Kapal Laut Garut jadi Korban Torpedo Jerman di Perang Dunia II

5 menit baca
Hengky Sulaksono
Ditulis oleh Hengky Sulaksono diterbitkan
Kapal SS Garoet yang ditorpedo pasukan Jerman di Perang Dunia II. (Sumber: Stichting Maritiem Historische Data)
Kapal SS Garoet yang ditorpedo pasukan Jerman di Perang Dunia II. (Sumber: Stichting Maritiem Historische Data)

AYOBANDUNG.ID - Garut dahulu tak cuma terpampang di peta Priangan. Ia juga terukir di badan kapal uap buatan galangan Royal Dutch Company ‘De Schelde’ di Vlissingen, Belanda. Nama zaman baheulanya tentu saja Garoet. Diluncurkan pada 1916, kapal dagang berbobot 7.118 ton ini merupakan bagian dari armada kolonial Belanda yang kerap dinamai berdasarkan kota atau sungai di Hindia Belanda. Ada Soekaboemi, Tjimahi, Tjitaroem, atau Tjilebut. Semua tampak seperti parade geografis tanah jajahan yang berlayar lintas samudra.

Tapi tak semua dari mereka kembali ke pelabuhan asal. Seperti Garoet, yang riwayatnya tamat di Samudra Hindia, dihantam torpedo Jerman saat Perang Dunia II sedang mengganas. Dalam deskripsi Stichting Maritiem Historische Data, Garoet sedang dalam pelayaran dari Bombay dan Marmagoa menuju Durban, Afrika Selatan, pada 19 Juni 1944. Kapal ini membawa muatan campuran: batu bara, gula, dan 1.000 ton kacang tanah.

Catatan Uboat, di atas kapal terdapat 99 awak: 46 pelaut Belanda, 44 laskar (pekerja pelaut dari Asia Selatan dan Asia Tenggara), serta sembilan penembak dari satuan Defensively Equipped Merchant Ships (DEMS) yang bertugas mengoperasikan senjata pertahanan kapal dagang.

Detail peristiwa ini digambarkan secara rinci. Pukul 19.53, kapal selam NAZI Jerman U-181 di bawah komando Kurt Freiwald menembakkan dua torpedo ke sisi kiri Garoet, tepat di palka nomor dua dan buritan. Tembakan itu telak.

Baca Juga: Kisah Kapal Laut Cimahi Hilang di Kabut Kalimantan, Diterkam Laut China Selatan

Lima menit kemudian, kapal selam U-181 muncul ke permukaan. Mereka mendekati rakit dan menginterogasi para korban yang masih hidup: nama kapal, tonase, kargo, pelabuhan tujuan. Ketika mereka menanyakan nakhoda, kepala perwira, dan teknisi utama, tak satu pun yang menjawab. Para perwira itu rupanya ikut tenggelam bersama Garoet. Setelah tak mendapat informasi yang dicari, U-181 pun berlalu.

Dua rakit itu, yang awalnya saling diikat agar tetap bersama, memutuskan untuk berpisah setelah 24 jam hanyut bersama. Mereka berharap peluang ditemukan lebih besar jika menyebar. Tiga awak Belanda, satu operator radio asal Australia, dan satu laskar di salah satu rakit akhirnya ditemukan oleh kapal angkut bagal Inggris, SS Nirvana, pada 30 Juni atau sebelas hari setelah serangan. Mereka diturunkan di Durban. Rakit kedua yang membawa lima laskar baru ditemukan pada 4 Juli pukul 05.00 oleh kapal dagang SS Daldorch, lalu diturunkan di Mauritius pada 9 Juli.

Dari 99 orang di atas kapal, 89 tewas. Hanya 10 yang selamat. Salah satu dari korban adalah Cyril Ernest Abraham, penembak muda asal Inggris yang baru berusia 22 tahun. Ia tergabung dalam unit DEMS yang dipasang untuk mengoperasikan persenjataan pertahanan di kapal dagang. Kisah tentang Abraham dicatat oleh keponakannya, Kim Ribbans, dalam arsip keluarga. Menurut Ribbans, Abraham ditugaskan ke Garoet setelah mengambil cuti untuk menjadi pendamping pria pernikahan adik laki-lakinya di Northampton pada Desember 1943.

“Keluarga kami percaya bahwa Cyril ditugaskan pada jalur pelayaran yang sangat berbahaya sebagai hukuman karena pelanggaran cuti tersebut,” tulis Ribbans. Nasib buruknya mewujud dalam bentuk dua torpedo dan malam tanpa bulan yang membuat segalanya berakhir dalam dua menit.

Potret awak kapal SS Garoet yang dimiliki perusahaan Belanda. (Sumber: lloydatelier.nl)
Potret awak kapal SS Garoet yang dimiliki perusahaan Belanda. (Sumber: lloydatelier.nl)

Dalam daftar nama awak yang dirilis Uboat, beberapa nama terdengar berasal dari Hindia Belanda: Kartawie, Koesnan, Samie, Samieadi, Sampoeroh, dan Soedjono. Tidak ada informasi lebih lanjut tentang latar belakang mereka. Apakah ada yang berasal dari Garut? Tak ada yang tahu. Tapi nama-nama itu cukup membisikkan bahwa bukan hanya orang Eropa yang jadi korban Perang Dunia II di laut lepas, namun juga anak-anak koloni yang terjaring oleh kontrak Lascar, ditempatkan di kapal asing, dan dilupakan dalam laporan-laporan maritim.

Singgah Setelah Bombardir Liverpool

Sebelum tubuhnya diterkan torpedo di Samudra Hindia, kapal uap Garoet sempat mengarungi rute yang jauh lebih dingin dan berbahaya: dari Jawa menuju Inggris. Dalam arsip resmi pemerintah Inggris, tercatat bahwa SS Garoet—dengan nomor resmi 4046BA—berlayar dari pelabuhan di Jawa dan tiba di Liverpool pada 15 Mei 1941.

Tanggal itu bukan hari biasa. Pada tahun yang sama, Liverpool tengah luluh lantak dihajar bom oleh Luftwaffe Jerman. Peristiwa itu dikenal sebagai Liverpool Blitz. Liverpool Blitz adalah serangkaian pengeboman berat yang berlangsung selama Perang Dunia II. Target utamanya: kota pelabuhan terbesar di pantai barat Inggris, Liverpool, beserta Birkenhead. Lokasinya strategis karena menjadi pintu masuk logistik penting bagi Sekutu dari Samudra Atlantik.

Rentetan pengeboman memuncak antara 1 hingga 7 Mei 1941. Sebanyak 681 pesawat pembom Luftwaffe menghujani Liverpool dengan 2.315 bom peledak dan 119 bahan peledak lainnya, termasuk bom pembakar. Hasilnya: 69 dari 144 dermaga kargo lumpuh, 2.895 orang menjadi korban, dan lebih dari 6.500 rumah luluh lantak. Bahkan Katedral Liverpool yang megah pun tak luput dari ledakan. Sebuah bom menembus atap transept tenggara dan meledak di udara, menghancurkan kaca patri bersejarah di dalamnya.

Kehancuran kota akibat serangan Liverpool Blitz oleh pasukan NAZI Jerman di Perang Dunia II. (Sumber: Liverpool Museum)
Kehancuran kota akibat serangan Liverpool Blitz oleh pasukan NAZI Jerman di Perang Dunia II. (Sumber: Liverpool Museum)

Baca Juga: Dari Gurun Pasir ke Kamp Konsentrasi, Kisah Tragis Keluarga Berretty Pemilik Vila Isola Bandung

SS Garoet tiba tepat sepekan setelah serangan maut tujuh hari itu diakhiri. Kota masih berasap, puing-puing berserakan, jalanan ditutup, rel kereta hancur, dan ribuan orang kehilangan rumah. Di tengah reruntuhan itulah kapal dari Hindia Belanda ini menyusuri dermaga yang setengah hidup, membawa muatan dari negeri jauh. Tak diketahui pasti apa yang dibawa Garoet saat itu.

Garoet bukan kapal perang, bukan kapal pertempuran, tapi kapal dagang yang terus dipaksa menyeberangi samudra di tengah badai konflik paling brutal dalam sejarah peradaban manusia modern. Ia sempat melintasi lautan yang diburu pesawat dan ranjau laut, merapat di kota pelabuhan yang berdarah dan hangus, lalu pergi lagi, entah ke pelayaran berikutnya. Kapal ini dibangun pada masa Perang Dunia I, dan ironisnya dijempout maut di masa Perang Dunia II.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)