Belajar dari Nurhayati & Subakat, Bisnis bukan Tentang Viral tapi Sustainable

4 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Belajar Bisnis dari Nurhayati & Subakat (Sumber: Screenshoot | Youtube Wardah)
Belajar Bisnis dari Nurhayati & Subakat (Sumber: Screenshoot | Youtube Wardah)

Hari ini bisnis kecantikan sudah menjadi bagian yang tidak pernah terpisahkan dari gaya hidup masyarakat modern. Mulai dari produksi skincare secara masif dan menjamurnya klinik-klinik kecantikan.

Tren bisnis kecantikan meraup keuntungan yang menggiurkan, bahkan beberapa seleb di tiktok yang sempat viral yaitu pemilik Daviena Skincare bisa meraup omzet milyaran perbulan.

Namun tidak selamanya yang viral bisa tetap bertahan di tengah gempuran industri perdagangan yang semakin masif. Bahkan ditemukan beberapa kasus dari produk yang ramai di media sosial justru mengandung bahan yang tidak baik untuk kesehatan yaitu merkuri.

Standar cantik yang menjadi kiblat perempuan Indonesia bukan lagi negaranya sendiri tapi merujuk pada fashion & beauty dari negara Barat. Bahkan beberapa tahun ke belakang tren beuty dari Korea menjadi preverensi baru bagi perempuan Indonesia.

Warna kulit yang putih pun menjadi dambaan hampir setiap perempuan di Indonesia. Hal inilah yang memicu perempuan Indonesia menjadi target pasar yang mudah dimanipulasi. Beberapa produk kecantikan yang menghasilkan hasil kecerahan secara cepat hampir menjadi incaran dan tidak peduli seberapa mahal harga skincare tersebut. Sementara secara logika skincare yang sehat bukan yang cepat merubah warna kulit tapi yang secara perlahan memperbaiki skin barier dari kulit manusia.

Dalam hal produk kecantikan itu, kita pun bisa belajar dari Nurhayati & Subakat Hadi, yang mengajarkan keberhasilan sebuah bisnis diawali dengan niat yang baik dan tepat. Melalui Wardah dan Paragon, keduanya selalu berusaha memberikan kebermanfaatan kepada orang lain.

Iyah jadinya rahasianya itu di niat, niat awal. Jadi banyak orang itu ingin hidup bahagia, kaya raya dan sukses. Justru sebelum berkecukupan kita sudah memberikan beasiswa. Artinya niatnya baik untuk membantu orang lain" Ujar Subakat dalam tayangan video di youtube.

Nurhayati dan Subakat pertama kali membuat perusahaan di bawah naungan PT. Pusaka Tradisi Ibu pada tahun 1985 dengan konsep home industry kosmetik. Produk awal mereka bernama PUTRI yang kemudian berkembang menjadi Wardah.

Penamaan ini berdasarkan survey yang dilakukan oleh Subakat di sebuah perkampungan. Menurutnya untuk membuat suatu produk maka kita harus punya brand. Kalau ingin memiliki brand maka harus melakukan survey. Bagi Subakat bahkan nama PUTRI bukan sekedar nama karena hal itu sesuai dengan pelajaran yang pernah dipelajari selama sekolah "Sampling segini, error marginnya segini".

Pada tahun 1995 mulai dilakukan launching produk dengan nama Wardah Cosmetic Brand yang merupakan pelopor kosmetik berbahan dasar halal. Menurut saya sejak dulu wardah sudah memiliki pola pikir modern. Bahkan sebelum produk lain menyadari bahwa segmentasi produk halal sangat penting dibuat di Indonesia karena sebagian besar masyarakat Indonesia di dominasi oleh masyarakat Islam. Pernyataan ini selaras dengan apa yang disampaikan Subakat.

Jadi banyak orang itu menyangka kalau paragon ini mom and popis. Padahal dari awal paragon sudah memiliki pemikiran yang jauh dan canggih. Jadi paragon ini bisa sederhana karena dipikirkan dengan canggih.

Sementara pada tahun 2011 PT. Pusaka Tradisi Ibu bertransformasi menjadi PT. Paragon Technology and Innovation. Di mana Paragon dibentuk dari visi yang memiliki nilai-nilai utama dari Ketuhanan, Kepedulian, Kerendahan Hati, Ketangguhan dan Inovasi. Bagi saya pilar tersebut bukan sekedar rencana tapi terealisasi dalam aktivitas perusahaannya.

Di media sosial, kita memang punya kontrol lebih terhadap citra diri, termasuk untuk kecantikan wajah. (Sumber: Pexels/cottonbro studio)
Di media sosial, kita memang punya kontrol lebih terhadap citra diri, termasuk untuk kecantikan wajah. (Sumber: Pexels/cottonbro studio)

Aspek Ketuhanan juga tersemat, bagaimana Nurhayati & Subakat memulai bisnisnya dengan nilai-nilai religiusitas. Kepedulian terpancar dari keduanya yang memikirkan bagaimana bisa berkontribusi bagi Indonesia dengan cara membuka bisnis yang bisa menyerap tenaga kerja. Kerendahan hati terlihat dari keduanya yang tidak banyak menampilkan flexing di media sosial, sosok yang sederhana dan begitu bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Ketangguhan terlihat dari produk yang dimiliki keduanya yang bertahan melewati berbagai periodisasi zaman dan pergantian kepemimpinan. Kemudian inovasi terlihat dari berbagai produk keluaran wardah yang mengikuti perkembangan zaman dan tren pasar. Tak hanya itu bahkan paragon menaungi beberapa brand besar seperti make over, labore, beyondly, tavi dan lain-lain.

Saya suka dengan prinsip yang dipegang Nurhayati sebagai perempuan bahwa dirinya percaya pendidikan adalah jalan mengubah hidup. Paragon bukan sekedar industri yang melahirkan ribuan produk tapi turut memikirkan penghargaan kepada karyawan yang sangat loyal terhadap perusahaan. Paragon memberikan apresiasi luar biasa kepada karyawan yang telah bekerja selama tujuh tahun dengan memberangkatkan karyawannya umrah bagi mereka yang muslim dan memberangkatkan ke Vatikan bagi karyawannya yang beragama kristen dan memberangkatkan ke India bagi mereka yang beragama Hindu.

Tanpa banyak drama perusahaan Paragon tetap kuat berdiri dan bahkan mengepakkan sayap-sayap suksesnya ke berbagai negara tanpa berisik dan mengusik. Bahkan baru-baru ini Paragon menghadiri "The Business of Beauty Global Forum" sekaligus menjadi pembicara dengan mengangkat topik "Halal Beauty".

Lewat Paragon bisa belajar banyak hal bahwa bisnis bukan sekedar viral dan tidak memperdulikan aspek keamanan pada konsumen demi kapitalisme semata. Bisnis yang hebat adalah yang bisa sustainable (berkelanjutan) dan memiliki kebermanfaatan bagi orang lain. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 26 Jun 2026, 20:33

Menggerakkan Idealisme Mahasiswa Berprestasi

Apa yang membuat mahasiswa semangat menjalani hari-hari dan mengubah dirinya?

Ilustrasi gerakan mahasiswa berprestasi. (Sumber: Gemini AI | Foto: Gemini AI)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 19:38

Cek Kesehatan Gratis dan Investasi SDM Indonesia Emas 2045

Menganalisa manfaat Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

Cek Kesehatan Gratis (Sumber: https://ayosehat.kemkes.go.id/cek-kesehatan-gratis | Foto: https://ayosehat.kemkes.go.id/cek-kesehatan-gratis)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 18:39

Transformasi Perkebunan Karet Alam di Jabar, Mungkinkah?

Industri berbasis karet alam di Jawa Barat saat ini menghadapi tantangan penurunan produktivitas lahan dan pasokan lateks .

Ilustrasi perkebunana karet di Jawa Barat (Sumber: freepik)
Wisata & Kuliner 26 Jun 2026, 17:25

Panduan Berkunjung ke Pantai Sawarna: Delapan Pantai, Gua, dan Lanskap Pesisir di Selatan Banten

Jelajahi Pantai Sawarna di Lebak, Banten, dengan deretan pantai indah, gua karst, spot surfing, dan panorama Samudra Hindia yang memukau.

Sunset Pantai Tanjung Layar Sawarna. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 16:30

Perempuan dan Polarisasi Modern

Perubahan zaman modern terkadang masih diselimuti oleh isu-isu kaum marjinal, terutama kaum perempuan.

Ilustrasi perempuan Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Ruly Nurul Ihsan)
Linimasa 26 Jun 2026, 16:25

Hikayat Pelatih Kuda Renggong, Bisa Berganti Ratusan Kuda Karena Tidak Cocok

Menjadi pelatih kuda renggong tak hanya butuh keahlian, tetapi juga chemistry. Usep telah berganti ratusan kuda demi menemukan pasangan terbaik.

Usep, salah seorang pelatih kuda renggong di Ujungberung, Kota Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 16:03

Publikasi Hasil Lisensi Klub Berhasil Menjaga Konsistensi Komunikasi pada Dua Platform Digital

Konsistensi komunikasi menjadi kunci kredibilitas sebuah perusahaan. Artikel ini menganalisis konsistensi komunikasi PT I.League pada dua platform digital.

Persib Bandung Vs Semen Padang FC. (Sumber: ileague.id)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 15:24

Mengenal Karel Albert Rudolf Bosscha

Karel Albert Rudolf Bosscha merupakan salah satu figur Belanda yang berperan dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan di Indonesia

Karel Albert Rudolf Bosscha. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Jodya Maulana)
Linimasa 26 Jun 2026, 15:18

Hikayat Kampung Pembuat Panci di Bandung, Bertahan di Tengah Perubahan Zaman

Kampung Cikalang Kaler di Bandung telah puluhan tahun memproduksi panci. Kini mereka bertahan di tengah perubahan teknologi dapur modern.

Pengrajin di kampung pembuat panci Cileunyi, Kabupaten Bandung, bertahan di tengah perubahan zaman. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 15:04

Perkembangan Industri Perfilman Indonesia dari Tahun 1950-2026

Menelisik sejarah panjang perfilman di Indonesia dan karya-karya tersohor yang muncul sepanjang delapan dekade.

Judul film Darah dan Doa (1950). Film pertama yang diproduksi oleh orang Indonesia (Sumber: Wikipedia)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 14:33

Eksistensi Arumba sebagai Musik Tradisional Sunda di Tengah Modernisasi

Arumba merupakan alat musik tradisional dari Sunda yang masih eksis hingga saat ini meskipun berada di tengah arus modernisasi.

Kegiatan siswa memainkan Arumba sebagai bentuj pelestarian seni musik tradisional Sunda di lingkungan sekolah (Sumber: dokumentasi pribadi)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 14:13

Kuy Ah ... ke Sekolah Swasta

Melihat sekolah swasta yang sekarang semakin banyak melahirkan pelajar berprestasi hebat.

Ilustrasi siswa sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Airlangga Jati)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 13:09

Perbankan di Indonesia Integrasikan UMKM dalam Membangun Citra Positif

Publikasi BSI terkait integrasi UMKM halal menarik dianalisis: website menggunakan kata kunci formal, sedangkan Instagram menggunakan bahasa yang lebih sederhana bagi audiens.

Kedai-kedai UMKM di Pasar Cihapit, Kota Bandung. (Foto: Ayobandung.com/Kavin Faza)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 12:50

Dari Patriarki ke Femisida: Membaca Kekerasan terhadap Perempuan sebagai Warisan Struktur Historis

Bagaimana sistem kuasa yang diwariskan lintas generasi membentuk, menormalkan, dan melanggengkan kekerasan terhadap perempuan hingga titik terparahnya.

Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. (Sumber: Istimewa)
Wisata & Kuliner 26 Jun 2026, 11:25

Panduan Berkunjung ke Lembang Park and Zoo: Kebun Binatang Bergaya Eropa di Dataran Tinggi Bandung

Lembang Park and Zoo menawarkan kebun binatang modern, wahana bermain, safari mini, hingga cat café unik di kawasan sejuk Lembang.

Lembang Park and Zoo. (Sumber: Ayomedia | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 09:42

HANI dan Tren Modus Operandi Kasus Narkotika

Bandung Raya kian rawan narkoba dengan adanya industri rumahan tembakau sintetis.

Polda Jabar musnahkan narkotika. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Rahmat Kurniawan))
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 09:16

Peringatan Darurat Kekerasan terhadap Perempuan

Mata dibutakan, bibir digunting: krisis keamanan berbasis gender yang mengancam perempuan.

Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. (Sumber: Unplash)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 08:20

Memperjuangkan Representasi Anak-Anak Autis Bersama Komunitas Autistik

Peluncuran Boneka Barbie autis pada website dan instagram PT Mattel menunjukkan bentuk penghargaan dan penghormatan kepada anak-anak penyandang autisme dalam bentuk boneka.

Ilustrasi anak autisme. (Sumber: Pexels | Foto: Mah mud)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 07:56

Makna Sejati Karangan Bunga KDM untuk Jakarta

Provinsi lain perlu belajar dari Jakarta terkait dengan keberhasilan mendongkrak indeks pembangunan manusia (IPM) dan sukses menata sistem pengembangan SDM.

Karangan bunga KDM untuk HUT Jakarta (Sumber: tangkapan layar)
Ayo Netizen 25 Jun 2026, 20:12

Kembang Tanpa Dedaunan

Menjaga kondisi hawa atau cuaca di Kota Bandung agar tidak menjadi lebih panas di tahun-tahun berikiutnya sesuai dengan tema hari Lingkungan Hidup sedunia tahun 2026.

The Rollies (1972). (Sumber: Wikimedia Commons)