Memalukan! Diskominfo Jabar malah Memicu Doxing Warga-nya

4 menit baca
Muhammad Sufyan Abdurrahman
Ditulis oleh Muhammad Sufyan Abdurrahman diterbitkan
Neni Nurhayati yang dimunculkan dalam postingan Diskominfo Jabar. (Sumber: Instagram/Diskominfo Jabar)
Neni Nurhayati yang dimunculkan dalam postingan Diskominfo Jabar. (Sumber: Instagram/Diskominfo Jabar)

Sebuah tautan berita menyentak penulis siang ini dari sebuah laman berita nasional.

Adalah keluhan dari seorang warga Jabar, yang juga aktivis pemilu, Neni Nurhayati, Direktur Democracy and Election Empowerment Partnership (DEEP).

Keluhan ini tidak main-main. Selain datang dari seorang ibu dengan anak (yang berpotensi melihat persekusi digital yang menggerus kehormatan ibunya), juga datang efek adanya kritikan seorang warga Jabar asal Tasikmalaya yang persoalkan kebijakan --bukan personal-- gubernur-nya.

Neni pantas meradang. Dua akun dirinya, Instagram @neni1783 dan TikTok @neninurhayati36, mendapat serangan doxing sejak 15 Juli 2025.

Hal ini terjadi pasca fotonya muncul pada postingan Instagram resmi @DiskominfoJabar dengan kolaborasi akun @jabarprovgoid, @humas_jabar, dan @jabarsaberhoaks yang membahas terkait anggaran belanja media.

Setelah foto itu tersebar, Neni pun mendapat serangan kata-kata kasar di akun Instagram-nya. Bahkan sampai doxing (pembongkaran data privasi).

Doxing di antaranya dilakukan akun Instagram @izrail_6661, @soeherly, @finaf238. Bahkan, akun Instagram dengan pengguna @mulya.agung1 mengirim kata kasar ke kotak pesan Neni. 

Melihat cara ini, penulis sebagai akademisi digital public relations, dengan mudah bisa menyikapi di awal tulisan ini. Pertama, Diskominfo Jabar yang dibiayai pajak rakyat, seharusnya bersikap lebih bijaksana kepada rakyat-nya sendiri sebagai wajib pajak pembayar.

Ini jelas tidak mengayomi warganya sendiri sekalipun boleh jadi Diskominfo menilai ada kesalahan yang dilakukan Neni.

Sebagai abdi negara, sekira iya ada kesalahan, tentu kesalahan itu bukan untuk diumbar ke mana-mana. Apalagi, tindakan tersebut juga terbukti sudah memicu tindakan doxing yang sejatinya sudah masuk salah satu jenis pelanggaran dalam UU ITE bahkan tindak pidana siber.

Diskominfo di poin awal ini saja sudah bertindak kontraproduktif. Niatnya ingin membenarkan informasi yang mungkin salah dari Neni, namun prosesnya tidak tepat, maka yang terjadi malah memicu aktivitas yang bermuatan kriminal daring!

Sekira ada yang dinilai salah, dan sebesar apapun kesalahan dari sang anak (baca: Neni) di hadapan ibu (baca: Diskominfo Jabar), maka aneka norma ajarkan kita semua: jangan permalukan seseorang di muka umum karena berdampak negatif banyak.

Kedua, Diskominfo Jabar hendaknya memahami bahwa unggahan mereka bukan sekedar mengejar trafik penonton. Terutama agar suka atau ramai sebagaimana sudah sangat sering terlihat dari gaya media sosial KDM.

Jangan seolah-olah menuruti semua yang diperlihatkan sang gubernur, yang faktanya bukan sekali-dua kali menciptakan drama konten (membentak, menangis, marah, debat, dst) sehingga memicu like, comment, dan share banyak penonton.

Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat. (Sumber: ppid.jabarprov.go.id)
Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat. (Sumber: ppid.jabarprov.go.id)

Public relations, menurut Frank Jeffkins (1991), adalah tindak komunikasi terencana yang ultimasinya adalah menciptakan rasa kohesi dengan audiens-nya. Ada rasa kesatuan, hingga warga bahkan menjadi devil advocate dari sebuah entitas. Apa bisa ini terjadi dengan teknik pengelolaan medsos semacam ini?

Komunikasi publik sebuah lembaga pemerintah juga soal menyampaikan kebenaran dengan akurasi serta niat baik di atas seluruh parameter komunikasi digital kekinian tersebut. Jangan terjebak keinginan populer dengan pola heboh apalagi sensasional karena tupoksi medsos instansi bukanlah banyak-banyakan follower.

Ketiga, Diskominfo Jabar bisa lebih cermat dan khususnya cerdas saat berinteraksi dengan warganya sendiri. Hal ini merujuk jutaan cara yang bisa ditempuh alih-alih memajang foto secara terang-terangan sehingga caina herang laukna benang.

Bisa saja dengan mudah dibuat tulisan dalam video dan atau caption seperti, "Ada yang nuding Pemprov Jabar bayar buzzer?". Atau bisa juga hal ini disampaikan dalam narasi voice over narator tanpa menunjuk hidung secara persis.

Cara ini, secara akademik dan etika, jelas lebih elegan. Bahwa citra KDM sebagai salah satu tupoksi Diskominfo bisa dilindungi dengan baik serta di sisi lain, kehormatan warga Jabar sendiri tercakup dengan bagus sebagaimana kewajiban orang tua pada anaknya.

Pada akhirnya, cara persekusi digital semacam ini, sudahi-lah sudah! Sebelumnya, saat Gubernur Ridwan Kamil (RK), persekusi juga pernah terjadi ketika sang gubernur mem-pin akun seorang guru SMK yang dianggapnya berkata kasar. RK tidak merisak langsung tapi membuka pintu cyber bully-ing. Mau dilanjutkan di era KDM ini?

Ingatlah selalu! Diskominfo Jabar adalah lembaga pemerintahan resmi, bukan buzzer rendahan yang bebas berlaku seenaknya. Hadapi semua kritikan dengan lapang dada karena mayoritas membahas kebijakan Bapak Aing --bukan menyebut KDM sebagai Duda Tak Laku, misalnya. Hati wajar panas namun kepala pantang membara.

Akhir kata, Diskominfo Jabar selayaknya jadi suri tauladan dalam bersikap, bertindak, dan berinteraksi digital dengan masyarakat.

Jika ASN Diskominfo yang masih jadi role model bagi masyarakat merisak digital mereka yang kritis, apa jadi normal jadinya jika warga Jabar pun lakukan hal serupa di banyak kolom komentar medsos KDM ?! (*)

Tonton Video Terbaru Ayobandung:

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)