber: Citra satelit: Google maps)
Citra satelit memperlihatkan jalan yang berkelok-kelok menuju puncak gunung. Di sisi timur terlihat cekungan, itulah kawah Gunung Telomoyo. (Sumber: Citra satelit: Google maps)

Jip melaju dari Dalangan, titik awal pendakian jip dan motor, yang berada di Desa Pandean, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Jip terus merayapi lereng selatan Gunung Telomoyo, dengan jalan yang terus menanjak ke arah barat laut.

Sampai di batas hutan, jalan aspal itu membelah kebun sayur yang setiap tiga bulan sekali dipanen. Jalan semakin menanjak mulai batas hutan. Setelah melaju sejauh 1,5 km dari titik keberangkatan, di ketinggian antara +1.460 m dpl sampai +1.500 m dpl, di pinggir jalan sisi timur, ada dinding batu pejal yang masif.

Masyarakat menyebutnya Watu Tlatar. Bila musim penghujan, ada anak sungai yang dialasi batu pejal ini membentuk air terjun. Lokasi ini sekitar 800 m dari kawah yang menjadi pusat letusan.

Watu Tlatar itu aliran lava, merupakan bukti yang tak terbantahkan, bahwa Gunung Telomoyo semula gunung api aktif yang meletus beberapa periode letusan. Sekali waktu meletuskan material dari dalam tubuh gunung ke udara, pada waktu yang lain meletus efusif mengalirkan lava.

Setelah menanjak berliku sejauh 6,5 km, akan tiba di landasan gantole. Sepanjang satu kilometer antara landasan gantole ke arah puncak sampai Triangle Sky Telomoyo, jalannya dibangun di bibir kawah purba berdiameter 654 m. 530 m dari puncak Gunung Telomoyo arah tenggara, ada cekungan di ketinggian antara +1.540 m sampai +1.600 m dpl, yang diduga itulah kawah Gunung Telomoyo.

Beberapa kali Gunung Telomoyo meletus menghancurkan dinding timur laut, membentuk kawah dengan diameter 450 m, terbuka ke arah Rawa Pening. Adanya aliran lava seperti yang tersingkap di Watu Tlatar, adanya endapan material letusan, dan mata air panas, itulah jejak Gunung Telomoyo sebagai gunungapi.

Dari cekungan di puncak gunung itu ada satu dari sekian sungai yang panjangnya 6 km, bermuara di Rawa Pening. Di sepanjang alirannya terdapat airterjun, seperti Airterjun Nogosaren, Air terjun Kalipancur, dan Curug Watu Tumpuk.

Dari kejauhan, puncak Gunung Telomoyo terlihat jelas, karena berdiri menara-menara pemancar radio dan pemancar sinyal telepon genggam. Antara titik awal parkir jep wisata (+1.240 m dpl) hingga puncak Gunung Telomoyo (+1.894 m dpl), jarak lurusnya hanya 1,61 km. Namun, karena jalan dibuat berliku seperti huruf Z, maka jaraknya menjadi 6,75 km. Kelebihannya, berkendara menjadi lebih nyaman dan aman.

Angin yang membawa uap air subuh itu, mengusap wajah dan jari-jemari tangan yang tak terlindung terasa kaku. Air di kamar mandi seperti es batu. Di kaki langit berpendar cahaya lampu dari perumahan di kecamatan Banyubiru dan Kecamatan Getasan. Segaris cahaya merah kekuningan menggores di ufuk timur, yang makin lama semakin nyata.

Langit timur menguning, dan bola api raksasa muncul dari cakrawala. 92 km arah timur dari puncak Gunung Telomoyo, bayangan hitam Gunung Lawu terlihat jelas. Hanya sebentar, akhirnya matahari yang menjadi sumber cahaya itu tidak dapat dilihat kembali secara langsung, karena terlalu silau.

Matahari semakin meninggi, lekuk bumi semakin nyata. Lembah, dinding, bukit, gunung, perkampungan, dan danau menjadi terlihat jelas. Gunung yang berada dalam satu garis lurus berarah tenggara – barat laut, yaitu Gunung Merbabu (+3.145 m dpl), begitu terlihat sangat dekat, seolah terjangkau dengan uluran tangan. Padahal jaraknya 11,18 km di selatan - tenggara Gunung Telomoyo.

Sementara Gunung Andong yang jaraknya hanya 4,3 km, terkesan jauh dan kecil, karena tingginya hanya 1.726 m dpl. Gunung Telomoyo dan kaldera gunung api raksasa Suropati menjadi titik tengahnya. 20,5 km di ujung barat laut dari Gunung Telomoyo ada Gunung Ungaran (+2.050 m dpl).

Gunung-gunung yang segaris dan masih jelas terlihat jelas dari puncak Gunung Telomoyo adalah Gunung Sumbing (+3.371 m dpl), jaraknya 35,5 km. 44,8 km arah barat – barat laut ada Gunung Sindoro (+3.153 m dpl). 56 km arah barat – barat laut ada Gunung Prau, di kompleks Gunung Dieng (+2.565 m dpl). 

8,5 km timur laut dari Gunung Telomoyo, terlihat Rawa Pening. Rawa ini bagian kecil dari dari kaldera Gunung Suropati. Air hujan dan air sungai yang tertampung di dalam kaldera menjadi rawa yang sangat luas. Dinamailah Ambarawa, rawa yang besar, rawa yang luas.

Baca Juga: Ci Sanggiri Sungai yang Menggentarkan

Rawa ini dipagari oleh rangkaian gunung-gunung yang melengkung setengah lingkaran. Lengkungan di timur rawa, titik tertingginya +600 m dpl, hingga di lengkungan barat, dengan titik tertingginya di Watu Blabak (+785 m dpl).

Lengkungan sepanjang 23 km itu merupakan dinding kaldera Gunung Suropati, jejak dari letusan dahsyat yang menyebabkan tubuh gunung ini runtuh membentuk kaldera dengan diameter 14,5 km. Di dasar kaldera itu ada Ambarawa, rawa yang sangat luas, yang sekarang semakin menciut menjadi Rawa Pening.

4,8 km sebelah barat laut puncak Gunung Telomoyo, terlihat lengkungan sepanjang 6 km, itulah dinding kawah Gunung Kelir yang tersisa, dengan titik tertinggi +1.320 m dpl.

Di lembah lengkungan dinding Gunung Kelir, tumbuh Dusun Wirogomo Lor, Kendal Duwur, Dusun Ngiser, Dusun Wirogomo Tengah, Dusun Seseh, Dusun Tlumpak, Dusun Pagergedog, di Kabupaten Semarang. Permukiman yang masuk ke Kabupaten Magelang, yaitu Dusun Pranten, Desa Seloprojo, Kecamatan Ngablak. Berhadapan dengan lengkungan Gunung Kelir adalah lengkungan Gunung Kendil (+1.210 m dpl).

Wisata Gunung Telomoyo terus berbenah, semoga tetap menjaga keserasian alamnya. Penting artinya bagi pengunjung adanya informasi sejarah alam terbentuknya gunung-gunung di seputar Gunung Telomoyo. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)