Saat Kemacetan Meluas hingga Gang Kecil di Bandung

2 menit baca
Athhar Jundi Pratama Attaqa
Ditulis oleh Athhar Jundi Pratama Attaqa diterbitkan
Kemacetan parah yang terjadi sepanjang jalan Soekarno Hatta, pada 2 Desember 2025. (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa)
Kemacetan parah yang terjadi sepanjang jalan Soekarno Hatta, pada 2 Desember 2025. (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa)

Setiap pagi, ketika matahari baru mengintip dari balik atap rumah-rumah Kota Bandung, antrean panjang kendaraan yang tidak berujung sudah memenuhi jalanan. Deru knalpot, klakson yang saling bersahutan, dan wajah-wajah yang tergesa seakan menjadi pemandangan rutin yang tak pernah terlewatkan di Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung.

Nining Sariningsih, seorang perawat berusia 44 tahun yang setiap hari harus bergegas pergi bekerja ke rumah sakit, hampir setiap hari terjebak dalam kemacetan yang sama seperti hari-hari sebelumnya. Sebagai warga Bandung yang pergi kerja menggunakan motor, ibu tiga anak tersebut mengaku lelah karena selalu terjebak macet, baik saat berangkat maupun sepulang kerja.

“Kemacetan sekarang tidak hanya di jalan utama, tetapi juga merembet hingga jalan tikus yang biasa digunakan warga sebagai alternatif. Jadi mau lewat manapun tetap sama saja,” ujarnya, Selasa (02/12/2025).

Ia juga ingin menyampaikan pada Walikota Bandung mengenai kondisi jalan yang kerap tergenang ketika hujan turun. Buruknya drainase, ditambah intensitas hujan yang cukup tinggi, membuat arus kendaraan tersendat.

“Kadang macetnya bukan hanya karena yang bawa kendaraan, tapi karena air menggenang. Jadi makin lambat,” ujarnya.

Beberapa waktu terakhir, wanita kelahiran Bandung tersebut melihat banyak sekali lubang penggalian jalan di berbagai titik Kota Bandung. Pekerjaan tersebut pastinya bertujuan memperbaiki jalan sekaligus serapan air, tetapi pelaksanaannya tidak dilakukan secara optimal. Proses perbaikan dirasa berjalan dengan “setengah-setengah”, sehingga membuat kemacetam lalu lintas di jam sibuk.

Jalan berlubang yang menimbulkan kemacetan, pada 2 Desember 2025. (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa)
Jalan berlubang yang menimbulkan kemacetan, pada 2 Desember 2025. (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa)

Kondisi trotoar di Kota Bandung ini juga menjadi salah satu keresahan yang dirasakan karena kebanyakan trotoar sangatlah tidak ramah untuk pejalan kaki yang berlalu lalang. Di beberapa wilayah yang sering ia lewati, banyak sekali trotoar yang dipenuhi oleh pedagang sehingga membuat pejalan kaki harus mengalah dan turun ke bahu jalan yang memunculkan kekhawatiran mengenai kecelakaan lalu lintas.

Keluhan wanita pengendara sepeda motor tersebut mengenai kemacetan tidak hanya berhenti disana, adapun mengenai transportasi umum Kota Bandung, ia mengaku lebih nyaman menggunakan kendaraan pribadi daripada transportasi umum yang ada, fasilitas transportasi umum yang tersedia menurutnya sangat kurang dan belum merata di seluruh wilayah Bandung, sehingga minatnya terhadap penggunaan transportasi umum menjadi berkurang.

Baca Juga: Sunda di Mata Eropa: Membaca Catatan Penjelajahan (Penjajahan) Paling Awal tentang Kita

Kritik selanjutnya yang ingin disampaikan oleh seorang perawat berusia 44 tahun pada Bapak M. Farhan adalah pada sektor pelayanan publik, seperti pelayanan kesehatan dan pendidikan. Beliau merasa layanan-layanan tersebut belum merata. Beberapa fasilitas memang sudah mengalami upgrade, namun belum maksimal pada tiap wilayah di Kota Bandung secara konsisten.

Di akhir sesi wawancara, salah satu warga Bandung tersebut menyampaikan harapan yang sangat kepada Wali Kota Bandung, M. Farhan, agar memperhatikan progress penggalian jalan agar tidak menimbulkan kemacetan. Ia menegaskan bahwa kemacetan dan juga penataan ruang kota perlu ditangani sampai tuntas agar warga merasa nyaman.

“Kalau bisa sih ya, saya pengen perbaikannya secara terjadwal sih. Terus jangan setengah-setengah, supaya kami sebagai warga bisa berangkat dan pulang dengan lancar dan tenang sampai rumah,” paparnya menutup percakapan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Athhar Jundi Pratama Attaqa
Mahasiswa Digital Public Relations Telkom University 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)