Perempuan dan Silat: Perayaan Kejuaraan Pasanggiri Pencak Silat Se-Bandung Raya

Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan Selasa 30 Sep 2025, 11:51 WIB
Penampilan Peserta Silat di Pasanggiri (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Penampilan Peserta Silat di Pasanggiri (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Sabtu, 27 September 2025, Paguron GPM Putra Layang Pusaka mengikuti acara pasanggiri yang diadakan secara kolaborasi oleh Pemkab Bandung, Karang Taruna Desa Rancamulya, Pemerintah Desa Rancamulya, Bandung Lebih Bedas dan DPC PPSI Kec. Pameungpeuk. Acara tersebut diselenggarakan di salah satu gedung kesenian yang berada di Desa Rancamulya.

Pasinggiri Pencak Silat diselenggarakan sebagai ajang atau festival untuk melestarikan budaya pencak silat, mengembangkan bakat dan keterampilan seniman silat serta menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya leluhur dan mengasah nilai-nilai sportivitas melalui kompetisi.

Acara ini dihadiri oleh beberapa paguron besar di Kabupaten/Kota Bandung diantaranya, Paguron PPSI Galih Pakuan, PPSI Kasiat Pusaka, Mekar Kencana dan Putra Layang Pusaka. Semua paguron mengirimkan murid terbaiknya untuk menunjukkan keterampilan silat di hadapan para juri.

Di antara semua peserta yang didominasi oleh laki-laki, saya melihat ada satu perempuan remaja yang menarik perhatian saya atas penampilan tunggalnya. Saya selalu kagum dengan mereka (perempuan) yang mampu mendobrak stigma di masyarakat tentang keterbatasan ruang gerak perempuan melalui kontribusinya di lingkungan yang dianggap tidak lazim untuk keberadaan perempuan.

Namanya Rivia Sofiana, remaja keturunan Sunda ini berusia 15 tahun. Saat saya wawancara, Rivia mengaku sudah ikut berlatih silat di Paguron Putra Layang Pusaka sejak 2019--tepat saat usianya masih 9 tahun.

Saat ditanyai perihal motivasinya untuk bergabung dengan dunia silat, saya semakin kagum dibuatnya--bagaimana kesadarannya sebagai perempuan muda untuk menjaga diri melalui seni bela diri di tengah perempuan memang rentan mendapat perilaku pelecehan atau pemerkosaan.

Motivasinya adalah saya ingin belajar bela diri untuk menjaga diri saya sebagai perempuan, melatih fisik dan mental untuk kebermanfaatan di kemudian hari serta membangun rasa percaya diri.

Sebagai anak muda, Rivia ingin terlibat langsung untuk mengharumkan Paguron Putra Layang Pusaka dengan menampilkan kemampuan terbaiknya saat unjuk diri di setiap pentas seni yang diadakan di Kabupaten/Kota Bandung. Perempuan Sunda ini juga turut senang saat bisa berkontribusi untuk melestarikan seni budaya Sunda khususnya pencak silat.

Meski di acara Kejuaraan Pasanggiri Pencak Silat Se-Bandung Raya, Rivia tidak berkesempatan menjadi juara tapi ia cukup bangga karena sudah menampilkan yang terbaik sesuai kemampuannya. Bahkan Rivia turut senang dan memberi dukungan penuh kepada rekannya yang mendapat juara kategori Rampak Sekar.

Seperti anggota silat yang lainnya, Rivia juga mendapat banyak manfaat dari kegiatan tersebut salah satunya mendapat privilage sekolah gratis saat tahun ini mendaftarkan dirinya ke jenjang SMK.

Setelah acara berakhir Rivia turut senang bisa mengikuti acara Pasanggiri yang diadakan di Desa Rancamulya tersebut. Terlebih sebagai gen z yang selalu mendapat stigma buruk di masyarakat-- Rivia mampu hadir membawa perubahan sekaligus menjadi bukti nyata bahwa gen z tidak seburuk yang orang-orang pikirkan.

Jujur senang banget bisa turut terlibat dalam acara Pasanggiri karena saya sebagai perempuan juga gen z bisa turut berkontribusi dalam melestarikan seni budaya dan mendapat banyak manfaat lewat jalur prestasi untuk pendidikan saya.

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Feb 2026, 10:24

Bukan Sekadar Bangun Pagi, 5 Tradisi Sahur Penuh Cinta

Ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Tradisi, iya. Cari amal, iya. Hiburan juga iya. Tapi yang paling terasa itu silaturahmi. Karena di luar Ramadan jarang sekali bisa kumpul seramai ini.

Tradisi membangunkan sahur di kota dan pedesaan. (Sumber: Instagram | Foto: @sekeloaselatann)
Beranda 25 Feb 2026, 06:39

Makhluk Kecil Ini Ungkap Kondisi Sebenarnya Air Sungai di Teras Cikapundung

Penelitian terbaru di Teras Sungai Cikapundung menunjukkan bahwa kualitas air di hulu sungai Bandung kini berada dalam status tercemar sedang akibat limbah domestik dan aktivitas peternakan

Petugas bersama masyarakat melakukan bersih-bersih Teras Cikapundung, Kota Bandung, Kamis 16 Mei 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 24 Feb 2026, 18:47

Di Simpul Kredit dan Hunian: Transformasi Pembiayaan Perumahan dalam Lanskap Stabilitas Perbankan

Di simpul antara kebijakan makro dan kebutuhan rumah tangga, pembiayaan perumahan berdiri sebagai jembatan.

Warga beraktivitas di salah satu komplek perumahan bersubsidi di Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Beranda 24 Feb 2026, 15:31

Ramadan di Masjid Lautze 2: Saling Berbagi dan Tak Pernah Bertanya Latar Belakang

Pengemis, pengemudi ojek online, pekerja harian, musafir, hingga warga sekitar yang sekadar ingin mampir, duduk dalam barisan yang sama. Tak ada kursi khusus, tak ada sekat sosial.

Suasana ramadan di Masjid Lauetze 2 di Jalan Tamblong, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 15:01

Miskin di Ruang yang Rusak: Menggugat Politik Kemiskinan Ekologis di Indonesia

Mengkritik politik kemiskinan ekologis: warga miskin hidup di ruang rusak, sementara bansos hanya jadi solusi tambal sulam struktural.

Gundukan sampah. (Sumber: Pexels | Foto: Mumtahina Tanni)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 13:37

Ramadan yang Bukan Sekadar Fasting dalam Bahasa Inggris

Untuk memahami Ramadan di Indonesia, seseorang tidak cukup hanya memahami konsep fasting.

Umat Muslim beribadah di Bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Annas Arfnahri)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 11:58

15 Istilah Penting Ramadan yang Mudah Dipahami WNA Nonmuslim di Indonesia

Untuk memahami Ramadan di Indonesia, memahami istilah-istilah kuncinya adalah langkah awal yang penting.

Pedagang takjil di bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Umar ben)
Beranda 24 Feb 2026, 11:52

RW 15 Tembus FYP, Bangunin Sahur Jadi Wadah Berkarya Anak Sekeloa Selatan

Tradisi bangunin sahur anak-anak muda Sekelo Selatan sudah berjalan sejak 2007. Bukan sekadar keliling kampung, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi lintas generasi yang kini viral di media sosial.

Anak-anak muda Sekeloa Selatan pelaku tradisi bangunin sahur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 08:09

Puasa Perisai Konsumtif

Jangan sampai nilai-nilai Ramadan ini tereduksi menjadi sekadar simbol dan rutinitas di tengah derasnya arus budaya konsumtif.

Pengunjung belanja pada Gelar Produk Pasar Tani di Bale Asri Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa 18 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 20:20

Reforma Agraria di Punclut: Negara Hadir atau Abai?

Di lereng yang menjadi bagian dari Kawasan Bandung Utara (KBU) itu, warga telah puluhan tahun menggarap lahan ex-erfpacht verponding.

Pertemuan warga Punclut (Foto: Dokumen Mang Aqli)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 16:20

Kumpulan Kata yang Mendadak Ramai Diucap Pas Ramadan

Berikut kumpulan kata khas Ramadan yang sering digunakan beserta maknanya.

Ilustrasi santri. (Sumber: Pixabay)
Bandung 23 Feb 2026, 15:25

Strategi Bertahan Gado Gado Gerobakan Cibadak Menembus Batas Zaman dan Pandemi

Merintis bisnis bukanlah wacana yang mudah. Perencanaan yang matang hingga eksekusi bisnis sampai di tahap mempunyai pelanggan setia, bukanlah proses yang mudah.

Kuliner tradisional yakni gado-gado gerobakan di kawasan Cibadak milik Efendi Wahyudin. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 14:18

Di Balik Kumpulan Kata Khas Ramadan, Memahami Bahasa dan Makna Sosial

Memahami istilah-istilah khas Ramadan berarti memahami bagaimana bahasa berfungsi sebagai medium pengalaman kolektif.

Seorang anak sedang mengaji. (Sumber: Pixabay | Foto: Joko_Narimo)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 12:13

Bahasa yang Menjadi Kontrol Sosial Kala Ramadan

Di Bulan Suci ini, bahasa menjaga puasa kita tetap tuntas dengan baik.

Ilustrasi orang Indonesia berkumpul di sebuah warung. (Sumber: Pexels | Foto: Noval Gani)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 09:07

Mendadak Pasar Takjil Ramadan

Yang membuat Pasar Takjil menarik, di antaranya adalah suasananya yang meriah dan penuh kejutan.

Pasar Takjil dadakan di Jalan Gading Tutuka, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 18:04

Sejarah Es Cendol Elizabeth yang Selalu Menjadi Minuman 'Bintang' di Saat Ramadan

Kisah Es Cendol Elizabeth berawal dari cerita Haji Rohman pada 1972 yang ditinggal pergi ayahnya.

Es Cendol Elizabeth. (Sumber: Instagram @escendolelizabethofficial)
Bandung 22 Feb 2026, 15:08

Manisnya Berkah Ramadan di Jalan Cibadak, Kisah Pak Heri Merawat Tradisi Es Goyobod di Tengah Gempuran Zaman

Eksistensi pedagang Es Goyobod di kota kembang membuktikan bagaimana peran kuliner tradisional tetap hidup di zaman yang terus berkembang dan tak terbatas ini.

Eksistensi pedagang Es Goyobod di kota kembang membuktikan bagaimana peran kuliner tradisional tetap hidup di zaman yang terus berkembang dan tak terbatas ini. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 15:02

Ngabuburead: Menemukan Ketenangan di Tengah Riuh Ramadan Jawa Barat

Inilah tren 'Ngabuburead', cara baru menepi lewat konten digital yang lebih intim dan berisi.

Media digital. (Sumber: Unsplash | Foto: @felirbe)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 11:43

Lembang Tempo Dulu

Dahulu Lembang adalah sebuah kawasan hijau yang pada masa VOC memiliki sebuah upeti istimewa.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 09:36

Miéling Poé Basa Indung: Jejak Panjang Pers Sunda

Denyut pers Sunda sebenarnya telah terdengar sejak akhir abad ke-19 melalui penerbitan seperti Sunda Almanak (1894) dan Panemu Guru (1906).

Wajah baru Majalah Mangle dalam manajemen Pusat Budaya Sunda Unpad. (Sumber: Dokumentasi Penulis)