Merindu Masakan Mama yang Dibuat Warung Ngonah di Braga

5 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Nasi Rames Warung Ngonah Braga (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Nasi Rames Warung Ngonah Braga (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Indonesia adalah alasanku untuk merindu. Merindu akan masakan yang dibuat dengan tangan telaten dan penuh rasa cinta. Berbagai macam jenis rempah yang ditanam sepenuh hati orang para petani, selalu menambah cita rasa ketika lapar datang melanda.

Bagiku, setiap masakan yang mama sajikan berisi penuh dengan doa dan harapan di dalamnya. Mulai dari memilih bahan masakan terbaik kesukaanku, berbagai macam rempah pilihan yang membuat masakan semakin otentik, hingga menjadi sajian yang tak terlupakan di meja makan.

Seberapa pun jauh aku pergi , aku selalu merindukan masakan mama. Jikalau aku belum bisa pulang maka aku selalu mencari makanan yang mirip dengan yang mama buat untuk melepas rindu. Seperti setiap menu masakan yang disajikan di Warung Ngonah, selalu mengingatkanku pada masakan mama di rumah.

Dari radius 50 meter kulihat neon box berwarna putih yang bertuliskan huruf berwarna merah dengan ornamen nampak seperti gambar blek kerupuk , menggantung di atas tiang, menandakan bahwa sebentar lagi aku akan sampai. Dari luar pagar terlihat nampak jelas etalase putih berdiri berisi penuh sajian makanan bertemakan prasmanan.

Di samping kiri terdapat meja khusus yang menyediakan lotek secara dadakan. Makanan khas daerah Pajajaran ini begitu menggoda selera. Berbagai aneka sayuran sudah tersusun rapi dalam nampan yang terbuat dari anyaman bambu. Hijau tua hingga muda, putih, kuning berpadu cantik dengan bumbu kacang berwarna coklat serta hiasan kerupuk pink yang memeriahkan hidangan yang satu ini.

Satu porsi nasi rames yang berisikan ayam rebus jahe, tumis bunga pepaya juga sambal yang merona. Bagiku ayam rebus jahe bukan sekedar makanan yang memenuhi hasrat lapar ketika datang melanda. Ayam rebus jahe memiliki sebuah cerita di dalamnya. Ceritaku bersama mama ketika musim hujan melanda.

Persis seperti Bandung saat ini, perubahan iklim yang tidak menentu akibat adanya kerusakan lingkungan. Belasan tahun ke belakang, memasuki bulan Juni seharusnya kemarau datang.

Tapi kita lihat hari ini, pagi kadang cerah namun seringkali mendung. Menuju siang panas terik matahari membuat siapa saja yang beraktivitas di bawahnya akan merasa haus dan kegerahan. Menjelang sore hingga malam, kadang hujan disertai petir pun mengkilat saling bersahutan di langit.

Ketika dini hari tiba, angin dingin yang menusuk hingga ke tulang, membuat siapa saja ingin berlama-lama membaringkan tubuhnya di kasur, lalu berlindung di bawah hangatnya selimut. Ah sudahlah, kalau membicarakan tentang alam dan kerusakan lingkungan, siapa yang peduli, sebelum semua orang merasakan sendiri akibatnya. Mari kita kembali ke cerita tentang ayam rebus jahe.

Dulu, di kala musim hujan datang, seringkali flu dan batuk datang tanpa di undang. Kondisi ini mengharuskan untuk menjaga stamina dengan baik. Alih-alih memberikan vitamin, mama seringkali membuatkan aku, menu ayam rebus jahe sebagai penangkalnya.

Tak hanya dapat menghangatkan badan, makanan ini berguna untuk meningkatkan vitalitas tubuh di saat cuaca buruk serta membantu mengencerkan lendir saat flu.

Dalam setiap proses pembuatan ayam rebus jahe, mama selalu bercerita mengenai makna dan filosofi yang ada di dalamnya. Contohnya, saat proses marinasi ayam dengan garam. Meskipun jika garam di makan secara terpisah, tentu tidak ada yang berkenan memakannya.

Tapi kekurangannya ini justru bisa menjadi kelebihan, saat garam ditaburkan dan didiamkan ke dalam potongan ayam selama 10-15 menit, maka cita rasa ayam akan meningkat, memperbaiki tekstur ayam menjadi lebih lembut dan mengawetkan makanan secara alami.

Baca Juga: 10 Tulisan Terbaik AYO NETIZEN Juni 2025, Total Hadiah Rp1,5 Juta

Mama bilang, seperti halnya garam, jangan merasa kecil, jika kita belum menemukan kebermanfaatan dalam diri. Mungkin saja kita perlu menemukan objek yang tepat sampai kita benar-benar bisa bermanfaat bagi orang lain.

Selanjutnya saat merebus ayam dengan jahe, daun bawang, garam, gula, kaldu jamur dan merica selama kurang lebih 15-18 menit. Mama bilang teknik dalam perebusan ayam ini harus pas, yaitu dengan api yang sedang cenderung kecil.

Kadang dalam hidup kita perlu ditempa dan merasakan sesuatu yang tidak nyaman, agar suatu hari kita bisa menjadi versi terbaik dari diri kita. Mama pun bilang dalam menjalani hidup kadang kita harus lebih fleksibel, supaya kita bisa mengendalikan dunia, bukan justru kita yang dikendalikan oleh dunia.

Akhirnya, tidak perlu menunggu lama sajian nasi dengan ayam rebus jahe, tumis bunga pepaya dan sambal merah merona itu mendarat di meja kayu bulat dengan piring keramik putih, ornamen bunga cantik berwarna biru tua.

Satu suapan nasi yang lembut, tumis bunga pepaya yang pedas dengan sedikit rasa pahit, juga tekstur ayam dengan bumbu jahe yang khas, serta sensasi pedas dari sambal, menggeliat dalam mulut hingga menancap hingga sendi-sendi lidah.

Air mata yang bergumul di sudut, hampir meneteskan alirannya. Namun terhenti oleh satu tekanan tisu yang menyerap ke dalamnya. Rasa haru terpatri dalam hati , karena rasanya mengobati rindu akan masakan mama yang dibuat dengan tangan penuh cinta.

Semilir angin menerpa dedaunan pada pohon yang berdiri tegak di samping kursi. Rimbunnya daun yang memberi keteduhan bagi siapa saja yang sedang berada di bawahnya.

Alunan musik yang menentramkan jiwa , seolah membawa kenangan bersama mama semakin dekat. Ku lanjutkan makan sembari mengulang memori tentang kata-kata, doa serta harapan mama ketika membuat ayam rebus jahe untukku, di Bandung dengan rintik serta semilir sejuk angin musim hujan.

Baca Juga: Huruf Tebal Tak Dapat Dipakai Sembarang, tapi Boleh Memperkuat Pesan dalam Tulisan

Untuk menuju warung Ngonah, tidak begitu sulit. Meski lokasinya berada dalam gang, siapa sangka tempat makanan ini menyimpan begitu banyak cerita dalam setiap sajiannya.

Di tengah hiruk-pikuk Braga yang dipenuhi dengan wisatawan, kalian bisa menepi sejenak ke Jl. Kejaksaan. No.27 Braga, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat.

Selain penuh dengan cerita, tempat ini pun penuh dengan kejutan tiap harinya. Menu yang berganti setiap hari, menandakan sebuah pemikiran yang cerdas dan kreatif. Membuat pelanggan kembali pulang untuk merasakan eksplorasi menu lainnya.

Pengunjung bisa datang kapan saja, jam 6 pagi, ketika waktu sarapan tiba atau siang hari ketika jam istirahat kerja tiba, hingga sore menjelang malam untuk sekedar berbincang sambil menikmati segelas kopi yang beraroma semerbak. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)