Huruf Tebal Tak Dapat Dipakai Sembarang, tapi Boleh Memperkuat Pesan dalam Tulisan

4 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan
Salah satu alat bahasa yang sering diabaikan adalah penggunaan huruf tebal. (Sumber: Pexels/Brett Jordan)
Salah satu alat bahasa yang sering diabaikan adalah penggunaan huruf tebal. (Sumber: Pexels/Brett Jordan)

AYOBANDUNG.ID — Kemampuan menyampaikan pesan dengan jelas dan tegas menjadi kunci utama komunikasi yang efektif. Salah satu alat yang sering diabaikan, namun memiliki peran vital dalam penulisan bahasa Indonesia, adalah penggunaan huruf tebal.

Tak sekadar aksesori tipografi, huruf tebal memiliki aturan baku yang telah ditetapkan dalam Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD).

Berdasarkan pedoman resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, penggunaan huruf tebal dalam bahasa Indonesia memiliki dua fungsi fundamental yang sering luput dari perhatian penulis:

1. Huruf tebal berfungsi sebagai penegas bagian tulisan yang sudah ditulis miring.

2. Huruf tebal berperan dalam menegaskan struktur karangan, seperti judul bab atau subbab.

Sementara fungsi tambahan huruf tebal adalah:

3. Huruf tebal ialah memudahkan pembaca untuk menangkap inti paragraf deduktif.

Huruf tebal memang tak bisa dipakai secara sembarangan, tanpa memahami bahwa ada aturan baku yang mengatur penggunaannya.

Ketepatan penggunaan huruf tebal ini mencerminkan profesionalisme dan pemahaman mendalam terhadap kaidah penulisan.

1. Fungsi Pertama Huruf Tebal: Penekanan Ganda

Dalam konteks pertama, huruf tebal digunakan untuk memberikan penekanan ekstra pada kata atau frasa yang sudah ditulis miring.

Contohnya dapat dilihat pada kalimat: "Huruf dh, seperti pada kata Ramadhan, tidak terdapat dalam Ejaan Bahasa Indonesia."

Di sini, huruf "dh" mendapat penekanan ganda. Miring untuk menunjukkan bahwa itu adalah unsur bahasa yang dibahas; dan tebal untuk menegaskan fokus pembahasan.

Praktik ini memiliki akar historis yang menarik. Pada masa tulisan tangan dan mesin tik masih mendominasi, bagian yang akan dicetak tebal ditandai dengan garis bawah ganda.

Evolusi teknologi kemudian memungkinkan penerapan huruf tebal secara langsung, namun prinsip dasarnya tetap sama: memberikan hierarki visual yang jelas dalam teks.

2. Fungsi Kedua Huruf Tebal: Struktur Karangan yang Kuat

Fungsi kedua huruf tebal terletak pada penataan struktur karangan.

Dalam penulisan akademis, jurnalistik, maupun dokumen formal, huruf tebal menjadi penanda visual yang membantu pembaca memahami organisasi informasi.

Judul bab seperti "BAB I PENDAHULUAN" atau subbab seperti "1.1 Latar Belakang dan Masalah" menggunakan huruf tebal untuk menciptakan hierarki yang jelas.

Fungsi kedua huruf tebal terletak pada penataan struktur karangan. (Sumber: ejaan.kemdikbud.go.id)
Fungsi kedua huruf tebal terletak pada penataan struktur karangan. (Sumber: ejaan.kemdikbud.go.id)

Pendekatan ini bukan sekadar soal estetika, melainkan strategi komunikasi yang efektif. Pembaca dapat dengan mudah menavigasi dokumen panjang dan memahami alur logika penulis melalui petunjuk visual yang konsisten.

3. Fungsi Ketiga Huruf Tebal: Penegasan Paragraf Deduktif

Perkembangan terkini dalam dunia kepenulisan Indonesia menghadirkan perspektif baru tentang fungsi huruf tebal.

Ivan Lanin, Wikipediawan yang dikenal sebagai pencinta bahasa Indonesia dan pendiri @narabahasa, menjelaskan konsep penggunaan huruf tebal pada kalimat pertama paragraf deduktif.

"Penulisan kalimat pertama paragraf deduktif dengan huruf tebal bertujuan memudahkan pembaca untuk menangkap inti paragraf," jelasnya.

Pendekatan ini memberikan dimensi baru pada fungsi huruf tebal, yang tidak hanya berperan sebagai penegas struktur formal, tetapi juga sebagai alat bantu pemahaman konseptual.

Misalnya dalam contoh paragraf deduktif berikut ini:

"Huruf tebal tak bisa dipakai sembarangan, tanpa memahami aturan baku yang mengatur penggunaannya. Ketepatan penggunaannya mencerminkan profesionalisme dan pemahaman mendalam terhadap kaidah penulisan."

Metode ini sangat relevan dalam konteks komunikasi modern yang menuntut efisiensi penyampaian informasi.

Pembaca yang terburu-buru dapat langsung memahami poin utama setiap paragraf tanpa harus membaca keseluruhan teks, sementara yang ingin mendalami dapat melanjutkan membaca penjelasan detail yang mengikuti.

Masa Depan Huruf Tebal

Era digitalisasi membawa tantangan tersendiri dalam implementasi aturan huruf tebal. Masing-masing platform media sosial memiliki format dan sistem tampilan tulisan yang beragam, tidak semua mendukung kombinasi huruf miring dan tebal secara optimal.

Hal ini menciptakan dilema bagi penulis yang ingin tetap mengikuti kaidah EYD namun harus beradaptasi dengan keterbatasan teknologi.

Seiring dengan perkembangan teknologi dan perubahan kebiasaan membaca, fungsi huruf tebal kemungkinan akan terus berevolusi.

Menunjukkan bahwa aturan bahasa tidak bersifat statis, melainkan dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan komunikasi modern.

Sekarang huruf tebal boleh digunakan untuk penegasan pada awalan paragraf deduktif. Di masa nanti, bahkan sudah dimulai dari sebelumnya, akan diformalkan untuk mengakhiri kalimat di paragraf induktif.

Yang penting adalah mempertahankan prinsip dasar: huruf tebal harus digunakan secara konsisten dan bermakna, bukan sekadar sebagai hiasan visual.

Baca Juga: 10 Tulisan Terbaik AYO NETIZEN Juni 2025, Total Hadiah Rp1,5 Juta

Dalam konteks yang lebih luas, penguasaan terhadap detail-detail seperti penggunaan huruf tebal mencerminkan kematangan berbahasa seseorang.

Huruf tebal bukan hanya soal teknis, tetapi juga menunjukkan rasa hormat terhadap pembaca dan komitmen untuk menyampaikan pesan dengan cara yang paling efektif dan profesional. (*)

Referensi:

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)