Mengapa Penataan Sungai Penting untuk Bandung

4 menit baca
Djoko Subinarto
Ditulis oleh Djoko Subinarto diterbitkan
Kawasan permukiman di pinggiran Sungai Cikapundung, Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Kawasan permukiman di pinggiran Sungai Cikapundung, Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)

SUNGAI bukan sekadar aliran air dari hulu ke hilir. Ia merupakan sistem kehidupan yang menopang keseimbangan ekologis sekaligus kehidupan sosial masyarakat. 

Di Bandung, puluhan sungai mengalir membelah kota. Sayang, sungai-sungai ini sering dilupakan dalam perencanaan kota, sehingga menimbulkan risiko bencana dan degradasi lingkungan.

Ambil contoh, di beberapa wilayah Bandung, banjir rutin terjadi akibat luapan sejumlah sungai. Peristiwa ini menjadi alarm bagi pemangku kebijakan bahwa sungai perlu menjadi bagian penting dalam perencanaan dan pengelolaan kota.

Realita kerap menunjukkan, seringnya banjir akibat luapan sungai dikarenakan bukan hanya buntut dari curah hujan tinggi, tetapi juga buntut dari sedimentasi dan penyempitan aliran sungai. 

Bangunan liar yang berdiri di bantaran sungai atau warga yang mengurug sungai untuk pendirian bangunan di kiri kanan aliran menjadi hal yang kerap dilakukan dewasa ini. Praktik semacam ini tentu saja bisa memperkecil kapasitas sungai menampung air dan meningkatkan risiko luapan.

Pengatur iklim mikro

Fungsi ekologis sungai sangat luas. Ia bukan hanya berfungsi sebagai sumber air permukaan, tetapi juga habitat bagi flora dan fauna, penyaring alami polusi, dan pengatur iklim mikro di sekitarnya. Mengabaikan fungsi ini berarti merusak keseimbangan lingkungan.

Sungai yang sehat mampu menyerap limpasan air hujan, mengurangi risiko banjir, dan mencegah erosi tanah di bantaran. Maka, tanpa perawatan, sedimentasi menumpuk, aliran terhambat, dan bencana banjir menjadi lebih mudah dan lebih sering terjadi.

Selain fungsi ekologis, sungai juga memiliki fungsi  sosial dan ekonomi. Sungai menjadi ruang interaksi warga, sumber air bersih, dan potensi ekonomi melalui kegiatan perikanan, wisata, atau ruang terbuka hijau.

Penataan sungai yang baik bukan hanya menyangkut soal pembangunan fisik, tetapi juga soal pemeliharaan dan edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga daerah aliran sungai dari bangunan liar dan sampah.

Aktivitas manusia

Potret Sungai Citarum di kawasan Dayeuhkolot sekitar tahun 1900-an. (Sumber: Leiden University Libraries Digital Collections)
Potret Sungai Citarum di kawasan Dayeuhkolot sekitar tahun 1900-an. (Sumber: Leiden University Libraries Digital Collections)

Pada dasarnya, sedimentasi sungai adalah masalah ekologis yang diperparah oleh aktivitas manusia. Limbah, sampah, dan bangunan ilegal mempercepat penyempitan aliran air sungai dan memicu banjir.

Untuk itu, penataan sungai harus mencakup normalisasi, revegetasi bantaran, dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Hal ini diharapkan tidak hanya bisa mengurangi bencana, tetapi juga bisa meningkatkan kualitas hidup warga sekitar.

Teknologi dapat menjadi alat bantu mitigasi banjir. Namun, teknologi hanya efektif jika sungai sendiri dikelola dengan baik. Sistem peringatan dini, normalisasi, dan penataan ruang sungai harus berjalan beriringan.

Peningkatan kapasitas warga dan aparat lokal sangat penting. Banjir bukan hanya persoalan fisik. Ia juga mengungkap kelemahan tata kelola kota, ketidakpatuhan pada regulasi, dan rendahnya kesadaran ekologis masyarakat.

Sebagai aset kota

Bandung membutuhkan paradigma baru di mana sungai diperlakukan sebagai aset penting kota. Jadi, bukan sekadar dilihat sebagai saluran air atau lahan kosong semata.

Penataan sungai yang tepat dapat mengurangi risiko bencana sekaligus menciptakan ruang terbuka hijau yang produktif dan ramah lingkungan.

Konsep waterfront, kota hijau, dan bantaran sungai yang direvitalisasi bisa menjadi model bagi kawasan-kawasan di Bandung yang dekat dengan aliran sungai.

Namun, keberhasilan penataan sungai sangat bergantung pada disiplin warga dan penegakan regulasi. Bangunan liar tetap menjadi ancaman jika tidak ditangani tegas.

Pendidikan lingkungan juga menjadi kunci. Warga harus diajak memahami peran sungai, dampak sedimentasi, dan pentingnya menjaga aliran sungai tetap lancar.

Kota yang berkelanjutan adalah kota yang mampu menyeimbangkan antara pembangunan fisik dengan kelestarian lingkungan. Dan sungai adalah indikator keseimbangan itu.

Kerugian lebih besar

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)

Setiap banjir yang melanda sejumlah kawasan di Bandung adalah pengingat bahwa pengelolaan sungai di kota ini tidak bisa ditunda-tunda. Setiap penundaan berarti potensi kerugian yang lebih besar, baik secara sosial maupun ekonomi. 

Lebih dari sekadar urusan teknis drainase, persoalan sungai juga menyangkut hak warga atas lingkungan yang layak. Oleh sebab itu, perhatian pada sungai juga memiliki dimensi keadilan sosial. Warga yang tinggal di bantaran paling rawan membutuhkan perlindungan dan akses ke ruang publik yang aman.

Tersebab hal itulah, penataan sungai bukan sekadar proyek fisik, tetapi juga transformasi sosial dan budaya kota. Dengan sungai yang sehat, kualitas hidup warga bakal meningkat, bencana berkurang, dan kota menjadi lebih produktif.

Karena itu, pemerintah kota harus menekankan integrasi antara tata ruang, ekologi, dan partisipasi warga agar penataan sungai bukan sekadar simbolik, tetapi memberi manfaat nyata.

Kita semua yakin Bandung dapat menjadi contoh kota yang menyeimbangkan problem urbanisasi dengan kelestarian sungai, sehingga menjadikan sungai sebagai penopang kehidupan kawasan urban, dan bukan ancaman banjir.

Pada akhirnya, sungai adalah urat nadi kota. Menjaga dan menata sungai berarti menjaga masa depan Bandung, yang pada gilirannya akan ikut menjadikannya sebagai sebuah kota yang produktif, ramah lingkungan, dan manusiawi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 18:16

PWI Jabar dan Tantangan Baru Menjaga Kepercayaan Publik di Era AI

PWI Jawa Barat juga dapat mendorong penguatan disiplin verifikasi di kalangan anggotanya. Misal, dengan membahas prosedur pemeriksaan video yang viral dan penggunaan gambar hasil AI.

Logo Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 17:31

Terlalu Dekat untuk Dikenal: Mengapa Situs Candi Bojong Menje perlu Diceritakan Kembali?

Situs Candi Bojong Menje menyimpan jejak sejarah yang penting, tetapi masih kurang mendapat perhatian layak. Sudah saatnya masyarakat, generasi muda, mengenal dan menjaga warisan sejarah ini.

Kondisi Situs Candi Bojong Menje di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi Jailani Abdul Rosyid | Foto: Jailani Abdul Rosyid)