Transportasi Umum dan Permasalahan Kota Bandung yang Tak Ada Habisnya

Salsabilla Putri Cantika
Ditulis oleh Salsabilla Putri Cantika diterbitkan Rabu 09 Jul 2025, 15:50 WIB
Bus Damri di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Bus Damri di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Kini, hiruk pikuk Kota Bandung sudah hampir menyaingi Ibu Kota Jakarta. Kota dengan usia lebih dari dua abad ini memiliki suasana kota yang  semakin riuh oleh manusia yang sibuk dengan dunianya.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kota Bandung, pada 2024, penduduk Kota Bandung mencapai 2,5 juta jiwa dan 40% dari itu merupakan jumlah kendaraan yang menjejali kota ini yaitu sekitar 1,52 juta armada.

Semua berkegiatan ke pasar, sekolah, kantor, tempat perbelanjaan, hingga hanya sekedar ingin menikmati angin Kota Bandung. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan tersebut banyak bergantung pada transportasi hingga akhirnya menyebabkan kemacetan karena menumpuknya kendaraan di jalanan.

Namun sayangnya, jalanan Kota Kembang ini masih jauh lebih didominasi oleh transportasi pribadi. 

Rata-rata akumulasi transportasi pribadi dalam kurun waktu 2019-2024 mencapai 1,5 juta sedangkan transportasi umum hanya 11 ribu. Hal ini menunjukkan bahwa jika dibandingkan dengan rata-rata transportasi pribadi, transportasi umum hanya menguasai 0.8% jalanan di Kota Bandung.

Perbandingan tersebut sudah sangat terjun bebas ketimpangannya. Jalanan Kota Bandung semakin dipenuhi oleh lautan transportasi pribadi memperbesar kemungkinan terjadi kemacetan. Bayangkan saja mobil yang harusnya dapat ditumpangi oleh empat orang, tak jarang hanya ditumpangi oleh satu atau dua orang.

Belum lagi para pengendara roda dua yang juga berlomba memadati jalan raya. Sedangkan dalam transportasi umum, para penumpang berdesak-desakkan juga tetap memiliki harapan yang sama untuk tiba secepatnya.

Alih-alih setiap tahun bertambah umur, jumlah armada angkutan umum di Kota Bandung ini alami fluktuasi selama 2019-2024. Bahkan, jumlah transportasi umum pada 2024 mengalami penurunan sebesar 18,66% daripada 2019, yang awalnya berjumlah 13.6 ribu  menjadi hanya 11 ribu.

Hal ini justru semakin memperburuk keadaan dan seolah mendorong masyarakat menggunakan kendaraan pribadi. Di tengah penduduk yang terus semakin meningkat,  transportasi umumnya malah sebaliknya

Eksistensi Transportasi Umum 

Angkot di Kota Bandung. (Sumber: a | Foto: Kavin Faza)
Angkot di Kota Bandung. (Sumber: a | Foto: Kavin Faza)

Masyarakat kota Bandung tampaknya sulit untuk terlepas dari kendaraan pribadinya. Hal itu terlihat dari survei kepada 100 warga oleh Dinas Perhubungan melalui laporan kajian rasionya dapat disimpulkan  bahwa  kendaraan pribadi, khususnya kendaraan roda dua dinilai lebih efektif. 

Bagaimana tidak, di tengah kemacetan seringkali para pengendara motor masih bisa bergerak lincah menyalip kendaraan lain sehingga dapat lebih cepat sampai.

Selain itu, kendaraan pribadi juga dinilai lebih hemat karena kita hanya mengeluarkan biaya bensin yang dapat digunakan untuk beberapa kali jalan serta tingkat fleksibilitas yang lebih tinggi karena dapat digunakan kapanpun. 

Semua itu memang fakta yang tak dapat terelakkan. Pasalnya, transportasi umum di Kota Bandung masih memiliki banyak permasalahan mulai dari akses, kualitas pelayanan, hingga infrastrukturnya.

Transportasi umum di Kota Bandung ini lebih cocok digunakan ketika kita sedang santai. Biasanya kita harus menunggu kapasitas penumpang penuh terlebih dahulu baru angkutan tersebut akan berangkat. 

Selain itu, tak ada waktu pasti kapan kendaraan tersebut akan datang dan berangkat serta seringnya angkutan yang “ngetem” menjadi salah satu alasan masyarakat berpikir dua kali.

Masalah lain juga datang dari tarif angkot yang tak jelas membuat penumpang malas. Sehingga tak heran jika daya tarik transportasi umum masih kurang.

Kota ini memiliki beberapa opsi transportasi umum mulai dari angkutan kota atau angkot dan Bus DAMRI yang telah menemani warga Bandung sejak 1970-an hingga Trans Metro Bandung yang menyusul muncul pada 2009. Kemudian pada 2019 muncul sebuah armada baru yaitu Trans Metro Pasundan atau kini berganti nama menjadi Metro Jabar Trans. 

Meskipun Kota Bandung masih memiliki lebih dari satu jenis transportasi umum yang dapat dijadikan pilihan. Hal tersebut pun nyatanya masih tetap belum optimal.

Tak semua transportasi umum dapat menjangkau seluruh area penjuru Kota Bandung sehingga penumpang harus berpindah armada serta membayar lagi dan lagi. 

Tak hanya soal kemacetannya, seharusnya Kota Bandung sudah bisa seperti Jakarta yang memiliki beragam transportasi yang terintegrasi, terlebih dengan banyak pendatang yang berkunjung kota ini.

Kebijakan Belaka

Ojol di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ojol di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Infrastruktur dan kebijakan yang dibuat pemerintah masih jadi permasalahan yang cukup kompleks. Dinas Perhubungan Kota Bandung masih berusaha mencari solusi dan alternatif yang pas untuk mengatasi hal tersebut.

Sejauh ini, mereka baru memberikan tarif pajak progresif bagi pengendara yang memiliki lebih dari satu kendaraan dengan harapan dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi serta adanya tarif parkir progresif.

“Misalkan di jam pertama kita bayar Rp3.000, jam selanjutnya Rp5.000. Nah itu salah satu kebijakan sebetulnya yang dikeluarkan oleh pemerintah agar masyarakat beralih menggunakan kendaraan anggota umum.

Nah, tapi balik lagi, strategi Push n Pull-nya harus seimbang. Nah kita membuat strategi seperti itu tapi kita perlu memberikan alternatif,” ungkap Heru.

Namun adanya kebijakan tersebut masih belum terlihat berjalan maksimal terlebih masih banyak masyarakat yang masih menyepelekan bayar pajak dan tetap melihat pada efisiensi dari transportasi pribadi sendiri. 

Konektivitas transportasi umum yang lebih terintegrasi bisa menjadi salah satu solusi yang dapat diprioritaskan. Jika seperti itu, masyarakat yang akan bepergian akan lebih mudah dan praktis karena langsung dapat terintegrasi satu transportasi dengan transportasi lain.

Setiap tahunnya, Dishub Kota Bandung melakukan pelaporan kajian rasio guna melihat gambaran kondisi lalu lintas di Kota Bandung. Di sana selalu tercantum saran-saran dari masalah transportasi yang ada.

Saran tersebut tak jauh dari  pengintegrasian, sosialisasi, hingga penambahan trayek. Namun, saran itu masih belum menyentuh akar permasalahan.

Baca Juga: 10 Tulisan Terbaik AYO NETIZEN Juni 2025, Total Hadiah Rp1,5 Juta

Berdasarkan hasil survey wawancara oleh Dishub Kota Bandung juga dipaparkan bahwa sebenarnya masyarakat berpotensi menggunakan transportasi umum jika dilakukan perbaikan dan peningkatan layanan.

Lebih bagus lagi jika adanya pembangunan Light Rail Transit (LRT) atau moda transportasi berbasis rel. Dalam hal ini terlihat bahwa sebenarnya masyarakat masih memiliki minat untuk menaiki transportasi umum, hanya saja bagaimana keadaan transportasi umumnya itu?

Timpangnya jumlah pengguna transportasi umum dan pribadi, belum meratanya akses transportasi umum,  serta preferensi masyarakat yang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi menjadi masalah yang tak pernah hilang dan terus berulang dari 2020 hingga 2024. 

Dikutip dari laman Bandung Bergerak, Pakar transportasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Sony Sulaksono pun menyoroti konsistensi pemerintah dalam memprioritaskan pengembangan angkutan publik. Meskipun sudah ada banyak program dan kajian, tetapi hal itu masih belum terlihat dampaknya. 

Jika membuat akses baru memang perlu waktu yang cukup lama dan tak mudah , setidaknya pemerintah bisa memulai dari meningkatkan kualitas dan kejelasan dari moda yang sudah ada. Jika tidak begitu, sampai kapan permasalahan ini akan terus jadi cerita lama dan hanya sebatas wacana belaka? (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Salsabilla Putri Cantika
Mahasiswa Jurnalistik Universitas Padjadjaran.

News Update

Bandung 02 Mar 2026, 17:43

Rahasia Bacang Jando Anne Bertahan di Tengah Lonjakan Harga Bahan Baku

Di balik usaha kuliner bacang jando Anne dan gerobaknya, ada berbagai macam memori yang mengembalikan kenangan di masa lampau.

Di balik usaha kuliner bacang jando Anne dan gerobaknya, ada berbagai macam memori yang mengembalikan kenangan di masa lampau. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 02 Mar 2026, 16:07

Pentas Buku Foto 2026 Ngabuburit Sambil Menyelami Narasi Visual di Red Raws Center

Di tempat yang dikenal sebagai ruang pertemuan para pegiat seni, buku, dan barang antik ini, digelar Pentas Buku Foto 2026.

Suasana pengunjung pada pameran Pentas Buku Foto 2026. Kegiatan ini banyak menarik minat generasi muda yang datang untuk melihat, membaca, dan berdiskusi seputar buku foto. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 02 Mar 2026, 14:47

Wali Kota Bandung Ultimatum PT BII Bereskan Proyek Galian Jalanan Kota Bandung Sebelum 5 Maret

Proyek galian ducting atau kabel bawah tanah belakangan menjadi sorotan karena dinilai memicu kemacetan hingga kecelakaan di sejumlah titik jalan.

Wali kota Bandung, Muhammad Farhan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)
Ayo Netizen 02 Mar 2026, 14:31

Syawal dan Arus Kehidupan Baru: Perkotaan Indonesia di Uji Zaman

Syawal menjadi fase transisi perkotaan Indonesia. Pasca-Lebaran, migrasi musiman, perubahan konsumsi, dan tekanan ekonomi global menguji ketahanan sosial-ekonomi kota.

Sejumlah kendaraan pemudik memadati Jalan Raya Nagreg, Cikaledong, Kabupaten Bandung pada Jumat, 28 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 02 Mar 2026, 13:15

Mencari Hening di Tengah Ramadhan

“Melalui api itu akan membakar seribu hijab dalam sekejap, kau akan melesat naik seribu derajat dalam jalan dan cita-citamu.” - Jalaluddin Rumi

Menara Mesjid Agung Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Abah Omtris)
Ayo Netizen 02 Mar 2026, 11:31

Lautze, Cheng Ho, dan Gus Dur

Bila di Surabaya menghadirkan skala besar, puluhan ribu warga menerima zakat, Bandung menghadirkan kedekatan menjadi ruang (pertemuan) kecil yang mempersatukan beragam manusia dalam satu saf berbuka.

Tempat yang sangat ingin aku kunjungi. Tapi tiap kali mau mampir pasti nyasar ujung2nya putus asa. Dan Allah kasih kesempatan melalui cara yang lain. (Sumber: Instagram/@chenghoosby)
Ayo Netizen 02 Mar 2026, 09:19

Drama Spiritual Ramadan di Pasar Dadakan: Cingunguk pun Serupa Kurma Premium yang Terbang!

Hari ketiga berpuasa? Kepala pening, penglihatan ganda, dan semua benda kecil cokelat mendadak terlihat seperti kurma premium impor Madinah.

Ilustrasi Pasar dadakan puasa Ramadan (Sumber: ayobandung.com)
Ayo Netizen 01 Mar 2026, 18:12

Akhir Ramadan, Lebaran, dan (Sy)awal Harapan: Tema Ayo Netizen Maret 2026

Maret 2026 ini adalah salah satu bulan paling dinamis dalam kalender sosial, tradisi, dan ekonomi warga Bandung Raya.

Sejumlah kendaraan pemudik memadati Jalan Raya Nagreg, Cikaledong, Kabupaten Bandung pada Jumat, 28 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 01 Mar 2026, 16:34

Dua Cara Pandang Menempatkan Ramadan, Antara Penumpang dan Pengemudi

Ramadan hadir setiap tahun dengan rangkaian ibadah yang terstruktur—shaum, tarawih, tilawah, zakat, hingga i'tikaf.

Warga menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit) di Masjid Raya Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, Kamis 6 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 01 Mar 2026, 15:08

Dari Sisa Stok Menjadi Signature, Begini Perjuangan Derry Kustiadihardjo Membangun Imperium Kopi Makmur Jaya

Makmur Jaya Coffee & Roastery adalah cermin dari wajah UMKM Indonesia yang tangguh, adaptif terhadap teknologi, berani berinovasi di tengah himpitan, dan memiliki integritas terhadap kualitas.

Pemilik Makmur Jaya Coffee & Roastery, Derry Kustiadihardjo. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 01 Mar 2026, 13:33

Kamus Gaul Ramadan: 10 Akronim Sosial yang Populer Saat Ini

Akronim sosial paling populer di bulan suci, plus beberapa kata lokal yang mungkin belum pernah kamu dengar.

Ilustrasi anak pesantren. (Sumber: Unsplash/ Muhammad Adil)
Ayo Netizen 01 Mar 2026, 09:28

Antara Kurma dan Bala-Bala

Berbuka dengan kurma itu sunah, tapi berbuka dengan bala-bala itu wajib.

kurma, bala-bala dan gorengan menu yang selalu hadir saat berbuka. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 28 Feb 2026, 07:56

Di Mata Pengendara Ojol, Jalanan Kota Bandung Bukan Sekadar Aspal, Tapi Taruhan Keselamatan

Di sisi lain, aspal yang mengelupas, lubang menganga, tambalan tak rata, hingga penerangan jalan yang redup menjadi bagian dari keseharian para pengemudi roda dua.

Pengendara di Jalan Otista Kota Bandung melintas di samping galian kabel yang tidak ditutup semestinya, Jumat (27/2). Kondisi ini membahayakan pengguna jalan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Bandung 27 Feb 2026, 18:09

12 Tahun Menjaga Rasa, Kisah Jatuh Bangun Reza Firmanda Membesarkan Ayam-Ayaman

Reza Firmanda, sosok di balik populernya jenama Ayam-Ayaman, memulai perjalanannya bukan dengan kemewahan, melainkan dengan ketidakpastian setelah memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan.

Reza Firmanda, sosok di balik populernya jenama Ayam-Ayaman, memulai perjalanannya bukan dengan kemewahan, melainkan dengan ketidakpastian setelah memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan. (Sumber: instagram.com/ayamayamanbdg)
Ayo Netizen 27 Feb 2026, 17:12

13 Abreviasi yang Paling Sering Muncul di Bulan Ramadan

Berikut 15 abreviasi (baik itu singkatan ataupun akronim) yang paling sering muncul sepanjang bulan suci

Ilustrasi suasana Bulan Puasa di Tanah Sunda. (Sumber: Ilustrasi oleh ChatGPT)
Bandung 27 Feb 2026, 15:21

Melompati Sekat Tradisional, Ambisi Besar UMKM Kuliner Bandung Mengejar Kasta 'Naik Kelas' Lewat Revolusi 5 Menit

Para pelaku kuliner di Jawa Barat kini tengah memacu ambisi besar untuk melompati batasan geografis dan ekonomi konvensional demi mengejar kasta "Naik Kelas" di panggung digital.

Para pelaku kuliner di Jawa Barat kini tengah memacu ambisi besar untuk melompati batasan geografis dan ekonomi konvensional demi mengejar kasta "Naik Kelas" di panggung digital. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 27 Feb 2026, 14:17

Bandung, Kota Kelahiran Media Kritis dan Visioner

Dalam sejarah pers Indonesia, Bandung menempati posisi istimewa.

Majalah Aktuil terbitan 1970-an, pelopor majalah musik modern di Indonesia. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 27 Feb 2026, 12:10

Dari Bukber sampai ZISWAF: Pembentukan Kamus Singkatan Ramadan Orang Indonesia

Bahasa pun dipadatkan. Maka lahirlah “bukber”, “kultum”, “sanlat”, hingga “ZISWAF”.

Masjid Salman ITB menyiapkan sekitar 800 porsi berbuka setiap hari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 27 Feb 2026, 09:15

Puasa Ayakan

Anak-anak mengajarkan soal puasa (cacap, bedug, ayakan) bukan sekadar menahan lapar, melainkan latihan menerima keadaan.

Umat Islam saat buka puasa dengan kurma, air zam zam dan roti di Masjidil Haram, Mekkah. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 27 Feb 2026, 07:19

Berusia 157 Tahun, Masjid Mungsolkanas Rekam Jejak Keislaman di Gang Sempit Cihampelas

Pada awalnya, masjid ini hanyalah rumah bilik panggung milik seorang tokoh bernama Mama Aden. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu, dengan kolam kecil di sampingnya untuk berwudu.

Prasasti di Masjid Mungsolkanas. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)