Lonjakan Okupansi dan Persaingan Ketat, Wajah Industri Perhotelan Bandung Menjelang 2026

Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Ditulis oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil diterbitkan Sabtu 27 Des 2025, 19:11 WIB
Ilustrasi. Momentum Natal dan Tahun Baru bukan sekadar perayaan, melainkan periode intens di mana industri perhotelan harus menunjukkan kesiapan nyata. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Ilustrasi. Momentum Natal dan Tahun Baru bukan sekadar perayaan, melainkan periode intens di mana industri perhotelan harus menunjukkan kesiapan nyata. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

AYOBANDUNG.ID -- Bandung memasuki penghujung 2025 dengan denyut kota yang semakin padat. Arus wisatawan dari berbagai daerah menekan kapasitas hotel, restoran, dan ruang publik, menjadikan momentum Natal dan Tahun Baru bukan sekadar perayaan, melainkan periode intens di mana industri perhotelan harus menunjukkan kesiapan nyata.

Sejak pertengahan Desember, data dari PHRI Jawa Barat mencatat tingkat okupansi hotel di Bandung Raya melonjak tajam. Kawasan Lembang, yang menjadi magnet wisata keluarga, melaporkan keterisian kamar mencapai lebih dari 85 persen, sementara pusat kota mendekati angka 90 persen. Lonjakan ini memperlihatkan bagaimana libur sekolah dan Nataru menjadi kombinasi yang mendorong permintaan akomodasi secara masif.

Di lapangan, hotel-hotel harus bergerak cepat. Manajemen kamar, kuliner, hingga keamanan tamu menjadi prioritas utama. Beberapa hotel bahkan menambah shift kerja dan merekrut tenaga musiman untuk memastikan layanan tetap prima. Tekanan operasional terasa nyata, terutama ketika arus tamu datang bersamaan dengan padatnya lalu lintas kota.

Pemerintah daerah menyebut perputaran uang dari sektor pariwisata selama tiga pekan terakhir mencapai puluhan miliar rupiah. Angka ini menegaskan dampak ekonomi langsung dari lonjakan okupansi, sekaligus menjadi indikator bahwa sektor perhotelan menjadi tulang punggung pergerakan ekonomi akhir tahun di Bandung.

Hotel baru pun memanfaatkan momentum ini. Neo KBP yang resmi beroperasi pada Desember 2025 langsung menargetkan okupansi tinggi sejak awal. Strategi pembukaan di penghujung tahun menjadi cara untuk menangkap gelombang wisatawan keluarga maupun pelancong bisnis yang mencari akomodasi segar.

Namun, sekadar menambah kapasitas tidak cukup. Diferensiasi konsep acara dan pengalaman menjadi senjata utama. Moxy Bandung, misalnya, menghadirkan pesta bertema retro 80-an sebagai strategi positioning.

“Kami ingin memberikan pengalaman yang bukan hanya sekadar pesta, tetapi sebuah perjalanan nostalgia yang penuh warna,” ujar Sebastian Suanda, Hotel Manager Moxy Bandung.

Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana hotel tidak hanya menjual kamar, tetapi juga menjual atmosfer. Paket bundling yang ditawarkan Moxy, mulai dari menginap dua malam hingga opsi BBQ Dinner dan Countdown Party menjadi strategi revenue yang memaksimalkan setiap tamu.

Di sisi lain, kuliner tetap menjadi magnet. Sajian all-you-can-eat dengan harga kompetitif menjadi cara hotel menarik tamu lokal yang mungkin tidak menginap, tetapi tetap ingin merasakan atmosfer perayaan. Strategi ini memperluas basis konsumen sekaligus memperkuat brand experience.

Musik, dekorasi, dan hiburan live menjadi bagian dari experiential marketing yang semakin penting. Hotel-hotel di Bandung sadar bahwa tamu mencari lebih dari sekadar akomodasi; mereka mencari cerita dan kenangan.

Meski begitu, tantangan SDM tidak bisa diabaikan. PHRI Jabar menekankan perlunya kesiapan tenaga kerja menghadapi jam kerja panjang dan volume tamu yang tinggi. Kualitas layanan harus tetap konsisten meski tekanan operasional meningkat.

Digitalisasi juga menjadi penopang. Sistem reservasi online, check-in digital, dan promosi media sosial kini menjadi standar. Hotel yang lambat beradaptasi berisiko kehilangan momentum di tengah lonjakan permintaan.

Kondisi riil di lapangan menunjukkan bahwa industri perhotelan Bandung tidak hanya menghadapi lonjakan okupansi, tetapi juga ujian manajemen. Mereka dituntut untuk kreatif, adaptif, dan kolaboratif agar pengalaman tamu tetap terjaga.

Persaingan antarhotel semakin ketat. Kehadiran pemain baru seperti Neo KBP menambah kapasitas, tetapi juga memaksa hotel lama untuk terus berinovasi. Diferensiasi konsep menjadi kunci agar tidak tenggelam dalam homogenitas pasar.

Momentum Nataru 2025–2026 memperlihatkan wajah industri perhotelan Bandung yang dinamis. Lonjakan okupansi membawa peluang besar, tetapi juga menuntut kesiapan yang menyeluruh.

Moxy Bandung menjadi contoh kecil bagaimana strategi kreatif bisa menjadi pembeda. Dengan konsep retro yang dikemas modern, hotel ini tidak hanya menjual kamar, tetapi juga menjual pengalaman.

“Retro Rewind adalah cara kami mengajak tamu untuk merayakan pergantian tahun dengan vibe yang fun, stylish, dan timeless,” tambah Sebastian.

“Tahun ini, tren retro kembali booming, dan kami yakin tema ini akan memberikan kesan yang tak terlupakan bagi semua tamu,” pungkas Sebastian.

Alternatif kebutuhan liburan akhir tahun atau produk serupa:

  1. https://s.shopee.co.id/6faZCyb1sW
  2. https://s.shopee.co.id/30hGqGfF8W
  3. https://s.shopee.co.id/8APMzmb7Rl
  4. https://s.shopee.co.id/7pmWbD7cEC
  5. https://s.shopee.co.id/3VdXRPs27G

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Jan 2026, 20:34 WIB

Bandung dan Tawanan Kota yang Terjajah Diam-Diam: Sebuah Resolusi Baru

Kota bergerak maju, tapi belum pulih. Di balik modernitas, tersisa warisan kolonial yang membentuk birokrasi, selera, dan mimpi warga.
Persimpangan Jalan Braga dan Jalan Naripan tahun 1910-an. (Sumber: kitlv)
Beranda 09 Jan 2026, 19:07 WIB

Sebelum Terlambat 2030, Strategi Komunikasi SDGs Harus Melampaui Jargon Birokrasi

SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif.
SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 17:49 WIB

Keamanan Data dan Masa Depan AI: Jalan Panjang Membangun Kepercayaan Publik

Di Indonesia, AI sudah semakin relevan dan meresap ke dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari rekomendasi konten hiburan, aplikasi belajar daring, hingga layanan finansial digital.
Ilustrasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI). (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 17:14 WIB

Bandung Semakin Padat, Saatnya Berbenah Sebelum Terlambat

Kemacetan di Bandung dipicu kendaraan berlebih, jalan sempit, angkutan umum kurang baik, wisatawan, dan parkir liar.
Kemacetan di salah satu ruas jalan Kota Bandung di Jl. A. Yani  Kacapiring. 01/12/25 (Sumber: Naila Husna Ramadan)
Beranda 09 Jan 2026, 16:37 WIB

Wajah Lain Wisata Delman di Kota Bandung: Romantis bagi Wisatawan, Berat bagi Kuda

Tantangan besarnya adalah kebutuhan akan regulasi yang mampu menjembatani kepentingan hewan, kusir, dan penumpang secara adil.
Ade, kusir delman di sekitar wilayah Gedung Sate. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 16:28 WIB

Food Genomics, Teknologi Nutrisi Presisi yang Mengubah Cara Anak Muda Makan

Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik.
Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 16:13 WIB

Balai Kota Bandung sebagai Promotor Produk Kriya Unggulan Glassware dan Mesin Roaster Kopi

Gedung balai kota mesti bisa menjadi promotor bagi kriya glassware eksklusif dan mesin roaster kopi buatan Bandung.
Halaman balai kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Jelajah 09 Jan 2026, 16:00 WIB

Hikayat Tamasya Baheula di Kawah Putih Ciwidey, Tempat Healing Kompeni yang Sepi dan Sunyi

Kawah Putih Ciwidey tampil sebagai tujuan berat dan hening dalam Gids van Bandoeng 1927 lengkap dengan belerang dan tanjakan panjang.
Lukisan Kawah Putih Franz Wilhelm Junghuhn. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:43 WIB

Penipuan Online: Apakah Ada Hukumnya?

Penipuan melalui telepon berkembang lebih cepat daripada aturan hukumnya.
Media dalam jaringan (daring). (Sumber: Pexels | Foto: Torsten Dettlaff)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:06 WIB

'Berkawan' dengan Gelapnya Jalan Soekarno Hatta

Jalan Soekarno Hatta makin gelap karena lampu PJU mati, membuat warga merasa was-was setiap melintas.
Jalan Soekarno Hatta ramai malam hari, motor, dan mobil bergerak di tengah padatnya arus, (01/12/2025). (Sumber: Fayyaza Jasmine | Foto: Fayyaza Jasmine)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 14:39 WIB

Bobotoh Cek! Cara Beli Single Ticket Pertandingan PERSIB di Aplikasi Resmi

Cara membeli single ticket pertandingan kandang PERSIB Bandung melalui aplikasi resmi PERSIB (PERSIBapp).
Pemain Persib Bandung, Adam Alis. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Arif Rahman)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 13:26 WIB

Bandung Terus Diganggu oleh Pungli yang Tak Kunjung Teratasi

Pungli terus mengganggu kenyamanan warga Bandung muncul berulang di berbagai ruang publik, menunjukkan lemahnya pengawasan dan kebutuhan akan tindakan tegas untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Area parkir di salah satu kawasan kuliner Bandung yang sedang dipadati oleh beberapa kendaraan, terutama pada jam makan siang (4/12/2025). (Sumber: Keira Khalila K | Foto: Keira Khalila K)
Beranda 09 Jan 2026, 11:20 WIB

PKL Cicadas Tolak Jalur BRT, Spanduk Protes Bermunculan: Kami Butuh Kepastian, Bukan Sekadar Proyek

Berdasarkan temuan di lapangan, kegelisahan pedagang memuncak setelah adanya pendataan mendadak yang dilakukan dua kali, masing-masing oleh konsultan dan Satpol PP.
Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Cicadas menolak pembangunan jalur Bus Rapid Transit (BRT). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:27 WIB

Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia

Suasana akrab dan inspiratif menyelimuti acara "Weekend Retreat" yang diselenggarakan oleh Bright Scholarship Regional Bandung.
Membangun Visi dan Networking: Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung Bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:01 WIB

Optimalisasi Keterampilan Pemrograman dalam Kehidupan Sehari-Hari

Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya?
Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya? (Sumber: Pexels | Foto: hitesh choudhary)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 07:53 WIB

Bentuk Sadar Toleransi terhadap Penganut Sunda Wiwitan

Kesadaran toleransi sedang ramai digaungkan, namun terkadang hanya dirasakan oleh penganut agama resmi versi pemerintah.
Podcast bersama Bapak Ira Indrawardana, S.Sos., M.Si., Dosen Antropologi Universitas Padjajaran. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Paguyuban Project)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 20:32 WIB

Dari Ancaman TPA hingga Harapan Transformasi

Sampah menumpuk, citra kota terancam. Bagaimana Bandung mengubah krisis jadi peluang?
Tumpukan sampah yang mencerminkan darurat lingkungan yang butuh solusi cepat di Gudang Selatan, Bandung, Jawa Barat, (01/12/2025). (Sumber: Azzahra Syifa Lestari)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 20:16 WIB

Kenapa Stoikisme Lebih Ampuh daripada Terjerat Pinjol? Seni Menghadapi Quarter Life Crisis

Jangan sampai salah langkah demi gengsi! Kenali cara hadapi Quarter Life Crisis dengan Stoikisme agar terhindar dari jeratan Pinjol.
Ilustrasi perasaan tersesat dan lelah mental saat menghadapi Quarter Life Crisis. (Sumber: unplash | Foto: Mehran Biabani)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 19:19 WIB

Kota Bandung dan Krisis Sampah

Kota Bandung kembali berada dalam sorotan publik akibat persoalan sampah yang tak kunjung teratasi.
Gunung"sampah di daerah warga jl. buanasari II no.1 , Kota Bandung pada Selasa, 2 Desember 2025. (Foto:Muhammad Fiqri A.)