Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

ASN Belajar dari Genggaman, dari Layar Kecil Menuju Perubahan Besar

Nurhaniyah Muharani
Ditulis oleh Nurhaniyah Muharani diterbitkan Rabu 01 Okt 2025, 17:00 WIB
 (Sumber: ChatGPT | Foto: Ilustrasi)

(Sumber: ChatGPT | Foto: Ilustrasi)

Pernahkah Anda melihat seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) sibuk menatap layar ponselnya saat istirahat makan siang?

Bukan sekadar scroll media sosial, tapi ternyata ia sedang mengikuti microlearning berdurasi lima menit. Inilah wajah baru pembelajaran ASN hari ini, lebih fleksibel, ringkas, dan selalu ada di genggaman.

Namun, di balik peluang besar itu, masih ada sejumlah masalah yang membuat transformasi digital ASN belum sepenuhnya mulus.

***

Meski konsep pembelajaran digital bagi ASN semakin populer, realitanya masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Pertama, dari sisi konten, masih minimnya jumlah pengembang media pembelajaran menyebabkan materi digital yang tersedia terasa “jadul”.

Banyak program pelatihan hanya sekadar mengubah modul cetak menjadi file PDF panjang, tanpa ada upaya mendesain ulang agar lebih interaktif. Misalnya, dalam beberapa pelatihan teknis di BPSDM daerah, peserta hanya diberikan akses file PDF setebal ratusan halaman yang harus dibaca melalui LMS.

Tidak heran, sebagian ASN mengaku lebih memilih mencetak modul ketimbang membaca di layar ponsel. Kondisi ini membuat pembelajaran digital berisiko kehilangan daya tarik dan hanya menjadi formalitas administratif.

Kedua, tantangan datang dari literasi digital ASN yang belum merata. Generasi ASN muda umumnya lebih cepat beradaptasi dengan penggunaan LMS, aplikasi mobile, atau video pembelajaran. Namun, tidak sedikit ASN senior yang merasa canggung menggunakan teknologi.

Dalam pelaksanaan e-learning di LAN, misalnya, masih sering ditemukan peserta yang kesulitan login ke sistem atau bingung mengunggah tugas, hingga akhirnya membutuhkan pendampingan teknis secara intensif. Kesenjangan literasi ini menciptakan pengalaman belajar yang timpang, padahal kebutuhan untuk meningkatkan kompetensi berlaku sama bagi seluruh ASN, tanpa memandang usia atau latar belakang.

Ketiga, persoalan akses internet dan infrastruktur masih menjadi hambatan besar. ASN yang bertugas di kota besar dengan jaringan stabil dapat dengan mudah mengikuti kelas online, sementara rekan mereka di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) sering kali harus berjuang mencari sinyal untuk sekadar membuka materi.

Contohnya, dalam program diklat daring yang diikuti ASN dari daerah wilayah 3T, sejumlah peserta melaporkan harus berjalan ke bukit atau menunggu tengah malam agar jaringan lebih lancar. Situasi ini menimbulkan ketidaksetaraan kesempatan belajar dan pada akhirnya berlawanan dengan semangat pemerataan pengembangan kompetensi ASN di seluruh Indonesia.

Mengapa Masalah Ini Terjadi?

Kalau ditelusuri, masalah ini bukan karena ketiadaan aturan. Justru regulasi sudah cukup jelas. UU No. 20 Tahun 2023 tentang ASN menegaskan bahwa setiap ASN wajib mengembangkan kompetensinya sepanjang karier. PP No. 17 Tahun 2020 mendorong inovasi metode pembelajaran. Bahkan, Peraturan LAN No. 10 Tahun 2018 sudah menggariskan pemanfaatan teknologi dalam pelatihan jarak jauh.

Sayangnya, implementasi di lapangan masih terbatas. Banyak instansi masih menganggap pelatihan berarti tatap muka di kelas, bukan di layar ponsel. Budaya belajar ASN juga belum sepenuhnya berubah. Sebagian ASN merasa cukup ikut diklat tahunan tanpa merasa perlu belajar secara mandiri.

Di sisi lain, Perpres No. 95 Tahun 2018 tentang SPBE memang menekankan digitalisasi birokrasi, tetapi pembangunan infrastruktur masih berjalan bertahap. Dengan kata lain, masalah utama bukan pada kebijakan, melainkan pada kesenjangan sumber daya, budaya belajar, dan kesiapan teknologi.

Ilustrasi Aparatur Negeri Sipil (ASN). (Sumber: Pexels/Brett Jordan)
Ilustrasi Aparatur Negeri Sipil (ASN). (Sumber: Pexels/Brett Jordan)

Lalu, apa jalan keluarnya? Jawaban sederhana: kembangkan media pembelajaran yang benar-benar ramah gawai. Hampir semua ASN punya smartphone. Maka, tugas instansi adalah menjadikan smartphone sebagai “kelas mini” yang selalu siap digunakan.

Media pembelajaran perlu dikemas lebih menarik: microlearning 3–5 menit, video pembelajaran, hingga podcast pembelajaran bagi ASN yang bisa didengar sambil bekerja. Dengan cara ini, belajar terasa ringan, fleksibel, dan tidak mengganggu rutinitas.

Dengan menghadirkan terobosan nyata berupa program pembelajaran yang dikemas dalam aplikasi khusus bagi ASN. Aplikasi tersebut dirancang sederhana, ringan, dan mudah diakses melalui smartphone, sehingga setiap ASN, baik di kota maupun pelosok, bisa belajar kapan saja tanpa terkendala perangkat.

Dengan fitur microlearning, video singkat, hingga podcast pembelajaran, aplikasi ini bukan hanya menjadi media belajar, tetapi juga membentuk budaya belajar baru yang lebih fleksibel dan berkelanjutan. Kehadiran inovasi ini akan menjadi kontribusi nyata Pengembang Teknologi Pembelajaran dalam memastikan transformasi digital ASN berjalan lebih merata dan inklusif.

Beberapa instansi sebenarnya sudah mulai menunjukkan terobosan nyata dalam menghadirkan pembelajaran ASN berbasis gawai. Kementerian PANRB, misalnya, mengembangkan aplikasi SmartASN yang menyediakan modul pembelajaran digital dalam versi mobile sehingga bisa diakses ASN kapan saja. LAN juga menghadirkan fitur “ASN Berpijar” di dalam aplikasi SIPKA, berisi puluhan topik microlearning interaktif lengkap dengan sertifikat dan konversi jam pelajaran.

Di tingkat daerah, Pemerintah Aceh melalui BPSDM meluncurkan aplikasi SIKULA untuk mengelola proses tugas belajar ASN secara transparan dan efisien. Selain itu, beberapa BPSDM, seperti Jawa Barat, telah menginisiasi webinar dan workshop literasi digital agar ASN terbiasa membuat dan memanfaatkan konten pembelajaran modern. Berbagai contoh ini membuktikan bahwa transformasi belajar dari genggaman bukan sekadar wacana, tetapi sudah berjalan dan tinggal diperluas cakupannya.

Namun, keberhasilan aplikasi-aplikasi ini tidak hanya ditentukan oleh peluncurannya saja, melainkan juga oleh pengelolaan yang berkelanjutan, baik dari sisi pengembangan materi yang relevan dan up-to-date, maupun penyempurnaan tampilan aplikasi agar semakin ramah pengguna dan menarik bagi ASN.

Selain itu, literasi digital ASN juga harus ditingkatkan. Pelatihan bukan hanya soal materi, tetapi juga pembiasaan menggunakan aplikasi, mengunduh materi, atau memanfaatkan fitur offline. ASN generasi senior pun bisa terbantu jika diberi pendampingan yang sabar.

Tentu, semua ini harus ditopang oleh infrastruktur digital yang lebih merata. Pemerintah perlu memastikan akses internet stabil hingga pelosok, menyediakan kuota belajar, dan mengembangkan aplikasi pembelajaran yang ringan. Dengan begitu, setiap ASN, baik di kota maupun daerah terpencil, punya peluang yang sama untuk belajar.

Baca Juga: Learning Agility: Panduan Survival di Era Perubahan

Fenomena belajar lewat gawai membuktikan bahwa budaya belajar ASN sedang berubah. Smartphone bukan lagi sekadar alat komunikasi, melainkan ruang belajar yang bisa diakses kapan saja. Regulasi sudah memberi landasan kuat, mulai dari UU ASN 2023 hingga Perpres SPBE 2018. Kini tinggal bagaimana ASN dan instansi mau memanfaatkannya secara maksimal.

Saatnya birokrasi melompat, bukan merangkak. Kalau belajar bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja, tak ada alasan lagi bagi ASN untuk berhenti berkembang. Layar kecil di genggaman ini bisa membawa dampak besar bagi kualitas birokrasi Indonesia. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 26 Mei 2026, 18:26

Makna Berkurban di Tengah Hidup yang Serba Sulit

Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga refleksi atas berbagai pengorbanan masyarakat yang sering kali tidak terlihat di tengah hidup yang semakin sulit.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 17:05

Melon Premium Margamukti, dari Desa ‘Tanpa Keunikan’ sampai Berhasil Ciptakan Ekosistem Mandiri

BUMDes Marga Makmur menciptakan ‘pasar’. Menciptakan jaringan petani sampai menghubungkan mereka kepada para pembeli.

Hasil budidaya melon premium di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 15:15

Demokratisasi Rasa: Potret Arsitektur Sosial dan Spiritual di Atas Meja Makan Idul Adha

Pesta kuliner yang terjadi selama Idul Adha merupakan manifestasi dari rasa syukur yang mendalam.

Ilustrasi olahan rendang dari daging kurban Idul Adha. (Sumber: Unsplash | Foto: prananta haroun)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 14:04

Duel Klasik Persib vs PSMS di Final Divisi Utama Perserikatan 1985

Final Divisi Utama Perserikatan 1985 antara Persib Bandung melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 23 Februari 1985.

Berdiri dari kiri: Iwan Sunarya, Dede Iskandar, Sobur, Kosasih, Wawan Karnawan,  Ajat Sudrajat. Jongkok: Jafar Sidik, Suryamin, Sukowiyono, Adeng Hudaya dan Robby Darwis. (Sumber: tabloid BOLA edisi Februari 1983 | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 13:00

Wededed ... Ikoniknya para Bobotoh Encib

Selebrasi para bobotoh Persib saat ini yang paling ikonik adalah sepeda motor yang digeber-geber sehingga menghasilkan suara wededed.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 12:12

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Keresahan sebagaian publik yang terjadi pada momentum konvoi juara tim Persib Bandung tahun 2026.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 26 Mei 2026, 11:24

3 Catatan untuk Konvoi Persib di Masa Depan: Sterilisasi Jalur, Keselamatan Bobotoh, dan Masalah Sampah

Konvoi juara Persib menyisakan sejumlah evaluasi, mulai dari sterilisasi jalur, keselamatan Bobotoh saat berdesakan, hingga 112 ton sampah di Kota Bandung.

Pemain dan official Persib Bandung bersama Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 26 Mei 2026, 09:58

Pemandian Air Panas Cimanggu kini hadir dengan wajah baru sebagai Jiwanta Hot Spring di kawasan Ciwidey.

Jiwanta Hot Spring menghadirkan konsep baru pemandian air panas alami dengan fasilitas lebih modern di Ciwidey.

Pemandian Air Panas Cimanggu. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 26 Mei 2026, 09:51

Dupan, Ketika Citarum Menolak Surut

Banjir kembali merendam Sapan Bandung. Luapan Sungai Citarum membuat Dupan terus hidup sebagai langganan genangan warga.

Banjir Citarum di Sapan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 09:29

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026

PT PLN Nusantara Power UP Cirata sukses memborong penghargaan bergengsi TOP CSR Awards 2026 atas komitmen keberlanjutan sosial mereka.

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 08:21

Remitologisasi Sunda: Milangkala Tatar Sunda Mestinya 11 Oktober

Remitologisasi merupakan hak, bahkan kewajiban, bagi suatu bangsa yang sedang krisis jatidiri. Namun, mesti dilakukan dengan baik dan benar.

Prasasti Kebon Kopi II/Prasasti Pasir Muara. (Sumber: Leiden Library)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 07:40

Fenomena Mematikan Centang Biru pada WhatsApp dalam Perspektif Etika Komunikasi Digital

Fenomena mematikan centang biru WhatsApp mencerminkan perubahan etika komunikasi digital antara kebutuhan privasi, kenyamanan, dan ekspektasi respons instan.

Ilustrasi fenomena mematikan fitur centang biru pada WhatsApp. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 19:25

Bandung Kembali Berpestapora untuk Tiga Kali Berturut-turut

Persib Bandung resmi menyambit gelar Liga Indonesia yang ke-5 kalinya dalam tiga kali berturut-turut. Euforia perayaan di Kota Bandung pun kembali menjadi perhatian.

Para Bobotoh merayakan gelar juara Persib Bandung di Liga Super Indonesia 2025/2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis).
Ayo Biz 25 Mei 2026, 18:51

Cerita dari Sumedang Utara, ‘Revolusi Mindset’ Warga Margamukti hingga Jadi Desa BRILiaN

Masuk 15 besar Desa BRILiaN 2025 bukan garis finish, melainkan titik awal bagi Desa Margamukti.

Kepala Desa Margamukti, Siti Nuraeni Sofa (tengah berjilbab hitam baju orange) saat acara promosi B2B budidaya melon premium. (Sumber: Ayobandung.id/Aris Abdulsalam)
Linimasa 25 Mei 2026, 17:18

Sisa-sisa Kejayaan Persib Bandung di Si Jalak Harupat

Si Jalak Harupat masih menyimpan jejak kejayaan Persib lewat pedagang jersey dan kenangan juara liga.

Kondisi pedagang suvenir Persib di Stadion Si Jalak Harupat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 15:29

Persib Juara ala Atomic Habits

Analisa kemenangan Persib lewat Prinsip Atomic Habits-nya James Clear.

Pemain Persib Bandung mengangkat piala usai pertandingan melawan Persijap Jepara dalam Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Sabtu 23 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 12:10

Magot, dan Kesabaran Warga Bandung Mengurus Sampah Dapur

Majelis Ta'lim Baitul Mu'min membuat acara pengajian mengundang mahasiswa ITB menggelar pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga dengan menggunakan magot BSF atau larva Black Soldier Fly.

Jamaah Masjid Baitul Mu'min Mengikuti Pelatihan Pengolahan sampah dengan Magot. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Uwes Fatoni)
Beranda 25 Mei 2026, 10:17

Bandung Berpesta Semalaman untuk Persib, Petugas dan Warga Lokal Bersihkan Sampah Sejak Pagi Buta

Pas datang tadi mah kondisinya kacau, Kang. Pabalatak pisan. Plastik, botol minuman, bungkus makanan, bekas flare, pokokna loba pisan.

Handoyo bersama warga dan unsur kewilayahan ikut turun membersihkan sampah bekas konvoi di kawasan Pasupati, Senin 25 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 10:16

Persib, Bobotoh, dan Komunikasi Kota yang Membiru

Persib juara bukan sekadar prestasi, tetapi peristiwa komunikasi publik. Konvoi bobotoh menjadi bahasa kolektif yang membangun identitas, emosi, dan solidaritas kota.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 25 Mei 2026, 09:45

Support System yang Membentuk Ekosistem: Potret UMKM Bandung Hari Ini

Seperti inilah cara ekosistem UMKM di bawah binaan BRI menjalani arah bisnis yang sehat.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)