One Piece dan Cermin Demokrasi Indonesia, Fiksi yang Merefleksikan Realitas

3 menit baca
Febriyanti Dyah Utami
Ditulis oleh Febriyanti Dyah Utami diterbitkan
Komik One Piece karya Eiichiro Oda. (Sumber: Unsplash/CAIO DELAROLLE)
Komik One Piece karya Eiichiro Oda. (Sumber: Unsplash/CAIO DELAROLLE)

One Piece adalah suatu serial fiksi Jepang atau yang biasa dikenal sebagai anime. Series ini dibuat oleh Eiichiro Oda, seorang mangaka yang asalnya dari Jepang.

One piece bercerita mengenai petualangan suatu bajak laut yang mencari harta karun bernama One Piece yang ditinggalkan raja bajak laut sebelumnya.

Sebelum menonton series ini, orang-orang akan mengira bahwa series ini semacam kartun anak-anak yang ringan untuk ditonton. Tetapi,  One Piece membahas cerita yang lebih berat dari itu.

Mulai dari perbudakan, rasisme, genosida, propaganda media, dan eksperimen manusia. One Piece bukan hanya kartun fiksi anak-anak,  tetapi One Piece juga menceritakan kritik sosial terhadap kekuasaan dan pemerintah.

Pemerintah dalam dunia One piece digambarkan sebagai suatu organisasi yang menaungi ratusan negara yang ada dalam 4 lautan One Piece. Mereka adalah suatu organisasi yang melakukan berbagai macam kekejaman untuk mempertahankan status quo mereka.

Meskipun dianggap sebagai penegak hukum dalam masyarakat One Piece, pemerintah dunia anehnya masih melegalkan praktik perbudakan yang dilakukan terhadap ras apapun. Elit pemerintah yang disebut Celestial Dragon diperbolehkan untuk melakukan perbudakan terhadap ras apa pun.

Mereka melakukan hal-hal keji terhadap budak mereka seperti mengurung ras manusia ikan ke dalam akuarium, memperlakukan manusia sebagai kendaraan pribadi mereka, memberi tato pada tubuh budak mereka dengan cara dibakar, dan melakukan kekerasan lainnya. 

Action figure karakter One piece. (Sumber: Unsplash/Melvin Chavez)
Action figure karakter One piece. (Sumber: Unsplash/Melvin Chavez)

Tak hanya di dunia nyata, diskriminasi pun hadir di dunia One Piece. Contohnya dapat dilihat dengan rasisme pada ras manusia ikan karena bentuk mereka berbeda dengan ras manusia pada umumnya. Banyak dari ras manusia ikan yang ditangkap untuk dijual pada pelelangan budak yang dilaksanakan pada Pulau Sabaody.

Di Indonesia, diskriminasi ini juga dilakukan pada suatu etnis tertentu. Contohnya dapat dilihat pada perlakuan terhadap etnis Tionghoa pada masa orde baru. Pembatasan budaya dan ekonomi yang diterapkan pada etnis Tionghoa di saat itu menunjukkan tingginya tingkat diskriminasi pada saat itu.

Selain itu, ketidakadilan struktural pada kelompok-kelompok tertentu di daerah Papua menunjukkan adanya hubungan paralelisasi dengan perbudakan yang ada pada dunia One Piece.

Pepatah mengatakan, jika ingin menguasai dunia, kuasailah media. Hal tersebut juga terjadi pada dunia One Piece. Pemerintah dunia yang mempunyai akses pada pengendalian media sering kali melakukan manipulasi informasi karena media pada dunia One Piece hanya terdapat dalam media cetak yaitu koran.

Melalui ini, pemerintah dunia seringkali menutupi kejahatan yang dilakukan Celestial Dragon dan memelintir informasi supaya bajak laut terlihat jahat terlepas dari apapun tindakan mereka.

Selain itu, pemerintah dunia juga berusaha untuk menghapus Sejarah terkait Abad Kekosongan atau Void Century. Diceritakan terdapat beberapa arkeolog yang meneliti abad kekosongan. Pemerintah mengetahui hal itu dan akhirnya melakukan genosida terhadap pulau yang ditinggali arkeolog tersebut terlepas dengan adanya banyak masyarakat lain yang ada disitu. 

Kegiatan ini juga dapat dihubungkan dengan praktik pemerintahan pada masa Orde Baru di Indonesia. Selama periode ini, pemerintah secara ketat mengontrol narasi sejarah, terutama yang berkaitan dengan peristiwa 1965 dan awal mula Orde Baru. Buku-buku yang dianggap berideologi kiri dilarang dan media massa diawasi ketat.

Film propaganda seperti "Pengkhianatan G30S/PKI" menjadi tontonan wajib setiap tahun, yang tujuannya membentuk persepsi publik tentang sejarah sesuai dengan versi resmi pemerintah.  

One Piece menggambarkan dunia yang beragam dengan berbagai ras yang ada di dalamnya. Hal itu menunjukkan bahwa keberagaman tersebut adalah kekuatan, bukan ancaman. Indonesia, dengan moto ’’Bhinneka Tunggal Ika’’ memiliki fondasi filosofis yang serupa untuk menghargai keberagaman.

Melalui cerita One Piece pula, kita dapat mengetahui bahwa pemerintah cenderung menyembunyikan kebenaran atas tindakan mereka. Di Indonesia, hal ini dapat ditanggulangi dengan penguatan institusi pengawas seperti KPK dalam upaya memaksimalkan akuntabilitas pemerintah. 

Baca Juga: Kini 10 Netizen Terpilih Dapat Total Hadiah Rp1,5 Juta dari Ayobandung.id setiap Bulan

Kekejaman Pemerintah Dunia dalam serial One Piece memberikan cermin untuk merefleksikan praktik-praktik pemerintahan dalam dunia nyata, termasuk di Indonesia.

Meskipun konteks dan skalanya berbeda, ada hubungan yang dapat diambil sebagai pembelajaran tentang bahaya penyalahgunaan kekuasaan, pentingnya transparansi dan akuntabilitas, serta nilai perjuangan untuk kebebasan.

Melalui narasi fiksi Eiichiro Oda, One Piece menyampaikan pesan universal tentang keadilan, kebebasan, dan perlawanan terhadap tirani.

Bagi Indonesia yang terus berproses dalam kegiatan  demokrasinya, refleksi-refleksi ini dapat menjadi pengingat tentang pentingnya menjaga nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia dalam penyelenggaraan pemerintahan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Febriyanti Dyah Utami
satu shot espresso cukup

News Update

Ayo Netizen 14 Jul 2026, 18:02

Risiko Kenaikan Suhu Ekstrem di Bandung

Bandung yang sejak dulu dikenal berhawa sejuk, kini harus mawas diri terhadap perubahan suhu ekstrem. Bagaimana dampaknya terhadap kehidupan.

Seorang anak berjalan di sawah yang mengalami kekeringan. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 17:37

Tyson, Bullying, Bandung

Kenangan terhadap Mike Tyson petinju sohor dan fenomenal meraih empat sabuk juara dunia WBC, WBO, WBA dan IBF

Mike Tyson. (Sumber: Flickr | Foto: Eduardo Merille)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 17:06

Tubuh sebagai Prioritas: Kausalitas Pandemi Covid-19 dan Kebangkitan Tren Fitness di Kalangan Anak Muda

Pandemi COVID-19 meningkatkan kesadaran anak muda terhadap pentingnya kesehatan tubuh. Kondisi ini mendorong kebangkitan tren fitness sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan investasi jangka panjang.

Pandemi COVID-19 meningkatkan kesadaran anak muda terhadap pentingnya kesehatan tubuh. (Sumber: Pexels | Foto: Marta Nogueira)
Wisata & Kuliner 14 Jul 2026, 16:54

Kelezatan Coto Makassar, Empat Puluh Rempah dari Kerajaan Gowa untuk Semua Orang

Kenali sejarah Coto Makassar dari era Kerajaan Gowa, filosofi 40 rempah, kuah air tajin, hingga rekomendasi warung legendaris yang wajib dicoba.

Coto Makassar.
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 16:34

Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD, Birokrasi dan Pelayanan Publik Terancam?

Belanja pegawai sebesar 30% dari APBD sering dipandang sebagai indikator tingginya beban birokrasi terhadap kapasitas fiskal daerah.

Ilustrasi. (Sumber: Created by gpt)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 16:16

Semangat Intelektual Remy Sylado Bergema di UNISBA

Bagi Remy Sylado bahasa tidak pernah sekadar menjadi alat komunikasi.

Peserta mengikuti diskusi "Irama Pembangkangan Remy Sylado: Merayakan Keberanian Berbahasa dan Berpikir" yang digelar Majelis Tangga Batu UNISBA di Pelataran UNISBA, Jalan Tamansari No. 1, Bandung. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 15:15

Pentingnya Merawat Imajinasi untuk Memahami Literasi

Memahami literasi secara benar adalah cara berpikir logis untuk melihat dan berinteraksi dengan dunia luar. Tanpa merawat imajinasi secara sehat, kita tidak mampu berpikir kritis.

Memahami literasi secara benar adalah cara berpikir logis untuk melihat dan berinteraksi dengan dunia luar. Tanpa merawat imajinasi secara sehat, kita tidak mampu berpikir kritis. (Sumber: Pexels | Foto: Pixabay)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 14:47

Mewujudkan MPLS yang Ramah dan Nyaman untuk Anak

MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) bertujuan mengajak siswa mengenal lingkungan sekolah sebelum akhirnya menjalani hari-hari dengan baik dan menyenangkan di sekolah.

Sejumlah siswa dari SMP-SMA Advent Cimindi memunguti sampah di Jalan Babakan Cianjur, Kota Bandung, saat para mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) 2023-2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 14 Jul 2026, 14:00

Malam Jalan Soekarno-Hatta Bandung yang Tak Tidur

Jalan Soekarno-Hatta Bandung tetap ramai hingga dini hari, dari lalu lintas, balap liar, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Suasana malam di Jalan Soekarno-Hatta Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 10:54

Asyiknya Menggambar, Mewarnai, dan Merawat Imajinasi

Setiap gambar memiliki cerita, dan setiap kisah layak untuk didengarkan dan disuarakan. Terlebih di tengah-tengah derasnya arus media informasi dan kecanduan gawai.

Aa Akil dan Kakang tengah asyik mewarnai di salah satu gerai es krim di Cipadung, Selasa 22 Juli 2025 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 09:54

Membangun Integritas sebagai DNA Utama Aparatur

Integritas benar-benar meresap menjadi DNA dalam setiap urat nadi Aparatur Sipil Negara (ASN) kita.

Ilustrasi ASN. (Sumber: Dok. Kemenpan)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 08:56

Pesan Tersembunyi dari Empat Semifinalis Piala Dunia 2026

Prancis, Argentina, Spanyol, dan Inggris memiliki satu kesamaan: mereka tidak hanya memiliki sebelas pemain hebat.

Ilustrasi semifinalis Piala Dunia 2026. (Sumber: Arsip pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 19:03

Ketika Kebebasan Ber-(SUARA) Disalahpahami

Katanya Silahkan jadi Penulis yang Kritis tapi jangan abcd

Ilustrasi kebebasan berpendapat. (Sumber: Pexels | Foto: Dany Kurniawan)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 18:39

Anak Cerdas Tak Bisa Kuliah

Ribuan anak cerdas terancam gagal kuliah karena biaya. Persoalan bermuara pada paradigma pendidikan, bukan hanya UKT.

Ilustrasi topi wisuda saat simbolisasi lulus kuliah. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Wisata & Kuliner 13 Jul 2026, 17:25

Jelajah Leuwi Raksamala Ciamis, Lubuk Tersembunyi di Kawasan Curug Jami

Cari hidden gem di Ciamis? Leuwi Raksamala dekat Curug Jami menawarkan kolam alami, air jernih, dan suasana tenang. Cek panduan wisata lengkapnya di sini.

Leuwi Raksamala Ciamis. (Sumber: TikTok @heru_montana2)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 17:00

Tumbal Pembangunan Halus Berupa Pengusiran Pedagang Cicaheum demi Depo Bus Modern

Kios pedagang Terminal Cicaheum akan dibongkar demi depo BRT. Kompensasi Rp2-3 juta dinilai jauh dari nilai puluhan tahun mata pencaharian mereka.

Tak lagi dipadati penumpang, Terminal Cicaheum kini menyisakan cerita dan kenangan di setiap sudutnya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 16:40

Selebrasi Ikonik Piala Dunia

Pertandingan Piala Dunia menghadirkan beberapa selebrasi gol ikonik yang masih menjadi perhatian masyarakat dunia sampai saat ini

Selebrasi khas Brian Laudrup di Piala Dunia 1998. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 16:06

Mengintip Strategi Public Relations Writing dalam Kampanye Brand Olahraga di Piala Dunia 2026

Analisis strategi public relations writing Adidas dalam kampanye “Backyard Legends” menjelang Piala Dunia 2026 melalui website dan Instagram untuk memperkuat citra brand.

Kampanye Piala Dunia 2026. (Sumber: .adidas.com/world-cup-2026)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 15:25

Saya, Lapar, dan Knut Hamsun

Entah ini memang takdir, atau kesengajaan yang konyol. Saya membaca Lapar (Sult/Hunger) karangan Knut Hamsun dalam keadaan lapar, benar-benar lapar.

Buku "Hunger" (Lapar) karya Knut Hamsun. (Sumber: oldsovereignpublishing.com)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 15:08

Politik Bandung Terlalu Sibuk Mencari Ikon

Politik perkotaan kerap bergerak di antara dua kepentingan: yang pertama adalah membangun citra kota, yang kedua adalah mengelola kehidupan kota sehari-hari. 

Sejumlah warga Bandung, dibantu sanggota Satlantas Polresta Bandung, sedang antre air bersih.
sedang mengantre air bersih, (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)