Menyikapi Rasa Sepi yang Berujung Haus Validasi lewat Film 'Tinggal Meninggal'

4 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Film Tinggal Meninggal (Sumber: Imajinari Pictures)
Film Tinggal Meninggal (Sumber: Imajinari Pictures)

Pada dasarnya manusia adalah mahluk sosial. Semandiri apapun mereka tetap butuh dukungan sosial dari lingkungan sekitarnya. Dukungan sosial membuat manusia merasa ada, merasa diterima dan merasa layak hidup sebagai manusia.

Kesepian sebetulnya perasaan wajar yang ada dalam diri setiap manusia. Kesepian juga sudah ada jauh sebelum masifnya media sosial. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial juga punya peran penting sebagai penyumbang kesepian bagi manusia era modern.

Lewat film 'Tinggal Meninggal' yang di sutradarai oleh Kristo Immanuel-- kesepian dibungkus dengan cermat melalui rasa haus akan sebuah perhatian. Debut pertamanya sebagai sutradara dalam film ini layak mendapatkan apresiasi. Kristo cukup pandai memilih para pemain, salah satunya karakter 'Gema' yang diperankan oleh Omara Esteghlal.

Bagaimana tokoh Gema bisa merepresentasikan sosok yang merasa terasing dalam dunia sosial dengan baik. Bagaimana Gema bisa memvisualisasikan seorang introvet yang berusaha memulai komunikasi tapi sering dianggap 'aneh' atau sok asyik oleh lingkungan sekitarnya.

Lewat film ini penonton diajak untuk bisa menyelami bagaimana kehidupan seseorang yang merasa tidak diterima oleh lingkungannya. Bagaimana film ini memberi pesan dengan menyikapi rasa kesepian dan haus akan sebuah pengakuan. Sebuah perasaan yang saat ini menjadi fenomena yang bahkan seringkali tidak disadari baik oleh korban atau pelaku sosial.

Pentingnya Dukungan Keluarga

Cuplikan Ketika Ayah Gema Meninggal (Sumber: Imajinari Pictures)
Cuplikan Ketika Ayah Gema Meninggal (Sumber: Imajinari Pictures)

Gema adalah seorang anak yang lahir dari keluarga yang tidak memiliki keterikatan emosional dengan baik. Ayahnya memiliki ambisi untuk mendapatkan kekayaan berlimpah dengan cara menjadi motivator yang membohongi para kliennya. Ambisinya tersebut membuat Ibu Gema menjadi kesepian karena kurangnya perhatian. Bahkan Ayahnya Gema akhirnya berselingkuh dan menikah kembali dengan perempuan yang jauh lebih muda.

Ibu Gema jadi sering mengikuti arisan untuk memenuhi rasa kesepiannya dan tentu ini berdampak pada Gema yang seringkali ditinggal sendirian. Sebagai anak tunggal, Gema tidak memiliki seseorang untuk diajak bicara. Hal ini diperparah ketika Gema mendapat perundungan di sekolahnya karena seringkali terlihat berbicara sendirian.

Setiap pendapat Gema dalam lingkup kerja kelompok tidak pernah didengar hanya karena idenya dianggap aneh. Bahkan Gema mendapat julukan 'Camen' atau cacat mental dari teman masa kecilnya.

Dengan berbagai kondisi seperti ini, rasa kepercayaan diri Gema hilang dan ini akan berdampak pada kelayakan dirinya sebagai seorang manusia. Lewat film ini penonton ditunjukkan bahwa peran Ayah dan Ibu sangat vital bagi perkembangan anak, baik secara fisik atau psikologis. Kondisi ini menjadi bahan perenungan bagi orangtua sebelum memutuskan untuk membangun hubungan dan komitmen dalam sebuah pernikahan.

Perempuan dan laki-laki dewasa harus memahami konteks pernikahan bukan hanya sekedar menunaikan ekspektasi sosial tapi harus tau arah dan tujuan esensi pernikahan. Pasangan yang sudah selesai dengan urusan dirinya sendiri tentu akan lebih stabil ketika menjalin sebuah hubungan sosial.

Tangki cinta yang sudah terpenuhi dengan baik tidak akan menuntut untuk selalu diisi orang lain. Hubungan yang sehat antar pasangan akan menumbuhkan lingkungan sosial yang hangat bagi anak. Bagaimana seorang anak bisa struggle menjalani dunia, jika kehadirannya di rumah saja mereka dianggap tidak ada.

Dukungan Sosial Sangat Penting

Cuplikan Ketika Gema Mendapat Afeksi dari Rekan Kerja (Sumber: Imajinari Pictures)
Cuplikan Ketika Gema Mendapat Afeksi dari Rekan Kerja (Sumber: Imajinari Pictures)

Ketika Gema tidak mendapatkan kehangatan di rumah, dia berusaha mencari perhatian di luar meski acap kali usahanya gagal. Namun siapa sangka justru kematian Ayahnya menjadi awal bagi Gema untuk mendapatkan kehangatan dan perhatian dari lingkungan sosialnya.

Sapaan menjadi sesuatu yang istimewa karena sejauh ini Gema belum pernah diperlakukan demikian. Gema tidak bisa mengenali antara Bare minimum vs King/Princess Treatment. Perilaku orang lain yang menunjukkan kepedulian dengan standar yang umum justru dianggap sebagai suatu hal yang spesial bagi mereka yang tenggelam dalam kesepian.

Kebahagiaan yang didapat Gema justru memunculkan pemahaman yang salah akan sebuah penerimaan dan rasa kepedulian. Perhatian yang baru saja didapatkan Gema tiba-tiba menghilang seiring berjalannya waktu. Di sini Gema berpikir bahkan mengulangi pola yang sama untuk mendapatkan perhatian dari 'duka cita'.

Akhirnya Gema membuat skenario kematian opungnya (kakek/nenek) dan benar saja Gema mendapatkan kepedulian kembali dari lingkungan sosialnya. Pola ini terus berlanjut dilakukan ketika perhatian teman kerjanya mulai menghilang. Skenario kematian kucing yang sengaja ia ambil dari jalan untuk diposting melalui media sosialnya.

Skenario tentang Ibunya yang hilang dalam tragedi kecelakaan pesawat. Bahkan dia membuat skenario kematiannya sendiri dan menciptakan karakter baru sebagai saudara kembarnya dengan tujuan yang sama yaitu mendapat kehangatan dari sebuah perhatian dan kepedulian.

"Mengejar Afeksi dalam Rentetan Duka Cita" menjadi fenomena baru yang terjadi di masyarakat modern. Mungkin saja dalam realitasnya sosok Gema bukan sekedar cerita tapi nyata adanya. Meski dengan cara yang berbeda tapi cara yang terkesan berlebihan tersebut mungkin saja menjadi jalan instan bagi mereka yang rindu dengan suka cita.

Pentingnya Menerima Diri Sendiri

Gema Dewasa vs Gema Kecil (Sumber: Imajinari Pictures)
Gema Dewasa vs Gema Kecil (Sumber: Imajinari Pictures)

Gema dewasa seringkali berdialog dengan foto masa kecilnya ketika menceritakan suatu hal atau hanya sekedar meminta pendapat pribadi. Dialog diantara keduanya terasa hidup dan bukan sekedar hayalan belaka.

Sebetulnya Self Talk menjadi rutinitas yang memiliki banyak manfaat diantaranya, bisa meningkatkan rasa percaya diri, meningkatkan kepuasan hidup yang lebih besar, menurunkan tingkat stres yang berlebihan hingga membantu permasalahan mental.

Hanya saja dalam film ini dialog Gema kecil dan dewasa terasa amat didominasi dengan keputusan egosentris yang dimunculkan Gema dewasa tanpa mempertimbangkan hal tersebut baik atau tidak untuk dirinya. Hal itu terjadi karena Gema tidak merasa cukup dengan dirinya sendiri.

Melalui film ini kita diajak untuk berkontemplasi perihal penerimaan diri. Bagaimana Gema kecil selalu hadir dalam setiap permasalahan justru mengingatkan kembali bahwa tidak ada orang lain yang bisa setia hadir 24 jam bersama kita selain diri kita sendiri. Sosok Gema mengajak kita untuk memeluk diri sendiri dari berbagai luka, duka dan suka cita. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 17 Jul 2026, 13:42

Soedirman dalam Tulisan Tempo

Review buku Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir karya Tempo.

Buku "Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir" (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nahla Lisana, 2026)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 12:33

Persib dan Mimpi Menjadi Kekuatan Indonesia

Persib memiliki peluang menjadi salah satu lokomotif perubahan sepak bola di Tanah Air.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saar mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Jul 2026, 10:59

Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:03

Jejak Tersembunyi di Balik Gereja Sidang Kristus Sukabumi

Gereja Sidang Kristus merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ada di pusat kota Sukabumi.

Tampak depan Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kepadalisna)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 18:44

Inspirasi Pajajaran sebagai Warisan yang Menunggu Diingat Kembali

Kerajaan Pajajaran banyak meninggalkan sejarah di masa Nusantara, tapi sayangnya ingatan kolektif tentang inspirasi Pajajaran bagi masa kini mulai terlupakan.

Kirab budaya di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa 19 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 17:05

Menikmati Matahari Terbit di Lawang Angin

Lawang Angin Garut menawarkan panorama matahari terbit, Gunung Cikuray, kabut pegunungan, dan potensi wisata yang belum tergarap.

Sunset di Lawang Angin, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 16:33

Mandala Koran Legendaris yang Mewarnai Sejarah Pers Jawa Barat

Pada masanya, Harian Mandala merupakan salah satu surat kabar paling berpengaruh di Jawa Barat.

Sampul depan Harian Umum MANDALA edisi 13 Juli 1976, terbitan 50 tahun silam yang menjadi salah satu saksi perjalanan pers di Jawa Barat. (Sumber: Foto dan koleksi koran lawas milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 15:12

Teruslah Membaca meskipun Dianggap Tidak Berguna

Membaca saja tidak cukup, kita harus memahami isi, konteks, dan pesan yang ingin disampaikan dalam buku atau tulisan tersebut.

Seseorang sedang membaca buku. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 14:43

Di Balik MPLS Masih Adakah Pendidikan untuk Semua?

MPLS sudah dilaksanakan namun yang menjadi sorotan adalah masih ada sekolah yang menerima murid kurang dari kebutuhan

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 12:56

Bagaimana Teknologi Pengenal Plat Nomor Mengubah Wajah Transportasi Modern?

Teknologi License Plate Recognition (LPR) memungkinkan kamera dan AI mengenali plat nomor kendaraan secara otomatis untuk mendukung transportasi yang lebih aman, efisien, dan cerdas.

LPR (License Plate Recognition) atau disebut juga dengan ANPR (Automatic Number Plate Recognition) adalah salah satu aplikasi cctv untuk mengenali plat nomor kendaraan. (Sumber: ilmiteknik.co.id)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 11:48

Panduan Berkunjung ke Pulau Komodo: Cara ke Labuan Bajo, Pink Beach, dan Pulau Padar

Panduan lengkap Taman Nasional Komodo mulai dari harga tiket, aplikasi SiOra, Pulau Padar, Pink Beach, Manta Point, hingga pilihan tour terbaik.

Pulau Komodo. (Sumber: Flickr)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 11:09

Bobotoh Layak Menuntut Persib Lebih daripada Sekadar Juara

Klab besar di dunia hampir tidak pernah mendefinisikan dirinya hanya melalui jumlah piala yang mereka koleksi.

Bobotoh Persib sedang berkonvoi. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Lukman Hidayat/Magang)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 08:00

Ci Manuk, Sungai Suci Penuh Do’a untuk Kekuatan Jiwa

Ci Manuk itu bukan berasal dari kata "manuk" yang berarti burung, tapi berasal dari kata "manu", dari bahasa Sanskerta.

Bandar Dermayu, tertulis dalam peta abad ke-16. Peta ini merupakan potongan dari Nova tabula insularum Javae, Sumatrae, Borneonis et aliarum Malaccam usque, 1598. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 07:42

Republik Tanpa Akuntabilitas

Kekuasaan yang menolak pertanggungjawaban sesungguhnya sedang mengingkari hakikatnya sebagai amanah rakyat.

Sebuah aksi penolakan Jokowi di Jawa Barat. Bandung 14 Juli 2026 di Depan DPRD Jawa Barat (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 18:45

Sisi Lain Kota Bandung: Kebiasaan Lama yang Berulang Kembali

Bahkan peringatan "Kesurupan" pun tetap tidak menghentikan oknum pembuang sampah sembarangan di kawasan Cibaduyut.

Peringatan Hantu dan CCTV pun tidak mengurungkan niat seseorang untuk membuang sampah sembarangan (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 18:03

MPLS Tanpa Bully

Sekolah yang ramah bukanlah tempat menimba ilmu yang sekadar bebas dari perundungan. Rumah kedua itu harus menjadi ruang bersama yang membuat setiap anak pulang dengan senyum yang lebih lebar

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 17:22

Dampak Program Makan Bergizi Gratis terhadap Pedagang Kantin dan UMKM Sekolah

Saya tertarik membahas topik ini karena menunjukkan dampak Program Makan Bergizi Gratis bagi siswa, pedagang kantin, dan UMKM sekolah.

FAGI Jabar ingatkan bahwa tugas utama guru adalah mengajar, bukan mengurusi MBG. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)