'Nebeng Hotspot' saat Pembayaran Digital

4 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Nebeng hotspot disaat kondisi darurat memang tidak masalah. Namun jika kamu melakukan secara terus-menerus dengan berharap orang lain memaklumi dan terus membantu kamu itu namanya tidak tahu diri. (Sumber: Freepik)
Nebeng hotspot disaat kondisi darurat memang tidak masalah. Namun jika kamu melakukan secara terus-menerus dengan berharap orang lain memaklumi dan terus membantu kamu itu namanya tidak tahu diri. (Sumber: Freepik)

Kemajuan teknologi turut serta dalam merubah budaya masyarakat dalam ranah apapun. Tak terkecuali saat melakukan transaksi digital. Bahkan pembayaran digital tak hanya mempermudah akses pembayaran tapi juga sudah menjadi gaya hidup masyarakat modern yang merasa bahwa 'pembayaran digital' menunjukkan status sosial seseorang.

Mengapa saya nyatakan demikian? karena masih ada masyarakat yang hanya berbelanja Rp. 3000-10.000 dengan menggunakan uang digital. Melihat kasus ini banyak beberapa kemungkinan yang menjadi alasannya.

Pertama, mungkin seseorang itu menyimpan seluruh keuangannya dalam bentuk uang digital sehingga dengan adanya Qris mempermudah melakukan pembayaran. Sebetulnya hal ini bukan masalah besar hanya saja seringkali beberapa customer jadi merepotkan karyawan suatu outlet. Terlebih semua outlet belum sepenuhnya menyediakan pembayaran cashless.

Masalahnya ketika sudah dibantu oleh karyawan melakukan pembayaran tunai, di kemudian hari customer yang bersangkutan melakukan hal yang sama dan berharap mendapat bantuan karyawan itu kembali. Padahal seharusnya customer menyadari bahwa outlet yang bersangkutan hanya menerima pembayaran tunai maka dari itu kesadaran secara penuh harus menjadi pertimbangan.

Kedua, customer yang malas mengambil atau mencari uang tunai. Kejadian ini baru saja saya lihat dari salah satu postingan orang random di tiktok. Akun tersebut menceritakan kekecewaannya terhadap sebuah resto dan meminta saran kepada netizen apakah dirinya layak memberikan rating jelek di google review. Berharap disambut baik oleh netizen ternyata akun tersebut lebih banyak mendapat hujatan ketimbang pembelaan.

Dalam narasi yang disampaikannya, akun tersebut menyatakan bahwa dirinya sadar hanya memiliki uang tunai sebesar Rp.40.000. Menurut pengakuannya sebagai pelanggan tetap dirinya tahu bahwa outlet yang bersangkutan tidak menyediakan pembayaran non-tunai.

Namun dirinya tetap memaksakan order di atas kemampuan uang tunai yang dimilikinya dengan alasan sebelumnya ada karyawan yang membantu dirinya untuk membayarkan dengan sistem barter antara uang tunai dan uang non tunai.

Bukannya mencari ATM terdekat untuk menambah kekurangannya atau minimal merogoh tas dalam-dalam barangkali ada uang yang terselip. Dirinya lebih memilih jalan pintas untuk kembali melakukan pembayaran secara non-tunai dengan meminta tolong kepada karyawan yang sebelumnya membantu dirinya.

Menurut saya ini menjadi kurang etis karena sudah termasuk menyalahgunakan kebaikan orang lain.

Selanjutnya masih dengan akun yang sama, selain customer tersebut meminta barter uang, dirinya juga meminta hotspot kepada karyawan yang bersangkutan di saat jam ramai pengunjung. Karyawan yang merasa tidak enakan meminta customer itu menunggu karena dirinya masih membuat pesanan orang lain.

Masalahnya bukan di uang elektronik, namun ada di kita. (Sumber: Pexels/Nicola Barts)
Masalahnya bukan di uang elektronik, namun ada di kita. (Sumber: Pexels/Nicola Barts)

Sementara seseorang yang diduga customer sebagai owner berkata demikian, "Mba lain kali jangan dibiasakan ya, besok-besok jangan kaya gitu lagi, bikin ribet karyawan soalnya".

Saya pikir wajar owner berkata demikian karena customer tersebut sudah dua kali melakukan hal tersebut. Padahal dirinya sadar bahwa outlet tersebut tidak menyediakan pembayaran non tunai dan masih ngotot untuk belanja di atas kemampuan uang tunai yang dimilikinya.

Kondisi ini diperparah dengan customer tersebut meminta hotspot kepada salah satu karyawan yang sudah menolong sebelumnya dan customer tersebut berharap bisa mendapat pertolongan untuk kedua kalinya karena tidak mau merepotkan dirinya sendiri dengan menarik uang tunai di atm terdekat sebelum memesan makanan.

Betul, pelanggan adalah raja tapi sebagai raja juga mesti bijak dan paham aturan yang diberlakukan oleh suatu outlet. Jangan karena pelanggan adalah raja kemudian merasa layak bisa berlaku semena-mena.

Pembayaran secara tunai maupun non-tunai adalah hak customer hanya saja menyediakan akses untuk terhubungnya sebuah pembayaran tidak selalu menjadi kewajiban pemilik outlet. Jangan karena hal-hal yang kita anggap sepele kemudian di normalisasi dan merasa tindakan yang dilakukan benar tanpa memperdulikan nilai etika.

Jika kamu pengguna wifi di rumah tetap usahakan meliliki data selular seminimal mungkin 2GB untuk membantu akses kamu terhubung dengan dunia digital. Jangan hanya ponsel kamu yang mewah dan dianggap punya status sosial di masyarakat tapi urusan data selular saja yang harganya paling murah Rp.10.000 kamu tidak sanggup menyediakannya.

Istilahnya percuma ponsel mahal jika kuota saja kamu minta-minta kepada orang lain yang menggunakan ponsel android, yang seringnya kamu remehkan status sosialnya berdasarkan merk ponsel yang dimiliki.

Memiliki kuota untuk menyalakan data selularjuga membantu kamu jika sedang berada dalam kondisi darurat yang tidak diinginkan, misalnya diculik, dirampok atau tindakan kriminal yang lainnya. Apakah saat hal-hal menakutkan itu terjadi, kamu masih punya kesempatan untuk meminta bantuan orang lain memberikan hotspot kepada kamu?

Di dunia serba digital ini kita juga harus tetap punya kesadaran bahwa kondisi di masyarakat belum sepenuhnya menyediakan fasilitas pembayaran secara digital. Maka menyimpan uang minimal Rp.100.000 di dompet menjadi kewajiban untuk meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan.

Tidak selamanya pembayaran non tunai lancar, bisa saja ada kendala jaringan, erornya aplikasi dan belum meratanya pembayaran digital di semua outlet yang kamu kunjungi. Jangan sampai karena tidak ada uang tunai kita jadi merepotkan orang lain.

Hal-hal yang sering kamu anggap sepele justru terkadang merepotkan orang lain. Tetap bijak dan pahami batasan-batasan orang lain yang perlu kamu hargai. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 17 Jul 2026, 14:50

Islam di Kerajaan Demak: Warisan Peradaban dan Hukum Islam

Kemunculan Demak tidak terlepas dari melemahnya Majapahit yang memberi kesempatan bagi para penguasa Islam di pesisir Jawa untuk membangun kekuasaan.

Masjid Agung Demak, yang terletak di Kauman, Demak, Jawa Tengah, dibangun pada abad ke-15 M oleh Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, bersama para Wali Songo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hastosuprayogo)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 13:56

Panduan Wisata ke Pantai Legon Pari Sawarna, Laguna Tersembunyi di Ujung Jalan Setapak

Panduan lengkap Pantai Legon Pari Sawarna, mulai dari harga tiket, rute menuju lokasi, aktivitas, camping, hingga rekomendasi penginapan terbaru.

Pantai Legon Pari Sawarna. (Sumber: wisatasawarna.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 13:42

Soedirman dalam Tulisan Tempo

Review buku Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir karya Tempo.

Buku "Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir" (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nahla Lisana, 2026)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 12:33

Persib dan Mimpi Menjadi Kekuatan Indonesia

Persib memiliki peluang menjadi salah satu lokomotif perubahan sepak bola di Tanah Air.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saar mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Jul 2026, 10:59

Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:03

Jejak Tersembunyi di Balik Gereja Sidang Kristus Sukabumi

Gereja Sidang Kristus merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ada di pusat kota Sukabumi.

Tampak depan Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kepadalisna)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 18:44

Inspirasi Pajajaran sebagai Warisan yang Menunggu Diingat Kembali

Kerajaan Pajajaran banyak meninggalkan sejarah di masa Nusantara, tapi sayangnya ingatan kolektif tentang inspirasi Pajajaran bagi masa kini mulai terlupakan.

Kirab budaya di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa 19 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 17:05

Menikmati Matahari Terbit di Lawang Angin

Lawang Angin Garut menawarkan panorama matahari terbit, Gunung Cikuray, kabut pegunungan, dan potensi wisata yang belum tergarap.

Sunset di Lawang Angin, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 16:33

Mandala Koran Legendaris yang Mewarnai Sejarah Pers Jawa Barat

Pada masanya, Harian Mandala merupakan salah satu surat kabar paling berpengaruh di Jawa Barat.

Sampul depan Harian Umum MANDALA edisi 13 Juli 1976, terbitan 50 tahun silam yang menjadi salah satu saksi perjalanan pers di Jawa Barat. (Sumber: Foto dan koleksi koran lawas milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 15:12

Teruslah Membaca meskipun Dianggap Tidak Berguna

Membaca saja tidak cukup, kita harus memahami isi, konteks, dan pesan yang ingin disampaikan dalam buku atau tulisan tersebut.

Seseorang sedang membaca buku. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 14:43

Di Balik MPLS Masih Adakah Pendidikan untuk Semua?

MPLS sudah dilaksanakan namun yang menjadi sorotan adalah masih ada sekolah yang menerima murid kurang dari kebutuhan

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 12:56

Bagaimana Teknologi Pengenal Plat Nomor Mengubah Wajah Transportasi Modern?

Teknologi License Plate Recognition (LPR) memungkinkan kamera dan AI mengenali plat nomor kendaraan secara otomatis untuk mendukung transportasi yang lebih aman, efisien, dan cerdas.

LPR (License Plate Recognition) atau disebut juga dengan ANPR (Automatic Number Plate Recognition) adalah salah satu aplikasi cctv untuk mengenali plat nomor kendaraan. (Sumber: ilmiteknik.co.id)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 11:48

Panduan Berkunjung ke Pulau Komodo: Cara ke Labuan Bajo, Pink Beach, dan Pulau Padar

Panduan lengkap Taman Nasional Komodo mulai dari harga tiket, aplikasi SiOra, Pulau Padar, Pink Beach, Manta Point, hingga pilihan tour terbaik.

Pulau Komodo. (Sumber: Flickr)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 11:09

Bobotoh Layak Menuntut Persib Lebih daripada Sekadar Juara

Klab besar di dunia hampir tidak pernah mendefinisikan dirinya hanya melalui jumlah piala yang mereka koleksi.

Bobotoh Persib sedang berkonvoi. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Lukman Hidayat/Magang)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 08:00

Ci Manuk, Sungai Suci Penuh Do’a untuk Kekuatan Jiwa

Ci Manuk itu bukan berasal dari kata "manuk" yang berarti burung, tapi berasal dari kata "manu", dari bahasa Sanskerta.

Bandar Dermayu, tertulis dalam peta abad ke-16. Peta ini merupakan potongan dari Nova tabula insularum Javae, Sumatrae, Borneonis et aliarum Malaccam usque, 1598. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 07:42

Republik Tanpa Akuntabilitas

Kekuasaan yang menolak pertanggungjawaban sesungguhnya sedang mengingkari hakikatnya sebagai amanah rakyat.

Sebuah aksi penolakan Jokowi di Jawa Barat. Bandung 14 Juli 2026 di Depan DPRD Jawa Barat (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 18:45

Sisi Lain Kota Bandung: Kebiasaan Lama yang Berulang Kembali

Bahkan peringatan "Kesurupan" pun tetap tidak menghentikan oknum pembuang sampah sembarangan di kawasan Cibaduyut.

Peringatan Hantu dan CCTV pun tidak mengurungkan niat seseorang untuk membuang sampah sembarangan (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)