Gaduh Kisah Vina Garut, Skandal Video Syur yang Bikin Geger

5 menit baca
Hengky Sulaksono
Ditulis oleh Hengky Sulaksono diterbitkan
Ilustrasi (Sumber: Freepik)
Ilustrasi (Sumber: Freepik)

AYOBANDUNG.ID - Di siang bolong, 13 Agustus 2019, dunia maya Indonesia meledak. Sebuah video berdurasi beberapa menit beredar di WhatsApp. Video itu menampilkan seorang perempuan muda melakukan adegan ranjang bersama empat pria di kamar hotel. Tidak ada sensor. Tidak ada malu. Kelak, penggalan video tersebut terkenal dengan sebutan Vina Garut.

Publik geger. Vina siapa? begitu banyak yang bertanya. Dalam hitungan hari, nama itu menduduki posisi teratas trending topic Twitter. Warganet saling berbagi potongan video, sebagian dengan rasa penasaran, sebagian lagi dengan moralitas mendadak. Polisi pun turun tangan, melakukan perburuan terhadap siapa saja yang terlibat dalam video yang mengguncang satu kabupaten itu.

Perempuan dalam video tersebut akhirnya teridentifikasi sebagai Pina Aprilianti, seorang biduan dangdut panggung hajatan dari Garut, Jawa Barat. Dalam kesehariannya, ia hanyalah penyanyi kampung yang sering tampil di pesta pernikahan atau acara desa. Tapi setelah video itu bocor, ia mendadak menjadi nama nasional—ikon dari sesuatu yang tabu, disorot, dan dihakimi.

Tapi kisah di balik video itu tak sesederhana skandal seks. Vina bukan bintang film, bukan pekerja seks profesional, dan bukan pula perempuan yang mencari sensasi. Ia hanyalah seorang istri dari pria bernama Asep Kusmawan alias Raya, pemilik salon kecil di Garut, yang hidupnya bergelimang kemiskinan, utang, dan ambisi sesat.

Baca Juga: Hikayat Odading Mang Oleh, Legenda Internet Indonesia di Masa Pandemi

Berdasarkan pengakuan Vina di hadapan penyidik, justru Raya-lah yang memaksa dan menjual dirinya. Semua bermula dari keluhan sang suami yang bosan dengan hubungan rumah tangga mereka. Raya mengusulkan sesuatu yang lebih “menantang”: mengundang pria lain untuk ikut tidur dengan istrinya. Awalnya hanya fantasi, tapi lama-lama berubah menjadi praktik yang nyata.

Dari berkas persidangan terungkap bahwa Raya menawarkan jasa “gangbang berbayar” lewat Twitter dengan tarif Rp700 ribu sekali main, di mana Vina mendapat bagian Rp500 ribu, sisanya masuk kantong sang suami. Para pria datang dan pergi, sebagian dikenalnya lewat obrolan daring, sebagian lagi direkrut di warung kopi. Lokasinya berpindah-pindah, umumnya di hotel-hotel kecil sekitar Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, Garut.

Ketika polisi menggeledah akun Google Drive milik Raya, mereka menemukan 113 video rekaman serupa. Dua di antaranya bocor ke publik, sisanya disimpan rapi. Ada pula akun anonim lain yang menjual 44 video Vina dengan harga Rp50 ribu via transfer pulsa. Dunia bawah industri porno lokal itu ternyata lebih rapi, terstruktur, dan komersial dari yang orang kira.

Tapi yang membuat kasus ini begitu bergaung bukanlah sekadar adegan seksnya. Ia adalah tentang bagaimana tubuh perempuan dijadikan komoditas, bukan oleh orang lain, tapi oleh orang terdekatnya sendiri—suaminya.

Setelah video itu viral, kepolisian Garut bergerak cepat. Kapolres Garut kala itu, AKBP Budi Satria Wiguna, langsung memerintahkan penyelidikan menyeluruh. Dalam waktu empat jam setelah laporan diterima, Vina ditangkap di rumahnya di Tarogong Kidul. Tak lama kemudian, Raya menyusul ditangkap bersama salah satu pria dalam video, Welly Wahyudi. Seorang pelaku lain, Agus Dodi, sempat kabur ke Bandung, namun akhirnya tertangkap sebulan kemudian.

Baca Juga: Hikayat Ledakan Bom ATM Dipatiukur Bandung 2011, Kado Pahit Ultah Polisi

Proses hukum berjalan cepat, namun situasi berubah drastis ketika Raya meninggal dunia pada 7 September 2019 di tengah penyidikan. Polisi menyebut ia meninggal karena penyakit berat. Di kalangan publik beredar kabar bahwa Raya positif HIV, tapi hal itu tak pernah dikonfirmasi secara resmi. Kematian itu membuat kasus Vina Garut semakin penuh spekulasi dan drama.

Jenazah Raya saat hendak dimakamkan.
Jenazah Raya saat hendak dimakamkan.

Sementara itu, Vina dijerat dengan Pasal 8 Undang-Undang Pornografi, pasal yang ironis karena memungkinkan korban dieksekusi hukum atas perannya sebagai “pembuat” atau “pemeran aktif”. Aparat menilai Vina tidak sepenuhnya dipaksa—ia menerima bayaran, dan ia tahu apa yang dilakukan. Namun publik tahu, dalam relasi pernikahan yang timpang dan penuh tekanan ekonomi, paksaan tak selalu berupa ancaman; kadang hadir dalam bentuk rayuan, manipulasi, atau ketakutan akan kehilangan rumah tangga.

Pada 9 September 2019, berkas perkara resmi diserahkan ke Kejaksaan Negeri Garut, dan proses persidangan dimulai beberapa bulan kemudian di Pengadilan Negeri Garut. Sidang itu menarik perhatian nasional, terutama karena untuk pertama kalinya publik melihat bagaimana hukum di Indonesia menangani kasus pornografi yang melibatkan eksploitasi seksual dalam lingkup rumah tangga.

Pada 26 Maret 2020, hakim menjatuhkan vonis kepada dua pria, Welly dan Agus, masing-masing 2 tahun 9 bulan penjara dan denda Rp1 miliar subsider 3 bulan kurungan. Dua pekan kemudian, Vina dijatuhi hukuman lebih berat: 3 tahun penjara dan denda serupa. Hakim menilai peran Vina sebagai pemeran utama membuat tanggung jawabnya lebih besar.

Vina menangis di ruang sidang. Di luar gedung, publik terbelah. Sebagian menilai ia korban eksploitasi yang harusnya dilindungi, sebagian lain menganggap ia “sama-sama salah” karena menerima uang dari perbuatan itu. Dalam pusaran moral publik yang bising, suara Vina tenggelam.

Pengacara Vina, Asri Vidya Dewi, kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Bandung. Namun hasilnya nihil—putusan tetap. Aktivis HAM Haris Azhar bahkan menggugat Pasal 8 UU Pornografi ke Mahkamah Konstitusi karena dinilai membuka ruang kriminalisasi terhadap perempuan korban eksploitasi seksual. Tapi lagi-lagi, gugatan itu tak mengubah nasib Vina.

Baca Juga: Hikayat Sunda Empire, Kekaisaran Pewaris Tahta Julius Caesar dari Kota Kembang

Pandemi COVID-19 datang membawa sedikit “keberuntungan” bagi para narapidana. Pada 2021, Vina mendapat remisi khusus dan dibebaskan lebih cepat. Welly dan Agus pun keluar pada tahun yang sama.

Setelah keluar dari penjara, Vina mencoba menata hidup. Menurut pengacaranya, ia bekerja lagi dan menjaga jarak dari media. Tapi nama itu, “Vina Garut”, sudah telanjur menjadi legenda kelam dunia maya Indonesia.

Kasus ini menyisakan residu. Bagi sebagian orang, nama “Vina Garut” kini hanya bahan lelucon atau sensasi murahan di kolom komentar. Tapi bagi perempuan yang menjadi pusat badai itu, ia adalah luka yang tak pernah sembuh.

Rumor sempat muncul pada 2022 bahwa Vina hamil di penjara. Berita itu cepat menyebar, tapi tanpa konfirmasi resmi. Namun gosip itu sudah cukup untuk membakar lagi rasa ingin tahu publik yang tak pernah padam.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Biz 31 Agu 2026, 19:02

Dua Wajah Paten UMKM Bandung, Dua Jalan Berbeda untuk Naik Kelas di Pasar Digital

Kisah kontras Koku Footwear dan Dimsum Inmons, dua UMKM Bandung yang sama-sama tumbuh lewat Shopee namun dengan tingkat ketergantungan yang jauh berbeda.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin (pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear) dan Ani Andriyani (pemilik Dimsum Inmons). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 17:25

Maut Menjemput Putri Diana, Dunia Berduka

Catatan Nostalgia dan In Memoriam 29 Tahun Kepergian “Lady Di”.

Berita kepergian Putri Diana menjadi perhatian utama berbagai media cetak di Indonesia, mencerminkan besarnya duka dan perhatian masyarakat terhadap sosok Princess of Wales tersebut. (Sumber: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 16:28

Sejarah Nama Bulan (Bagian 2)

Dua belas bulan yang kita kenal hari ini ternyata menyimpan jejak perubahan zaman, kekuasaan, dan cara manusia menata waktu.

Februa atau Lupercalia, suatu festival penyucian di Romawi Kuno. (Sumber: Wikimedia Commons)
Beranda 31 Agu 2026, 16:20

PLN Nusantara Power UP Cirata Overhaul Unit 5 dan 6 Demi Keandalan Pasokan Listrik

PLN Nusantara Power UP Cirata melakukan overhaul Unit 5 dan 6 PLTA Cirata untuk menjaga keandalan pasokan listrik pelanggan.

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat keandalan PLTA Cirata melalui overhaul Unit 5 dan Unit 6 demi pelayanan listrik pelanggan.
Beranda 31 Agu 2026, 16:13

Hari Pelanggan Nasional, PLN NP UP Cirata Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Desa Ciroyom

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Milangkala Desa Ciroyom ke-171 di Hari Pelanggan Nasional.

PLN Nusantara Power UP Cirata berpartisipasi dalam Milangkala Desa Ciroyom ke-171 sebagai wujud sinergi bersama masyarakat dan lingkungan.
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 14:24

Rijsttafel Hidangan Perpaduan Belanda dan Nusantara di Priangan

Nikmati kelezatan Rijsttafel, tradisi kuliner unik era kolonial di Priangan. Perpaduan harmonis antara kemewahan rasa Belanda dan autentisitas rempah Nusantara dalam satu meja

Keluarga C.H. Japing dalam sebuah acara rijsttafel bersama Bibi Jet dan Paman Jan Breeman di Bandung. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Christoffel Hendrik)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 13:01

Medsos, Buku, dan Rindu

Algoritma semakin pandai mengenali, harusnya semakin pandai mengenali diri sendiri. Termasuk waktu berhenti pada satu video, apa dirasakan setelah menontonnya, dan nilai apa yang diambil hikmahnya.

Kaligrafi nama Nabi Muhammad berbentuk hati (Sumber: ayobandung.com)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 11:09

Ketika Rumput Habis, Bagaimana Mitigasi Pakan Ternak?

Berharap agar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) membuat program massal sistem mitigasi bencana untuk hewan ternak maupun hewan liar.

Ilustrasi kondisi ternak rakyat ketika musim kemarau ekstrim. (Sumber: dikreasi denganvGemini | Foto: Totok Siswantara)
Beranda 31 Agu 2026, 10:30

Pernah Jadi Pintu Masuk Ratusan Ribu Wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara Kini Bangkit Lagi

Dulu jadi pintu gerbang ratusan ribu wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara sempat mati suri akibat pandemi dan pencabutan status internasional.

Suasana bandara saat pesawat jet komersial Garuda Indonesia mendarat perdana di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jumat 14 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 09:14

Manajemen Dapur Umum dan Menu Ideal untuk Korban Bencana Alam

Perencanaan dan pemilihan lokasi dapur umum harus bebas dari risiko bencana susulan.

Ilustrasi aktivitas dapur umum untuk korban bencana alam. (Sumber: by AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 08:13

Sisi Lain Sang Jenderal: Menelusuri Makna Filosofis dan Tradisi di Balik Kuliner Favorit Soeharto

Kegemaran kuliner Presiden ke-2 RI, Soeharto, tidak lepas dari perjalanan hidupnya yang berakar di Desa Kemusuk.

Momen Presiden Soeharto dan Ibu Tien memotong tumpeng saat merayakan HUT pernikahan di Jalan Cendana, Jakarta, Juni 1986, disaksikan ibu mertua dan Sumitro Djoyohadkusumo. (Sumber: ANRI, Setneg 634)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 20:52

Ketika Seniman Memilih untuk Tidak Diam, Jangan Biarkan Kezaliman Menjadi Kelaziman

Ketika kezaliman menjadi kelaziman, diam bukan lagi netral. Manifesto Seniman Bandung adalah ajakan untuk bersuara—bukan sekadar nyinyir dari kejauhan.

Aliansi Bandung Ngagoak mengadakan aksi ekspresi seni di Kebun Seni Jalan Tamansari 56 Bandung. (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 18:14

Menciptakan Kembali Televisi Pendidikan

Televisi pendidikan sebagai proyek nasional pun sudah seharusnya menjadi keputusan pemerintah.

Ilustrasi televisi. (Sumber: Pexels | Foto: Nothing Ahead)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 16:45

Cerita Tomakur Milik KWT Desa Nagarawangi Terpilih untuk Pendaftaran Legalitas Merek

Tomakur milik KWT Desa Nagarawangi terpilih mendapat pendampingan pendaftaran merek melalui program KKN UNINUS untuk memperkuat legalitas dan identitas produk UMKM.

Sosialisasi dan Pendampingan Proses Pendaftaran HKI (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 14:11

Kedaulatan di Atas Meja Makan: Diplomasi Kuliner Sukarno pada Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung

Sukarno menegaskan visi bahwa "kemerdekaan dimulai dari lidah"—sebuah manifestasi dari prinsip Berdikari (Berdiri di Atas Kaki Sendiri).

Momen jamuan makan malam resmi pada Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Hotel Savoy Homann, Bandung, pada 19 April 1955. (Sumber foto: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 12:04

Sehat untuk Semua, Warga Desa Nagarawangi Ikuti CKG dan Edukasi Pertolongan Pertama

Warga Nagarawangi mengikuti CKG dan edukasi kesehatan, mulai dari pertolongan pertama dalam situasi darurat hingga kesehatan psikologis anak dan remaja bersama Puskesmas Rancakalong.

Kegiatan Pelaksanaan Program "Sehat  untuk Semua Warga Desa Nagarawangi" (KKN UNINUS Kel.5&6) (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 09:59

Budaya Mengaji di Tengah Kota

Di tengah modernitas dan dinamisnya kehidupan perkotaan. Masih ada ruang di sudut perkotaan untuk mempertemukan anak-anak dengan kehidupan sosial dan agamanya.

Mengaji di kalangan anak-anak menjadi memori yang begitu melekat. Melihat aktivitas tersebut masih berjalan di area perkotaan menjadi fenomena yang menarik untuk dibahas. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)