Nama, Doa, dan Tanda

7 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Viral nama anak hanya satu huruf C, Netizen: terus manggilnya gimana? (Sumber: TikTok | Foto: @_thisisgonec)
Viral nama anak hanya satu huruf C, Netizen: terus manggilnya gimana? (Sumber: TikTok | Foto: @_thisisgonec)

Sore yang cerah itu, saat senja mulai tenggelam di ufuk barat, tiba-tiba Aa Akil, anak kedua (10 tahun) bertanya,"Bah, emang boleh ya nama cuma satu huruf? Misalnya... C?"

Kumenoleh dan balik bertanya, “Kunaon, Aa naros kitu?”

Bocah kelas 5 ini menjawab sambil menunjukkan layar ponselnya, "Ini lagi viral di medsos, Bah. Ada orang yang namanya cuma satu huruf — C doang!"

Kutersenyum kecil, lalu berkata, "Pan nami téh sanes saukur panggilan, Aa, tapi doa, harapan, jeung identitas. Pasti aya caritana di balik éta nama. Sanajan ngan hiji huruf, bisa wae éta téh simbol penting keur nu masihan nami."

Sambil merapihkan rambut Aa, kumelanjutkan penjelasan, "Malihan mah, pernah aya nu namina Tuhan di Banyuwangi, atawa Saiton ti Palembang. Unik, jadi polemik, tapi nu pasti aya maksud sareung caritana masing-masing."

Aa mengangguk, matanya berbinar-binar, terus melontarkan pernyataan "Wah, unik dan asyik, Bah. Ternyata di balik tiap nama, pasti ada cerita dan maknanya. Terus gimana manggilnya ya"

Identitas KTP, SIM Tuhan dari Banyuwangi (Sumber: YouTube.com | Foto: Tangkap Layar)
Identitas KTP, SIM Tuhan dari Banyuwangi (Sumber: YouTube.com | Foto: Tangkap Layar)

Hikayat Nama Unik

Apapun motif dan alasan orang tua dalam memberikan nama-nama unik yang menuai polemik (Tuhan dari Banyuwangi, Nabi dari Pamekasan dan Mataram, Malaikat dari Nganjuk, Saiton dari Palembang, Arwah dari Lahat, Selamet Dunia Akhirat dari Purbalingga, Satria Baja Hitam dari Lampung Selatan, Minal Aidin Wal Faizin dari Tangerang) itu yang mengetahui makna dibalik namanya adalah kedua orang tuanya (ulama, tokoh masyarakat).

Pasalnya, setiap nama-nama itu erat kaitannya dengan doa, harapan, sifat, karakter, tanda dan identitas seseorang.

Menurut P Juliatmoko Soeprayitno, kemunculan nama Tuhan, dan nama-nama unik lain, barangkali merupakan cermin bagi bangsa ini. Mungkin kita sudah mempertuhankan uang, pangkat dan jabatan. Ini menunjukkan kita sudah terlalu jauh dari sifat-sifat ketuhanan yang mengajarkan saling menyayangi, saling mengasihi, dan saling melindungi.

Terlepas dari kontroversi itu, yang terpenting adalah pengakuan bahwa Allah jelas berbeda dengan makhluk-Nya (mukhalafatuhu lilhawadits), sehingga keimanan tetap terjaga. (Koran Sindo, 30/8/2015).

Ilustrasi berdoa. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ilustrasi berdoa. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Harapan Orang Tua

Nama adalah sebuah pemberian yang berharga dari orang tua terhadap anaknya dan menjadi identitas bagi seseorang. Namun untuk menentukan sebuah nama kita perlu mempertimbangkan arti tentang nama itu sendiri, karena nama bukan hanya sebatas kata, tetapi nama merupakan sebuah identitas dan doa yang diberikan kepada orang yang dinamainya.

Ketika orang tua hendak memberikan dan menetapkan sebuah nama pada anak yang baru lahir, maka pada hakikatnya orang tua itu sedang mendoakan bayinya itu agar semua kehidupan di masa depannya sesuai dengan keinginan orang tuanya. Supaya akhlak, sifat, rezeki, jodoh dan sebagainya sesuai dengan harapan orang tuanya, maka menjadi hal yang logis jika banyak para ulama yang mengatakan nama adalah sebuah doa.

Sebagian ulama mengemukakan doa adalah bentuk tafaul, sehingga dengan adanya nama yang bagus (indah, baik) diharapkan bisa mendorong kita untuk menjadi pribadi yang bagus, mulia.

Penentuan sebuah nama yang bagus dan indah pada dasarnya merupakan sikap husnudzon kita kepada Allah melalui nama tersebut. Nama seperti Abdul Rohim ini perlu kita cermati untuk dijadikan modal peningkatan kualitas keimanan kita.

Ini sesuai dengan ungkapan, Syaikh Ibnu Athaillah As-Sadandari "Apabila engkau belum sanggup berbaik sangka kepada Allah lantaran kesempurnaan sifat-sifat-Nya, maka berbaik sangkalah karena pertemanan-Nya bersamamu. Bukankah Dia selalu memberimu sesuatu yang baik-baik? dan bukankah Dia senantiasa memberimu segala kenikmatan?

Memahami arti dari sebuah nama menjadi hal yang perlu dilakukan, khususnya bagi orang tua yang hendak menamai buah hatinya. Menentukan nama bayi bukanlah hal yang bisa dianggap remeh. Oleh karena itu, dalam menentukan nama untuk sang buah hati harus dengan penuh pertimbangan. Kenapa? Karena nama adalah sebuah identitas sekaligus doa. (Tarya Nurul Mustafa,2014:172-173)

Nama menjadi identitas, ciri, tanda bagi setiap individu itu. Dengan nama, ia bisa mengenal dirinya sendiri sekaligus dengan mudah dikenal oleh orang lain. Nama adalah panggilan kepada satu individu dengan individu lain. Nama adalah untaian doa yang diharapkan terjadi kepadanya kelak.

Nama juga menghindarkan seseorang menjadi tidak dikenal (majhul). Dengan demikian, memberikan nam yang baik kepada buah hati menjadi satu hal yang sangat penting. (Akhmad Muhaimin Azzet [editor],2015:10)

Ihwal nama Tuhan yang tertera di KTP dengan bernomor induk (NIK) 3510243006730004 yang lahir di Banyuwangi, 30 Juni 1973. Pria yang akrab dipanggil Toha, bahasa Osing ini menjelaskan tidak tau jelas alasan kedua orang tuanya, Jumhar dan Dawijah dalam memberikan nama Tuhan yang jelas setelah mendapatkan masukkan dari seorang pemuka agama (haji) di daerahnya dipakailah nama Tuhan.

Saran dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, KH Abdusshomad Buchori dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangi, KH Moch Yamin perlu dijalankan dan mendapatkan dukungan penuh dari aparatur pemerintah untuk penggantian nama demi kepentingan bersama dan khawatir menjurus kepada perilaku menduakan Allah (musyrik).

Pasalnya, bila tetap memakai nama Tuhan tanpa menambahkan nama di depan (belakang)nya, seperti Abdu Tuhan yang berarti Hamba Tuhan.

Islam menganjurkan untuk memberi nama yang baik bagi setiap bayi yang lahir di muka bumi ini. Sebab nama adalah doa.

Maka, jika ada nama-nama yang tidak baik, bahkan cenderung buruk dan diharamkan, sebaiknya diganti dengan yang lebih baik. (Sumber: X (Twitter) | Foto: @nahdlatululama)
Islam menganjurkan untuk memberi nama yang baik bagi setiap bayi yang lahir di muka bumi ini. Sebab nama adalah doa. Maka, jika ada nama-nama yang tidak baik, bahkan cenderung buruk dan diharamkan, sebaiknya diganti dengan yang lebih baik. (Sumber: X (Twitter) | Foto: @nahdlatululama)

Identitas Muslim

Bagi Danesi dan Perron nama erat kaitannya dengan identitas dan memiliki sifat indeksikal, simbolis dan kadang-kadang ikonis. Nama indeksikal ini digunakan untuk mengidentifikasi individu yang berbeda dari individu lain.

Dari aspek simbolis nama mengidentifikasikan asal muasal, jenis kelamin, kepercayaan, status sosial, dan identitas lain dari suatu individu. Sebagai produk kekuatan historis, nama acapkali bertalian dengan sistem konvensi sebuah masyarakat. Nama kadang-kadang bersifat ikonis, yang memiliki kesamaan aspek dengan individu yang diacu.

Hasil penelitian Nurhayati di Desa Gotputuk Kecamatan Ngawen, Blora, Jawa Tengah menunjukkan pola pemberian nama untuk anak berubah dari yang bersifat lokal ke global dan terjadi negoisasi identitas dalam pemberian nama ini.

Nama adalah media untuk menegosiasikan berbagai identitas yang ada dalam masyarakat baik yang menonjolkan identitas maupun yang menyembunyikan identitas tertentu melalui nama diri. Nama itu sarana yang ampuh untuk menaikkan status sosial seseorang. Oleh karena itu, dari nama pula kita dapat mengetahui cara pandang masyarakat dan sikap warganya dalam menghadapi dunia di sekitarnya.

Melalui analisis tentang nama inilah kita dapat mengetahui bahwa masyarakat desa Gotputuk yang pada tahun pada tahun 2000an masih berusia produktif, yaitu yang anak-anaknya lahir pada era itu, memiliki cara pandang yang bersifat global. Mereka sadar bahwa ke depan anak-anak mereka adalah bagian dari masyarakat dunia. Oleh karena itu, anak-anak ini harus dipersiapkan sedini mungkin, dinaikkan status sosialnya melalui pemberian nama yang bercorak global.

Pemkot Bandung kolaborasi dengan Kejaksaan Negeri Kota Bandung menyerahkan 52.010 Kartu Identitas Anak (KIA) (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Muslim Yanuar Putra)
Pemkot Bandung kolaborasi dengan Kejaksaan Negeri Kota Bandung menyerahkan 52.010 Kartu Identitas Anak (KIA) (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Muslim Yanuar Putra)

Namun, di sisi lain, sebagai bagian dari masyarakat Jawa, cara pandang mereka terhadap hakekat manusia masih sama dengan masyarakat Jawa pada umumnya. Dua identitas itulah yang berusaha dinegosiasikan oleh masyarakat desa Gotputuk. (Jurnal Humanika FIB Undip Volume 17 Th X Januari-Juni 2013:21-39)

Dalam konteks Jawa Barat penamaan itu sebagai identitas muslim. Ini diyakini oleh Siti Maemunah, lulusan CRCS UGM menyimpulkan hasil penelitiannya di komunitas muslim Salman ITB, fenomena penamaan anak ini sangat berkaitan dengan isu identitas yang erat kaitannya dengan konsep Islam kaffah, sehingga pola penamaan anak pada komunitas ini menjadi unik.

Dari hasil penelitian terhadap sepuluh keluarga Muslim Sunda yang aktif di Salman yang dilakukan pada bulan Desember 2011-maret 2012 dapat ditemukan beberapa pola penamaan anak; pola nama anak yang kental dengan aspek Arab (Arabisasi), pola nama campuran dari nama Arab, nama Barat, nama Asia dan nama lokal (nama Sunda).

Namun secara garis besar penamaan anak di komunitas ini, kental dengan nuansa Arab. Ini terbukti dari fenomena penamaan anak yang walau pun menggunakan nama dari bahasa lain nama dari bahasa Arab akan dimasukkan dalam nama anak mereka.

Fenomena ini menunjukkan pemahaman akan konsep Islam kaffah dalam kelompok revivalis di Indonesia tidak bersifat monolitik. Identitas yang ingin dibangun dari penamaan ini adalah identitas sebagai Muslim yang kaffah. Ini tercermin dari pilihan orang tua untuk meninggalkan ritual tradisional dalam penamaan anak, bagi komunitas Salman ini upaya mengimplementasi konsep amar ma’ruf nahi munkar.

Meskipun, ciri unik pada penamaan anak di komunitas Salman, tidak bisa terlihat secara literal, tapi dari sisi makna dan tujuan yang dimiliki orang tua saat memberi nama pada anak mereka. (Abstrak Tesis S2, Siti Maemunah, Agama dan Lintas Budaya/CRCS UGM, tahun 2012).

Dengan demikian, setiap pemberian nama itu erat kaitannya dengan doa, harapan, sifat, karakter, tanda dan identitas seseorang yang diinginkan oleh orang tua (ulama, tokoh masyarakat).

Rasul mengingatkan kepada umatnya untuk memberikan nama terbaik, indah dan memiliki makna. “Ya Rasulullah, apa hak anakku ini?” Nabi Saw menjawab, “Memberinya nama yang baik, mendidik adab yang baik, dan memberinya kedudukan yang baik (dalam hatimu).” (HR. Ath-Thusi).

Mudah-mudahan dengan memberikan nama terbaik, tidak menuai polemik dan kita termasuk kedalam orang tua yang berusaha mendidik anak yang sesuai dengan anjuran Rasulullah. "Sesungguhnya kalian nanti pada hari kiamat akan dipanggil dengan nama-nama kalian dan nama bapak kalian, maka baguskanlah nama-nama kalian" (HR. Abu Daud). Semoga. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:25

Satu Peluncuran, Tiga Cara Bercerita: Menganalisis Penyampaian Pesan Produsen Ponsel Pintar Ternama

Memahami bagaimana cara jenama besar menyebarkan informasi tentang produk terbaru.

Ilustrasi ponsel pintar. (Sumber: Pexels | Foto: Efrem Efre)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 15:18

Revolusi Perancis dan Bandung Nol Kilometer

Revolusi Prancis berawal dari penjara Bastille tahun 1789 telah membuat perubahan besar hak asasi manusia juga mempengaruhi perkembangan Bandung.

Monumen titik nol kilometer Kota Bandung diresmikan Gubernur H. Danny Setiawan pada 18 Mei 2004 dan didedikasikan untuk masyarakat Priangan korban kerja paksa. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Anya Dellanita)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 14:50

Islam di Kerajaan Demak: Warisan Peradaban dan Hukum Islam

Kemunculan Demak tidak terlepas dari melemahnya Majapahit yang memberi kesempatan bagi para penguasa Islam di pesisir Jawa untuk membangun kekuasaan.

Masjid Agung Demak, yang terletak di Kauman, Demak, Jawa Tengah, dibangun pada abad ke-15 M oleh Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, bersama para Wali Songo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hastosuprayogo)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 13:56

Panduan Wisata ke Pantai Legon Pari Sawarna, Laguna Tersembunyi di Ujung Jalan Setapak

Panduan lengkap Pantai Legon Pari Sawarna, mulai dari harga tiket, rute menuju lokasi, aktivitas, camping, hingga rekomendasi penginapan terbaru.

Pantai Legon Pari Sawarna. (Sumber: wisatasawarna.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 13:42

Soedirman dalam Tulisan Tempo

Review buku Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir karya Tempo.

Buku "Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir" (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nahla Lisana, 2026)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 12:33

Persib dan Mimpi Menjadi Kekuatan Indonesia

Persib memiliki peluang menjadi salah satu lokomotif perubahan sepak bola di Tanah Air.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saar mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Jul 2026, 10:59

Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:03

Jejak Tersembunyi di Balik Gereja Sidang Kristus Sukabumi

Gereja Sidang Kristus merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ada di pusat kota Sukabumi.

Tampak depan Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kepadalisna)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 18:44

Inspirasi Pajajaran sebagai Warisan yang Menunggu Diingat Kembali

Kerajaan Pajajaran banyak meninggalkan sejarah di masa Nusantara, tapi sayangnya ingatan kolektif tentang inspirasi Pajajaran bagi masa kini mulai terlupakan.

Kirab budaya di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa 19 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 17:05

Menikmati Matahari Terbit di Lawang Angin

Lawang Angin Garut menawarkan panorama matahari terbit, Gunung Cikuray, kabut pegunungan, dan potensi wisata yang belum tergarap.

Sunset di Lawang Angin, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 16:33

Mandala Koran Legendaris yang Mewarnai Sejarah Pers Jawa Barat

Pada masanya, Harian Mandala merupakan salah satu surat kabar paling berpengaruh di Jawa Barat.

Sampul depan Harian Umum MANDALA edisi 13 Juli 1976, terbitan 50 tahun silam yang menjadi salah satu saksi perjalanan pers di Jawa Barat. (Sumber: Foto dan koleksi koran lawas milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 15:12

Teruslah Membaca meskipun Dianggap Tidak Berguna

Membaca saja tidak cukup, kita harus memahami isi, konteks, dan pesan yang ingin disampaikan dalam buku atau tulisan tersebut.

Seseorang sedang membaca buku. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 14:43

Di Balik MPLS Masih Adakah Pendidikan untuk Semua?

MPLS sudah dilaksanakan namun yang menjadi sorotan adalah masih ada sekolah yang menerima murid kurang dari kebutuhan

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 12:56

Bagaimana Teknologi Pengenal Plat Nomor Mengubah Wajah Transportasi Modern?

Teknologi License Plate Recognition (LPR) memungkinkan kamera dan AI mengenali plat nomor kendaraan secara otomatis untuk mendukung transportasi yang lebih aman, efisien, dan cerdas.

LPR (License Plate Recognition) atau disebut juga dengan ANPR (Automatic Number Plate Recognition) adalah salah satu aplikasi cctv untuk mengenali plat nomor kendaraan. (Sumber: ilmiteknik.co.id)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 11:48

Panduan Berkunjung ke Pulau Komodo: Cara ke Labuan Bajo, Pink Beach, dan Pulau Padar

Panduan lengkap Taman Nasional Komodo mulai dari harga tiket, aplikasi SiOra, Pulau Padar, Pink Beach, Manta Point, hingga pilihan tour terbaik.

Pulau Komodo. (Sumber: Flickr)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 11:09

Bobotoh Layak Menuntut Persib Lebih daripada Sekadar Juara

Klab besar di dunia hampir tidak pernah mendefinisikan dirinya hanya melalui jumlah piala yang mereka koleksi.

Bobotoh Persib sedang berkonvoi. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Lukman Hidayat/Magang)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 08:00

Ci Manuk, Sungai Suci Penuh Do’a untuk Kekuatan Jiwa

Ci Manuk itu bukan berasal dari kata "manuk" yang berarti burung, tapi berasal dari kata "manu", dari bahasa Sanskerta.

Bandar Dermayu, tertulis dalam peta abad ke-16. Peta ini merupakan potongan dari Nova tabula insularum Javae, Sumatrae, Borneonis et aliarum Malaccam usque, 1598. (Sumber: Istimewa)