Jejak Tangan Dingin Soekarno di Hotel Lengkong Heritage Bandung

3 menit baca
Redaksi
Ditulis oleh Redaksi diterbitkan
Hotel Lengkong Heritage Bandung (Sumber: Flickr | Foto: inBaliTimur)
Hotel Lengkong Heritage Bandung (Sumber: Flickr | Foto: inBaliTimur)

AYOBANDUNG.ID - Siapa bilang Bung Karno cuma bisa orasi dan bikin resolusi? Di Bandung, beliau sempat jadi arsitek part-time dengan selera desain yang tak kalah dari para jebolan Bauhaus. Salah satu jejaknya berdiri diam-diam di belokan Jalan Dalem Kaum menuju Lengkong Besar: Hotel Lengkong.

Kalau sedang jalan-jalan di Bandung dan melewati Jalan Lengkong Besar, jangan heran kalau tiba-tiba mata tertumbuk pada bangunan dengan warna abu, oranye, dan biru yang kontras tapi entah kenapa tetap cocok. Itulah Hotel Lengkong, dulunya dikenal sebagai Gedung Koperasi Pegawai Negeri Republik Indonesia (GKPRI), yang konon katanya dibubuhi sentuhan tangan Ir. Soekarno. Iya, Bung Karno kita itu.

Sebelum jadi Presiden dan sibuk dengan pidato-pidato penuh getaran revolusi, Bung Karno adalah mahasiswa Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB) jurusan Teknik Sipil, angkatan 1926. Katanya sih, beliau bisa marah kalau desain bangunan terlalu membosankan. Maka jadilah bangunan GKPRI ini sedikit ‘bernyawa’.

Diresmikan pada tanggal 20 Juli 1959 oleh Raden Hasan Permana, Ketua PKRI Jawa Barat, gedung ini awalnya bukan tempat tidur nyenyak buat wisatawan, melainkan tempat para PNS merajut cita-cita koperasi yang mandiri.

“Gedung PKPN Djawa Barat ini sebagai lambang daja kekuatan anggotanja dengan resmi dibuka pada hari Senin tanggal 20 Djuli 1959 oleh ketua PKPN Djawa Barat---Raden Hasan Permana,” demikian bunyi prasasti yang kini berada persis di bawah gambar Bung Karno di lobi hotel.

Baca Juga: Pieterspark, Taman Tertua di Bandung yang Berdiri Sejak 1885

Tapi, seiring reformasi yang membabat semangat koperasi layaknya rumput liar di taman belakang, gedung ini sempat diubah menjadi ruang pendidikan. Baru pada 2004, ia kembali menemukan identitas barunya: hotel dan wisma dengan nuansa retro dan sedikit aroma kenangan masa lalu.

Hotel Lengkong bukan hotel besar yang bisa bersaing dengan gedung-gedung pencakar langit. Tapi soal gaya? Boleh diadu. Gaya arsitekturnya adalah Art Deco Streamline, alias aliran seni arsitektur yang suka lengkung-lengkung dan garis horizontal macam desain mobil tahun 1930-an. Desain ini bukan cuma soal estetika. Bung Karno, bersama Ir. Rooseno, konon mendesain atap hotel menyerupai dek kapal laut.

Dek kapal? Di tengah Bandung? Ya, itu betul. Bukan buat pelayaran, tentu saja. Tapi untuk melihat panorama Bandung yang dulu masih ramah mata: penuh pepohonan dan gunung di kejauhan. Beliau sengaja bikin datar agar orang bisa lihat pemandangan Bandung. Sekarang? Lihatnya billboard, bukan pohon.

Elemen khas streamline bisa dilihat dari lengkungan di tengah fasad depan, glassblock di area tangga—mirip kaca patri tapi lebih pragmatis—dan atap datar yang dulu sempat jadi tempat santai melihat senja. Walau sekarang dek itu sudah jarang digunakan, fungsinya sebagai penanda zaman tetap terasa.

Hotel ini punya 29 kamar dan 2 ruang pertemuan. Interiornya? Perpaduan antara mebel modern ala katalog daring dan sisa-sisa nuansa vintage dari zaman koperasi masih jadi cita-cita. Kaca bertekstur di jendela, warna cokelat hangat pada furnitur, dan susunan tangga ‘bercabang dua’ jadi penanda bahwa bangunan ini pernah dirancang dengan niat serius.

Sayangnya, tak semua sudut bangunan mendapat perawatan setimpal. Beberapa bagian tampak lesu dan kehabisan tenaga. Mungkin sudah saatnya arsitektur warisan Bung Karno ini mendapat perhatian lebih dari sekadar pelengkap penginapan murah meriah.

Baca Juga: Sejarah Masjid Cipaganti Bandung, Dibelit Kisah Ganjil Kemal Wolff Schoemaker

Tapi begitulah nasib bangunan-bangunan bersejarah di kota yang makin padat oleh coffee shop dan apartemen bertingkat. Kalau tidak jadi spot Instagramable atau tempat horor-hororan, kadang mereka hanya bertahan karena keras kepala sejarah.

Hotel Lengkong hari ini mungkin bukan tempat yang membuat wisatawan menganga. Tapi bagi yang peka terhadap jejak sejarah dan lengkung-lengkung desain yang tak biasa, hotel ini adalah catatan kaki Bung Karno yang terlupakan. Sebuah lengkungan kecil dalam cerita panjang arsitektur Bandung.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)