Menikmati Bubur DPR, Rasanya seperti Menghirup Aroma Kebebasan Wakil Rakyat

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Toko Bubur DPR (Di Bawah Pohon Rindang) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Toko Bubur DPR (Di Bawah Pohon Rindang) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Beberapa waktu ini cuaca Bandung sering mendung, matahari seolah tidak ingin menampakan sinar hangatnya, beberapakali hujan dan hawanya menusuk hingga ke tulang.

Puncaknya Kamis, 14 Agustus 2025, hujan turun sejak malam sebelumnya. Berhenti sejenak lalu pagi harinya hujan kembali. Meski curahnya tidak besar tapi cukup membuat cuaca pagi itu amat dingin.

Hawa dingin seringkali membuat perut terasa keroncongan. Nafsu makan seakan tiba-tiba bisa meningkat tanpa perlunya asupan suplemen.

Menurut dr. Riza Marlina, perasaan lapar saat suhu udara rendah merupakan respon alami tubuh dalam mempertahankan suhu tubuh. Tubuh berusaha menormalkan suhu dengan asupan karbohidrat sebagai bahan bakar energi. Suhu dingin juga membuat proses pembakaran terjadi lebih cepat sehingga tubuh manusia cepat merasakan lapar.

Penelitian lain juga menyatakan bahwa cuaca mendung dengan sedikit cahaya matahari dapat menurunkan zat serotonin dalam otak yang bisa memicu nafsu makan.

Menuju Toko Buku DPR bisa dimulai dari terminal Cicaheum menggunakan angkutan umum 05 jurusan Cicaheum-Ledeng. Angkot berwarna hijau tua berpolet garis hitam ngetem cukup lama sekitar 40 menit. Sementara perjalanan santai selanjutnya bisa menghabiskan 20 menit.

Sebetulnya agak kesal karena berburu waktu buka dengan Bubur DPR sekitar jam 11. Sementara waktu itu jam sudah menunjukan pukul 10:15. Tapi terkadang juga merasa iba, karena zaman ini penumpang angkot sudah kian tak ada. Beralih menggunakan kendaraan roda dua.

Akhirnya perjalanan pagi ini berakhir di Jl. Taman Cibeunying Utara No.24 Kota Bandung. Bubur DPR kali ini bukan tempat wakil rakyat yang sering mengobral janji tapi ini Toko Bubur Di bawah Pohon Rindang (DPR).

Tidak seperti gedung mewah dengan puluhan wakil rakyat yang mendapat fasilitas cuma-cuma. Toko Bubur DPR ini penuh dengan kesederhanaan, berada di bawah teduhnya pohon rindang dengan fasilitas semilir angin segar.

Hari ini Toko Bubur DPR tidak seperti biasanya, bukan dipenuhi orang-orang yang haus jabatan tapi hanya sekumpulan orang yang membutuhkan sarapan di tengah dinginnya hujan. Pengunjung yang datang harus sabar antri dengan sistem parasmanan. Tidak seperti para pejabat yang buru-buru keluar saat hukuman belum selesai.

Konsepnya cukup menarik dengan open kitchen, jadi pengunjung bisa melihat secara langsung bagaimana proses pembuatan makanan tersebut. Konsep ini mungkin bisa ditiru para pemangku kebijakan agar cara kerja bisa terbebas dari kesewenang-wenangan. Menjungjung tinggi transparansi agar rakyat tak selalu dibodohi.

Ada berbagai macam pilihan menu mulai dari Bubur Kanton Capit Kepiting, Bubur Kanton Saikoro, Bubur Kanton Ayam, Bubur Kanton Jamur, Bubur Kanton Udang, Bubur Kanton Polos Non Topping, berbagai varian dimsum dan menu minuman. Selain itu pengunjung juga bisa menambah beberapa toping seperti, Telur, Bone Marrow dan Emping.

Semangkung Bubur Saikoro seharga 25K dengan isian bubur gurih ala kanton, sauteed saikoro, potongan halus beef, campuran sliced jamur kuping, taburan pangsit goreng juga sambal chili oil yang bisa diambil secara mandiri.

Bubur Ayam DPR (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Bubur Ayam DPR (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Rasanya unik karena berbeda dengan bubur ayam pada umumnya. Ditemani dengan coklat dingin seharga 19K yang rasanya tidak jauh berbeda dengan es milo buatan di rumah. Ditutup dengan camilan gurih pangsit udang yang crunchy di luar dan lembut di dalam seharga 18K.

Cukup pricey untuk kaum mendang-mending di tengah " in this economy". Tapi tentu tidak sebanding dengan harga yang harus di bayar masyarakat untuk "orang-orang hebat" yang maling uang rakyat.

Menikmati bubur di tengah hujan rintik cukup menghangatkan tubuh. Duduk, makan sambil melamun betapa rasanya seperti menghirup angin kebebasan wakil rakyat. Segar bagi mereka tapi cukup menyesakkan untuk sebuah harga yang bisa dibeli atas nama keadilan karena sudah "bersikap sopan". (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 07 Sep 2026, 18:21

Markas Divisi Siliwangi di Purwakarta

Menelusuri jejak perjuangan militer di Purwakarta melalui sejarah Markas Divisi Siliwangi. Temukan kisah heroik, arsitektur bersejarah, dan peran pentingnya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Komandan Divisi Siliwangi Abdul Haris Nasution dalam parade TNI di Purwakarta, 17 Januari 1947. (Sumber: Perpustakaan Nasional)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 17:11

200 Ikon Bandung #2: GMR FM, Keep Rock Until the End

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002.

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 15:58

10 Penulis Ayonetizen Terbaik Agustus 2026, Beropini di Bulan Kemerdekaan

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Agustus 2026, dengan total hadiah tetap dipertahankan sebesar Rp1,5 juta.

Pegiat panjat tebing berkostum spiderman mengibarkan bendera Merah Putih raksasa di Tebing Hawu, Kampung Cidadap, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin 17 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 14:41

Jelajah Rasa Masa Kolonial: Menu-menu Rijsttafel Populer di Awal Abad ke-20

Pada awal abad ke-20, rijsttafel bukan sekadar tradisi santap bersama, melainkan manifestasi prestise sosial dan akulturasi budaya yang kompleks di Hindia Belanda.

Momen pelayanan hidangan Rijsttafel bagi para tamu di Hotel Homann, Bandung, sekitar tahun 1933. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 12:56

Ketika Kebebasan Sipil Terasa Kian Sempit

Pertanyaan yang cukup menyakitkan, kenapa semakin banyak aturan yang mengekang kebebasan sipil? Apa yang terjadi ketika kebebasan pers juga dibungkam karena dianggap membahayakan kedudukan pemerintah.

Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 11:28

Sekolah Bukan Pabrik Kepatuhan

Sekolah tidak cukup menjadi tempat belajar untuk mematuhi aturan. Sekolah harus menjadi tempat anak belajar mengapa sebuah aturan diperlukan.

Sekelompok siswa sedang melakukan upacara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 07:47

Pengalaman Makan Makanan Murah Meriah ala Mahasiswa di Bandung

Nostalgia kuliner Bandung 1985-1988! Kilas balik keseruan berburu makanan murah meriah legendaris ala mahasiswa tempo dulu yang bikin kangen.

Gorengan sebagai salah satu jajanan makanan murah. (Sumber: unsplash | Foto: luthfian alfajr)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 18:33

Menghadirkan Sekolah Mitigasi Bencana

Diperlukan keseriusan mendalam, sekolah-sekolah menerapkan SPAB, hingga pada akhirnya jika hanya sekadar seremonial perlu ada pertimbangan.

Puluhan anak tingkat TK dan SD mengikuti lomba mewarnai yang digelar di kawasan Tebing Pabeasan 125, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 27 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 15:23

Lava Lembar Batutemplek Cisanggarung, Bukan dari Letusan Efusif Gunung Sunda

Lava lembar Batutemplek Cisanggarung diduga merupakan jejak letusan efusif gunungapi purba yang mengalir mengikuti bentang alam Bandung utara dan membentuk lapisan batuan berlembar.

Batutemplek Cisanggarung merupakan lava yang melembar. (Sumber: Herlina)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 12:50

Harmoni Rempah dari Rumah Tua: Dokumentasi Rasa dan Kedermawanan Meja Makan Keluarga Arab-Bogor

Kuliner Arab-Bogor menjadi warisan budaya yang menjaga memori keluarga melalui rempah, teknik memasak tradisional, dan adaptasi bahan lokal.

Buku berjudul "30 Resep Masakan Arab Rumahan" karya Balqies Batarfie yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, tahun 2014. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 09:15

Harpelnas: Bangkitkan Senyum Pelanggan di Bandung

Tema Harpelnas 2026 sangat relevan untuk perkembangan perekonomian Bandung.

Ilustrasi peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 (Sumber: Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 18:01

Dari Teknologi Maritim ke Instagram: Cara Kapal Selam Diperkenalkan ke Publik

Komunikasi digital yang efektif bukan hanya soal pesan yang konsisten, tetapi juga bagaimana pesan tersebut disesuaikan dengan karakter setiap platform.

Ilustrasi Kapal Selam. (Sumber: Garda Bima Brimantara | Foto: Garda Bima Brimantara)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 17:03

Dari Layar ke Media Sosial: Cara Film Animasi Membangun Percakapan

Disney dan Pixar menerapkan strategi komunikasi pemasaran terpadu melalui berbagai platform digital untuk memaksimalkan publikasi global dari film animasi Inside Out 2.

Film animasi "Inside Out 2". (Sumber: Walt Disney Studios Motion Pictures)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 16:00

Mengulas Strategi Komunikasi Digital Pembentukan Opini Publik pada Publikasi Produk Fashion

Strategi komunikasi digital menyesuaikan karakter setiap platform, tetapi tetap menjaga konsistensi pesan untuk membentuk identitas produk dan pemahaman publik.

Ilustrasi produk fashion.
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 15:20

Menyusuri Jejak Peristiwa Era 80-an dalam Lembaran Majalah Zaman

Majalah Zaman edisi 1984 bukan sekadar bacaan lama, melainkan rekaman suasana, budaya, dan cara pandang masyarakat Indonesia pada sebuah masa yang kini telah berlalu.

Majalah Zaman edisi September 1984, terbit sekitar 42 tahun silam. Sampul mukanya menampilkan lukisan bergaya airbrush penyanyi asal Cimahi, Ria Angelina, yang menjadi salah satu wajah hiburan populer pada era 1980-an. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 13:11

R. Ipik Gandamana Sumawinata Layak sebagai Pahlawan Nasional dari Jawa Barat asal Purwakarta

R. Ipik Gandamana Sumawinata, tokoh pejuang asal Purwakarta, mantan Gubernur Jawa Barat dan Menteri Dalam, layak menyandang gelar Pahlawan Nasional.

R. Ipik Gandamana Sumawinata, tokoh pejuang asal Purwakarta, mantan Gubernur Jawa Barat dan Menteri Dalam, layak menyandang gelar Pahlawan Nasional. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 10:29

Spiderman, Perdamaian, dan Pahlawan

Segala penghargaan bisa disimpan di lemari. Piala bisa berdebu. Piagam bisa menguning. Justru nilai-nilai kebaikan yang diwariskan kepada generasi berikutnya bisa hidup jauh lebih lama. Selamat Kang!

Spider-Man: No Way Home menjadi tonggak baru penayangan film di era pandemi Covid-19 dengan memecahkan rekor penjualan di pekan debutnya. (Sumber: Columbia Pictures/Marvel Studios/Matt Kennedy)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 07:46

KDM Ada di Mana-mana, Jawa Barat Ada di Mana?

Sebesar apa pun panggung nasional yang dimasukinya, mandat KDM tetap berada di Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sebuah acara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 20:55

Adakah Solusi Masalah Kualitas Udara di Lingkungan Sekolah?

Sebagian besar sekolah negeri di Bandung masih mengandalkan ventilasi alami,

Ilustrasi masalah kualitas udara di ruang kelas di kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 17:41

200 Ikon Bandung #1 Mahanagari

Mahanagari pernah menjadi salah satu cara kreatif mengenalkan identitas dan kebanggaan terhadap Bandung melalui desain, komunitas, dan kearifan lokal.

Sebuah buku yang berjudul 200 ikon Bandung. (Sumber: Malia Nur Alifa)