Alarm untuk Masa Depan Mobilitas Bandung

2 menit baca
Fatih Permana
Ditulis oleh Fatih Permana diterbitkan
Suasana padat di Jalan Soekarno-Hatta, Bandung (sumber: dokumentasi lapangan oleh fatih) (Sumber: Fatih | Foto: Fatih)
Suasana padat di Jalan Soekarno-Hatta, Bandung (sumber: dokumentasi lapangan oleh fatih) (Sumber: Fatih | Foto: Fatih)

Jalan Soekarno-Hatta di kawasan Babakan Surabaya, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, menjadi sorotan karena macet yang semakin parah.

Bulan lalu contohnya, pada Minggu (23/11/2025), kendaraan dari arah Buahbatu, Kiaracondong, sampai Pasir Koja nyaris tidak bergerak. Warga yang melintas mulai merasa lelah dengan kemacetan yang seolah tidak ada ujungnya.

Setiap hari, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja, jalan ini selalu padat oleh kendaraan, Padahal Soekarno-Hatta merupakan jalur penting untuk macam-macam aktivitas warga. Namun kenyataannya, jalan ini sudah tidak mampu menampung jumlah kendaraan yang terus meningkat.

Titik paling macet biasanya berada di perempatan Soekarno-Hatta Kiaracondong, dekat Jalan Rumah Sakit dan area PT LEN. Di kawasan ini, antrean kendaraan bisa memanjang sangat jauh. Situasi ini kerap membuat pengendara frustrasi sepanjang hari.

Penyebab kemacetan pun beragam, mulai dari parkir liar hingga penyempitan jalan. Kendaraan yang keluar masuk dari ruko dan pertokoan juga menambah kepadatan kendaraan. Aktivitas padat di sekitar kawasan tersebut tidak diimbangi dengan penataan yang baik.

Masalah macet di Soekarno-Hatta tidak ada dengan sendirinya, tetapi berkaitan dengan penataan kota secara menyeluruh. Kurangnya aturan yang tegas membuat pelanggaran semakin sering terjadi. Penataan jalan yang masih kurang maksimal juga memperparah kondisi di lapangan.

Rekayasa lalu lintas yang dicoba selama ini belum membawa perubahan berarti. Beberapa cara justru hanya memindahkan titik kemacetan. Akibatnya, warga merasa upaya tersebut belum bisa memberikan dampak nyata.

Transportasi umum yang tersedia masih belum menjadi pilihan utama warga. Banyak yang tetap memilih kendaraan pribadi karena dianggap lebih praktis dan simpel. Jadwal transportasi umum yang tidak konsisten juga membuat masyarakat terkadang malas menggunakannya.

Jalan yang sudah penuh semakin kewalahan menampung arus kendaraan setiap hari. Pada jam padat, laju kendaraan bisa berhenti total. Kondisi ini tentu sangat mengganggu aktivitas warga.

Kemacetan yang terus menerus berdampak serius bagi kualitas hidup masyarakat. Udara semakin kotor karena emisi kendaraan. Biaya perjalanan juga meningkat karena waktu tempuh yang lebih lama.

Baca Juga: Longsor, Alih Fungsi, dan Alami

Jika kondisi ini dibiarkan, Bandung bisa kehilangan citranya sebagai kota kreatif yang nyaman untuk ditinggali. Dampaknya bisa meluas ke sektor ekonomi hingga pariwisata. Hal ini tentu merugikan perkembangan kota dalam jangka panjang.

Kritik terhadap Wali Kota Bandung semakin banyak bermunculan. Warga menilai langkah-langkah yang diambil masih terlalu lambat. Beberapa kebijakan dianggap hanya sebatas wacana tanpa pelaksanaan jelas.

Bandung membutuhkan langkah cepat dan tegas dari Wali Kota untuk mengatasi persoalan ini. Penataan ulang jalan dan perbaikan transportasi umum perlu segera diprioritaskan. Penegakan aturan yang konsisten diharapkan mampu membuat Soekarno-Hatta kembali nyaman dilewati. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Fatih Permana
Tentang Fatih Permana
Mahasiswa Telkom University

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Jun 2026, 15:29

Ekspedisi Karees : Menelusuri Jejak Rel Kereta yang Hilang dari Peta (Part 1)

Beberapa hari yang lalu, saya mencoba menelusuri kembali sisa-sisa rel Karees, memotret kondisinya hari ini, dan merangkai kembali memori kejayaan halteu ini di masa lampau. Yuk, ikut saya blusukan!

Harta karun pertama yang saya temukan! Menyembul di antara tanah di sebelah kiri jalan, membuktikan sejarah menolak terkubur. (Sumber: Pribadi | Foto: Pribadi)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 15:13

Copy-Paste Birokrasi: Ketika Sistem Digital Belum Benar-Benar Digital

Saat sistem digital tidak saling terhubung, beban administratif tidak hilang, ia hanya berpindah wujud dari kertas ke layar.

Ilustrasi ekosistem digital yang melingkupi kehidupan modern (Sumber: Pexels | Foto: Pixabay)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 13:36

Menelusuri Art Deco: Setitik Eropa di Kota Kembang

Melihat kembali bagaimana arsitektur Art Deco di Kota Bandung bermunculan hingga akhirnya dijadikan sebagai bangunan cagar budaya.

Kondisi Gedung Bank DENIS (sekarang digunakan oleh Bank Jawa Barat) pada tahun 2015. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Rochelimit)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 12:25

Penggunaan Wewangian dari Zaman Mesir sampai Sekarang

Perkembangan singkat wewangian dari awal mula ketenarannya di Mesir sampai sekarang.

Pajangan botol parfum berwarna-warni. (Sumber: pexels.com | Foto: Hồng Quang)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 11:30

'Don’t Buy This Jacket' Kampanye Jujur atau Strategi Manipulasi Persepsi?

Membedah paradoks kampanye "Don’t Buy This Jacket" Patagonia:

Penulis sedang menelaah konsep iklan 'Don't Buy This Jacket'.
Wisata & Kuliner 22 Jun 2026, 11:27

Wisata Gratis di Surabaya: Jelajah Taman Bungkul Ikon Kota yang Selalu Ramai

Taman Bungkul menjadi salah satu destinasi wisata gratis paling populer di Surabaya dengan fasilitas lengkap dan suasana nyaman sepanjang hari.

Taman Bungkul Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 09:56

Indonesia dalam Angka

Algoritma Statistik memang sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, tetapi bukan berarti angka itu disusun hanya demi kepuasan publik. Sehingga fakta yang terjadi hanya sebatas retorika

Ilustrasi angka dalam kalkulator. (Sumber: Pexels | Foto: Yan Krukau)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 09:06

Penggunaan Kendaraan Listrik Dikebut, Tapi Listriknya Sering Padam

Di tengah percepatan adopsi kendaraan listrik melalui berbagai insentif, pemadaman listrik yang masih sering terjadi memunculkan pertanyaan: seberapa siap sistem energi Indonesia?

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf terkait pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa (20/6/2026). (Sumber: Instagram/@pln_id)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 08:58

Ada Apa dengan Tanjakan Emen?

Jalan tanjakan Emen yang berada di Subang tepatnya di Ciater, terkenal dengan misteri seringnya terjadi kecelakaan.

Kondisi sekarang jalan tanjakan Emen. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Haerul Nurjaman)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 18:02

Peran Media Relations dalam Membangun Citra Kolaborasi Brand di Industri Olahraga

Memahami identitas kolaborasi sebagai perpaduan antara motorsport, inovasi, dan gaya hidup modern.

Gambar dari akun Instagram resmi Puma
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 17:37

Merawat Jejak Maung Bandung Melalui Koleksi dr. Dimas Kurnia Hidayat

Merawat Jejak Maung Bandung Melalui Koleksi dr. Dimas Kurnia Hidayat

Dimas Kurnia Hidayat, kolektor memorabilia Persib Bandung. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 15:26

Bandung Poek, Warga Menjerit, dan Kenangan Menyala

Cibiru Bandung boleh poek untuk dua, tiga, empat, lima jam. Tetapi selama kebersamaan masih hidup, selalu ada cahaya yang tidak pernah padam bila kita rawat dan pupuk bersama.

Ilustrasi Bandung Mati Listrik Bergilir (Sumber: Pixabay)
Wisata & Kuliner 21 Jun 2026, 13:04

5 Kuliner Semarang Pilihan yang Wajib Dicoba Wisatawan

Dari lumpia khas Pecinan hingga tahu gimbal dan nasi ayam malam hari, inilah rekomendasi kuliner Semarang yang wajib masuk daftar perjalanan Anda.

Kuliner Tahu Gimbal. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 12:17

Jembatan Cirahong, Warisan Belanda dengan Akses Lantai Ganda

Jembatan Cirahong, warisan dari Belanda yang memiliki dua jalur akses. Berfungsi sebagai rel kereta dan jalan bagi warga.

Jembatan Cirahong masa sekarang. (Sumber: Dokumen Pribadi)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:48

Meraih Impian dari Sekolah Terbaik

Menentukan sekolah terbaik pun harus dianggap sebagai langkah yang menentukan impian murid baru terwujud.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:36

Risiko Kecil dari USG yang Berlebihan

Pentingnya membatasi frekuensi USG kehamilan sesuai indikasi medis guna mencegah potensi risiko efek termal dan paparan ultrasonik berlebihan pada janin.

Ilustrasi pemeriksaan USG kandungan pada ibu hamil. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:32

Tidak Hanya Judol, Blind Box Juga Dapat Memicu Kecanduan

Blind box justru mendorong perilaku konsumtif dan impulsif pada konsumen Generasi Z.

Ilustrasi blind box. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:25

Bukan Sekadar Paspor: Makna Nasionalisme Dalam Skuad Timnas Modern

Performa baik Timnas Indonesia ikut dipengaruhi pemain diaspora.

Ole Romeny (10) bersama Ramadhan Sananta (9) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3). (Sumber: kemenpora.go.id | Foto: Herry)
Beranda 20 Jun 2026, 13:46

Mengayuh dengan Cemas di Kota yang Mengaku Ramah Pesepeda

Komunitas pesepeda Bandung memasang Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta usai tewasnya seorang remaja pesepeda, sekaligus mendesak pemerintah memperbaiki keselamatan infrastruktur jalan.

Komunitas sepeda dan pejalan kaki memasang memorial Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta sebagai simbol duka atas tewasnya seorang remaja saat bersepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Beranda 20 Jun 2026, 05:35

Membongkar Operasi Informasi yang Tak Kasat Mata di Ruang Digital

Jurnalis diajak mengenali operasi manipulasi informasi di ruang digital, mulai dari disinformasi, narasi terkoordinasi, hingga rekayasa tren di media sosial.

Ika Ningtyas, Koordinator Cek Fakta Tempo, memaparkan cara mengenali operasi manipulasi informasi yang bekerja secara terorganisasi di ruang digital kepada para jurnalis di Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)