Lomba, Hadroh, dan Rajaban

6 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Gebyar Isra Mi'raj di Kampus SD Darul Hikam Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Gebyar Isra Mi'raj di Kampus SD Darul Hikam Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Jumat (16/1/2026) pagi itu terasa begitu cerah dan menyejukkan hati. Dari kejauhan terdengar sayup-sayup nadoman, suara murotal dari masjid Al-Hidayah. Saling bersautan Kokok ayam milik tetangga.

Aa Akil, anak kedua sudah bangun lebih awal, mandi, lalu mengenakan baju muslim yang rapi. Padahal wanci murag ciibun hari itu Bocah berumur 11 tahun tidak berangkat ke sekolah karena bertepatan dengan libur peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. Namun, meskipun jeda nyekolah, Aa tetap memiliki kegiatan yang sangat bermakna.

Inilah Gebyar Isra Mi'raj di Kampus SD Darul Hikam Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Inilah Gebyar Isra Mi'raj di Kampus SD Darul Hikam Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Mengobati Rindu, Peringati Isra Mikraj

Ya Aa yang berada di bangku kelas lima itu pergi ke Rumah Belajar Musi Babakan Dangdeur Pasir Biru Cibiru untuk mengikuti berbagai perlombaan Rajaban dalam rangka memperingati Isra Miraj.

Setibanya di sana yang berjarak 45 langkah, suasana sudah ramai dan penuh semangat. Anak-anak berkumpul dengan wajah ceria, siap mengikuti rangkaian acara.

Sebelum lomba dimulai, acara dibuka dengan bacaan barzanji yang dipimpin oleh Abah, Ustad Tono. Selesai itu diteruskan dengan bacaan selawat Qomarun. Tampilan Pildacil (Pidato Cilik) yang diawali oleh Musa dan diakhiri oleh Sakha.

Tibalah saatnya penampilan hadroh. Aa dan Farhan dipercaya menjadi vokalis. Kenji memainkan bass, Yasku dan Sakha memainkan rapak, Mustofa, Zijah, Kansa, dan Rafasya memainkan pipiringan. Iki megang darbuka dan Kenzie mainkan kecrekan. Mereka membawakan selawat Nabi dan Qomarun dengan penuh kekhusyukan, membuat suasana semakin syahdu dan meriah.

Setelah penampilan hadroh, perlombaan dakwah dimulai dari Aa. Dalam kesempatan itu, Akil menyampaikan dakwah tentang puasa, menjelaskan makna, manfaat, pentingnya puasa dalam kehidupan sehari-hari umat Islam.

Uniknya, Pildacil dan Pidato (Dakwah) semuanya menggunakan bahasa Sunda yang dibumbui pantun lucu, jenaka dan syarat makna.

Sesudah semua lomba selesai, seluruh peserta berkumpul untuk makan bersama, botram yang dibawa masing-masing dari rumahnya. Suasana penuh kebersamaan dan keakraban terasa hangat. Usai makan, balakecrakan, Aa pulang ke rumah dengan perasaan senang dan bangga karena telah mengikuti peringatan Isra Mikraj yang bermanfaat dan berkesan.

Saat menceritakan suasana Isra Miraj di Rumah Belajar Musi. Justru pikiranku melayang ke kampung halaman, Bungbulang Garut Pakidulan era 90-an. Terbayang dengan jelas berbagai perlombaan rajaban ala Kampung digelar serambi dan mesjid Darussalam mulai dari azan, ikomah hafalan surat-surat pendek, busana muslim.

Suasana tagonian, hadro (hadroh), ngareog, ceramah yang mengundang kiai dari luar kampung (daerah), sampai peristiwa tos ginding, eh kalah nincak tai munding.

Kesenian Hadro Alunan Selawat Bertabuh Rebana dari Bojong Bungbulang Garut Pakidulan (Sumber: Facebook Seputar Bungbulang | Foto: Tangkap Layar)
Kesenian Hadro Alunan Selawat Bertabuh Rebana dari Bojong Bungbulang Garut Pakidulan (Sumber: Facebook Seputar Bungbulang | Foto: Tangkap Layar)

Seni Alunan Selawat Bertabuh Rebana dari Bungbulang

Hadro (Hadroh) merupakan salah satu kesenian tradisional yang hidup dan berkembang di Desa Bojong, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut. Dalam Kamus Umum Bahasa Sunda disebutkan, “Hadro nyaeta ngaran tatabeuhan nu diwangun ku terebang opat kendang hiji” (LBBS, 1981:159), yang berarti Hadro adalah nama alat musik yang terdiri atas empat buah terebang dan satu buah kendang.

Pertama kali diperkenalkan pada tahun 1917 oleh Kiai Haji Ahmad Sayuti bersama Pak Sura dan Pak Sastra, yang berasal dari Kampung Tanjung Singuru, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut. Pada masa awal kemunculannya, Hadro hanya dimainkan di lingkungan pesantren sebagai bagian dari aktivitas religius para santri setelah mempelajari ilmu agama Islam.

Melalui kesenian ini, para santri melantunkan selawat dan puji-pujian kepada Allah SWT yang bersumber dari kitab Al-Barzanji. Selain sebagai bentuk ungkapan rasa syukur, Hadro digunakan sebagai media dakwah dan sarana pembelajaran bahasa Arab. Dengan pendekatan seni, Kiai Haji Ahmad Sayuti dan Pak Sura berupaya menarik minat masyarakat untuk mengenal ajaran Islam secara lebih dekat.

Hadro adalah kesenian yang memadukan unsur musik, vokal, dan gerak bela diri. Pertunjukannya menampilkan para pemain yang mengenakan busana putih, celana hitam, selendang merah yang disilangkan di dada. Selawat dilantunkan sambil memperagakan jurus-jurus pencak silat, yang dimaknai sebagai simbol keteguhan dan perlawanan terhadap penindasan.

Secara kultural, kesenian Hadro dipengaruhi oleh budaya Persia dan Arab yang sudah berakulturasi dengan budaya Sunda. Unsur Arab tampak pada syair-syair selawatan, sementara nuansa Sunda terlihat jelas pada irama lagu, jenis tabuhan, alat musik yang digunakan, seperti rebana, kempring, kompeang, bangsing, terompet, dan bajidor.

Dalam perkembangannya, Hadro kerap ditampilkan pada berbagai acara, baik upacara hari besar nasional maupun kegiatan adat dan keagamaan, seperti pernikahan, khitanan, pesta panen, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW (Muludan), Rajaban, dan acara keagamaan lainnya. Namun, seiring berjalannya waktu, kesenian ini mulai jarang dijumpai dalam acara-acara resmi di tingkat desa hingga kabupaten Garut.

Untuk di Bojong Bungbulang, Hadro dimainkan oleh kelompok seniman yang dikenal dengan nama Panca Mustika. Dengan memegang lima nilai utama sebagai pedoman moral dan pandangan hidup; tidak melanggar aturan (ulah ngarempug tugu), tidak mengingkari keputusan bersama (ulah ngarempak canar), tidak merasa paling benar (ulah ngaremak meulah pamali), tidak iri hati (ngukut anjing belang), dan tidak mencari kesalahan orang lain (ngukut ucing belang). (Vinny Silviany, 2015: 1-4 dan www.infogarut.id).

Kegiatan Gebyar Isra Mi'raj di Kampus SD Darul Hikam Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Kegiatan Gebyar Isra Mi'raj di Kampus SD Darul Hikam Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Jejak Harmoni Islam dan Budaya Lokal

Tentunya sebagai warisan khazanah Nusantara yang syarat identitas lokal sekaligus media dakwah dan syiar risalah Islam, kesenian Hadro mencerminkan kekayaan akulturasi budaya dan nilai religius masyarakat Bungbulang yang patut dijaga dan dilestarikan.

Selama ini, saat menyambut bulan Rajab, masyarakat Muslim Sunda kerap merayakan tradisi Rajaban melalui berbagai bentuk kegiatan keagamaan. Tradisi ini menjadi momentum untuk meningkatkan rasa syukur serta mempererat kebersamaan antarwarga.

Secara umum dilakukan ziarah ke makam para wali, orang tua, atau ulama penyebar Islam; berkumpul di masjid (musala) untuk bersyukur; mengadakan zikir bersama di masjid maupun pondok pesantren; melaksanakan saum selama satu minggu.

Di wilayah Karangtawang, Kabupaten Kuningan, peringatan Isra Mikraj pada tanggal 27 Rajab menjadi momen penting bagi masyarakat untuk berkumpul di Masjid Nurul Islam. Untuk di Cirebon, tradisi Rajaban diwujudkan melalui upacara dan ziarah ke makam Pangeran Panjunan dan Pangeran Kejaksan di Plangon, yang biasanya dihadiri oleh para keturunan kedua tokoh tersebut.

Jamaah Tarekat Syahadatain di Cirebon ini secara rutin mengadakan zikir bersama setiap bulan Rajab di Masjid Asy-Syahadatain, Desa Panguragan, Kecamatan Panguragan. Ini dilengkapi dengan pengajian di Pondok Bunten Pesantren. Kitab Qissatul Mi’raj menjadi bacaan rutin para kiai muda, dan pada penghujung malam, hidangan ambeng yang berupa nasi dengan lauk pauk lengkap dan disajikan untuk para peserta pengajian.

Ingat, Islam yang hadir di tatar Sunda bukan datang untuk menghapus jati diri Ki Sunda. Justru sebaliknya, ajaran Islam memperkaya potensi kemanusiaan masyarakat Pasundan, dan pada saat yang sama budaya Sunda ikut memberi warna bagi peradaban Islam dengan caranya sendiri.

Hadroh dan gebyar lomba Isra Mikraj yang kita saksikan hari ini menjadi contoh nyata bagaimana Islam dan budaya Sunda berjalan berdampingan dengan harmonis, rukun dan saling melengkapi. Justru di sanalah terlihat identitas Muslim Jawa Barat yang tumbuh dari akar kearifan lokal, bukan tercerabut darinya.

Pasalnya, bangsa yang besar tidak akan melupakan tradisi dan budayanya sendiri. Budaya daerah, identitas lokal, termasuk Sunda bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan pilar penting yang menjadi penyangga atas keberlangsungan Indonesia yang kita cintai dan rawat bersama. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 18:29

Kemerdekaan bagi Sastra

Sastra adalah salah satu ruang terakhir bagi tempat kejujuran yang masih berani bicara. Tapi apakah kehidupan bagi pelakunya sudah layak atau tenggelam dalam lautan merdeka itu sendiri?

Ilustrasi buku sastra. (Sumber: Pexels | Foto: Alexandra Krainyukhova)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 17:10

10 Netizen Terpilih Juli 2026, Menangkap Isu Begal hingga Jalur Maut

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Juli 2026.

Pengguna jalan melintas di dekat satu tombol darurat (panic button) yang dipasang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 26 November 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!
Wisata & Kuliner 03 Agu 2026, 18:19

Situ Lengkong Panjalu, Tempat Wisata Estetik dan Bersejarah di Ciamis

Panduan wisata Situ Lengkong Panjalu Ciamis lengkap: sejarah Kerajaan Panjalu, Nusa Gede, Museum Bumi Alit, tradisi Nyangku, tiket masuk, dan rute.

Situ Lengkong Panjalu, Ciamis.