Kritik Sosial Pram terhadap Kondisi Indonesia Era 50-an

4 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Midah Si Gadis Bergigi Emas (Sumber: Dinas Arsip dan Perpustakaan Bandung)
Midah Si Gadis Bergigi Emas (Sumber: Dinas Arsip dan Perpustakaan Bandung)

Pram adalah penulis yang karya-karyanya sedang naik daun dicari oleh generasi yang suka membaca. Bahkan Tetralogi Buru dengan empat judul buku Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah dan Rumah Kaca kerap kali tandas kala buku tersebut di cetak ulang oleh penerbit.

Lelaki kelahiran Blora tersebut sudah menulis sejak di bangku sekolah dasar. Berdasarkan informasi yang saya dapat dalam buku Pram yang berjudul "Perawan Remaja Dalam Cengkraman Militer", Pram sudah menghasilkan tidak kurang dari 35 buku fiksi maupun non fiksi.

Karya Pram yang terbit pada masa Orde Baru justru dilarang peredarannya oleh pemerintah. Bahkan salah seorang mahasiswa bernama Bonar Tigor Naipospos pernah ditangkap karena telah membaca dan mendistribusikan buku Pramoedya Ananta Toer.

Larangan tersebut diberlakukan karena pemerintah Orde Baru menganggap karya Pram mengandung ideologi komunisme dan diduga tergabung dalam gerakan kiri.

Beberapa karya Pram tidak lepas dari isu kritik sosial kondisi Indonesia saat itu. Begitu juga dengan novel ini sarat dengan kritik yang berhubungan dengan nilai-nilai humanis, agamis juga Queen Bee Syndrome(Kondisi dimana satu perempuan merasa tersaingi oleh keberadaan perempuan lain).

Kritik Humanis

Novel ini sarat dengan nilai-nilai humanis yang harus ada dalam diri manusia, khususnya perempuan. Midah sebagai representasi perempuan era 50-an yang bertarung hidup mempertahankan mimpi dan prinsipnya di tengah kerasnya kota Jakarta.

Midah merupakan anak perempuan pertama yang mendapatkan kelimpahan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Namun perhatian tersebut teralihkan setelah adik-adik Midah lahir. Midah merasa, keberadaannya di rumah tidak lagi dipedulikan. Kondisi ini membuat Midah mencari kesenangan di luar rumah.

Ketertarikannya terhadap musik cukup dekat karena semenjak kecil, Midah sering diperdengarkan lagu-lagu umi kulsum. Namun semenjak Midah keluar rumah, ketertarikan musiknya berubah menjadi musik keroncong karena dianggap lebih condong untuk dirinya.

Dalam novel ini Pram menyoroti bagaimana perhatian dan kasih sayang sangat penting dibutuhkan oleh anak. Peran orang tua yang tidak maksimal dalam lingkungan keluarga justru membuat anak mencari pelarian di luar rumah.

Midah juga menjadi representasi bagaimana seorang perempuan memperjuangkan kebebasan dan prinsip menemukan jalan hidup. Meski perjuangannya tersebut tidak selalu berakhir dengan kebahagiaan.

Negara yang masih menjungjung tinggi nilai-nilai patriarki membuat perempuan terbelenggu dalam cengkraman sosial. Perempuan tidak bisa bebas melakukan apa yang diinginkan karena dianggap tidak cocok dengan nilai-nilai sosial.

Misalnya saja ingin menjadi penyanyi keroncong tapi nilai sosial mengatakan bahwa menjadi penyanyi keroncong pada zaman itu merupakan profesi yang hina bagi seorang perempuan. Bahkan disetarakan dengan pekerjaan seksual.

Midah dengan segala problematik dalam kehidupannya berusaha tetap teguh untuk menemukan jalur hidupnya sendiri. Tidak peduli pada pandangan keluarga, masyarakat dan sosial. Midah tetap dengan prinsip teguhnya memilih jalan hidup menjadi seorang penyanyi.

Kritik Agamis

Midah terlahir dari kondisi lingkungan yang kental dengan nilai-nilai religius. Bapaknya seorang haji kaya raya yang selalu berdzikir kepada Tuhan. Namun kefanatikannya terhadap agama justru menghilangkan sisi humanis dalam dirinya. Ajaran agama yang seharusnya menjadi panduan justru dalam novel ini digunakan untuk menyalurkan kekerasan, diskriminasi dan norma patriarki yang menekan perempuan.

Pertama kali bapak mengetahui Midah memiliki ketertarikan terhadap musik keroncong, bapak marah dan menampar Midah juga piringan hitam dirusaknya seketika. Bapaknya mengatakan bahwa musik keroncong adalah haram. Midah juga dipaksa menikah dengan lelaki pilihan bapaknya.

Midah dipaksa menerima laki-laki yang tidak dicintainya. Seorang laki-laki kaya yang menyandang gelar haji. Sampai pada akhirnya Midah menikah dan hamil tiga bulan, dirinya baru mengetahui bahwa suaminya berpoligami. Setelah itu Midah memutuskan untuk keluar dari rumah.

Kritik Queen Bee Syndrome

Dalam pernikahan dini, wanita cenderung lebih rentan menjadi korban karena kombinasi faktor biologis, psikologis, sosial, dan ekonomi. (Sumber: Unsplash | Foto: Jorge Salvador)
Dalam pernikahan dini, wanita cenderung lebih rentan menjadi korban karena kombinasi faktor biologis, psikologis, sosial, dan ekonomi. (Sumber: Unsplash | Foto: Jorge Salvador)

Women support Women menjadi istilah yang belakangan ini erat kaitannya dengan dunia perempuan. Gerakan ini memiliki tujuan untuk membangun solidaritas dan kesetaraan gender, baik mendukung secara moral atau praktik, misanya saling berbagi pengalaman, berbagi pengetahuan ataupun sekedar mendengarkan cerita.

Namun dalam novel Pram justru menunjukkan bagaimana satu perempuan takut dan merasa tersaingi oleh kehadiran perempuan lain. Fenomena ini disebut sebagai Queen Bee Syndrome yang pertama kali dibahas oleh G.L. Staines seorang psikolog dari Universitas Michigan. Sindrom ini juga biasanya terjadi di dunia kerja.

Sindrom ini merupakan keadaan di mana perempuan yang berada di lingkungan dominasi laki-laki yang memiliki jabatan yang tinggi tapi menganggap perempuan lain lebih rendah darinya. Sebagaimana ratu lebah akan menganggap dirinya lebih superior dibandingkan lebah yang lain.

Menurut Naomi Ellemers salah satu profesor dari Universitas Utrecht Belanda, menyatakan bahwa sindrom ini merupakan label yang justru menunjukkan sisi bermasalah seorang perempuan. Menurutnya ini juga sebagai bentuk kosekuensi dari diskriminasi gender yang seringkali dialami perempuan.

Dalam novel ini ada tokoh bernama Nini yang menjadi salah satu perempuan dalam gabungan pengamen musik keroncong. Sebelum Midah datang, Nini menjadi satu-satunya penyanyi yang diandalkan dan selalu menjadi pusat perhatian.

Namun ketika Midah datang , Nini merasa posisinya terancam. Selain Midah lebih cantik dari dirinya, Nini juga merasa terusik karena Midah mempunyai suara yang indah. Bahkan Nini memandang sinis ke arah Midah setelah para anggota pengamennya memusatkan perhatian hanya pada Midah seorang.

Meski novel ini dibuat untuk merepresentasikan kondisi sosial pada era 50-an tapi saya rasa isu-isu di atas masih relevan dengan era sekarang. Bagaimana para oknum menyalahgunakan agama untuk menekan otoritas perempuan. Bagaimana sisi humanis seorang perempuan dirampas atas nama norma sosial dan bagaimana masih terjadi kompetisi dan sinisme di antara perempuan.

Selamat membaca. Perempuan, dengan skincare dia cantik. Dengan buku dia berilmu dan dengan akhlak dia beradab. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)