Salah Hari Ulang Tahun, Kota Bandung jadi Korban Prank Kolonial Terpanjang

3 menit baca
Fira Nursyabani
Ditulis oleh Fira Nursyabani diterbitkan
Suasana di sekitar Sociëteit Concordia (Gedung Merdeka) tahun 1935. (Sumber: KITLV)
Suasana di sekitar Sociëteit Concordia (Gedung Merdeka) tahun 1935. (Sumber: KITLV)

AYOBANDUNG.ID - Bayangkan begini: kamu sudah puluhan tahun merayakan ulang tahun setiap tanggal 1 April. Tiup lilin, potong tumpeng, pasang spanduk, dan sesekali bikin konser dangdut di Alun-Alun. Tapi suatu hari, datang sekelompok akademisi lengkap dengan map tebal dan ekspresi serius, lalu bilang: “Maaf, kamu ulang tahunnya salah tanggal.”

Itulah yang terjadi pada Kota Bandung.

Selama lebih dari 90 tahun, Bandung dengan semangat 45 meniup lilin ulang tahun tiap 1 April. Begitulah, Bandung pernah jadi korban prank kolonial yang bukan main lamanya. Bukan karena kesalahan juru ketik Belanda, melainkan dari dokumen resmi Pemerintah Kolonial. Apesnya lagi, tanggal itu jatuh tepat pada 1 April. Ya, April Mop. Hari kelakar internasional. Waktu yang pas buat diprank. Sekarang banyak orang mengingatnya sebagai kecelakaan sejarah yang terlalu ganjil dibilang kebetulan belaka.

Selama puluhan tahun, 1 April jadi tanggal ulang tahun resmi Kota Bandung. Bukan prank. Tapi fakta. Kini, 25 September-lah yang dipeluk mesra sebagai Hari Jadi Kota Bandung.

Cerita dimulai di awal abad ke-20, ketika Gubernur Jenderal J.B. van Heutsz meneken sebuah keputusan penting. Pada 2 Februari 1906, ia menetapkan bahwa Bandung naik kelas: dari kota biasa menjadi gemeente alias kota yang punya otonomi sendiri. Keputusan ini diundangkan sebulan kemudian, 1 Maret 1906, dan mulai berlaku penuh pada 1 April 1906.

Berpijak pada alasan tersebut, selama bertahun-tahun kemudian, Bandung meniup lilin setiap tanggal 1 April. Tanggal itu menandai pisah ranjangnya Bandung dari Kabupaten Bandung. Secara administratif, tentu. Secara geografis, mereka masih tidur di ranjang yang sama lantaran kantor Kabupaten Bandung masih di dalam Kota Bandung kala itu.

Baca Juga: Sejarah Masjid Cipaganti Bandung, Dibelit Kisah Ganjil Kemal Wolff Schoemaker

Sebelum Bandung jadi gemeente, kota ini hanyalah anak kos Kabupaten Bandung. Dan sebelum sampai ke sana, kisahnya berliku. Awalnya ibu kota Kabupaten Bandung ada di Krapyak, yang sekarang kita kenal sebagai Dayeuhkolot. Tapi, seperti kosan yang sering kebanjiran, Krapyak mulai terasa sempit dan pengap buat pemerintahan. Maka, pada 1810, sang bupati, Raden Adipati Wiranatakusumah II, memindahkan ibu kota ke dekat Sungai Cikapundung.

Gemeentehuis Bandung tahun 1927 yang kini jadi Kantor Wali Kota Bandung. (Sumber: Buku Gemeente Huis oleh Sudarsono Katam)
Gemeentehuis Bandung tahun 1927 yang kini jadi Kantor Wali Kota Bandung. (Sumber: Buku Gemeente Huis oleh Sudarsono Katam)

Tentu saja ini bukan keputusan pribadi. Ada campur tangan dari Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels, Gubernur Jenderal. Ia menilai Krapyak terlalu jauh dari Jalan Raya Pos yang sedang dibangun. Dan pada 25 September 1810, Daendels resmi mengeluarkan besluit: pindah ke Cikapundung, dan bangunlah pusat pemerintahan baru di sana.

Keputusan itu kemudian bikin wilayah ini naik daun. Bandung makin menggoda. Bahkan ketika Cianjur hancur karena letusan Gunung Gede tahun 1864, Bandung langsung ditarik jadi ibu kota Karesidenan Priangan. Sebuah jabatan ganda: sekaligus ibu kota kabupaten dan karesidenan. Kalau Bandung manusia, dia mungkin butuh vitamin otak dan double espresso tiap pagi.

Status Bandung terus berubah-ubah layaknya hubungan yang belum jelas. Setelah jadi gemeente (1906), Bandung sempat jadi stadsgemeente (1926), lalu Haminte Bandung (1948-1946, jangan tanya kenapa urutannya mundur, ini sejarah Indonesia), Kota Besar (1945), Kotapraja (1957), Kotamadya (1966), Kotamadya Tingkat II (1998), dan akhirnya Pemerintah Kota Bandung (1999).

Semua berjalan baik-baik saja sampai tahun 1997. Saat itu, seperti pasangan yang mulai curiga dengan tanggal lahir kekasihnya di KTP, Pemerintah Kota Bandung mulai mempertanyakan: apa benar kita lahir tanggal 1 April?

Tim riset khusus lantas dibuat, yang diisi para sejarawan dari Unpad dan sejumlah ahli lainnya. Sebuah seminar digelar pada 10 Maret 1997, dan diskusi berlanjut hingga 22 Januari 1998. Pertemuan ini diwarnai banyak pendapat dan debat.

Baca Juga: Dari Bandung Kopi Purnama, Ke Hindia Ku Berkelana

Para ahli akhirnya sepakat: Bandung lahir bukan pada 1 April 1906, tapi 25 September 1810. Mereka mengambil tanggal Daendels mengeluarkan besluit sebagai hari kelahiran Bandung. Tanggal ketika kota ini mulai dirancang sebagai pusat pemerintahan. Sebuah momen yang dianggap lebih sakral ketimbang sekadar naik status administratif.

Keputusan itu lalu disahkan lewat Perda Nomor 35 Tahun 1998. Maka sejak saat itu, Bandung resmi punya ulang tahun baru. Tak lagi dirayakan pada 1 April, tapi 25 September. Dan sejak itu, Bandung resmi pensiun dari merayakan ulang tahun pada 1 April. Tidak mau lagi kena prank. Cukup sekali. Cukup 91 tahun.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)