Payment ID Bisakah Jadi Pintu ke Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia?

5 menit baca
Sabina Revaliany Suhardi
Ditulis oleh Sabina Revaliany Suhardi diterbitkan
Payment ID Sebagai Kunci Masa Depan Ekonomi Digital Foto: (Ilustrasi oleh AI)
Payment ID Sebagai Kunci Masa Depan Ekonomi Digital Foto: (Ilustrasi oleh AI)

Transformasi ekonomi digital di Indonesia semakin mendesak seiring dengan meningkatnya volume transaksi digital. Menurut bank Indonesia (2023), nilai transaksi uang sepanjang tahun 2022 mencapai Rp. 404 Triliun, tumbuh 32,7% (yoy). Tren tersebut menunjukkan bahwa sektor keuangan digital punya potensi yang sangat menjanjikan.

Di sinilah Payment ID berperan sebagai instrumen penguatan infrastruktur digital. Payment ID sebagai identitas unik transaksi digital, yang mampu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisien dalam sistem pembayaran nasional. Dengan begitu, keberadaan Payment ID memberikan manfaat strategis yang melampaui sekadar inovasi teknologi, melainkan juga berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi nasional.

Maka, penguatan Payment ID tidak hanya menyangkut inovasi teknologi, tetapi juga menyentuh aspek strategis dalam mewujudkan ekonomi digital yang berdaulat dan inklusif. Oleh karena itu, Payment ID memantapkan fondasi ekonomi digital melalui identitas transaksi yang terkonsolidasi.

Memperkuat Transparansi Transaksi Digital?

Implementasi Payment ID dalam sistem keuangan Indonesia memberikan kontribusi strategis dalam memperkuat tata kelola ekonomi digital. Menurut Bank indonesia (BSPI 2025), digitalisasi sistem pembayaran melalui QRIS dan Payment ID telah memperluas jejak transaksi digital yang terdokumentasi secara real-time, mendorong efisiensi pelaporan dan pencegahan transaksi gelap.

Setiap transaksi yang menggunakan Payment ID terekam dengan identitas unik yang terverifikasi, sehingga meminimalkan peluang manipulasi data atau penyamaran identitas pengguna. Selain itu, kemudahan akses terhadap layanan keuangan digital Payment ID telah meng akselerasi inklusi keuangan.

Survei OJK 2022, tingkat inklusi keuangan nasional mencapai 85,10%, angka yang fantastis dan tidak terlepas dari peran Payment ID. Dengan identitas pembayaran yang terintegrasi, proses KYC (Know Your Customer) secara daring menjadi lebih sederhana.

Dengan Payment ID, proses verifikasi identitas menjadi lebih cepat, aman, dan dapat dilakukan tanpa tatap muka, sehingga menjangkau lapisan masyarakat yang sebelumnya sulit mengakses layanan keuangan formal. Hal ini membuktikan bahwa Payment ID bukan hanya berfungsi sebagai alat transaksi, tetapi juga sebagai jembatan menuju pemerataan akses keuangan di seluruh Indonesia.

Sehingga masyarakat dapat membuka rekening atau mengakses layanan keuangan hanya dengan identitas pembayaran yang telah terverifikasi. Hal ini terbukti efektif menjangkau masyarakat di daerah terpencil, yang sebelumnya terhambat akses fisik ke bank atau lembaga keuangan.

Terutama untuk UMKM akan mempermudah transaksi karena menyediakan identifikasi tunggal untuk setiap pengguna yang terhubung dengan berbagai rekening dan platform pembayaran sehingga dapat mencegah penyalahgunaan transaksi dan meningkatkan kepercayaan pelanggan.

Mendukung Pengawasan Risiko Sistemik

Ilustrasi mengurus pajak. (Sumber: Pexels/Mikhail Nilov)
Ilustrasi mengurus pajak. (Sumber: Pexels/Mikhail Nilov)

Di tengah tingginya volume transaksi digital, tantangan seperti fraud dan pencucian uang digital pun meningkat. Laporan PPATK (2024) mengungkap bahwa kasus judi daring yang berhasil diidentifikasi mencapai total transaksi Rp 359,81 triliun, menunjukkan besarnya potensi peredaran dana ilegal di ekosistem digital.

Dalam konteks ini, Payment ID hadir sebagai solusi strategis dengan memungkinkan pelacakan asal dan tujuan dana secara akurat. Dengan kemampuan real-time monitoring, Payment ID memberi otoritas pengawas seperti Bank Indonesia, OJK, dan PPATK keunggulan dalam mendeteksi pola transaksi tidak wajar lebih dini.

Sistem ini tidak hanya memperkuat upaya pencegahan kejahatan keuangan, tetapi juga memastikan keamanan dan integritas sistem keuangan digital nasional tetap terjaga.

Dari sisi penerimaan negara, manfaatnya juga terlihat jelas. Berdasarkan data Kementerian Keuangan (2023), penerimaan pajak digital mengalami peningkatan sebesar 16,8% dibanding tahun sebelumnya. Sebagian besar dari kenaikan ini berasal dari transaksi e-commerce dan fintech yang sudah terhubung melalui Payment ID.

Artinya, dengan sistem ini, negara dapat memperluas basis pajak secara adil dan efisien, tanpa harus membebani konsumen. Hal ini juga mendukung langkah strategis pemerintah dalam membangun sistem administrasi perpajakan digital berbasis identitas nasional yang ditargetkan rampung pada tahun 2025. Dampak positifnya meluas ke ekosistem ekonomi digital secara keseluruhan.

Dengan mekanisme perpajakan yang transparan, adil, dan efisien, pelaku usaha, baik skala besar maupun UMKM, akan terdorong untuk masuk ke sektor formal. Hal ini tidak hanya memperkuat kepatuhan pajak, tetapi juga meningkatkan daya saing ekonomi nasional di pasar global.

Mempercepat Integrasi Layanan Keuangan

Dengan semakin banyaknya layanan keuangan berbasis digital, interoperabilitas antar platform menjadi sangat penting. Bank Indonesia (BSPI, 2025) menyampaikan bahwa infrastruktur Open API nasional yang dibangun dengan dukungan Payment ID kini telah menghubungkan lebih dari 150 institusi, mulai dari bank, fintech, e-wallet, hingga e-commerce besar.

Ini menciptakan ekosistem yang tidak hanya efisien, tetapi juga lebih inklusif dan kolaboratif, karena semua pihak dapat saling terhubung dan bertransaksi dengan mudah melalui satu identitas yang sama. Dampak positif dari integrasi ini turut tercermin dalam pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2024 (Google, Temasek, Bain & Company), nilai ekonomi digital Indonesia pada tahun 2024 telah mencapai US$ 82 miliar, dan diperkirakan akan tumbuh menjadi US$ 130 miliar pada tahun 2025.

Salah satu pendorong utama pertumbuhan ini adalah adopsi sistem pembayaran digital terintegrasi seperti Payment ID, yang memperluas jangkauan layanan keuangan sekaligus mengurangi hambatan bagi UMKM dan pelaku bisnis baru untuk masuk ke pasar digital.

Pertumbuhan yang signifikan ini menunjukkan bahwa sistem pembayaran digital yang terintegrasi termasuk Payment ID, memiliki peran besar dalam mendorong daya saing dan ketahanan ekonomi Indonesia di tingkat regional maupun global.

Keberlanjutan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia hanya dapat dicapai jika didukung oleh sistem pembayaran yang aman, transparan, dan terintegrasi lintas sektor. Payment ID hadir bukan sekadar sebagai inovasi teknologi, tetapi sebagai pondasi strategis yang membangun kepercayaan publik, memperkuat pengawasan, dan memperluas akses keuangan.

Oleh karena itu, Payment ID menjadi penguatan ekosistem ekonomi digital Indonesia melalui transparansi, pengawasan risiko, dan percepatan inklusi keuangan. Satu kunci yang membuka semua pintu menuju masa depan ekonomi digital Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

  • KumparanBisnis. (2022, Oktober 20). BI proyeksi transaksi uang elektronik Rp 404 T di akhir 2022, tumbuh 32,7 persen. Kumparan. https://kumparan.com/kumparanbisnis/bi-proyeksi-transaksi-uang-elektronik-rp-404-t-di-akhir-2022-tumbuh-32-7-persen-1z5YOKylkbP

  • Bank Indonesia. (2023). Menavigasi sistem pembayaran di era digital: Blueprint sistem pembayaran Indonesia 2025. Bank Indonesia. https://bicara131.bi.go.id/kb-attachment/SMB%20BI-FAST%201%20-%20BSPI2025.pdf

  • Otoritas Jasa Keuangan. (2022, Oktober 29). Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022 menunjukkan literasi keuangan sebesar 49,68% dan inklusi keuangan sebesar 85,10%. Otoritas Jasa Keuangan. https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/Indeks-Literasi-dan-Inklusi-Keuangan-Masyarakat-Meningkat.aspx

  • Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. (2025, Februari 17). PPATK catat perputaran transaksi judi online selama 2024 capai Rp 359 triliun. Belitong Ekspres. https://belitongekspres.com/read/12320/ppatk-catat-perputaran-transaksi-judi-online-selama-2024-capai-rp359-triliun

  • Google, Temasek, & Bain & Company. (2024). e-Conomy SEA 2024: Indonesia digital decade. https://economysea.withgoogle.com

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sabina Revaliany Suhardi
Mahasiswa Akuntansi Universitas Katolik Parahyangan Bandung
Tag Terkait

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 23 Sep 2026, 09:02

Ada Warga yang Mungkin Hilang dari Radar Data Pemerintah Kota Bandung

Kehidupan bergerak cepat, sementara pemutakhiran data bergerak lambat. Maka, muncullah apa yang diistilahkan sebagai invisible citizens.

Warga sedang antre menerima bantuan sosial. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 18:33

Jika Ada Lagi Taman Nasional atau Taman Hutan Raya Baru di Jawa Barat

Menelusuri peluang hadirnya taman nasional atau taman hutan raya (tahura) baru sebagai benteng keanekaragaman hayati, pelindung ekosistem (flora dan fauna) serta oasis hijau masa depan Bumi Pasundan.

Bagas Aji Prakoso saat menjajal Tahura Djuanda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 16:50

Ketika Idealisme Pengabdian Gen-Z Membentur Tembok Kaku Birokrasi

Artikel opini ini membahas paradoks antara idealisme pengabdian ASN Generasi Z dan budaya birokrasi yang masih dianggap kaku.

Tumpukan Berkas. (Sumber: Chat GPT | Foto: AI Chat GPT)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 15:05

Jalur FM: Ketika Suara dari Udara Menjadi Lebih Jernih

Sebelum gelombang FM semakin ramai di Bandung, perubahan serupa lebih dahulu terasa di Jakarta.

Studio Radio OZ Bandung di Jl. Setrasari II No. 14, Bandung. Radio OZ menjadi salah satu stasiun radio di Bandung yang termasuk awal bermigrasi dari jalur AM ke FM. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 14:42

216 Tahun Kota Bandung: Merawat Warisan dan Membangun Masa Depan Gastronomi Berkelanjutan

Lebih dari sekadar destinasi tempat orang mencari tempat makan yang estetis atau makanan lezat, Bandung pada hakikatnya adalah laboratorium budaya.

Kudapan tradisional khas Kota Kembang yang sangat populer antara lain cireng, cilok, seblak, dan telur gulung. (Sumber: Shutterstock | Foto: Hanifah Kurniati)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 12:21

Momentum Mahasiswa Meraih Prestasi

Mahasiswa sering menyalahkan diri dan keadaannya dalam situasi yang sulit. Menurut mahasiswa, bahwa keberadaannya belum tentu berprestasi. 

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat, 1 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 22 Sep 2026, 10:40

Media Lokal Cari Model Bisnis Baru di Local Media Summit 2026

Media lokal tidak lagi hanya dituntut menjadi penerbit berita, tetapi juga dapat berkembang menjadi agensi lokal, pengelola komunitas.

Local Media Summit (LMS) akan kembali hadir di pada 22-23 Oktober 2026 di Hotel Manhattan Jakarta.
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:15

Jika Benzema Datang, Persib Sebenarnya Membeli Apa?

Status bebas transfer Benzema saat ini membuat sebuah pintu terbuka untuk Persib.

Karim Benzema (Sumber: ayobandung.com | Foto: Wikimedia Commons (Lisensi CC) via ayobandung.com)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:00

Urap: Jejak Mahakarya Kuliner Tertua dan Filosofi Kehidupan dalam Sepiring Sayuran Nusantara

Dalam khazanah gastronomi Indonesia, urap bukan sekadar komposisi sayuran dan kelapa parut.

Urap merupakan sajian sayuran tertua di tanah Jawa yang tercatat secara formal dalam literatur sejarah. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:31

Demokrasi yang Berakar: Ketika Politik Bertemu  Budaya dan Kepercayaan

Sebelum seseorang menjatuhkan pilihan politiknya, ada proses komunikasi yang panjang. Sebelum sebuah kekuasaan dianggap sah, ada proses pembentukan makna.

Diah Fatma Sjoraida merupakan Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. (Sumber: Gemini | Foto: Ilustrasi oleh AI)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:01

Urgensi Kota Bandung: Persolan Sampah dan Kemacetan

Sampah dan kemacetan adalah dua persoalan besar yang dihadapi Bandung. Harus diatasi dengan membangun kesadaran bersama, yang akhirnya demi kenyamanan bagi warga Bandung, sebagai rumah bersama.

Pengendara melintas di dekat tumpukan sampah yang menggunung di TPS Jalan Makam Caringin, Kota Bandung, Kamis, 9 April 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 18:17

Imaji Papua Bersilaturahmi dengan Caraka Sundanologi Bandung

Imaji Papua membawa cerita tentang manusia, budaya, dan kehidupan Tanah Papua ke Bandung melalui film dan dialog lintas komunitas.

Caraka Sundanologi bersilaturahmi dengan komunitas Imaji Papua melalui pemutaran film dokumenter sebagai ruang berbagi cerita, budaya, dan pengalaman tentang Papua. (Sumber: Nonon Rachnaya)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 17:20

Bandung dan Terbentuknya Karyawan 'Flourish'

Ketika Pemkot Bandung berhasil memangkas hambatan birokrasi,sektor industri harus siapkan sistem rekrutmen yang presisi.

Bandung dan urgensi karyawan "Flourish" (Sumber: dokpri dengan kreasi chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 16:22

Tugu Proklamasi Cirebon: Jejak Pembacaan Proklamasi 15 Agustus 1945

Sebuah tugu berwarna putih di perempatan Jalan Siliwangi, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, itu menjadi saksi bahwa kemerdekaan Indonesia pernah diproklamirkan sebelum 17 Agustus 1945.

Tugu Proklamasi Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Wahyu)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 15:58

Menimbang Dampak Pajak Otomatis di Tengah Melejitnya Lokapasar Kota Bandung

Proses perpajakan digital menuntut UMKM agar merapikan pembukuan mereka

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan (Kanan). (Sumber: Humas Pemkot Bandung)
Ikon 21 Sep 2026, 15:33

Stasiun Cicalengka, dari Stasiun Bersejarah jadi Tinggal Sejarah

Stasiun Cicalengka berusia lebih dari seabad. Bangunan lamanya telah dibongkar, sementara tinggalan sejarahnya masih tersisa.

Stasiun Cicalengka, Bandung, antara tahun 1900-1920-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 13:41

Akar Historis dan Evolusi Gastronomi Sunda: Meneroka Budaya Pangan Tatar Parahyangan

Gastronomi bukan sekadar urusan pemuasan kebutuhan fisiologis manusia melalui asupan nutrisi, melainkan sebuah disiplin ilmu yang membedah korelasi intrinsik antara makanan dan kebudayaan.

Penjual makanan keliling di Jawa Barat sekitar tahun 1910. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 11:21

Bioskop sebagai Ruang Refleksi Diri

Bioskop di era modern tidak sekedar ajang hiburan tapi ruang refleksi yang membuat nyaman.

Ilustrasi bioskop. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 09:09

Ketika Fikom Harus Mengajarkan Cara Berkomunikasi dengan Mesin

Sekarang mulai terbentuk pola baru komunikasi, yakni manusia berbicara kepada mesin, mesin menghasilkan pesan, mesin memilih pesan, lalu manusia menerima dan menafsirkannya.

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. (Sumber: ayobandung.com | Foto: fikom.unpad.ac.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 17:07

930 Pecatur di Bandung Dapat Wejangan dari Legenda Utut Adianto

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru.

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru. (Sumber: Istimewa)