Hikayat Sunda Empire, Kekaisaran Pewaris Tahta Julius Caesar dari Kota Kembang

5 menit baca
Hengky Sulaksono
Ditulis oleh Hengky Sulaksono diterbitkan
Logo Kerajaan Sunda Empire. (Sumber: Reroduksi Wikimedia)
Logo Kerajaan Sunda Empire. (Sumber: Reroduksi Wikimedia)

AYOBANDUNG.ID - Pada suatu siang awal 2020, di tengah suhu politik yang mulai jenuh dan wabah COVID-19 yang mulai mencemaskan, publik Indonesia dikejutkan dengan satu nama yang terdengar ganjil sekaligus megah: Sunda Empire. Nama ini bukan bagian dari cerita fiksi ilmiah, bukan pula permainan strategi online, melainkan sebuah organisasi yang menyebut dirinya sebagai kekaisaran dunia. Yang mengejutkan, pusat pemerintahannya tidak berada di New York, London, atau Beijing, melainkan di Bandung.

Viralnya Sunda Empire bermula dari unggahan akun Facebook bernama Renny Khairani Miller pada 9 Juli 2019. Di situ ia menulis panjang lebar:

“SUNDA EMPIRE-EARTH EMPIRE. Dalam menyambut Indonesia baru yang lebih makmur dan sejahtera, dengan system pemerintahan dunia yang dikendalikan di koordinat 0.0 di Bandung sebagai Mercusuar Dunia,” demikian penggalan unggahan Renny yang viral tersebut setelah disunting.

Unggahan itu sempat luput dari radar publik. Namun, ketika kabar tentang kerajaan fiktif Keraton Agung Sejagat dari Purworejo meledak pada Januari 2020, warganet mulai menggali konten serupa. Saat itulah, potongan gambar dan video Sunda Empire mulai menyebar. Sebuah video berdurasi delapan menit lebih memperlihatkan pria berkacamata, mengenakan jas lengkap dengan dasi, menyebut dirinya sebagai HRH Rangga, Gubernur Jenderal Sunda Empire.

Lokasi syuting video itu berada di Taman Isola Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Di latar belakangnya tampak barisan orang mengenakan seragam loreng, berdiri tegak, seolah sedang upacara militer.

“Bandung adalah korp diplomatik dunia. Pada tanggal 15 Agustus 2020 seluruh negara harus mendaftar ulang dan juga menyelesaikan utang-utang kepada Bank Dunia,” kata Rangga Sasana, yang kemudian dikenal sebagai Lord Rangga.

Baca Juga: Hikayat Geger Rentetan 'Orang Gila' Serang Ustaz, Bermula dari Bandung

Rangga menambahkan bahwa masa pemerintahan dunia yang sekarang akan berakhir. Sunda Empire, menurutnya, akan mengambil alih.

Satu per satu klaim fantastis keluar dari mulutnya. Bahwa kekaisaran ini telah eksis sejak zaman Alexander The Great, lalu diteruskan ke Julius Caesar, Cleopatra VII, hingga Sri Ratu Isywara Tunggal Bumi, Dinasti Tarumanagara, Dinasti Padjajaran, hingga Dinasti Sunda Kala. Dinasti terakhir itu dipimpin oleh Kanjeng Ratu Ratna Ningrum Wiranatadikusuma Siliwangi Al-Misri, perempuan yang di organisasi itu menjabat sebagai Kaisar Sunda Empire.

“Sunda itu dari kata sun, matahari. Karena bumi berasal dari percikan matahari yang membeku,” kata Rangga, dalam video yang diunggah ke kanal YouTube Alliance Press International. “Sunda Empire tidak ada hubungannya dengan Suku Sunda.”

Berdasarkanversi mereka, Sunda Empire membawahi lebih dari 150 negara dan memegang otoritas atas lembaga-lembaga internasional seperti PBB, NATO, Pentagon, Vatikan, dan World Bank. Rakyatnya? “Semua penghuni bumi.”

Salah satu foto kegiatan Sunda Empire. (Sumber: Istimewa)
Salah satu foto kegiatan Sunda Empire. (Sumber: Istimewa)

Struktur Sunda Empire ditampilkan dengan sangat rapi dan meyakinkan. Rangga Sasana sebagai Sekretaris Jenderal De Heren XVII, Nasri Banks sebagai Perdana Menteri, dan Ratna Ningrum sebagai Kaisar. Mereka mengenakan pakaian diplomatik dan seragam militer, lengkap dengan atribut, lambang, dan simbol kerajaan. Tidak sedikit pengikut yang percaya.

Klaim mereka, anggota Sunda Empire mencapai 17.000 orang di seluruh Indonesia, dan 1.300 orang di Bandung. Mereka menyebut kegiatan mereka sebagai bentuk dari pelaksanaan “program pelaksanaan mengangkat proses teritorial Nusantara.”

Sebagian dari kegiatan itu sempat terekam di lingkungan kampus UPI. Yana Setiawan, Kepala Seksi Eksternal Hubungan Kelembagaan UPI, menyatakan bahwa pada 2017 ada kelompok yang mengaku sebagai Panitia Pembangunan Kota Bandung menyewa ruang pertemuan. Belakangan diketahui, mereka adalah bagian dari Sunda Empire.

Dalam salah satu dokumentasi video, terlihat mereka menggelar peringatan hari jadi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan menyelenggarakan sidang diplomatik yang dipenuhi jargon kenegaraan, meski tanpa partisipasi negara mana pun.

Sebagian pengikut Sunda Empire menganggap kelompok ini serius. Namun sebagian lain menganggapnya hiburan. Warganet ramai membuat meme dan parodi. Sebab, di balik jargon-jargon internasional, Sunda Empire tak punya bukti otentik sejarah, tak ada basis legal, dan tak pernah diakui sebagai organisasi resmi oleh negara.

Cerita di balik kemunculan Sunda Empire justru lebih dramatis dibanding klaimnya. Dalam sidang pengadilan yang digelar di Bandung, jaksa penuntut umum mengungkap bahwa gagasan tentang Sunda Empire berasal dari buku atau dokumen tak jelas asal-usulnya, yang dibaca oleh Nasri Banks pada 2003.

Pada tahun yang sama, Nasri mengaku bertemu dengan seseorang bernama Mr. Johnson Low yang membawa sertifikat deposito dari bank fiktif bernama Of Sources Atlantic Bank senilai miliaran dolar. Dari sanalah benih “kekaisaran” ini tumbuh, dikembangkan menjadi gerakan, dan direkrut pengikutnya lengkap dengan hierarki dan struktur militer.

Polisi pun turun tangan. Pada 28 Januari 2020, tiga petinggi Sunda Empire yaitu Nasri Banks, Raden Ratna Ningrum, dan Rangga Sasana, resmi ditetapkan sebagai tersangka. Mereka diduga melanggar Pasal 14 dan 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang penyebaran berita bohong yang menimbulkan keonaran di masyarakat.

“Kita sudah meminta keterangan dari para ahli: sejarah, budaya, pidana, hingga psikologi. Kesimpulannya, mereka menyebarkan pemberitaan yang tidak jelas kebenarannya,” kata Kombes Saptono Erlangga, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat saat itu.

Pada 27 Oktober 2020, Pengadilan Negeri Bandung menjatuhkan vonis dua tahun penjara kepada ketiganya. Vonis itu lebih ringan dari tuntutan jaksa, yaitu empat tahun. Majelis hakim menyatakan bahwa ketiga terdakwa terbukti membuat keresahan publik melalui narasi-narasi palsu yang dibalut retorika historis.

Walau dinyatakan bersalah oleh pengadilan, nama Lord Rangga tetap hidup di jagat maya. Setelah keluar dari penjara, ia kerap tampil di acara televisi dan podcast sebagai bintang tamu eksentrik, bicara soal sejarah dunia, konspirasi, dan tatanan pemerintahan global dengan gaya teatrikal yang seolah melampau zaman post modern.

Baca Juga: Salah Hari Ulang Tahun, Kota Bandung jadi Korban Prank Kolonial Terpanjang

Nasr Banks dan Lord Rangga di Lapas Banceuy. (Sumber: Dok. Lapas Banceuy)
Nasr Banks dan Lord Rangga di Lapas Banceuy. (Sumber: Dok. Lapas Banceuy)

Rangga tampil sebagai tokoh campuran: kadang jenaka, kadang menggurui, kadang seolah percaya penuh pada klaimnya. Ia punya penggemar, pembenci, sekaligus penonton yang hanya ingin tertawa.

Tapi semua itu berakhir pada 7 Desember 2022. Rangga meninggal dunia pada usia 55 tahun di Brebes, Jawa Tengah, kota kelahirannya. Ia wafat setelah dirawat di rumah sakit karena komplikasi penyakit. Kabar kematiannya disambut dengan duka dari berbagai kalangan, bahkan dari mereka yang dulu mencibir dan menertawakan narasinya.

Lord Rangga mungkin sudah tiada. Tapi Sunda Empire, dalam bentuknya sebagai urban legend dan internet folklore, akan tetap hidup. Ia adalah simbol dari satu era ketika imajinasi bisa menjadi komoditas, ketika absennya logika bisa dibungkus dengan seragam dan ritual, dan ketika masyarakat haus akan cerita yang lebih besar dari hidup mereka yang rutin.

Pendongeng kisah juru selamat yang sedemikan ganjil itu meninggalkan sirkus dramaturgi dunia yang tak kalah imbisil.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)