Oleh-Oleh dari Bengkel Rancage 'Ngarang Carita Pondok'

4 menit baca
Eli Rusli
Ditulis oleh Eli Rusli diterbitkan
Pasanggiri Ngarang Carpon 2025. (Sumber: Youtube/SundaDigi)
Pasanggiri Ngarang Carpon 2025. (Sumber: Youtube/SundaDigi)

Hari Kamis tanggal 2 Oktober 2025, penulis menjadi salah satu peserta Bengkel Rancage (Workshop) “Ngarang Carita Pondok” yang bertempat di Kantor Majalah Mangle Jalan Dipati Ukut No. 46 Bandung. Acara ini diselenggarakan oleh Pusat Budaya Sunda (PBS) Universitas Padjadjaran bekerjasama dengan Majalah Mangle, Komunitas Pakarangan, Sundadigi, dan Penerbit Pustaka Jaya.

Acara ini merupakan rangkaian atau kelanjutan dari Pasanggiri Ngarang Carpon 2025 (Sayembara Menulis Cerpen 2025) yang bertema “Perjoangan Para Pahlawan”. Peserta dibagi dua kategori yaitu peserta umum dan pelajar.

Dalam kategori umum diramaikan oleh beberapa penulis yang karangannya sering menghiasi koran dan majalah sunda seperti Aan Merdeka Permana, Asikin Hidayat, Eriyadi Budiman, Aris Kumetir, Vonny Purwasih, Firda Aulia, Toni Lesmana, Agus Sugianto, dan lain-lain. Yang sangat menggembirakan peserta dari kalangan pelajar tidak kalah banyak dari peserta umum. Bahkan ada salah seorang peserta yang datang dari Bungbulang, Garut Selatan. Tentu saja bagi regenerasi pengarang sunda hal ini sangat menjanjikan.

Acara sedikit telat beberapa menit dari yang sudah diagendakan dan dibuka oleh Kepala PBS Unpad, Prof. Dr. Ir. Ganjar Kurnia, DEA. Kemudian dilanjutkan dengan pemateri Teddi Muhtadin, pemimpin Redaksi Majalah Mangle yang mengambil tema Milih Takdir Jadi Pangarang. Menurut beliau menjawab pertanyaan penulis, meski jaman sudah berubah, media yang memuat carita pondok (carpon) semakin sedikit, honor pengarang juga kurang menggembirakan, bagi yang memilih menjadi pengarang harus konsisten untuk mengarang.

Peribahasa bahasa Sunda mengatakan teundeun di handeuleum sieum, tunda di hanjuang siang, paranti nyokot ninggalkeun. Yang bila diterjemahkan kurang lebih, biarkan karya kita tersimpan dengan rapi dan aman, suatu saat di masa depan pasti akan berguna bagi generasi mendatang.

Selain pemimpin Redaksi Majalah Mangle, salah satu pembicara adalah Hikmat Gumelar, sastrawan & kritikus sastra yang sekarang mengelola litbang Majalah Mangle. Beliau mengutarakan mengenai pentingnya data dan fakta subjektif, objektif, dan imajinatif dalam sebuah carpon. Sebuah carpon meski hanya cerita rekaan atau fiksi tetap tidak akan lepas dari ketiga data dan fakta tersebut. Data dan fakta tersebut dibutuhkan untuk membangun sebuah cerpen yang utuh.

Selepas zuhur, peserta dibagi ke dalam dua kelompok, kelompok umum dan kelompok pelajar. Kelompok pelajar diasuh oleh Dian Hendrayana, redakur fiksi Majalah Mangle dan Deni A. Fajar, sastrawan & salahsatu dewan redaksi di Majalah Mangle sedangkan kelompok umum dibimbing oleh Hadi AKS, sastrawan dan pengelola Komunitas Pakarangan dan Darpan, sastrawan Sunda asal Karawang.

Di kelompok umum tidak semua penulis yang disebutkan di atas mengikuti acara Bengkel Rancage. Namun peserta yang hadir sangat antusias mengikuti materi yang disuguhkan Hadi AKS dan Darpan. Dalam kesempatan ini, selain materi tentang carpon, Mang Opang demikian panggilan akrab Darpan juga mengoreksi carpon-carpon dari peserta yang mengikuti pasanggiri, khususnya yang masuk ke dalam nominasi atau sepuluh besar peserta terpilih.

Hadi AKS begitu menggelora memberikan suntikan kepada peserta yang hadir agar terus menerus menulis carpon. Beliau bahkan mengundang peserta agar masuk ke Komunitas Pakarangan yang menjadi kawah candradimuka bagi para pengarang yang namanya sering menghiasi koran dan majalah sunda sekarang.

Iustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Zulfikar Arifuzzaki)
Iustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Zulfikar Arifuzzaki)

Di tengah penggunaan Bahasa Sunda yang semakin berkurang, khususnya di kalangan anak-anak sekolah, demikian salah satu keluhan peserta yang juga guru sekolah, Bengkel Rancage bak oase di gurun pasir. Selain memperoleh tambahan ilmu mengarang carpon, para peserta bisa bertukar pikiran dengan pemateri dan sesama peserta bagaimana menghidupkan Bahasa Sunda dan minat membaca di kalangan anak-anak sekolah.

Pengakuan salah seorang pengarang kepada penulis, begitu sulitnya menumbuhkan minat literasi di kalangan anak-anak. Ramai diawal, selanjutnya mandek, akhirnya cape sendiri.

Selain itu lewat Bengkel Rancage, para pengarang bisa bersilaturahmi sesama pengarang. Jika selama ini hanya bisa membaca karangannya atau saling sapa di media sosial saja dengan kegiatan ini bisa bertatap muka langsung sehingga bisa berbagi pengalaman.

Acara Bengkel Rancage “Ngarang Carita Pondok” yang digagas PBS Unpad bekerjasama dengan Majalah Mangle, Komunitas Pakarangan, Sundadigi, dan Penerbit Pustaka Jaya harus diapresiasi. Dengan kegiatan ini tentu saja diharapkan bakal menghasilkan pengarang-pengarang atau sastrawan sunda yang akan menghasilkan karya-karya yang monumental dan konsisten.

Dan yang paling penting terlahir generasi yang akan memelihara tradisi, budaya, dan Bahasa Sunda sehingga tidak punah ditelan jaman melalui carpon. Dengan Bengkel Rancage “Ngarang Carita Pondok” akan lahir pengarang sunda seperti Samsudi, Ahmadi Bakri, Caraka, Aam Amilia, Ki Umbara, Usep Romli HM, Godi Suwarna, Darpan, Hadi AKS, Dian Henrdrayana, Mien Resmana, Holisoh M. E, dan lain-lain.

Penutup, sebelum acara Bengkel Rancage ditutup di kelompok umum, Darpan mengutip salah satu pernyataan Saini KM. Mang Opang mengatakan bahwa pengarang carpon itu termasuk salah satu manusia purba yang menjaga nyala api di mulut gua.

Seandainya api itu padam maka akan membahayakan semua penghuni gua. Maka, meskipun menulis carpon itu belum mampu mendatangkan materi yang cukup, minimal bisa ikut memelihara dan menjaga kelangsungan hidup tradisi, budaya, dan Bahasa Sunda. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)