Kisah Dodit Mulyanto Ikut Bersaing dalam Cerita Film Berdasarkan Thread

3 menit baca
Gavriel Toraya
Ditulis oleh Gavriel Toraya diterbitkan
Poster film Rumah Dinas Bapak. (Sumber: Netflix)
Poster film Rumah Dinas Bapak. (Sumber: Netflix)

Film berdasarkan kisah yang ditulis seseorang pada media sosial mulai ramai banyak diproduksi setelah keberhasilan film “KKN di Desa Penari” yang rilis pada tahun 2022 yang merupakan sebuah kisah yang ditulis oleh akun bernama @SimpleM81378523.

Cuitan oleh Simpleman tersebut diklaim berangkat dari kisah nyata ini tentu akhirnya menarik produser film untuk mengangkat kisahnya ke layar lebar. Setelah rilisnya film KKN di Desa Penari, semakin ramai bermunculan film yang berangkat dari kisah thread seperti Sewu Dino, Layangan Putus, Pabrik Gula, dan lain sebagainya.

Kali ini yang akan kita bahas adalah film berjudul Rumah Dinas Bapak yang rilis pada tahun 2024 dan sekarang dapat dinikmati melalui platform streaming Netflix.

Rumah Dinas Bapak sebuah film bergenre horor komedi yang rilis pada 8 Agustus 2024 di bioskop. Disutradarai oleh Bobby Prasetyo dibawah rumah produksi Starvision mampu meraup 508.878 penonton pada masa tayangnya. Film ini membawa beberapa nama besar seperti Dodit Mulyanto, Putri Ayudya, Yasamin Jasem, Fajar Nugra, dan Sadana Agung untuk memainkan peran didalamnya. Rumah Dinas Bapak merupakan film adaptasi dari sebuah kisah nyata dari komika Dodit Mulyanto yang juga bermain dalam film ini yang dibagikan melalui platform media sosial Twitter atau X dalam bentuk utas (thread).

Dilansir dari IMDb, Film Rumah Dinas Bapak menceritakan tentang flashback pengalaman masa kecil Dodit Mulyanto saat dia, Ibu, Mbak Lis, Mas Dewo dan Bapak yang baru pindah ke rumah dinas Bapak yang berada di tengah hutan jati.

Rumah tersebut memiliki sebuah penjara kecil untuk mengurung blandong (pencuri kayu). Setiap malam Jumat Kliwon Dodit dan keluarga serta kedua anak buah Bapak yaitu Sugeng dan Kasno selalu mendapatkan teror dan gangguan mistis di rumah dinas Bapak.

Film ini berhasil membawakan genre horor dan komedi berjalan berdampingan dimana unsur komedi tidak merusak citra horornya dan menjadikan film horor yang santai untuk ditonton. Pembawaan komedi khas Dodit Mulyanto dengan ekspresi yang datar dan dengan konsep Dodit sendiri yang menceritakan pengalamannya serta adanya bumbu break the 4th wall atau pemeran seakan berbicara langsung dengan penonton, membawa sesuatu yang berbeda dibandingkan film-film berdasarkan kisah dari thread lainnya.

Unggahan Dodit Mulyanto pada akun X pribadinya @Dodit_Mulyanto pada 5 April 2020 mendapatkan respon positif dengan 112 ribu like dan 44 ribu retweet. Maka dengan ini Film Rumah Dinas Bapak ikut meramaikan arus tren dunia perfilman Indonesia yaitu adaptasi dari cerita yang ditulis di media sosial khususnya X dan Threads.

Dodit mengaku bahwa cerita yang dia sampaikan merupakan pengalaman semasa kecilnya saat tinggal di Blitar saat ayahnya menjadi seorang polisi hutan. Hadirnya Dodit Mulyanto sebagai pemeran, penulis dan juga orang yang mengalami kejadian dalam film ini menjadikan alur ceritanya tidak kehilangan arah dan tujuannya yaitu sebagai bentuk persembahan untuk mendiang ayahnya. Dodit juga menyatakan bahwa hampir keseluruhan cerita dalam film merupakan kisah nyata sehingga tidak banyak yang ditambahkan atau dikurangi.

Membuat sebuah film khususnya yang berdasarkan kisah nyata dan telah diceritakan di media sosial tentu memiliki beberapa tantangan seperti fakta yang benar-benar terjadi pada saat kejadian, lalu adegan apa saja yang diperbolehkan untuk didramatisasi, serta perizinan dengan tokoh terkait.

Pentingnya peran penulis cerita thread pada produksi film secara langsung dan mungkin juga menyertakan orang yang benar-benar terlibat pada sebuah kejadian untuk menjadi sebuah apresiasi atau bentuk sikap menghargai pengalaman orang lain.

Perfilman Indonesia menjejaki masa baru dimana menjadikan media sosial sebuah inspirasi sumber cerita. Pada perkembangannya genre yang paling banyak diadaptasi adalah horror dan drama. Melalui sosial media pasti akan bisa untuk lebih banyak lagi mengeksplor genre lainnya, selain itu juga melalui media sosial menjadikan adanya partisipasi langsung dari para pengguna media sosial untuk berlomba menuliskan cerita terbaiknya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Gavriel Toraya
Tentang Gavriel Toraya
Mahasiswa Ilmu Komunikasi fokus penjurusan Komunikasi Massa dan Digital Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Sep 2026, 15:05

Jalur FM: Ketika Suara dari Udara Menjadi Lebih Jernih

Sebelum gelombang FM semakin ramai di Bandung, perubahan serupa lebih dahulu terasa di Jakarta.

Studio Radio OZ Bandung di Jl. Setrasari II No. 14, Bandung. Radio OZ menjadi salah satu stasiun radio di Bandung yang termasuk awal bermigrasi dari jalur AM ke FM. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 14:42

216 Tahun Kota Bandung: Merawat Warisan dan Membangun Masa Depan Gastronomi Berkelanjutan

Lebih dari sekadar destinasi tempat orang mencari tempat makan yang estetis atau makanan lezat, Bandung pada hakikatnya adalah laboratorium budaya.

Kudapan tradisional khas Kota Kembang yang sangat populer antara lain cireng, cilok, seblak, dan telur gulung. (Sumber: Shutterstock | Foto: Hanifah Kurniati)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 12:21

Momentum Mahasiswa Meraih Prestasi

Mahasiswa sering menyalahkan diri dan keadaannya dalam situasi yang sulit. Menurut mahasiswa, bahwa keberadaannya belum tentu berprestasi. 

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat, 1 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 22 Sep 2026, 10:40

Media Lokal Cari Model Bisnis Baru di Local Media Summit 2026

Media lokal tidak lagi hanya dituntut menjadi penerbit berita, tetapi juga dapat berkembang menjadi agensi lokal, pengelola komunitas.

Local Media Summit (LMS) akan kembali hadir di pada 22-23 Oktober 2026 di Hotel Manhattan Jakarta.
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:15

Jika Benzema Datang, Persib Sebenarnya Membeli Apa?

Status bebas transfer Benzema saat ini membuat sebuah pintu terbuka untuk Persib.

Karim Benzema (Sumber: ayobandung.com | Foto: Wikimedia Commons (Lisensi CC) via ayobandung.com)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:00

Urap: Jejak Mahakarya Kuliner Tertua dan Filosofi Kehidupan dalam Sepiring Sayuran Nusantara

Dalam khazanah gastronomi Indonesia, urap bukan sekadar komposisi sayuran dan kelapa parut.

Urap merupakan sajian sayuran tertua di tanah Jawa yang tercatat secara formal dalam literatur sejarah. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:31

Demokrasi yang Berakar: Ketika Politik Bertemu  Budaya dan Kepercayaan

Sebelum seseorang menjatuhkan pilihan politiknya, ada proses komunikasi yang panjang. Sebelum sebuah kekuasaan dianggap sah, ada proses pembentukan makna.

Diah Fatma Sjoraida merupakan Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. (Sumber: Gemini | Foto: Ilustrasi oleh AI)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:01

Urgensi Kota Bandung: Persolan Sampah dan Kemacetan

Sampah dan kemacetan adalah dua persoalan besar yang dihadapi Bandung. Harus diatasi dengan membangun kesadaran bersama, yang akhirnya demi kenyamanan bagi warga Bandung, sebagai rumah bersama.

Pengendara melintas di dekat tumpukan sampah yang menggunung di TPS Jalan Makam Caringin, Kota Bandung, Kamis, 9 April 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 18:17

Imaji Papua Bersilaturahmi dengan Caraka Sundanologi Bandung

Imaji Papua membawa cerita tentang manusia, budaya, dan kehidupan Tanah Papua ke Bandung melalui film dan dialog lintas komunitas.

Caraka Sundanologi bersilaturahmi dengan komunitas Imaji Papua melalui pemutaran film dokumenter sebagai ruang berbagi cerita, budaya, dan pengalaman tentang Papua. (Sumber: Nonon Rachnaya)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 17:20

Bandung dan Terbentuknya Karyawan 'Flourish'

Ketika Pemkot Bandung berhasil memangkas hambatan birokrasi,sektor industri harus siapkan sistem rekrutmen yang presisi.

Bandung dan urgensi karyawan "Flourish" (Sumber: dokpri dengan kreasi chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 16:22

Tugu Proklamasi Cirebon: Jejak Pembacaan Proklamasi 15 Agustus 1945

Sebuah tugu berwarna putih di perempatan Jalan Siliwangi, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, itu menjadi saksi bahwa kemerdekaan Indonesia pernah diproklamirkan sebelum 17 Agustus 1945.

Tugu Proklamasi Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Wahyu)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 15:58

Menimbang Dampak Pajak Otomatis di Tengah Melejitnya Lokapasar Kota Bandung

Proses perpajakan digital menuntut UMKM agar merapikan pembukuan mereka

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan (Kanan). (Sumber: Humas Pemkot Bandung)
Ikon 21 Sep 2026, 15:33

Stasiun Cicalengka, dari Stasiun Bersejarah jadi Tinggal Sejarah

Stasiun Cicalengka berusia lebih dari seabad. Bangunan lamanya telah dibongkar, sementara tinggalan sejarahnya masih tersisa.

Stasiun Cicalengka, Bandung, antara tahun 1900-1920-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 13:41

Akar Historis dan Evolusi Gastronomi Sunda: Meneroka Budaya Pangan Tatar Parahyangan

Gastronomi bukan sekadar urusan pemuasan kebutuhan fisiologis manusia melalui asupan nutrisi, melainkan sebuah disiplin ilmu yang membedah korelasi intrinsik antara makanan dan kebudayaan.

Penjual makanan keliling di Jawa Barat sekitar tahun 1910. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 11:21

Bioskop sebagai Ruang Refleksi Diri

Bioskop di era modern tidak sekedar ajang hiburan tapi ruang refleksi yang membuat nyaman.

Ilustrasi bioskop. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 09:09

Ketika Fikom Harus Mengajarkan Cara Berkomunikasi dengan Mesin

Sekarang mulai terbentuk pola baru komunikasi, yakni manusia berbicara kepada mesin, mesin menghasilkan pesan, mesin memilih pesan, lalu manusia menerima dan menafsirkannya.

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. (Sumber: ayobandung.com | Foto: fikom.unpad.ac.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 17:07

930 Pecatur di Bandung Dapat Wejangan dari Legenda Utut Adianto

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru.

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 16:57

Istilah Bahasa Jawa untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Mengenal istilah lokal Bahasa Jawa untuk menggambarkan kekuatan guncangan gempa bumi, dari Lir hingga Lindhu Kiamat/Jagad Obah. Kaya makna dan kearifan lokal suu bangsa Jawa.

Ilustrasi bangunan yang rusak akibat gempa bumi. (Sumber: Pexels | Foto: Ahmed akacha)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)