Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Huruf Tebal Tak Dapat Dipakai Sembarang, tapi Boleh Memperkuat Pesan dalam Tulisan

Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan Senin 07 Jul 2025, 15:00 WIB
Salah satu alat bahasa yang sering diabaikan adalah penggunaan huruf tebal. (Sumber: Pexels/Brett Jordan)

Salah satu alat bahasa yang sering diabaikan adalah penggunaan huruf tebal. (Sumber: Pexels/Brett Jordan)

AYOBANDUNG.ID Kemampuan menyampaikan pesan dengan jelas dan tegas menjadi kunci utama komunikasi yang efektif. Salah satu alat yang sering diabaikan, namun memiliki peran vital dalam penulisan bahasa Indonesia, adalah penggunaan huruf tebal.

Tak sekadar aksesori tipografi, huruf tebal memiliki aturan baku yang telah ditetapkan dalam Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD).

Berdasarkan pedoman resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, penggunaan huruf tebal dalam bahasa Indonesia memiliki dua fungsi fundamental yang sering luput dari perhatian penulis:

1. Huruf tebal berfungsi sebagai penegas bagian tulisan yang sudah ditulis miring.

2. Huruf tebal berperan dalam menegaskan struktur karangan, seperti judul bab atau subbab.

Sementara fungsi tambahan huruf tebal adalah:

3. Huruf tebal ialah memudahkan pembaca untuk menangkap inti paragraf deduktif.

Huruf tebal memang tak bisa dipakai secara sembarangan, tanpa memahami bahwa ada aturan baku yang mengatur penggunaannya.

Ketepatan penggunaan huruf tebal ini mencerminkan profesionalisme dan pemahaman mendalam terhadap kaidah penulisan.

1. Fungsi Pertama Huruf Tebal: Penekanan Ganda

Dalam konteks pertama, huruf tebal digunakan untuk memberikan penekanan ekstra pada kata atau frasa yang sudah ditulis miring.

Contohnya dapat dilihat pada kalimat: "Huruf dh, seperti pada kata Ramadhan, tidak terdapat dalam Ejaan Bahasa Indonesia."

Di sini, huruf "dh" mendapat penekanan ganda. Miring untuk menunjukkan bahwa itu adalah unsur bahasa yang dibahas; dan tebal untuk menegaskan fokus pembahasan.

Praktik ini memiliki akar historis yang menarik. Pada masa tulisan tangan dan mesin tik masih mendominasi, bagian yang akan dicetak tebal ditandai dengan garis bawah ganda.

Evolusi teknologi kemudian memungkinkan penerapan huruf tebal secara langsung, namun prinsip dasarnya tetap sama: memberikan hierarki visual yang jelas dalam teks.

2. Fungsi Kedua Huruf Tebal: Struktur Karangan yang Kuat

Fungsi kedua huruf tebal terletak pada penataan struktur karangan.

Dalam penulisan akademis, jurnalistik, maupun dokumen formal, huruf tebal menjadi penanda visual yang membantu pembaca memahami organisasi informasi.

Judul bab seperti "BAB I PENDAHULUAN" atau subbab seperti "1.1 Latar Belakang dan Masalah" menggunakan huruf tebal untuk menciptakan hierarki yang jelas.

Fungsi kedua huruf tebal terletak pada penataan struktur karangan. (Sumber: ejaan.kemdikbud.go.id)
Fungsi kedua huruf tebal terletak pada penataan struktur karangan. (Sumber: ejaan.kemdikbud.go.id)

Pendekatan ini bukan sekadar soal estetika, melainkan strategi komunikasi yang efektif. Pembaca dapat dengan mudah menavigasi dokumen panjang dan memahami alur logika penulis melalui petunjuk visual yang konsisten.

3. Fungsi Ketiga Huruf Tebal: Penegasan Paragraf Deduktif

Perkembangan terkini dalam dunia kepenulisan Indonesia menghadirkan perspektif baru tentang fungsi huruf tebal.

Ivan Lanin, Wikipediawan yang dikenal sebagai pencinta bahasa Indonesia dan pendiri @narabahasa, menjelaskan konsep penggunaan huruf tebal pada kalimat pertama paragraf deduktif.

"Penulisan kalimat pertama paragraf deduktif dengan huruf tebal bertujuan memudahkan pembaca untuk menangkap inti paragraf," jelasnya.

Pendekatan ini memberikan dimensi baru pada fungsi huruf tebal, yang tidak hanya berperan sebagai penegas struktur formal, tetapi juga sebagai alat bantu pemahaman konseptual.

Misalnya dalam contoh paragraf deduktif berikut ini:

"Huruf tebal tak bisa dipakai sembarangan, tanpa memahami aturan baku yang mengatur penggunaannya. Ketepatan penggunaannya mencerminkan profesionalisme dan pemahaman mendalam terhadap kaidah penulisan."

Metode ini sangat relevan dalam konteks komunikasi modern yang menuntut efisiensi penyampaian informasi.

Pembaca yang terburu-buru dapat langsung memahami poin utama setiap paragraf tanpa harus membaca keseluruhan teks, sementara yang ingin mendalami dapat melanjutkan membaca penjelasan detail yang mengikuti.

Masa Depan Huruf Tebal

Era digitalisasi membawa tantangan tersendiri dalam implementasi aturan huruf tebal. Masing-masing platform media sosial memiliki format dan sistem tampilan tulisan yang beragam, tidak semua mendukung kombinasi huruf miring dan tebal secara optimal.

Hal ini menciptakan dilema bagi penulis yang ingin tetap mengikuti kaidah EYD namun harus beradaptasi dengan keterbatasan teknologi.

Seiring dengan perkembangan teknologi dan perubahan kebiasaan membaca, fungsi huruf tebal kemungkinan akan terus berevolusi.

Menunjukkan bahwa aturan bahasa tidak bersifat statis, melainkan dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan komunikasi modern.

Sekarang huruf tebal boleh digunakan untuk penegasan pada awalan paragraf deduktif. Di masa nanti, bahkan sudah dimulai dari sebelumnya, akan diformalkan untuk mengakhiri kalimat di paragraf induktif.

Yang penting adalah mempertahankan prinsip dasar: huruf tebal harus digunakan secara konsisten dan bermakna, bukan sekadar sebagai hiasan visual.

Baca Juga: 10 Tulisan Terbaik AYO NETIZEN Juni 2025, Total Hadiah Rp1,5 Juta

Dalam konteks yang lebih luas, penguasaan terhadap detail-detail seperti penggunaan huruf tebal mencerminkan kematangan berbahasa seseorang.

Huruf tebal bukan hanya soal teknis, tetapi juga menunjukkan rasa hormat terhadap pembaca dan komitmen untuk menyampaikan pesan dengan cara yang paling efektif dan profesional. (*)

Referensi:

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 17:21

Menata Arah Pendidikan Tinggi Keagamaan di Era Serba Cepat

Pepen Supendi, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)