AYOBANDUNG.ID -- Perkembangan produk bayi dan anak di Indonesia pada tahun 2026 semakin menunjukkan dinamika yang luar biasa. Dari fashion hingga skincare, dari vitamin hingga makanan sehat, bahkan mainan edukatif, semua lini bergerak cepat dan variatif.
Fenomena ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan cerminan dari gaya hidup keluarga muda yang semakin sadar akan kualitas, keamanan, dan pengalaman dalam memilih produk untuk buah hati mereka.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kelahiran Indonesia masih berada di kisaran 17,04 per 1.000 penduduk. Dengan populasi yang mencapai lebih dari 286 juta jiwa, kebutuhan akan produk bayi dan anak terus tumbuh setiap tahun.
Angka ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara untuk produk kebutuhan keluarga muda, dengan potensi valuasi mendekati 2 miliar dolar AS pada 2026 menurut riset pasar internasional.
Transformasi digital mempercepat penetrasi produk bayi dan anak. Orang tua kini lebih banyak berbelanja melalui e-commerce, membaca ulasan konsumen, dan mengikuti tren parenting di media sosial.
Ekosistem digital ini membuka jalan bagi brand baru untuk masuk ke pasar dengan lebih mudah, sekaligus menantang pemain lama agar beradaptasi dengan strategi pemasaran yang lebih interaktif dan berbasis komunitas.
Di tengah derasnya arus brand baru, muncul pula kebutuhan akan kurasi produk yang lebih selektif. Konsumen semakin kritis terhadap kandungan bahan, sertifikasi halal, dan standar kesehatan.

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan menekankan pentingnya pengawasan mutu agar produk yang beredar benar-benar aman bagi bayi dan anak. Regulasi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi brand yang mampu memenuhi standar tinggi.
Fenomena ini tergambar jelas dalam ajang pameran industri, salah satunya Indonesia Mom, Baby & Kids Expo (IMOBY) Bandung 2026. Pameran ini menghadirkan lebih dari 100 brand perlengkapan dan peralatan untuk mom, baby, & kids, mulai dari fashion hingga mainan edukatif.
CEO PT Myexpo Kreasi Indonesia, Karen Wiraraharja, menegaskan bahwa tren 2026 ditandai oleh semakin banyaknya brand baru yang bermunculan di berbagai kategori.
“Untuk perkembangan produk anak di tahun 2026 adalah makin banyaknya brand-brand baru yang bermunculan. Bukan hanya dari bidang fashion tapi juga dari bidang skincare, vitamin anak, makanan anak, mainan anak,” ujar Karen pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Karen menambahkan bahwa tenant dalam pameran yang dirinya selenggarakan dipilih melalui kurasi ketat. Oleh karenanya, pameran ini bukan hanya ajang belanja, tetapi juga ruang edukasi dan hiburan keluarga. Aktivitas seperti lomba pushbike, rollerblade, Zumba Fun, hingga talkshow bersama dokter menjadi magnet bagi pengunjung.
“Untuk tenant, kami mengkurasi berdasarkan produk yang banyak dicari masyarakat, kualitas, dan punya banyak followers. Dan sebetulnya tips memilih produk untuk anak atau bayi itu pilihlah yang sesuai dengan kebutuhan anak,” katanya.
Pameran ini bersinergi dan mendapat dukungan lintas sektor dan menunjukkan bahwa industri produk bayi dan anak bukan hanya soal konsumsi, tetapi juga bagian dari ekosistem bisnis yang lebih luas. Apalagi potensi pasar produk bayi dan anak di Indonesia pada 2026 jelas menggiurkan.

Dengan jumlah anak usia 0–9 tahun mencapai lebih dari 44 juta jiwa, basis konsumen utama ini menjadi ladang investasi yang menjanjikan. Pertumbuhan kelas menengah semakin meningkatkan daya beli, terutama untuk produk premium yang menawarkan kualitas dan keamanan lebih tinggi.
Namun, peluang besar ini diiringi tantangan nyata. Persaingan antarbrand semakin ketat, dengan banyak produk impor masuk melalui jalur online. Distribusi produk ke pelosok Indonesia membutuhkan sistem rantai pasok yang efisien.
Brand harus mampu memastikan ketersediaan produk di pasar daerah, bukan hanya di kota besar. Hal ini membuka peluang bagi perusahaan logistik untuk bersinergi dengan produsen produk bayi dan anak.
Industri ini juga menghadapi tantangan edukasi konsumen. Orang tua perlu informasi jelas agar tidak terjebak tren semata. Brand yang mampu memberikan edukasi melalui kampanye digital, talkshow, atau kolaborasi dengan tenaga kesehatan akan lebih mudah membangun kepercayaan.
Pasalnya, jika mampu menjawab kebutuhan konsumen dengan tepat, produk bayi dan anak di Indonesia bukan hanya akan tumbuh, tetapi juga menjadi simbol transformasi gaya hidup keluarga modern di era digital. Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi industri ini untuk menunjukkan bahwa inovasi, kualitas, dan pengalaman adalah kunci memenangkan hati konsumen.
Senada dengan hal tersebut, Karen menegaskan bahwa IMOBY Bandung 2026 membawa perbedaan dibanding tahun sebelumnya. Semua inovasi yang dihadirkan ini menjadi bagian dari strategi untuk membangun loyalitas konsumen. Termasuk menghadirkan special performance, talkshow bersama dokter, serta berbagai fasilitas untuk menunjang kenyamanan pengunjung.
“Perbedaan IMOBY Bandung 2026 dengan tahun yang kemarin adalah dari segi brand-nya yang makin bervariatif, hingga supaya pengunjung nyaman juga ada nursery room dan jastip lounge,” ujar Karen.
Alternatif kebutuhan bayi dan anak atau produk serupa:
