LAN Hanya Nama atau Benar Bermakna?

Sulistianingsih
Ditulis oleh Sulistianingsih diterbitkan Minggu 27 Jul 2025, 12:28 WIB
Lembaga Administrasi Negara (LAN). (Sumber: Dok. LAN)

Lembaga Administrasi Negara (LAN). (Sumber: Dok. LAN)

Apa kamu tahu LAN? Artificial Intelligence (AI) pun menjawab “An AI Overview is not available for this search”. AI belum tahu LAN itu apa.

Coba bertanya kembali dengan “Apa kamu tahu Lembaga Administrasi Negara (LAN)?”, AI menjawab dengan lebih jelas “Lembaga Administrasi Negara merupakan lembaga pemerintah nonkementerian yang memiliki kewenangan untuk melakukan kajian serta pendidikan dan pelatihan bagi Aparatur Sipil Negara, sebagaimana telah diatur dalam Undang-Undang yang mengatur tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).”

Lain halnya ketika penulis bertanya tentang instansi lain, AI akan langsung merujuk kepada web yang penulis tanyakan.

Nah, bedanya apa ya, LAN dengan lembaga lain. Tentu saja namanya yang berbeda, lalu apa akan dibiarkan begitu saja. Tidak ada yang mengetahui LAN, tidak ada yang kenal LAN. Akankah sampai masa yang akan datang tetap begini?

Tak kenal maka tak sayang, jangan situasi ini dibiarkan dan menguap begitu saja. Apa pun caranya LAN harus dikenal oleh publik.

Artinya lembaga yang memang menjadi leader dalam mendidik dan menghasilkan aparatur negara yang berkualitas haruslah dikenal masyarakat Aparatur Sipil Negara (ASN) secara khusus, dan dikenal masyarakat secara umum di Indonesia.

Harapannya lebih lanjut di masa yang akan datang, ketika hanya menyebutkan LAN, sebagian besar masyarakat Indonesia mengetahui dan memahami tugas dan fungsi dari LAN secara umum.

Urgensi LAN

Perlu disoroti, tugas pokok LAN berdasarkan Peraturan LAN No. 1 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Administrasi Negara (Lembaran Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2025 No. 52) adalah menyelenggarakan tugas pemerintahan di bidang perumusan dan penetapan kebijakan teknis dan pembinaan, penyelenggaraan, dan pengendalian atas pelaksanaan kebijakan pengembangan kapasitas dan pembelajaran ASN.

Selain itu LAN mempunyai tanggung jawab dan kewenangan dalam mengelola beberapa jabatan fungsional terutama yang berkaitan dengan pengembangan kapasitas dan pembelajaran Aparatur Sipil Negara (ASN).

Jabatan fungsional tersebut diantaranya widyaiswara, analis kebijakan, dan analis pengembangan kompetensi.

Dengan tanggung jawab dan kewenangan tersebut, taring LAN dapat digunakan untuk beberapa tugas pemerintahan yang menjadi core business LAN.

Pertama, dalam reformasi birokrasi, LAN memiliki peran strategis untuk mendorong perubahan mendasar dalam tata kelola birokrasi. Salah satu yang berkaitan dengan penilaian reformasi birokrasi diantaranya adalah Indeks Kualitas Kebijakan (IKK).

IKK adalah salah satu komponen dari Indeks Reformasi Birokrasi (IRB), yang digunakan untuk mengukur kualitas kebijakan yang dihasilkan oleh instansi pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Jadi dapat disimpulkan IKK yang bagus dapat menjadi pengungkit IRB.

Kedua, dalam konteks pengembangan Sumber Daya Aparatur Sipil Negara (ASN), LAN mempunyai kekuatan dalam merancang kebijakan terkait pengembangan kompetensi ASN, menyelenggarakan pelatihan kepemimpinan nasional dan manajerial, dan meningkatkan kualitas manajemen ASN berbasis sistem merit.

Terkait kekuatan ini LAN harus menyusun kebijakan untuk mengatur penguatan LAN sebagai penyelenggara pelatihan kepemimpinan, dan melakukan akreditasi secara berkala, agar kualitas lulusan pelatihan kepemimpinan dapat terjaga dan sesuai standar nasional bahkan mampu menjadi leader berkelas dunia.

Selain itu, penerapan Peraturan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2020 Tentang Akreditasi Pelatihan, khususnya Pasal 27 tentang masa berlaku Status terakreditasi dalam Akreditasi Program harus selalu dilaksanakan kontinuitas.

Jika status akreditasi suatu lembaga pelatihan telah habis, maka lembaga pelatihan tersebut harus segera meng-update status akreditasinya, agar tetap dapat menyelenggarakan pelatihan.

Ketiga, inovasi administrasi dan tata kelola pemerintahan. LAN dituntut untuk menjadi pelopor dalam mendorong inovasi dalam pelayanan publik, menyusun model-model tata kelola yang adaptif dan responsif, dan menjadi pusat keunggulan (center of excellence) dalam bidang administrasi negara.

Laboratorium inovasi yang ada di LAN selalu dapat menjadi tempat konsultasi dalam proses kehadiran-kehadiran inovasi, baik dalam tatanan Kementerian/ Lembaga/ Pemerintah Daerah.

Keempat, pengkajian dan riset kebijakan publik. LAN harus tajam dalam menyediakan rekomendasi kebijakan berbasis evidence terhadap isu-isu strategis nasional, menjadi think tank pemerintah dalam pembaruan kebijakan publik.

Banyak isu publik/ nasional yang segera membutuhkan solusi berupa kebijakan yang tepat dan solutif.

Untuk itulah keberadaan LAN sangat ditunggu untuk menjadi lembaga pemikir yang dapat melakukan analisis yang mendalam tentang isu, terutama dalam bidang kebijakan, strategi, dan teknologi, untuk dapat memberikan rekomendasi dan solusi bagi pemerintah atau masyarakat luas.

Kelima, koordinasi antar lembaga pemerintah. LAN harus mampu menjadi penghubung dan pengarah reformasi lintas kementerian/lembaga, membangun sinergi kebijakan antar instansi untuk efektivitas administrasi negara.

Semangat reformasi birokrasi yang dibangun oleh LAN merupakan ujung tombak terciptanya world class bureaucracy.

LAN yang Ditunggu-Tunggu di Masa Depan

Logo LAN RI. (Sumber: Dok. LAN)
Logo LAN RI. (Sumber: Dok. LAN)

Taring LAN sangat dinanti untuk mencapai Indonesia emas 2045. Pengaruh yang signifikan pasti terjadi jika LAN memunculkan taringnya kembali.

Pekerjaan Rumah (PR) LAN pasti tidak sederhana, namun ada beberapa cara yang dapat ditempuh agar LAN menjadi Lembaga Pemerintah nomor 1 di Indonesia.

LAN harus benar-benar lebih ketat lagi dalam memaknai dan melaksanakan titah yang tertulis dalam Peraturan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2020 Tentang Akreditasi Pelatihan. Alasannya kenapa?

Walaupun belum ada data pasti, namun banyak lembaga pelatihan kepemimpinan yang menyelenggarakan pelatihan namun belum terakreditasi, bahkan masa akreditasinya sudah berakhir dan belum diperbaharui.

Kondisi ini menjadi perhatian karena akreditasi adalah penilaian kelayakan lembaga berdasarkan standar yang ditetapkan oleh otoritas berwenang, dalam hal ini dimiliki oleh LAN. Dapat dipastikan bahwa ada banyak lembaga pelatihan yang beroperasi tanpa akreditasi, baik lembaga independen maupun bagian dari organisasi yang lebih besar.

Jika memang keberadaan LAN belum diketahui oleh khalayak umum, bahkan sering dikonotasikan bahwa LAN adalah Local Area Network, sehingga tidak menutup kemungkinan jika nama LAN diganti menjadi suatu lembaga yang lebih familier dan bahkan diingat oleh masyarakat sebagai organisasi yang mencetak talenta-talenta hebat dalam memimpin organisasi pemerintahan.

Tawaran ini cukup dapat dipertimbangkan, karena sampai usianya hampir 68 tahun pada tahun 2025 ini, LAN belum menunjukkan taringnya kembali.

Usia yang cukup matang untuk LAN kembali memberi powernya pada pemerintah Indonesia dengan peran penting LAN yang sangat krusial di kancah pemerintahan ini.

Secara keseluruhan, LAN dituntut untuk memiliki otoritas, pengaruh, dan integritas dalam memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan profesional.

Tanpa “taring”, LAN beresiko hanya menjadi lembaga administratif biasa tanpa dampak strategis.

Tanpa “taring”, jangan sampai LAN menjadi mati suri karena kekuatannya semakin melemah.

Puncak kejayaan LAN memang tidak disebutkan secara spesifik dalam satu tahun tertentu. Namun, dalam perayaan HUT ke-66 LAN pada tahun 2023, Menteri PANRB menyebutkan bahwa LAN telah menjadi "benteng kebijakan dan inovasi" serta "jembatan bagi rakyat" dalam merasakan manfaat dari upaya pemerintah selama 66 tahun perjalanannya.

Ini menunjukkan bahwa LAN telah memainkan peran penting dan signifikan dalam pemerintahan Indonesia selama rentang waktu tersebut.

Jadi, mari kita tunjukkan “taring” LAN kembali sebagai lembaga yang bermartabat dan mampu mewujudkan Indonesia emas dengan melahirkan calon-calon leader yang mampu memanusiakan manusia, terutama di era Society 5.0 ini (era yang dikenal sebagai konsep masyarakat yang berpusat pada manusia dan memanfaatkan teknologi untuk mengatasi berbagai tantangan sosial dan meningkatkan kualitas hidup). (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sulistianingsih
Lembaga Administrasi Negara

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 26 Feb 2026, 13:18

Warungcontong, Warung yang Nasinya Dibungkus Daun Pisang Berbentuk Contong

Nama geografis yang memakai kata contong, sangat langka di Jawa Barat.

Kampung Warungcontong diberi batas garis putus-putus, Taman Contong (A), dan dugaan letak Warung nasi contong (B). (Sumber: Google maps, diberi keterangan oleh T. Bachtiar)
Ayo Netizen 26 Feb 2026, 11:04

8 Istilah Sunda yang Jadi Aktivitas Rutin di Bulan Puasa

Beberapa istilah Sunda berikut bukan sekadar kata, tapi gambaran aktivitas seru yang juga bernilai ibadah.

Warga menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit) di Masjid Raya Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, Kamis 6 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Feb 2026, 09:39

Ngabuburit di Museum Pos Indonesia: Menunggu Senja di Lorong Sejarah 

Suasana ngabuburit bisa terasa lebih bermakna dengan berkunjung ke Museum Pos Indonesia di Bandung.

Gedung Museum Pos Indonesia Jl Cilaki No.73 Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 26 Feb 2026, 07:00

Tantangan Kelurahan Sukapura Kawal Balita dari Risiko Stunting

Data Kelurahan Sukapura Tahun 2025 menunjukkan jumlah anak berisiko stunting menurun dari 83 anak pada 2024 menjadi 53 anak pada 2025.

Kader kesehatan di Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong memberikan imunisasi untuk anak. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 25 Feb 2026, 20:40

Satgas PASTI Hentikan AMG Pantheon dan MBAStack, Waspada Penipuan Investasi yang Mencatut Nama Perusahaan Global!

Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) kembali mengambil langkah tegas dalam melindungi masyarakat dari jeratan investasi bodong yang semakin canggih.

Ilustrasi ancaman penipuan investasi ilegal. (Sumber: Freepik)
Bandung 25 Feb 2026, 19:54

Strategi OJK Jawa Barat Perkuat Literasi Keuangan Syariah dan Tangkal Investasi Ilegal Lewat GERAK Syariah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat mendorong Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) Syariah untuk berperan aktif menyukseskan kampanye nasional Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat mendorong Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) Syariah untuk berperan aktif menyukseskan kampanye nasional Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah).
Ayo Netizen 25 Feb 2026, 18:42

Bahasa Sunda dalam Ritme Ramadan

Bahasa Sunda menyimpan jejak pengalaman kolektif itu melalui kata-kata berawalan “nga-”.

Warga menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit) di Masjid Raya Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, Kamis 6 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 25 Feb 2026, 17:03

Kisah Lius Menjaga Nyala Pukis Beng-beng: Warisan Ayah Sejak 1989 yang Bertahan di Tengah Modernitas Bandung

Cetakan besi, adonan pukis, hingga topping coklat, keju, maupun pandan merupakan pemandangan sehari-hari yang dilihat oleh Lius (40), pemilik usaha Kue Pukis Beng-beng di ruas Jalan Cibadak.

Kue Pukis Beng-beng di ruas Jalan Cibadak, Kota Bandung. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 25 Feb 2026, 15:00

Ketika Lema Arab Menjadi Milik Indonesia: Perjalanan Kosakata Ramadan

Mayoritas kosakata khas Ramadan yang digunakan masyarakat Indonesia berasal dari bahasa Arab dan telah mengalami penyesuaian.

Seorang warga Bandung sedang membaca Alquran. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 25 Feb 2026, 13:33

Di Balik Kilau Manusia Silver: Lendir Hitam dari Hidung, Kulit Memerah, dan Panas yang Harus Ditahan

Teguh mengatakan bahwa setiap kali kehujanan, dari hidungnya kerap keluar lendir berwarna hitam. Ia juga mengaku penglihatannya menjadi buram ketika matanya kemasukan cat.

Erwin melumuri badanya mengggunakan tinta sablon plastik berbahan kimia yang dicampur minyak goreng. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 25 Feb 2026, 11:18

Rumah untuk Siapa: Potret Pembiayaan Perumahan di Tengah Rekor Pertumbuhan

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 mencatat bahwa backlog perumahan nasional mencapai 9,9 juta unit.

Salah satu komplek perumahan bersubsidi di Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 25 Feb 2026, 10:24

Bukan Sekadar Bangun Pagi, 5 Tradisi Sahur Penuh Cinta

Ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Tradisi, iya. Cari amal, iya. Hiburan juga iya. Tapi yang paling terasa itu silaturahmi. Karena di luar Ramadan jarang sekali bisa kumpul seramai ini.

Tradisi membangunkan sahur di kota dan pedesaan. (Sumber: Instagram | Foto: @sekeloaselatann)
Beranda 25 Feb 2026, 06:39

Makhluk Kecil Ini Ungkap Kondisi Sebenarnya Air Sungai di Teras Cikapundung

Penelitian terbaru di Teras Sungai Cikapundung menunjukkan bahwa kualitas air di hulu sungai Bandung kini berada dalam status tercemar sedang akibat limbah domestik dan aktivitas peternakan

Petugas bersama masyarakat melakukan bersih-bersih Teras Cikapundung, Kota Bandung, Kamis 16 Mei 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 24 Feb 2026, 18:47

Di Simpul Kredit dan Hunian: Transformasi Pembiayaan Perumahan dalam Lanskap Stabilitas Perbankan

Di simpul antara kebijakan makro dan kebutuhan rumah tangga, pembiayaan perumahan berdiri sebagai jembatan.

Warga beraktivitas di salah satu komplek perumahan bersubsidi di Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Beranda 24 Feb 2026, 15:31

Ramadan di Masjid Lautze 2: Saling Berbagi dan Tak Pernah Bertanya Latar Belakang

Pengemis, pengemudi ojek online, pekerja harian, musafir, hingga warga sekitar yang sekadar ingin mampir, duduk dalam barisan yang sama. Tak ada kursi khusus, tak ada sekat sosial.

Suasana ramadan di Masjid Lauetze 2 di Jalan Tamblong, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 15:01

Miskin di Ruang yang Rusak: Menggugat Politik Kemiskinan Ekologis di Indonesia

Mengkritik politik kemiskinan ekologis: warga miskin hidup di ruang rusak, sementara bansos hanya jadi solusi tambal sulam struktural.

Gundukan sampah. (Sumber: Pexels | Foto: Mumtahina Tanni)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 13:37

Ramadan yang Bukan Sekadar Fasting dalam Bahasa Inggris

Untuk memahami Ramadan di Indonesia, seseorang tidak cukup hanya memahami konsep fasting.

Umat Muslim beribadah di Bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Annas Arfnahri)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 11:58

15 Istilah Penting Ramadan yang Mudah Dipahami WNA Nonmuslim di Indonesia

Untuk memahami Ramadan di Indonesia, memahami istilah-istilah kuncinya adalah langkah awal yang penting.

Pedagang takjil di bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Umar ben)
Beranda 24 Feb 2026, 11:52

RW 15 Tembus FYP, Bangunin Sahur Jadi Wadah Berkarya Anak Sekeloa Selatan

Tradisi bangunin sahur anak-anak muda Sekelo Selatan sudah berjalan sejak 2007. Bukan sekadar keliling kampung, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi lintas generasi yang kini viral di media sosial.

Anak-anak muda Sekeloa Selatan pelaku tradisi bangunin sahur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 08:09

Puasa Perisai Konsumtif

Jangan sampai nilai-nilai Ramadan ini tereduksi menjadi sekadar simbol dan rutinitas di tengah derasnya arus budaya konsumtif.

Pengunjung belanja pada Gelar Produk Pasar Tani di Bale Asri Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa 18 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)