Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

ASN Diajari Apa? Saat Corpu Gagal Bercerita tentang Perjalanan Belajar

Bayu Hikmat Purwana
Ditulis oleh Bayu Hikmat Purwana diterbitkan Jumat 18 Jul 2025, 18:20 WIB
Ilustrasi seleksi ASN (CPNS dan PPPK). (Sumber: tanjungpinangkota.go.id)

Ilustrasi seleksi ASN (CPNS dan PPPK). (Sumber: tanjungpinangkota.go.id)

Kewajiban pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui pembelajaran yang terintegrasi dan berkelanjutan telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023.

Implementasinya diperkuat dengan lahirnya Peraturan LAN Nomor 6 Tahun 2023 yang menetapkan pendekatan Corporate University (ASN Corpu) sebagai strategi untuk mengembangkan talenta ASN dan memastikan kontribusi nyata terhadap kinerja organisasi dan pembangunan nasional.

ASN Corpu harus mampu menjawab pertanyaan paling dasar dari perjalanan belajar (learning journey), akan menuju ke mana? Jangan sampai metamorphosis Corpu hanya akan menjadi pabrik pelatihan yang sibuk mencetak sertifikat.

Corpu bukan hanya tentang apa yang diajarkan, tetapi seberapa besar pembelajaran itu menggerakkan budaya dan kinerja organisasi. Perjalanan belajar ASN semestinya menjadi narasi besar tentang transformasi.

Belum ada data pasti mengenai jumlah instansi pemerintah yang menerapkan Corpu, namun tren minat dan partisipasi meningkat.

Beberapa kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah telah aktif mencari model inovatif untuk menjadikan Corpu sebagai strategi pengembangan kompetensi, alat transformasi, bahkan sebagai sarana untuk mempertahankan talenta terbaik. Sehingga dimungkinkan banyak instansi pemerintah melakukan replikasi terhadap struktur dan pola Corpu yang telah diterapkan pada instansi lain.

Selain itu, Corpu tidak bisa hanya direplikasi dari struktur formal. Corpu harus dirancang dengan mempertimbangkan karakteristik budaya organisasi, hierarki, dan gaya kepemimpinan.

Struktur Corpu harus merepresentasikan learning journey, kurikulum pembelajaran yang mencerminkan akumulasi pengetahuan dan nilai budaya yang dijaga ASN, baik untuk saat ini maupun masa depan. Jika ini terabaikan, Corpu akan kehilangan fungsinya sebagai institusi pembelajaran strategis.

Dalam praktiknya, terdapat beragam bentuk visualisasi struktur Corpu: hierarkis, kuil (temple), piramida, hingga lingkaran konsentris. Masing-masing memiliki keunggulan dan tantangan.

Misalnya, bentuk hierarki cocok untuk organisasi yang berbasis jenjang, sementara struktur temple cocok bagi instansi yang sedang integrasi dan ingin menumbuhkan kepemimpinan sebagai tulang punggung pembelajaran.

Sementara struktur piramida menekankan transisi pengetahuan secara bertahap dari teknis ke kepemimpinan, dan model lingkaran mendorong kolaborasi antar unit kerja organisasi dalam satu sistem pembelajaran terintegrasi.

Pemilihan struktur learning journey juga mempengaruhi fungsi administratif Corpu. Setidaknya, ada lima fungsi dasar yang harus berjalan selaras dalam struktur Corpu yaitu: penilaian organisasi, penyelarasan strategis, pengembangan kurikulum, implementasi, dan evaluasi.

Fungsi-fungsi ini saling menopang dan memperkuat peran Corpu sebagai motor perubahan. Evaluasi berperan penting untuk mengukur efektivitas dan dampak pelatihan melalui Return on Training Investment (ROTI), agar Corpu tidak sekadar menjadi rutinitas birokratis.

Ilustrasi ASN. (Sumber: indonesia.go.id)
Ilustrasi ASN. (Sumber: indonesia.go.id)

Keputusan Kepala LAN Nomor 306 Tahun 2024 tentang Pedoman Penyelenggaraan Sistem Pembelajaran Pengembangan Kompetensi Secara Terintegrasi (Corporate University) pada Tingkat Instansi, menjadi acuan penting dalam merancang struktur ASN Corpu di tingkat pusat dan daerah.

Struktur ini menempatkan Corpu dalam kerangka ex-officio, agar terintegrasi dengan tanggung jawab pengembangan kompetensi dan agenda prioritas instansi. Namun model ini juga memunculkan tantangan, seperti tumpang tindih kewenangan antar jabatan yang duduk di banyak posisi sekaligus dalam struktur Corpu. Koordinasi dan pendelegasian non-struktural bisa menjadi solusi.

Pembentukan Corpu bukan sekadar meniru bentuk organisasi lain dan kehadiran Corpu bukan untuk membangun institusi baru, tapi untuk menjawab arah perubahan birokrasi dan kebutuhan pembelajaran masa depan.

Struktur Corpu tidak harus selalu berada langsung di bawah unsur pimpinan organisasi, tapi esensinya harus mendapat dukungan penuh dari mereka. Tanggung jawab Corpu bisa berada pada unit strategis, SDM, atau bahkan unit kerja inovatif, asal mampu menavigasi proses pembelajaran secara menyeluruh.

Corpu juga menghadapi tantangan lain, seperti ketergantungan pada pimpinan politik yang memiliki prioritas berbeda, atau instansi yang belum memiliki unit pengembangan kompetensi mandiri.

Dalam situasi ini, kolaborasi antarlembaga dan peran LAN sebagai pembina menjadi sangat krusial untuk mendukung desain dan implementasi Corpu. Terlebih dalam pengembangan learning journey bidang kompetensi (bidang ilmu) di instansi pemerintah yang memiliki irisan urusan pemerintah yang dilaksanakan di semua instansi pemerintah

Sebagai upaya menjawab tantangan ini, LAN menyiapkan program eksekutif untuk para pemimpin Corpu, mulai dari Dewan Pengarah Pembelajaran (DPP), koordinator pembelajaran (Chief Learning Officer/CLO), koordinator kelompok keahlian (Chief Group Skill/CGS), hingga kelompok keahlian (Group Skill/GS).

Tujuannya adalah memperkuat kapasitas strategi pembelajaran, menyelaraskan pembelajaran dengan tujuan organisasi, dan menanamkan semangat kepemimpinan pembelajar dalam birokrasi dengan mengintegrasikan 3 (tiga) desain struktur pembentuk pranata Corpu, struktur organisasi, learning journey, dan fungsi operasional dalam satu kesatuan kelembagaan ASN Corpu.

Corpu bukan semata struktur atau program, melainkan ruh dari ekosistem pembelajaran ASN. Saat struktur Corpu merepresentasikan budaya organisasi, partisipasi pegawai meningkat, teknologi dimanfaatkan secara optimal, dan narasi pembelajaran menjadi nyata.

Di sinilah pentingnya struktur Corpu yang tidak hanya rapi di atas kertas, tapi hidup dalam praktik organisasi. Jika gagal bercerita tentang perjalanan belajar, Corpu akan kehilangan ruhnya. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Bayu Hikmat Purwana
Analis Kebijakan dengan bidang kepakaran pengembangan kapasitas ASN di Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Talenta ASN Nasional LAN RI

News Update

Ayo Netizen 22 Mar 2026, 08:58

Kartu Lebaran dan Suasana Idulfitri di Bandung Era 1990-an

Menjelang Idulfitri pada dekade 1990-an, suasana Kota Bandung tidak hanya dipenuhi aroma kue Lebaran dan kesibukan orang bersiap mudik.

Kartu Lebaran versi ABG. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)