Untuk Bandung yang Bebas dari Perundungan

6 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Ilustrasi korban perundungan. (Sumber: Pexels/Rahul)
Ilustrasi korban perundungan. (Sumber: Pexels/Rahul)

Kita tidak akan sepenuhnya paham bagaimana rasanya di-bully, sebelum kita merasakan sendiri dampaknya. Membuktikan bahwa kita tidak bisa menjustivikasi korban untuk mengatakan, "Kenapa tidak melawan? Kenapa tidak lapor? Kenapa tidak menghindar?" serta kenapa yang lainnya.

Berdasarkan Survey Pengalaman Hidup Anak Remaja (SNPHAR) Tahun 2021 meggambarkan adanya situasi kekerasan terhadap anak laki-laki dan perempuan rentang usia 13-17 tahun baik di perdesaan atau perkotaan di Indonesia dalam masa 12 bulan terakhir dan sepanjang hidupnya.

Sementara menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Choiri mengungkap ada 1 dari 7 anak di Indonesia pernah menjadi korban perundungan daring atau cyberbullying.

Survey di atas sekaligus mengungkapkan fakta mendalam tentang berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan fisik, seksual, emosional dan ekonomi yang dialami perempuan usia 15-64 tahun serta anak dan remaja.

Kasus terbaru terjadi pada mahasiswa baru UIN Bandung Prodi Jurnalistik yang meninggal dunia setelah terjatuh dari lantai 11 parkiran di Kings Mall Bandung berinisal AR.

Dilansir dari detikJabar, Ketua Prodi Jurnalistik UIN Bandung Aziz Maarif menceritakan sebuah fakta yang selama ini dipendam oleh korban. Berdasarkan informasi dari keluarga, selama SMA AR pernah menjadi korban bully dan sedang menjalani pengobatan mental.

Menjadi ironi ketika permasalahan di dunia pendidikan tidak hanya seputar gaji guru yang tidak sesuai, kualitas gedung dan tidak memadai, kasus pelecehan seksual yang melibatkan guru juga kasus pem-bully-an yang terjadi di kalangan para siswa.

Sekolah yang seharusnya menjadi media terdidiknya anak-anak yang berilmu dan bermoral, justru menjadi tempat yang tidak aman bagi pertumbuhan anak-anak dalam dunia pendidikan.

Pem-bully-an tidak hanya merampas kepercayaan diri seseorang tapi luka itu membekas sepanjang hidupnya. Korban perundungan bahkan seringkali melukai dirinya sendiri akibat depresi. Melakukan sejumlah pengobatan untuk menyembuhkan rasa traumanya. Meski sudah sembuh, jika terdapat suatu hal yang bisa men-trigger kejadian masa lalu, biasanya korban kembali mengingat rasa trauma itu.

Refleksi dari Kisah Nyata

Kita tidak akan sepenuhnya paham bagaimana rasanya di-bully, sebelum kita merasakan sendiri dampaknya. Membuktikan bahwa kita tidak bisa menjustifikasi korban untuk mengatakan, Kenapa tidak melawan  Kenapa tidak lapor Kenapa tidak menghindar serta kenapa yang lainnya. (Sumber: Unsplash/Carolina)
Kita tidak akan sepenuhnya paham bagaimana rasanya di-bully, sebelum kita merasakan sendiri dampaknya. Membuktikan bahwa kita tidak bisa menjustifikasi korban untuk mengatakan, Kenapa tidak melawan Kenapa tidak lapor Kenapa tidak menghindar serta kenapa yang lainnya. (Sumber: Unsplash/Carolina)

Berdasarkan persetujuan dari seorang teman, dia menceritakan bagaimana dirinya bisa sembuh dari rasa trauma, bertahan hingga kembali hidup dengan kepercayaan yang mulai dibangunnya.

Sebut saja Lily (bukan nama sebenarnya). Perempuan yang saat ini berusia 29 tahun tersebut pernah mengalami perundungan sejak duduk di bangku SMA dan dunia kerja.

Bagi remaja pada umumnya, SMA adalah sekolah yang paling berkesan karena identik dengan pertemanan yang erat dan romansa percintaan. Namun bagi Lily, SMA adalah salah satu tempat yang paling menyeramkan sepanjang hidupnya. Lily termasuk anak yang pendiam dan tidak banyak bertingkah. Dirinya fokus setiap hari bersekolah hanya untuk belajar.

Teman-temannya mendekati dan berbuat baik padanya jika sedang membutuhkan jawaban soal ulangan, menyontek buku pekerjaan rumah (pr) dan menanyakan materi yang tidak dipahami ketika sudah dijelaskan oleh guru. Lily pernah dituduh memecahkan peralatan di laboratorium padahal dirinya sedang mengerjakan jurnal praktikum. Semua orang memandang sinis padanya bahkan gurunya pun tidak percaya dengan pembelaannya.

Justru guru tersebut berucap "Terus siapa yang mecahin ? Setan ?". Lily tidak bisa lagi banyak berbuat selain mengganti alat yang pecah bukan karena dirinya.

Selepas lulus ada satu orang temannya yang mengaku dan meminta maaf kepada Lily. Temannya mengungkapkan bahwa saat kejadian dia melihat yang menjatuhkan alat laboratorium bukanlah Lily tapi teman satu mejanya.

Kemudian Lily pernah dirundung secara verbal saat menggunakan baju dengan warna yang berbeda dengan teman lainnya. Temannya itu mengatakan bahwa baju Lily adalah baju bendera kematian karena berwarna hitam dengan polet kuning terang. Lily mengaku saat itu dia mengenakan baju yang berbeda karena tidak memiliki baju bernada serupa yang sudah disepakati teman-temannya saat perayaan buka bersama di Bulan Ramadhan.

Lily juga pernah dipanggil oleh wali kelas dan guru bk karena mendapat tuduhan telah membocorkan rahasia gaya berpacaran teman sebangkunya. Padahal Lily tidak pernah diajak berkomunikasi oleh teman sekelasnya terlebih untuk hal-hal yang bersifat pribadi. Beruntungnya wali kelas dan guru bk tidak percaya dengan segala hal yang dituduhkan kepada Lily. Kemudian ditemukanlah bahwa ada temannya yang lain yang mencoba untuk memprovokasi agar Lily semakin tidak disukai.

Saat itu Lily masih denial dengan segala kejadian yang diterimanya dan Lily dengan mudahnya memaafkan mereka bahkan saat teman-temannya tidak peduli untuk meminta maaf kepada dirinya.

Masuk dunia perkuliahan Lily mengaku cukup senang dan dirinya terbebas dari perundungan hanya saja kejadian berulang kembali saat Lily bekerja di suatu instansi. Kuliah sambil bekerja memang bukanlah hal yang mudah terlebih dirinya sering mendapat tekanan perundungan secara verbal dari rekan kerjanya.

Dua tahun pertama Lily merasa sangat nyaman bekerja di tempat tersebut. Hanya saja di tahun ketiga ada pergantian karyawan baru karena teman sebelumnya ada yang mendapat pekerjaan di tempat lain dan ada juga yang resign karena akan menikah.

Di tahun ketiga hingga ke tujuh menjadi tahun yang sulit bagi dirinya. Lily harus bertahan di lingkungan yang toxic demi menyelesaikan kuliahnya sambil mencari tempat kerja yang lebih baik. Lily mengaku dirinya tidak pernah mendapat perundungan secara fisik tapi yang sering didapatkannya adalah perundungan dalam bentuk verbal.

Lily sering mendapat nyinyiran dari rekan kerjanya untuk hal-hal yang bersifat sepele hanya karena dianggap lebih diandalkan oleh atasannya. Padahal menurut Lily ada hal yang seringkali teman-temannya tidak ketahui, bahwa dia pun pernah dimusuhi oleh atasannya selama satu bulan penuh karena pernah terlambat masuk kerja. Pernah dimarahi karena ketidaktelitiannya.

Sementara Lily melihat langsung ketika temannya melakukan kesalahan, justru atasannya memarahi dirinya dan berjanji akan menegur rekan lain saat pulang kerja. Namun faktanya, atasannya seringkali tetap tersenyum ramah kepada temannya dan tidak menegur kesalahannya. Sementara Lily sering melihat ekspresi atasannya mendadak berubah dari tersenyum jadi berwajah masam.

Setelah resign Lily cukup terdampak dari sikap perundungan teman-temannya. Emosinya sering meledak-ledak, mudah marah dan trauma untuk bertemu dengan pelaku perundungan. Bahkan ketika di undang untuk mengadakan acara perpisahan setelah resign, Lily memilih untuk menolak dengan berbagai alasan.

Meski demikian Lily merasa beruntung karena di tengah tekanan tersebut tidak pernah terlintas dari benaknya untuk mengakhiri hidup. Sejauh ini Lily belum pernah mendatangi psikolog secara khusus untuk berkonsultasi dengan intimate. Hanya saja Lily pernah mengikuti salah satu acara yang bertujuan untuk menyembuhkan luka yang berlokasi di Kota Bandung.

Lewat pemaparan materi perihal cara menyembuhkan luka dengan menuangkannya melalui kanvas dan melukis. Justru membawanya pada kegiatan menulis berupa journaling. Berdasarkan pemaparannya, Lily mengaku mengalami perubahan emosi yang lebih stabil setelah rajin membuat journaling selama tiga bulan terakhir.

Journaling membuat dirinya bisa meluapkan kekesalan yang selama ini menumpuk dalam hatinya. Journaling membuat dirinya bisa menyalurkan emosi, merenungi apa yang dirinya rasakan lalu menutup kisah kelamnya dengan cerita baru yang lebih membahagiakan.

***

Lewat kisah Lily saya belajar banyak hal, bagaimana tindakan perundungan bisa berdampak kepada kesehatan mental seseorang. Perundungan tidak bisa dianggap remeh ketika bersembunyi dibalik kata "Cuman bercanda ko, kamu aja yang baperan".

Lewat Lily saya berpandangan bahwa seharusnya pihak di lingkungan sekolah atau pekerjaan lebih memperhatikan apa yang terjadi dengan siswa dan para karyawannya. Jika terlihat tanda-tanda perundungan seharusnya segera di evaluasi dan jangan pernah menganggap sepele-sekecil apapun bentuk perundungannya.

Satu hal yang menurut saya bisa dilakukan untuk tidak memperpanjang perundungan adalah dengan peduli. Peduli ketika melihat teman kita dilakukan dengan cara yang berbeda oleh segelintir orang. Peduli dengan bertanya sederhana "Are You Okay?". Jangan justru menutup mata karena kamu tidak mengalaminya.

Saya percaya mereka yang memiliki mental pem-bully, akan terus melakukan perundungan kepada pihak-pihak yang dianggapnya lebih lemah dan tidak punya power untuk melawan. Jadi ketika korban pertama pergi maka bisa saja kamu yang menjadi target perundungan selanjutnya. Jangan sampai kamu baru sadar ketika kamu sendiri yang mengalaminya.

Semoga di kemudian hari Bandung lebih sehat dan peduli terhadap permasalahan mental juga terbebas dari lingkungan yang mencetak generasi perundungan.

Dan bagi kamu pelaku perundungan, yakinkah hidupmu tenang ? setelah merenggut banyak hak dan kebebasan seseorang untuk hidup aman dan damai. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 18:08

Menerapkan Pompa Submersible Tenaga Surya untuk Atasi Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) di berbagai wilayah dihadang masalah klasik yakni titik api jauh dari sumber air dan listrik.

Ilustrasi penggunaan sistem pompa untuk atasi karhutla (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 17:38

Alibasah Sentot Abdullah Mustafa Prawirodirdjo Menumpas Kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832

Kisah heroik Alibasah Sentot Prawirodirdjo saat memimpin pasukan menumpas kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832. Analisis sejarah mendalam tentang strategi dan dampaknya bagi kolonial.

Alibasah Sentot Prawirodirdjo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: G.L. Kepper: Wapenfeiten van het Nederlandsch-Indisch leger)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 16:29

Romantisme Membaca Majalah Mangle Edisi Agustus 1962: Jejak Mojang Bandung Doeloe dan Kiwari

Ada romantisme tersendiri ketika membuka kembali sebuah majalah tua yang telah berusia puluhan tahun.

Majalah Mangle edisi Agustus 1962, menampilkan mojang Bandung, Tatty Kartika, sebagai wajah sampul. (Sumber: Dokumentasi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 15:52

Riwayat Cikao dan Cikaobandung Sejak Dahulu Hingga Sekarang

Riwayat Cikaobandung dari masa lalu hingga masa kini. Menelusuri jejak perkembangan wilayah, peran strategis, transformasi sosial dan budaya yang kaya nilai historis dalam narasi yang mendalam.

Tjikao Koffiepakhuis – Gudang Kopi Cikao, 1880. (Sumber: Koleksi Leiden University Libraries)
Linimasa 28 Agu 2026, 15:09

Riwayat Hitam Kebakaran Hutan di Kalimantan, 4 Dekade Kabut di Lahan Gambut

Kebakaran hutan berulang di Kalimantan sejak 1982. Ketahui riwayat karhutla besar, El Niño, lahan gambut, hingga peristiwa 2026.

Ilustrasi kebakaran hutan.
Sejarah 28 Agu 2026, 14:30

Sejarah Gempa NTT, Tercatat Sejak 1898

Sejarah gempa besar NTT berlangsung lebih dari satu abad, dengan sejumlah peristiwa disertai tsunami dan korban jiwa besar.

Dampak tsunami Lunyuk 1977. (Sumber: Pulau Sumba News)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 14:01

Peran Unpad Membantu Gen Z Raih LoA Universitas Top Dunia

Saat ini adalah momentum untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) agar setara dengan negara maju.

Ilustrasi peran Unpad membantu siswa memperoleh LoA dari universitas top dunia (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 12:42

Jangan Menjadikan ‘Pitbull’ sebagai Tersangka Tunggal

Dalam kasus pitbull di Arjasari, Anjing itu memang yang menyerang anak. Itu terlihat jelas dalam rekaman video yang sempat viral di media sosial. 

Ilustrasi anjing sebagai hewan peliharaan. (Sumber: Magnific)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 10:25

Motivasi dan Peluang Mahasiswa Wirausaha

Sebab di era digital dan era yang penuh ketidakpastian ini, mahasiswa sangat ditekankan untuk mengelola setiap keputusannya.

Ilustrasi mahasiswa (Sumber: Pexels | Foto: hartono subagio)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 20:20

Ayyuhal Walad: Kumpulan Nasihat Imam Al-Ghazali untuk Orang yang Sedang Mencari

Ayyuhal Walad merupakan kumpulan nasihat yang ditulis ketika Al-Ghazali mendapatkan surat dari salah satu murid kinasihnya.

Buku "Ayyuhal Walad". (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 18:34

Sudahkah Hukum Berpihak pada Korban Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur?

Mengangkat isu mengenai kekerasan seksual pada anak sebagai persoalan yang sensitif dan penting, memaparkan berbagai kekerasan seksual, dan membahas mengenai sulitnya bagi korban untuk bersuara.

Ilustrasi anak yang mengalami trauma kekerasan. (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 17:25

Istilah Sunda untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Masyarakat Sunda memiliki lima istilah untuk menggambarkan tingkat guncangan gempabumi, dari riyeg hingga pralaya, yang berkaitan dengan skala MMI dan dampak kerusakannya.

Gambar tafsir baru mitologi gempabumi. Bola bumi berada di ujung tanduk sapi yang berdiri di atas paus. Bila paus dan sapi bergerak, terjadilah gempabumi. (Sumber: Dok. T Bachtiar)
Beranda 27 Agu 2026, 16:55

Kemenkes Temukan Jutaan Kasus PTM lewat Cek Kesehatan Gratis, Prioritaskan Tata Laksana demi Indonesia Emas 2045

Skrining Cek Kesehatan Gratis terhadap 73,8 juta peserta hingga Juli 2026 mengungkap jutaan kasus penyakit tidak menular yang selama ini tidak terdeteksi.

Pelaksanaan program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 27 Agu 2026, 16:20

73,8 Juta Peserta Jangkau Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes Ubah Paradigma Menuju Indonesia Emas 2045

Generasi yang sakit akan sulit menjadi generasi unggul, sementara generasi yang sehat menjadi modal utama menuju Indonesia Emas 2045.

Program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 15:17

Selawatan, Muludan, dan Perdamaian 

Dari buku yang semula hanya tergeletak di rak sederhana tiba-tiba menjadi pintu masuk untuk membicarakan Islam tidak hanya mengajarkan bagaimana mencintai Nabi, tetapi harus menjadi landasan bersama

Anak-anak tengah asyik diskusi sebelum belajar ngaji bersama. (Sumber: instagram @jaro_numoto)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 13:53

Nasib CFD Bandung yang Terjerat Audit Rp2,7 Miliar

BPK menemukan penggunaan anggaran sekitar Rp 2,7 miliar terkait CFD untuk membayar personel non-ASN tanpa dasar hukum yang memadai.

CFD di kawasan Dago. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ikon 27 Agu 2026, 13:40

Gedung Sate Cikajang Garut, Bangunan Unik di Tengah Perkebunan Teh

Di pelosok Cikajang, Garut, berdiri Gedung Sate Cikajang yang dibuat mirip ikon Jawa Barat dan digunakan untuk kegiatan warga.

Bangunan miniatur Gedung Sate di Cikajang, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)