Belajar dari Nurhayati & Subakat, Bisnis bukan Tentang Viral tapi Sustainable

Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan Kamis 09 Okt 2025, 18:31 WIB
Belajar Bisnis dari Nurhayati & Subakat (Sumber: Screenshoot | Youtube Wardah)

Belajar Bisnis dari Nurhayati & Subakat (Sumber: Screenshoot | Youtube Wardah)

Hari ini bisnis kecantikan sudah menjadi bagian yang tidak pernah terpisahkan dari gaya hidup masyarakat modern. Mulai dari produksi skincare secara masif dan menjamurnya klinik-klinik kecantikan.

Tren bisnis kecantikan meraup keuntungan yang menggiurkan, bahkan beberapa seleb di tiktok yang sempat viral yaitu pemilik Daviena Skincare bisa meraup omzet milyaran perbulan.

Namun tidak selamanya yang viral bisa tetap bertahan di tengah gempuran industri perdagangan yang semakin masif. Bahkan ditemukan beberapa kasus dari produk yang ramai di media sosial justru mengandung bahan yang tidak baik untuk kesehatan yaitu merkuri.

Standar cantik yang menjadi kiblat perempuan Indonesia bukan lagi negaranya sendiri tapi merujuk pada fashion & beauty dari negara Barat. Bahkan beberapa tahun ke belakang tren beuty dari Korea menjadi preverensi baru bagi perempuan Indonesia.

Warna kulit yang putih pun menjadi dambaan hampir setiap perempuan di Indonesia. Hal inilah yang memicu perempuan Indonesia menjadi target pasar yang mudah dimanipulasi. Beberapa produk kecantikan yang menghasilkan hasil kecerahan secara cepat hampir menjadi incaran dan tidak peduli seberapa mahal harga skincare tersebut. Sementara secara logika skincare yang sehat bukan yang cepat merubah warna kulit tapi yang secara perlahan memperbaiki skin barier dari kulit manusia.

Dalam hal produk kecantikan itu, kita pun bisa belajar dari Nurhayati & Subakat Hadi, yang mengajarkan keberhasilan sebuah bisnis diawali dengan niat yang baik dan tepat. Melalui Wardah dan Paragon, keduanya selalu berusaha memberikan kebermanfaatan kepada orang lain.

Iyah jadinya rahasianya itu di niat, niat awal. Jadi banyak orang itu ingin hidup bahagia, kaya raya dan sukses. Justru sebelum berkecukupan kita sudah memberikan beasiswa. Artinya niatnya baik untuk membantu orang lain" Ujar Subakat dalam tayangan video di youtube.

Nurhayati dan Subakat pertama kali membuat perusahaan di bawah naungan PT. Pusaka Tradisi Ibu pada tahun 1985 dengan konsep home industry kosmetik. Produk awal mereka bernama PUTRI yang kemudian berkembang menjadi Wardah.

Penamaan ini berdasarkan survey yang dilakukan oleh Subakat di sebuah perkampungan. Menurutnya untuk membuat suatu produk maka kita harus punya brand. Kalau ingin memiliki brand maka harus melakukan survey. Bagi Subakat bahkan nama PUTRI bukan sekedar nama karena hal itu sesuai dengan pelajaran yang pernah dipelajari selama sekolah "Sampling segini, error marginnya segini".

Pada tahun 1995 mulai dilakukan launching produk dengan nama Wardah Cosmetic Brand yang merupakan pelopor kosmetik berbahan dasar halal. Menurut saya sejak dulu wardah sudah memiliki pola pikir modern. Bahkan sebelum produk lain menyadari bahwa segmentasi produk halal sangat penting dibuat di Indonesia karena sebagian besar masyarakat Indonesia di dominasi oleh masyarakat Islam. Pernyataan ini selaras dengan apa yang disampaikan Subakat.

Jadi banyak orang itu menyangka kalau paragon ini mom and popis. Padahal dari awal paragon sudah memiliki pemikiran yang jauh dan canggih. Jadi paragon ini bisa sederhana karena dipikirkan dengan canggih.

Sementara pada tahun 2011 PT. Pusaka Tradisi Ibu bertransformasi menjadi PT. Paragon Technology and Innovation. Di mana Paragon dibentuk dari visi yang memiliki nilai-nilai utama dari Ketuhanan, Kepedulian, Kerendahan Hati, Ketangguhan dan Inovasi. Bagi saya pilar tersebut bukan sekedar rencana tapi terealisasi dalam aktivitas perusahaannya.

Di media sosial, kita memang punya kontrol lebih terhadap citra diri, termasuk untuk kecantikan wajah. (Sumber: Pexels/cottonbro studio)
Di media sosial, kita memang punya kontrol lebih terhadap citra diri, termasuk untuk kecantikan wajah. (Sumber: Pexels/cottonbro studio)

Aspek Ketuhanan juga tersemat, bagaimana Nurhayati & Subakat memulai bisnisnya dengan nilai-nilai religiusitas. Kepedulian terpancar dari keduanya yang memikirkan bagaimana bisa berkontribusi bagi Indonesia dengan cara membuka bisnis yang bisa menyerap tenaga kerja. Kerendahan hati terlihat dari keduanya yang tidak banyak menampilkan flexing di media sosial, sosok yang sederhana dan begitu bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Ketangguhan terlihat dari produk yang dimiliki keduanya yang bertahan melewati berbagai periodisasi zaman dan pergantian kepemimpinan. Kemudian inovasi terlihat dari berbagai produk keluaran wardah yang mengikuti perkembangan zaman dan tren pasar. Tak hanya itu bahkan paragon menaungi beberapa brand besar seperti make over, labore, beyondly, tavi dan lain-lain.

Saya suka dengan prinsip yang dipegang Nurhayati sebagai perempuan bahwa dirinya percaya pendidikan adalah jalan mengubah hidup. Paragon bukan sekedar industri yang melahirkan ribuan produk tapi turut memikirkan penghargaan kepada karyawan yang sangat loyal terhadap perusahaan. Paragon memberikan apresiasi luar biasa kepada karyawan yang telah bekerja selama tujuh tahun dengan memberangkatkan karyawannya umrah bagi mereka yang muslim dan memberangkatkan ke Vatikan bagi karyawannya yang beragama kristen dan memberangkatkan ke India bagi mereka yang beragama Hindu.

Tanpa banyak drama perusahaan Paragon tetap kuat berdiri dan bahkan mengepakkan sayap-sayap suksesnya ke berbagai negara tanpa berisik dan mengusik. Bahkan baru-baru ini Paragon menghadiri "The Business of Beauty Global Forum" sekaligus menjadi pembicara dengan mengangkat topik "Halal Beauty".

Lewat Paragon bisa belajar banyak hal bahwa bisnis bukan sekedar viral dan tidak memperdulikan aspek keamanan pada konsumen demi kapitalisme semata. Bisnis yang hebat adalah yang bisa sustainable (berkelanjutan) dan memiliki kebermanfaatan bagi orang lain. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...
Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 28 Nov 2025, 23:00 WIB

Trotoar di Bandung: Jalan Kaki di Zaman Sandal Jepit ke Zaman Sneaker Premium

Trotoar di Bandung bukan sekadar tempat berjalan, tapi panggung kehidupan kota — kadang panggung tragedi, kadang komedi, seringnya keduanya sekaligus.
Kawasan legendaris Braga bukan sekadar jalan, melainkan lembaran sejarah yang hidup, menyatu dengan denyut nadi modernitas kota. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Biz 28 Nov 2025, 21:27 WIB

Membangun Kebiasaan Aman di Jalan Bersama Sadulur Bikers Bandung Timur

Keselamatan berkendara di Bandung kini bukan lagi sekadar kampanye, melainkan sebuah kesadaran yang perlahan tumbuh menjadi budaya.
Ilustrasi. Keselamatan berkendara di Bandung kini bukan lagi sekadar kampanye, melainkan sebuah kesadaran yang perlahan tumbuh menjadi budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 20:51 WIB

An Se Young Ratu Bulu Tangkis Korea yang Berhati Bersih dan Senang Berbagi

Sepanjang 2025, An Se Young berhasil menjuarai 10 dari 14 turnamen internasional yang ia ikuti.
Sepanjang 2025, An Se Young (kiri) berhasil menjuarai 10 dari 14 turnamen internasional yang ia ikuti. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kim Sunjoo)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 19:11 WIB

Cadasngampar dan Cicadas Itu Endapan Material Letusan Gunung Api 

Menelisik asal-asul nama geografis Cicadas dan Cadasngampar.
Cadasngampar di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. (Sumber: Citra satelit: Google maps)
Ayo Jelajah 28 Nov 2025, 18:46 WIB

Hikayat Kota Hantu Semipalatinsk, Halaman Belakang Uni Soviet yang jadi Kuburan Senyap Radiasi

Kisah suram Semipalatinsk, situs uji coba nuklir Soviet yang meninggalkan radiasi dengan jejak 456 ledakan nuklir, jutaan penduduk terdampak, dan kota yang membeku dalam kesunyian
Tampakan Semipalatinsk di Semey, Kazakhstan dan bekas lokasi uji coba senjata nuklir utama Uni Soviet dari tahun 1949 hingga 1989 (Sumber: Google Earth)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 18:37 WIB

Tren Olahraga Pilates: Solusi Kebugaran Holistik untuk Gaya Hidup Urban Bandung

Maulia Putri seorang praktisi gaya hidup sehat di Bandung, menceritakan manfaat pilates yang menjadikan latihan ini sebagai rutinitas.
Dua perempuan sedang melakukan latihan pilates pada Sabtu Siang, (08/11/25) di Studio Pilates Mekarwangi, Bojongloa Kidul, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penuis | Foto: Maya Amelia)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 18:15 WIB

Menyalakan Kehidupan Malam di Tengah Hening Lembang

Saat malam mulai turun di kaki Gunung Burangrang, kawasan Dusun Bambu berubah menjadi ruang wisata penuh cahaya.
Cahaya lampu menghiasi suasana malam di area wisata Dusun Bambu Lembang, (06/10/2025) (Foto: Dokumentasi Pihak Narasumber.)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 17:20 WIB

Kreativitas Generasi Z Bawa Warna Baru bagi Industri Pernikahan Bandung

Inovasi Gen Z dari Marlina mendorong Indhira Wedding Organizer berkembang pesat di Bandung.
Tim Indhira Wedding Organizer mengatur prosesi pernikahan adat Sunda di Bandung dengan detail dan kehangatan (18/10/2025). (Sumber: Indhira Wedding Organizer)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 17:03 WIB

Inovasi Risol yang Menggabungkan Citra Rasa Modern dan Pelestarian Budaya Sunda

Mourisol menyajikan risol premium dengan 8 varian rasa unik. Ukurannya besar, cocok sebagai pengganti makan berat.
Gambar 1.1 Rissol yang menjadi keunggulan Mourisol (5/11/2025) (Foto: (Sumber:Maura))
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 16:49 WIB

Makna Budaya Siraman dalam Pernikahan Adat Sunda

Pengantin asal Bandung, memilih melaksanakan tradisi siraman sebelum prosesi pernikahannya sebagai bentuk penyucian diri dan pelestarian budaya adat Sunda.
Mutiara Syoba’ah sedang melakukan budaya sakral siraman sebelum melangkah ke jenjang pernikahan, Jumat (14/01/2022) (Sumber: Dokumentasi Wedding Organizer | Foto: Ali Solehudin)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 16:39 WIB

Ko Dalang Menghidupkan Warisan Wayang Golek di Tengah Arus Modernisasi Budaya

Wayang Golek dihidupkan Ko Dalang Irfan lewat inovasi bahasa, durasi, dan alur modern.
Ko Dalang menampilkan pertunjukan Wayang Golek di Saung Angklung Udjo diiringi  dengan musik tradisional Sunda, Kamis (6/11/25), Kec. Cibeunying Kidul, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Ishanna Nagi)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 15:24 WIB

Mengulik Gedung Kosong 30 Tahun yang Disulap Jadi Rumah Hantu Braga

Wahana seru sekaligus uji nyali di tengah Kota Bandung.
Tampak depan Rumah Hantu Braga di Jalan Braga, Kota Bandung, Rabu 29 September 2025. (Foto: (Sumber: Dokumentasi Penulis | foto: Muhammad Amril Fathurrahman Rovery)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 14:29 WIB

Perluasan Area Petting Zoo Farmhouse Lembang: Pengalaman Belajar yang Menarik dan Seru

Wisata edukasi bernuansa Eropa yang terletak di dataran tinggi wilayah Bandung.
Seoarang anak memberi makan kelinci di area petting zoo Farmhouse Lembang (Sabtu 8/11/25). (Sumber: Fauzi Ananta)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 13:01 WIB

Olahraga Musim Dingin di Tengah Hangatnya Kota Kembang

Sensasi meluncur di atas es dengan latar taman hijau, arena semi outdoor pertama di Indonesia ini jadi spot seru.
Pengunjung menikmati kegiatan bermain ice skating pada sore hari di Garden Ice Rink, Paris Van Java, Bandung (14/09/2025). (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 10:42 WIB

Tips Mancing Gacor dari Komunitas! Wajib Tahu Komposisi Bahan terhadap Kualitas Umpan Ikan

Yang bikin Umpan TMK beda dari yang lain, bahan-bahannya bukan asal-asalan.
Team TOMCAT FISHING mengikuti lomba memancing acara DR FISHING Competition dan mendapatkan hadiah uang tunai pada 17 September 2025. (Sumber: Radhit Adhiyaksa Hermanto | Foto: Dokumentasi pribadi)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 09:33 WIB

Pelari Kalcer Merapat! Komunitas Olahraga Gen-Z Hadir di Kota Bandung

Berawal dari rasa FOMO, para Gen-Z di Bandung mulai menjadikan olahraga sebagai pilihan gaya hidup.
Para Anggota Olahraguys Sedang Melakukan Persiapan Untuk Kegiatan FunRun X Mad.Cultureid, Sukajadi, Kota Bandung (21/10/2025) (Sumber: Olahraguys | Foto: Olahraguys)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 08:59 WIB

Yoga Outdoor, Tren Hidup Sehat di Bandung

Sanggar Senam Vinisa menawarkan kelas untuk semua usia, memberi relaksasi, ketenangan, dan interaksi sosial, dengan tarif terjangkau.
Peserta melakukan yoga bersama di outdoor, Podomoro Park, Kabupaten Bandung pada Minggu (2/11/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Wan Maulida Kusuma Syazci)
Ayo Netizen 27 Nov 2025, 20:14 WIB

Pintu Rumah yang Tidak Pernah Tertutup

Pak Katenen seorang ASN yang bertugas di bagian Bimbingan Mental di TNI AU Lanud Sulaiman.
Ilustrasi rumah di dekat lingkungan pesantren. (Sumber: Ilustrasi AI)
Ayo Biz 27 Nov 2025, 19:55 WIB

Potensi Bisnis Mall Bandung Menguat di Tengah Tren Konsumsi dan Gaya Hidup Urban

Mall di Bandung tidak lagi sekadar menjadi ruang transaksi, melainkan telah bertransformasi menjadi destinasi pengalaman yang menyatukan belanja, hiburan, kuliner, dan interaksi sosial.
Ilustrasi. Mall di Bandung tidak lagi sekadar menjadi ruang transaksi, melainkan telah bertransformasi menjadi destinasi pengalaman yang menyatukan belanja, hiburan, kuliner, dan interaksi sosial. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Jelajah 27 Nov 2025, 18:36 WIB

Hikayat Johny Indo, Robin Hood Garut Pemburu Harta Orang Kaya

Kisah lengkap Johny Indo, si Robin Hood Garut yang merampok orang kaya, kabur dari penjara, hingga membintangi banyak film aksi.
Johny Indo, Robin Hood dari Garut.