Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Saat Kemacetan Meluas hingga Gang Kecil di Bandung

Athhar Jundi Pratama Attaqa
Ditulis oleh Athhar Jundi Pratama Attaqa diterbitkan Minggu 18 Jan 2026, 18:24 WIB
Kemacetan parah yang terjadi sepanjang jalan Soekarno Hatta, pada 2 Desember 2025. (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa)

Kemacetan parah yang terjadi sepanjang jalan Soekarno Hatta, pada 2 Desember 2025. (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa)

Setiap pagi, ketika matahari baru mengintip dari balik atap rumah-rumah Kota Bandung, antrean panjang kendaraan yang tidak berujung sudah memenuhi jalanan. Deru knalpot, klakson yang saling bersahutan, dan wajah-wajah yang tergesa seakan menjadi pemandangan rutin yang tak pernah terlewatkan di Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung.

Nining Sariningsih, seorang perawat berusia 44 tahun yang setiap hari harus bergegas pergi bekerja ke rumah sakit, hampir setiap hari terjebak dalam kemacetan yang sama seperti hari-hari sebelumnya. Sebagai warga Bandung yang pergi kerja menggunakan motor, ibu tiga anak tersebut mengaku lelah karena selalu terjebak macet, baik saat berangkat maupun sepulang kerja.

“Kemacetan sekarang tidak hanya di jalan utama, tetapi juga merembet hingga jalan tikus yang biasa digunakan warga sebagai alternatif. Jadi mau lewat manapun tetap sama saja,” ujarnya, Selasa (02/12/2025).

Ia juga ingin menyampaikan pada Walikota Bandung mengenai kondisi jalan yang kerap tergenang ketika hujan turun. Buruknya drainase, ditambah intensitas hujan yang cukup tinggi, membuat arus kendaraan tersendat.

“Kadang macetnya bukan hanya karena yang bawa kendaraan, tapi karena air menggenang. Jadi makin lambat,” ujarnya.

Beberapa waktu terakhir, wanita kelahiran Bandung tersebut melihat banyak sekali lubang penggalian jalan di berbagai titik Kota Bandung. Pekerjaan tersebut pastinya bertujuan memperbaiki jalan sekaligus serapan air, tetapi pelaksanaannya tidak dilakukan secara optimal. Proses perbaikan dirasa berjalan dengan “setengah-setengah”, sehingga membuat kemacetam lalu lintas di jam sibuk.

Jalan berlubang yang menimbulkan kemacetan, pada 2 Desember 2025. (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa)
Jalan berlubang yang menimbulkan kemacetan, pada 2 Desember 2025. (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa)

Kondisi trotoar di Kota Bandung ini juga menjadi salah satu keresahan yang dirasakan karena kebanyakan trotoar sangatlah tidak ramah untuk pejalan kaki yang berlalu lalang. Di beberapa wilayah yang sering ia lewati, banyak sekali trotoar yang dipenuhi oleh pedagang sehingga membuat pejalan kaki harus mengalah dan turun ke bahu jalan yang memunculkan kekhawatiran mengenai kecelakaan lalu lintas.

Keluhan wanita pengendara sepeda motor tersebut mengenai kemacetan tidak hanya berhenti disana, adapun mengenai transportasi umum Kota Bandung, ia mengaku lebih nyaman menggunakan kendaraan pribadi daripada transportasi umum yang ada, fasilitas transportasi umum yang tersedia menurutnya sangat kurang dan belum merata di seluruh wilayah Bandung, sehingga minatnya terhadap penggunaan transportasi umum menjadi berkurang.

Baca Juga: Sunda di Mata Eropa: Membaca Catatan Penjelajahan (Penjajahan) Paling Awal tentang Kita

Kritik selanjutnya yang ingin disampaikan oleh seorang perawat berusia 44 tahun pada Bapak M. Farhan adalah pada sektor pelayanan publik, seperti pelayanan kesehatan dan pendidikan. Beliau merasa layanan-layanan tersebut belum merata. Beberapa fasilitas memang sudah mengalami upgrade, namun belum maksimal pada tiap wilayah di Kota Bandung secara konsisten.

Di akhir sesi wawancara, salah satu warga Bandung tersebut menyampaikan harapan yang sangat kepada Wali Kota Bandung, M. Farhan, agar memperhatikan progress penggalian jalan agar tidak menimbulkan kemacetan. Ia menegaskan bahwa kemacetan dan juga penataan ruang kota perlu ditangani sampai tuntas agar warga merasa nyaman.

“Kalau bisa sih ya, saya pengen perbaikannya secara terjadwal sih. Terus jangan setengah-setengah, supaya kami sebagai warga bisa berangkat dan pulang dengan lancar dan tenang sampai rumah,” paparnya menutup percakapan. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Athhar Jundi Pratama Attaqa
Mahasiswa Digital Public Relations Telkom University 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 17:21

Menata Arah Pendidikan Tinggi Keagamaan di Era Serba Cepat

Pepen Supendi, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)