LAN Hanya Nama atau Benar Bermakna?

5 menit baca
Sulistianingsih
Ditulis oleh Sulistianingsih diterbitkan
Lembaga Administrasi Negara (LAN). (Sumber: Dok. LAN)
Lembaga Administrasi Negara (LAN). (Sumber: Dok. LAN)

Apa kamu tahu LAN? Artificial Intelligence (AI) pun menjawab “An AI Overview is not available for this search”. AI belum tahu LAN itu apa.

Coba bertanya kembali dengan “Apa kamu tahu Lembaga Administrasi Negara (LAN)?”, AI menjawab dengan lebih jelas “Lembaga Administrasi Negara merupakan lembaga pemerintah nonkementerian yang memiliki kewenangan untuk melakukan kajian serta pendidikan dan pelatihan bagi Aparatur Sipil Negara, sebagaimana telah diatur dalam Undang-Undang yang mengatur tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).”

Lain halnya ketika penulis bertanya tentang instansi lain, AI akan langsung merujuk kepada web yang penulis tanyakan.

Nah, bedanya apa ya, LAN dengan lembaga lain. Tentu saja namanya yang berbeda, lalu apa akan dibiarkan begitu saja. Tidak ada yang mengetahui LAN, tidak ada yang kenal LAN. Akankah sampai masa yang akan datang tetap begini?

Tak kenal maka tak sayang, jangan situasi ini dibiarkan dan menguap begitu saja. Apa pun caranya LAN harus dikenal oleh publik.

Artinya lembaga yang memang menjadi leader dalam mendidik dan menghasilkan aparatur negara yang berkualitas haruslah dikenal masyarakat Aparatur Sipil Negara (ASN) secara khusus, dan dikenal masyarakat secara umum di Indonesia.

Harapannya lebih lanjut di masa yang akan datang, ketika hanya menyebutkan LAN, sebagian besar masyarakat Indonesia mengetahui dan memahami tugas dan fungsi dari LAN secara umum.

Urgensi LAN

Perlu disoroti, tugas pokok LAN berdasarkan Peraturan LAN No. 1 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Administrasi Negara (Lembaran Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2025 No. 52) adalah menyelenggarakan tugas pemerintahan di bidang perumusan dan penetapan kebijakan teknis dan pembinaan, penyelenggaraan, dan pengendalian atas pelaksanaan kebijakan pengembangan kapasitas dan pembelajaran ASN.

Selain itu LAN mempunyai tanggung jawab dan kewenangan dalam mengelola beberapa jabatan fungsional terutama yang berkaitan dengan pengembangan kapasitas dan pembelajaran Aparatur Sipil Negara (ASN).

Jabatan fungsional tersebut diantaranya widyaiswara, analis kebijakan, dan analis pengembangan kompetensi.

Dengan tanggung jawab dan kewenangan tersebut, taring LAN dapat digunakan untuk beberapa tugas pemerintahan yang menjadi core business LAN.

Pertama, dalam reformasi birokrasi, LAN memiliki peran strategis untuk mendorong perubahan mendasar dalam tata kelola birokrasi. Salah satu yang berkaitan dengan penilaian reformasi birokrasi diantaranya adalah Indeks Kualitas Kebijakan (IKK).

IKK adalah salah satu komponen dari Indeks Reformasi Birokrasi (IRB), yang digunakan untuk mengukur kualitas kebijakan yang dihasilkan oleh instansi pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Jadi dapat disimpulkan IKK yang bagus dapat menjadi pengungkit IRB.

Kedua, dalam konteks pengembangan Sumber Daya Aparatur Sipil Negara (ASN), LAN mempunyai kekuatan dalam merancang kebijakan terkait pengembangan kompetensi ASN, menyelenggarakan pelatihan kepemimpinan nasional dan manajerial, dan meningkatkan kualitas manajemen ASN berbasis sistem merit.

Terkait kekuatan ini LAN harus menyusun kebijakan untuk mengatur penguatan LAN sebagai penyelenggara pelatihan kepemimpinan, dan melakukan akreditasi secara berkala, agar kualitas lulusan pelatihan kepemimpinan dapat terjaga dan sesuai standar nasional bahkan mampu menjadi leader berkelas dunia.

Selain itu, penerapan Peraturan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2020 Tentang Akreditasi Pelatihan, khususnya Pasal 27 tentang masa berlaku Status terakreditasi dalam Akreditasi Program harus selalu dilaksanakan kontinuitas.

Jika status akreditasi suatu lembaga pelatihan telah habis, maka lembaga pelatihan tersebut harus segera meng-update status akreditasinya, agar tetap dapat menyelenggarakan pelatihan.

Ketiga, inovasi administrasi dan tata kelola pemerintahan. LAN dituntut untuk menjadi pelopor dalam mendorong inovasi dalam pelayanan publik, menyusun model-model tata kelola yang adaptif dan responsif, dan menjadi pusat keunggulan (center of excellence) dalam bidang administrasi negara.

Laboratorium inovasi yang ada di LAN selalu dapat menjadi tempat konsultasi dalam proses kehadiran-kehadiran inovasi, baik dalam tatanan Kementerian/ Lembaga/ Pemerintah Daerah.

Keempat, pengkajian dan riset kebijakan publik. LAN harus tajam dalam menyediakan rekomendasi kebijakan berbasis evidence terhadap isu-isu strategis nasional, menjadi think tank pemerintah dalam pembaruan kebijakan publik.

Banyak isu publik/ nasional yang segera membutuhkan solusi berupa kebijakan yang tepat dan solutif.

Untuk itulah keberadaan LAN sangat ditunggu untuk menjadi lembaga pemikir yang dapat melakukan analisis yang mendalam tentang isu, terutama dalam bidang kebijakan, strategi, dan teknologi, untuk dapat memberikan rekomendasi dan solusi bagi pemerintah atau masyarakat luas.

Kelima, koordinasi antar lembaga pemerintah. LAN harus mampu menjadi penghubung dan pengarah reformasi lintas kementerian/lembaga, membangun sinergi kebijakan antar instansi untuk efektivitas administrasi negara.

Semangat reformasi birokrasi yang dibangun oleh LAN merupakan ujung tombak terciptanya world class bureaucracy.

LAN yang Ditunggu-Tunggu di Masa Depan

Logo LAN RI. (Sumber: Dok. LAN)
Logo LAN RI. (Sumber: Dok. LAN)

Taring LAN sangat dinanti untuk mencapai Indonesia emas 2045. Pengaruh yang signifikan pasti terjadi jika LAN memunculkan taringnya kembali.

Pekerjaan Rumah (PR) LAN pasti tidak sederhana, namun ada beberapa cara yang dapat ditempuh agar LAN menjadi Lembaga Pemerintah nomor 1 di Indonesia.

LAN harus benar-benar lebih ketat lagi dalam memaknai dan melaksanakan titah yang tertulis dalam Peraturan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2020 Tentang Akreditasi Pelatihan. Alasannya kenapa?

Walaupun belum ada data pasti, namun banyak lembaga pelatihan kepemimpinan yang menyelenggarakan pelatihan namun belum terakreditasi, bahkan masa akreditasinya sudah berakhir dan belum diperbaharui.

Kondisi ini menjadi perhatian karena akreditasi adalah penilaian kelayakan lembaga berdasarkan standar yang ditetapkan oleh otoritas berwenang, dalam hal ini dimiliki oleh LAN. Dapat dipastikan bahwa ada banyak lembaga pelatihan yang beroperasi tanpa akreditasi, baik lembaga independen maupun bagian dari organisasi yang lebih besar.

Jika memang keberadaan LAN belum diketahui oleh khalayak umum, bahkan sering dikonotasikan bahwa LAN adalah Local Area Network, sehingga tidak menutup kemungkinan jika nama LAN diganti menjadi suatu lembaga yang lebih familier dan bahkan diingat oleh masyarakat sebagai organisasi yang mencetak talenta-talenta hebat dalam memimpin organisasi pemerintahan.

Tawaran ini cukup dapat dipertimbangkan, karena sampai usianya hampir 68 tahun pada tahun 2025 ini, LAN belum menunjukkan taringnya kembali.

Usia yang cukup matang untuk LAN kembali memberi powernya pada pemerintah Indonesia dengan peran penting LAN yang sangat krusial di kancah pemerintahan ini.

Secara keseluruhan, LAN dituntut untuk memiliki otoritas, pengaruh, dan integritas dalam memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan profesional.

Tanpa “taring”, LAN beresiko hanya menjadi lembaga administratif biasa tanpa dampak strategis.

Tanpa “taring”, jangan sampai LAN menjadi mati suri karena kekuatannya semakin melemah.

Puncak kejayaan LAN memang tidak disebutkan secara spesifik dalam satu tahun tertentu. Namun, dalam perayaan HUT ke-66 LAN pada tahun 2023, Menteri PANRB menyebutkan bahwa LAN telah menjadi "benteng kebijakan dan inovasi" serta "jembatan bagi rakyat" dalam merasakan manfaat dari upaya pemerintah selama 66 tahun perjalanannya.

Ini menunjukkan bahwa LAN telah memainkan peran penting dan signifikan dalam pemerintahan Indonesia selama rentang waktu tersebut.

Jadi, mari kita tunjukkan “taring” LAN kembali sebagai lembaga yang bermartabat dan mampu mewujudkan Indonesia emas dengan melahirkan calon-calon leader yang mampu memanusiakan manusia, terutama di era Society 5.0 ini (era yang dikenal sebagai konsep masyarakat yang berpusat pada manusia dan memanfaatkan teknologi untuk mengatasi berbagai tantangan sosial dan meningkatkan kualitas hidup). (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 18:16

PWI Jabar dan Tantangan Baru Menjaga Kepercayaan Publik di Era AI

PWI Jawa Barat juga dapat mendorong penguatan disiplin verifikasi di kalangan anggotanya. Misal, dengan membahas prosedur pemeriksaan video yang viral dan penggunaan gambar hasil AI.

Logo Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 17:31

Terlalu Dekat untuk Dikenal: Mengapa Situs Candi Bojong Menje perlu Diceritakan Kembali?

Situs Candi Bojong Menje menyimpan jejak sejarah yang penting, tetapi masih kurang mendapat perhatian layak. Sudah saatnya masyarakat, generasi muda, mengenal dan menjaga warisan sejarah ini.

Kondisi Situs Candi Bojong Menje di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi Jailani Abdul Rosyid | Foto: Jailani Abdul Rosyid)